Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.
Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.
Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.
Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehangatan dalam Ketakutan
Di dalam area mall yang telah berubah menjadi zona perang mini, desing peluru masih bersahut-sahutan. Dom merapatkan tubuh tegapnya pada pilar beton, satu tangannya mendekap kepala Yorinka agar terlindung dari serpihan marmer yang beterbangan. Dengan tangan lainnya yang bebas, Dom mengarahkan moncong pistolnya secara presisi, membalas tembakan musuh yang dengan agresif terus mengincar area perut buncit Yorinka.
Melihat bagaimana para penyerang itu bergerak tanpa memedulikan keselamatan diri mereka sendiri, sebuah pemahaman baru mendadak menghantam kepala Dom.
"Sialan! Sekarang aku paham kenapa Zeus sampai mengurung wanita ini di dalam mansion" batin Dom dengan rahang mengatup rapat
Sifat dominan dan kalkulasi mafianya bekerja cepat. Zeus bertindak protektif bukan sekadar karena arogansi klan. Di balik topeng kejamnya, Zeus mengurung Yorinka karena pria itu telah jatuh cinta, sekaligus menyadari bahwa Yorinka dan bayi di dalam kandungannya adalah target berjalan yang paling rapuh bagi seluruh musuh Cyrillus.
Sambil melepaskan dua tembakan beruntun yang menembus dada salah satu penyerang bermasker, Dom sempat menyeringai sinis, merutuki nasibnya sendiri.
"Sial! Aku yakin jika nantinya setelah Zeus pulang, aku bukan mendapatkan ucapan terima kasih, melainkan sebuah hadiah berupa timah panas di kepala karena sudah membawa wanita kesayangannya ke dalam ketakutan seperti ini!" umpat Dom
Akhirnya, dengan kemampuan bertarung yang lihai dan kejam, Dom berhasil menghabisi musuh terakhir yang mencoba merangkak mendekat. Tanpa membuang waktu satu detik pun, Dom langsung merengkuh tubuh Yorinka yang sudah menangis cengeng ketakutan, lalu membawanya pergi menerobos jalur evakuasi darurat menuju mobil sportnya yang terparkir di area tersembunyi.
Begitu mobil melesat membelah jalanan kota kembali menuju mansion, Dom langsung menghubungi tim IT rahasianya melalui telepon enkripsi.
"Urus seluruh kamera pengawas di dalam mall sekarang. Hapus total rekaman aksi brutal saya dalam lima belas menit terakhir. Jangan sisakan satu pun!" perintah Dom
Biar bagaimanapun, sebagai seorang pemimpin klan mafia, identitas dan pergerakan rahasianya di tempat publik harus tetap terjaga dengan rapi dari endusan pihak berwajib maupun klan kompetitor.
Sementara itu, di kota sebelah, pertempuran besar yang dipimpin oleh klan Cyrillus telah berakhir dengan kemenangan mutlak. Namun, harga yang harus dibayar tidak murah. Di dalam tenda medis darurat, Arzeus Ezoic Cyrillus sedang duduk dengan rahang mengatup rapat menahan sakit. Luka tembakan laras panjang di bahu kirinya cukup dalam dan harus segera mendapatkan perawatan intensif serta jahitan berlapis dari tim dokter militer klan, supaya lukanya tidak mengalami infeksi yang bisa berakibat fatal.
Begitu jahitan terakhir selesai dan diperban dengan ketat, Zeus langsung berdiri, mengabaikan larangan dari dokter klan.
"Siapkan helikopter. Kita pulang ke mansion sekarang" perintah Zeus dingin kepada Josh
Josh yang selalu patuh, hormat, dan tunduk pada Zeus, segera melangkah maju dengan wajah tegang.
"Tuan Zeus, kondisi wilayah di sini belum sepenuhnya stabil. Apakah anda tidak ingin beristirahat terlebih dahulu?" tanyanya tegas
"Semuanya saya serahkan pada Rick. Biarkan dia membersihkan sisa-sisa klan utara dengan cara psikopatnya itu" sahut Zeus tegas dengan aura dominan yang tidak bisa dibantah
Sejujurnya, di balik arogansi dan sifat kaku seorang kepala klan, Zeus memilih untuk segera pulang karena ia ingin melihat wajah istrinya. Di lubuk hatinya yang paling dalam, Zeus merasa sedikit rindu pada kehangatan dan suara blak-blakan Yorinka. Hanya sedikit saja, ya! Tidak lebih dari itu. Ego besarnya menolak untuk mengakui bahwa rasa khawatir telah mengalahkan logika militernya.
Namun, ketenangan semu yang dirasakan Zeus hancur berkeping-keping begitu helikopter tiba di pelataran mansion Cyrillus. Josh yang menerima laporan singkat dari pengawal dalam langsung membisikkan sebuah kabar yang membuat darah di dalam tubuh Zeus mendadak membara bagai disiram bensin.
Yorinka hampir mati di sebuah mall karena kelalaian Dom.
BRAKKK!
Pintu aula utama mansion dihantam terbuka oleh tendangan kasar Zeus. Di tengah ruangan, Dom sedang berdiri sembari menenggak wiski, mencoba menenangkan diri. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, tanpa peringatan, dan sama sekali tanpa belas kasihan, Zeus melayangkan sebuah pukulan membabi-buta tepat ke arah rahang Dom hingga sahabatnya itu tersungkur ke lantai marmer.
BUGH! BUGH!
"Kau tahu apa yang sudah kau perbuat, Dom?!" bentak Zeus
Suaranya menggelegar dipenuhi kegilaan dan kekejaman mutlak. Sifat kasarnya memuncak saat ia kembali menarik kerah baju Dom dan melayangkan pukulan mentah ke wajahnya hingga darah segar menetes dari bibir Dom.
