NovelToon NovelToon
Putri Penguasa Yang Terlupakan

Putri Penguasa Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rere Lumiere

Aku terbangun di tubuh anak perempuan yang beusia 5 tahun, merupakan anak kandung Lucas Alexandro yang mengalami hidup yang teragis sebagai anak yang tidak di inginkan. Sang ayah memilih anak angkat untuk di jadikan putri dan aku malah di bunuh dengan tangan ayah ku sendiri karena hasutan sang pembantu anak angkatnya.

Bagaimana kelanjutan cerita ku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere Lumiere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tembok Kebencian Mulai Retak

Mata elang itu membelalak, selepas melihat jelas disana, ada bekas-bekas luka goresan yang memanjang seperti bekas pukulan benda tumpul.

Nathan melepaskan cekikan itu secara mendadak. Dia mundur selangkah menatap tangan kecil itu seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.

"Apa itu?" tunjuk Nathan dengan kasar.

Shopia heran lalu mengangkat tangan yang tunjuk oleh Nathan, Shopia terlihat memanyunkan bibir membentuk huruf o.

"Yang kamu maksudkan ini, ini hanya luka lama dan tidak sakit," sahutnya mengangkat tangannya dan menunjuk bekas luka itu.

"Tidak sakit kau pasti bohong, aku juga pernah merasakannya," tolak Nathan menarik kasar tangan Shopia.

'Hah, bagaimana menjelaskan nya pada bocah ini, memang sekarang tidak sakit. Tapi, waktu pertama kali kena Komeng itu pasti sakit... entahlah aku juga sudah lupa,' gerutunya dalam hati melihat reaksi Nathan yang berlebihan.

Tiba-tiba ada suara teriakkan dari luar membuat kedua anak itu reflek menoleh dengan cepat kearah pintu keluar, "Pasti itu Kak Lisa," gumam Shopia.

Shopia lalu menarik tangannya dengan kasar untuk menghampiri orang yang memanggilnya itu, "Aku harus pergi sekarang," ujarnya menatap kearah Nathan sekilas, Nathan hanya terdiam mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi.

Hingga Shopia menghilang di balik pintu rumahnya itu, Nathan tersadar dari lamunan nya dan berlari dengan cepat menuju lantai atas untuk melihat siapa kah gadis kecil yang sengaja memasuki kediamannya.

Nathan sampai di lantai atas yang merupakan tempat beristirahatnya. Dia menaiki kursi dan membuka jendela yang menjadi satu-satu pencahayaan di ruangan itu dengan terlatih dia membuka pintu jendela itu.

Angin dari luar langsung berhembus kedalam ruangan itu, membuat rambut lembut Nathan berterbangan. Nathan tak perduli dia hanya fokus pada pemadangan yang ada di depannya.

Meskipun terlihat jauh tapi Nathan bisa melihat jelas interaksi antara Shopia dan Lisa yang merupakan bawahan sang ayah.

"Siapa anak itu? Kenapa dia dekat dengan Lisa? Jangan-jangan dia benar..." gumam Nathan merasa bahwa Lucas benar-benar mengambil anak angkat, sama seperti yang di katakan para pelayan tempo hari yang membersihkan kediamannya.

"Nona Shopia, Anda dari mana saja?" tanya Lisa sembari berjongkok dan memegangi bahu Shopia.

Suara Lisa terdengar cukup jelas ketika angin membawa suara itu ke telinga Nathan meskipun tidak terlalu terdengar tapi dia tau nama gadis kecil yang tiba-tiba datang ke kediamannya.

Nathan merasa familiar dengan nama itu yang mungkin dia dengar di suatu tempat, "Shopia," Nathan menyipitkan matanya untuk beberapa saat mencoba mengingat kembali nama itu.

Dan beberapa saa kemudian dia ingat bahwa gadis kecil itu adalah adik kandungnya, yang ibunya sebutkan ketika mengandungnya dulu.

"Dia adik kecil mu, namanya Shopia. Kamu harus menyayangi dan melindunginya, ya," ungkap Helena dengan mengelus perut yang buncit, kemudian tersenyum pada Nathan.

Nathan hanya memperlihatkan ekspresi datarnya karena dia tidak bisa beraksi apapun tentang seorang adik. Tapi, Nathan sangat mencintai ibunya dan memeluk perut ibunya dengan penuh kasih sayang berharap adiknya bisa melepaskan rasa sepinya.

Tetapi, tenyata adiknya lah yang merengut nyawa ibunya tanpa dia ketahui. Nathan hanya tau ibunya meninggal karena adiknya itulah yang di katakan para pelayan yang setiap hari datang kesini.

Hari itu Nathan menangis sendirian di pojok ruangan, menunggu ibunya yang setiap hari akan menyempatkan diri menengok dirinya. Namun hingga sekarang ibunya tak kunjung kembali justru gadis kecil itulah yang datang menemuinya.

"Sangat menarik, tenyata dia adik ku. Sampai kapan dia akan bertahan aku ingin melihatnya," gumam Nathan sembari menatap sinis pada Shopia dan Lisa.

*

Di tempat lain Lisa sangat khawatir mencoba membolak-balik tubuh itu dengan cepat berharap sang nona tak lagi mendapatkan luka serius. Shopia mulai jengah dan memegangi tangan Lisa dengan kuat.

"Shopia tidak apa-apa, Kak Lisa," kata Shopia tersenyum.

"Nona benar tidak papa, Nona tidak masuk kedalam tempat yang di larang kan," panik Lisa masih mengerutkan keningnya dengan tajam.

Shopia tidak menjawabnya dan hanya menggeleng seolah dia benar- benar mengikuti titah Lucas, Lisa yang melihatnya bisa menarik nafas lega. Sebab di pikirnya Shopia benar-benar mengikuti ucapannya.

"Syukurlah, tapi kenapa Nona berjalan sejauh ini?" tanya Lisa lagi.

"Shopia hanya mengejar kupu-kupu Kak Lisa," sahut Shopia bersemangat.

Lisa lalu tersenyum, "Kalau begitu, mari kita pulang Tuan sudah menunggu Anda,"

Sedangkan Nathan masih mengawasi mereka dari jendela, "Tenyata anak itu picik juga,"

Ada perasaan yang menyelinap di hati Nathan. Meskipun masih ada rasa benci itu namun kini bertambah menjadi penasaran ketika melihat kepergian gadis kecil itu.

*

Rumah utama, kini mereka kembali kesana untuk makan siang. Meskipun itu hal yang Shopia benci setiap kali mendudukkan pantatnya di atas kursi makan itu sebab melihat wajah dingin sang ayah yang tidak mengakuinya.

"Tuan, apakah kamu tidak ada pekerjaan?" celetuk Shopia sengaja ingin mengusir pria dingin itu.

Lucas yang sedang sibuk dengan dokumennya tiba-tiba menata tajam kearah Shopia, "Kau tidak berpikir jernih, kau yang merepotkan ku," ketusnya dengan maksud meningkatkan Shopia akan sakit beberapa hari lewat.

Maksudnya sedikit jelas ingin menyakiti hati gadis kecil itu meskipun dengan cara yang tidak langsung. Dia ingin melihat ekspresi sedih, menangis atau marah pada Shopia.

Setidaknya itu akan membuatnya puas dan membuktikan bahwa Shopia hanya gadis penjilat yang akan memohon padanya. Layak perempuan-perempuan liar di luar sana.

Tapi, yang Lucas tidak sadari bahwa lawannya bukanlah anak kecil biasa, melainkan orang dewasa yang sudah transmigrasi ketubuh itu, lagi pun dia sudah terbiasa di sakiti oleh Linda. Sekarang sudah terbiasa dengan rasa sakit dan juga perkataan yang menyudutkan dirinya.

Shopia hanya mengangkat bahunya santai, dan menujukkan deretan gigi susunya. Kemudian mengangkat sendoknya untuk menyuapkan makanan yang ada di piringnya kedalam mulutnya.

"Maafkan Shopia ya Tuan hanya merepotkan Anda, bagaimana kalau nanti Shopia kembali saja ke tempat lama," ungkapnya.

Malah hal itu yang membuat Lucas tertohok, bukan malah senang. Sebab gadis kecil itu tidak mengatakannya dengan berkaca-kaca atau merasa sedih. Justru merasa terbiasa dan siap dengan keadaannya nanti di dalam villa yang tidak terurus itu.

Entah mengapa saat ini Lucas merasa jengkel dengan perkataan tiba-tiba dari Shopia, padahal dia sendirilah yang memberikan batasan itu pada sang gadis kecil.

Hingga tubuhnya mengalami luka fisik dan mental disebab kan oleh pengasuh yang kurang disipin bernama Linda itu.

Kreet!...

Dengan cepat Lucas mendorong kursinya mundur dan membuat decitan tajam yang menganggu telinga Shopia dan Lisa hingga mereka menyipitkan mata dan mengerutkan hidung untuk menghalau suara keras itu.

Tap!... Tap!... Tap!...

Hingga Lucas pergi begitu cepat dengan suara sepatu pantofel yang menghentak di lantai hingga semakin menjauh dari ruangan itu.

1
Cty Badria
👍
Rere Lumiere
Cerita ini kalau sepi pembaca akan di hapus pada bab 20, jadi yang suka cerita ini tolong ramaikan ya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!