Dom tidak melawan sedikit pun. Ia membiarkan tubuhnya menjadi samsak kemarahan Zeus karena ia tahu, ini memang murni kesalahannya yang bertindak ceroboh tanpa membawa pengawal.
"Pukul saja sepuasmu, Zeus. Aku memang lalai" ucap Dom dengan nada pasrah yang jarang terjadi pada dirinya yang arogan
Josh yang menyaksikan kejadian itu hanya berdiri diam dengan posisi takzim di dekat pintu, tidak berani mencampuri urusan dua monster yang sedang bertikai.
Di sisi lain, bi Maria yang memperhatikan dari sudut aula tampak menangis pelan sembari meremas celemeknya. Padahal, selama sebulan ini Yorinka baru saja mulai mencoba bangkit dan memulihkan mentalnya yang hancur, namun sekarang masalahnya malah bertambah dengan trauma baru dari serangan bom tersebut.
Setelah melampiaskan sebagian amarahnya, Zeus melempar tubuh Dom ke lantai, lalu berbalik dan melangkah dengan tergesa-gesa menaiki anak tangga menuju kamar utama.
Di belakangnya, bi Maria yang perhatian dan hangat mencoba mengejar.
"Tuan Zeus! Bahu anda berdarah!" teriak bi Maria cemas melihat baju hitam Zeus nampak berair kembali akibat gerakan kasarnya saat memukul Dom
Zeus tidak peduli. Fokusnya hanya tertuju pada satu hal. Ia mendobrak pintu kamar dan mendapati pemandangan yang menyayat hatinya yang kaku.
Di sudut ranjang, Yorinka sedang meringkuk dengan tubuh bergetar hebat. Sifat cengeng dan penakutnya kembali mendominasi total setelah mengalami teror pengeboman.
Wanita itu menangis histeris dengan wajah yang disembunyikan di balik selimut, meratapi nasibnya yang selalu dekat dengan kematian.
Melihat kedatangan Zeus, Yorinka sempat mendongak. Tatapan matanya memancarkan ketakutan yang mendalam, mengira pria dominan ini akan kembali menghukumnya karena telah lancang keluar dari mansion.
"Z-Zeus... maaf... aku nggak tahu kalau bakal ada bom... jangan hukum aku lagi..." isak Yorinka dengan suara parau yang teramat memilukan
Mendengar permohonan maaf yang lahir dari rasa trauma tersebut, seluruh arogansi dan kekejaman Zeus runtuh seketika. Sisi hangatnya yang tersembunyi keluar sepenuhnya. Zeus langsung menerjang ke atas kasur, menarik tubuh Yorinka ke dalam dekapan dadanya yang bidang dengan sangat erat.
Sreeet...
Akibat gerakan pelukan yang tiba-tiba dan erat itu, jahitan di bekas tembakan laras panjang di bahu kiri Zeus mendadak terbuka kembali. Darah segar merembes dengan cepat, mengalir membasahi kemeja hitamnya hingga menembus ke dress yang dikenakan oleh Yorinka. Rasa sakit yang luar biasa menusuk sendi-sendinya, namun Zeus sama sekali tidak peduli. Ia mengabaikan rasa sakit fisiknya demi menenangkan badai trauma di dalam diri istrinya.
"Ssst... Diamlah, Yorinka. Saya di sini. Kau aman" bisik Zeus dengan nada teramat lembut dan penuh keputusasaan yang asing bagi seorang Cyrillus
Satu tangannya yang besar mengelus rambut Yorinka dengan protektif, sementara tangan lainnya mendekap punggung wanita itu, menekan tubuh Yorinka agar tenggelam dalam perlindungannya.
Yorinka yang merasakan kehangatan pelukan tersebut, ditambah aroma parfum kayu maskulin Zeus yang khas, perlahan mulai meredakan jerit tangisnya. Yorinka masih menyisakan isakan-isakan kecil, namun ia mulai merasa aman di dalam dekapan pria yang ironisnya paling ia takuti ini. Saat tangannya menyentuh bagian belakang bahu Zeus dan merasakan cairan kental yang hangat, Yorinka tersentak.
"Z-Zeus... bahu kamu berdarah banyak banget" bisik Yorinka khawatir
Yorinka mendongak menatap wajah Zeus dengan mata sembap yang dipenuhi rasa cemas yang tulus. Zeus menatap balik manik mata Yorinka, ibu jarinya mengusap sisa air mata di pipi tirus istrinya. Sebuah senyuman tipis yang sangat hangat terukir di wajah kaku sang bos mafia.
"Saya tidak peduli dengan luka ini, Yorinka. Yang paling penting bagi saya saat ini adalah memastikan kau dan anak kita tetap bernapas dengan tenang di dalam pelukan saya" ucapnya lembut
Mendengar penegasan mutlak dari Zeus, Yorinka akhirnya memilih untuk kembali menyembunyikan wajahnya di dada Zeus, membiarkan dirinya dilindungi oleh sang monster dunia bawah tanah. Perjalanan mereka sebagai sepasang suami istri di dunia mafia memang masih sangat panjang dan dipenuhi misteri yang berbahaya, namun di tengah rembesan darah dan air mata malam itu, sebuah ikatan emosional yang nyata perlahan mulai mengunci hati keduanya dengan cara yang tak terpatahkan.
🔪🔪🔪
Duhh sweet banget ya Zeus, tapi sayang... Kejam banget, kalau author mah milih kabur aja.😓
mommy yorinka jangan2 nanti ada kejutan anak yang dilahirkan kembar sepasang nih
daddy zeus siap2 jadi daddy yg bucin sama anak ceweknya
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya