Bayu Rangga Alexander, seorang pengacara handal yang banyak memenangkan kasus persidangna di usianya yang masih terbilang muda. Semuanya terlihat sangat sempurna, jika saja dia bukan seorang cassanova.
Bermain wanita hanya untuk kepuasan semalam sudah biasa dia lakukan. Alasannya hanya satu, dia tidak pernah mau terikat dengan siapapun. Menganggap jika semua wanita hanya akan menginginkan hartanya, Bayu tidak percaya akan ketulusan cinta.
Hingga suatu malam seorang wanita beranjak naik ke atas ranjangnya, menemani malamnya, memuaskannya, tapi sama sekali tidak meminta bayaran, hal yang membuat Bayu merasa aneh hingga dia cukup penasaran.
Wanita bernama Viona itu menolak kehadirannya, menolak keras untuk tidur kembali dengan Bayu meski pria itu akan membayarnya mahal. Dia memilih untuk pergi dan tidak berurusan dengan Bayu lagi.
"Aku tidak meminta bayaran, karena aku sengaja memanfaatkanmu untuk tidur denganku. Jangan ganggu aku lagi!"
"Sial wanita itu berani sekali menolakku!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menganggap Tidak Saling Mengenal
Bayu beranjak dari duduknya, sama sekali tidak berniat untuk membiarkan Viona pergi begitu saja. Harga dirinya masih terasa di injak-injak oleh gadis ini karena berani menolaknya dengan begitu sarkas. Berjalan mendekat pada Viona, tidak memberinya celah untuk lepas dari kungkungannya.
Tubuh Bayu berada di tepat di depannya, sedikit membungkuk untuk mengukung tubuh kecil Viona. Kedua tangannya bertumpu pada sandaran sofa, Bayu menatap Viona dengan lekat, membuat gadis itu semakin takut dan gugup dibuatnya.
"Baiklah, jika kau memang tidak mau tidur lagi denganku, kau juga sudah mendapatkan bayaran dariku. Maka aku tidak akan lagi mengganggumu, cukup sekali aku merendahkan diri sampai memintamu untuk tidur lagi denganku"
Viona terdiam, dadanya berdebar sangat kencang. Dalam jarak terlalu dekat seperti ini tentu saja membuatnya sangat gugup. Bola mata Viona bergerak, menatap mata Bayu begitu lekat, mata laki-laki yang menginginkannya, tapi bukan untuk teman hidup, tapi hanya inginkan kepuasan darinya saja.
"Aku tidak akan mengganggumu lagi, dan berusaha untuk tidak pernah muncul lagi di depanmu. Mulai sekarang hubungan kita cukup sampai disini, kalaupun tidak sengaja bertemu lagi, anggap saja tidak pernah saling mengenal"
Deg... Kenapa seperti ada sesuatu yang menusuk tepat di jantung hatinya. Bayu merasa dadanya cukup sesak. Ucapan Viona yang seperti sudah tidak ingin berurusan lagi dengannya, membuat Bayu tidak suka. Ada gejolak hebat yang menolak ucapan itu.
Viona memalingkan tatapannya setelah mengucapkan itu. Ada debaran sesak di dadanya, namun dia tidak begitu menghiraukan. Sudah yakin dengan apa yang dia ucapkan barusan adalah hal yang benar. Viona tidak ingin berurusan lagi dengan Bayu apapun yang terjadi. Apalagi Bayu hanya menginginkan kepuasan saja darinya.
Bayu beranjak menjauh dari tubuh Viona, dia mengusap dadanya yang terasa nyeri dengan tiba-tiba. "Pergilah, urusan dengan Pak Hermawan nanti Ranti yang akan menghubungi"
Viona tidak menjawab, dia hanya mengangguk pelan. Menatap Bayu yang berlalu pergi menghilang di balik sebuah pintu yang Viona yakini itu adalah ruangan istirahat untuknya.
Huh... Viona menghembuskan napas panang, seharusnya dia merasa lega dengan keputusannya, tapi seperti ada yang mengganjal dan seolah tidak rela dengan semua ini.
"Sadarlah Viona, apa yang kamu harapkan dari pria seperti itu. Dia hanya pemain wanita dan itu lebih buruk dari mantan suamimu"
Viona menghela napas sekali lagi, lalu dia pergi dari ruangan Bayu. Saat berjalan menuju lift, Ranti mencegahnya. Viona menatapnya dengan penuh tanya.
"Sebenarnya kalian itu apa sudah kenal sebelum kerja sama ini? Aku merasa ada yang aneh diantara kalian berdua"
Viona tersenyum, mungkin sikap Bayu dan dirinya tentu akan membuat orang bertanya-tanya karena mereka baru bertemu dalam kerja sama ini, tapi sikapnya seolah sudah kenal begitu lama.
"Tidak, kami tidak saling mengenal sebelumnya. Mungkin hanya perasaan kamu saja"
"Benarkah? Tapi kenapa aku merasa jika kalian sudah saling mengenal sebelumnya ya"
"Mungkin hanya perasaanmu saja. Kalau begitu saya permisi dulu ya"
Viona segera pergi tanpa ingin mendapatkan pertanyaan lain dari Ranti. Sekarang dia hanya perlu pulang dan menenangkan pikirannya yang tiba-tiba kacau. Bahkan rasanya cukup lelah juga untuk dirinya yang merasa semua ini terlalu berat untuk dijalani. Tapi untuk tetap bertahan bersama Dani, akan terasa lebih berat daripada menjalani kehidupan yang sekarang. Meski dirinya harus di cap sebagai perempuan bayaran oleh Bayu.
"Tidak papa Viona, dia membayarmu karena sudah terbiasa melakukan itu pada setiap wanita yang tidur dengannya. Yang penting hubungan ini berakhir dan dia tidak terus memintamu untuk kembali tidur dengannya"
Cukup sekali saja Viona menjadi wanita rendah yang rela merangkak naik ke atas ranjang sang cassanova hanya untuk mempunyai bukti agar dirinya di ceraikan oleh suaminya yang berkhianat itu. Sekarang, Viona tidak ingin mengulang kesalahan yang sama. Dia hanya ingin menjalani hidup dan melupakan semuanya tentang apa yang pernah terjadi, termasuk satu malam bersama sang cassanova itu.
Ketika sampai di Apartemen, dia hanya merasa tubuhnya begitu lelah. Selain pikirannya, tubuhnya juga lebih lelah. Dia menjatuhkan dirinya ke atas sofa, memejamkan mata untuk menghilangkan lelah yang dirasakan.
"Tadinya aku ingin periksa ke klinik, tapi tidak jadi karena harus ke Kantornya dia. Ya sudahlah, besok saja. Aku sudah merasa ada yang berbeda dengan tubuhku ini"
Sering mual pagi hari, merasa pusing, bahkan pernah sampai pingsan seperti waktu itu. Sudah cukup menjadi hal yang harus Viona periksa ke Dokter, dia takut akan semakin parah jika dia tidak segera periksa.
*
Bayu tidur terlentang di tempat tidur yang ada di ruangan istirahat di Kantornya. Masih merasa tidak baik-baik saja dengan dirinya, ucapan Viona membuatnya sedikit tidak suka. Menatap langit-langit kamar dengan terus memikirkan ucapan Viona. Sejauh ini hanya satu perempuan ini yang membuat Bayu merasa di tolak dan tidak menarik lagi, dan mungkin itu yang membuatnya kesal.
"Kenapa juga aku harus memikirkan tentang ucapannya. Memang selama ini semua wanita yang sudah pernah aku tiduri, aku selalu lupa dan tidak pernah ingat wajahnya lagi. Dan ... sial, aku mengingatnya karena foto gantungan kunci itu"
Bayu merasa ini aneh, tidak biasanya dia memikirkan wanita yang tidur dengannya. Bahkan dia merasa sudah merendahkan diri sendiri sampai mengajak wanita itu untuk tidur kembali dengannya untuk yang kedua kalinya. Ini bukan Bayu yang biasanya.
"Sial, dia benar-benar mengganggu pikiranku hanya karena dia menolak ajakan tidur sekali lagi denganku. Lagian siapa dia sampai aku harus memintanya tidur lagi denganku, lagian dia juga hanya seorang wanita bayaran tidak penting"
Bayu memejamkan matanya, memilih untuk tidur agar lupa dengan semua pikirannya yang dia anggap tidak penting tapi tetap dia pikirkan ini.
Malam hari dia pulang ke Apartemen, Ranti ikut masuk, padahal Bayu tidak sedang ingin ditemani siapapun malam ini.
"Untuk apa kau ikut kesini? Pulang sana ke Apartemenmu" ucap Bayu yang menjatuhkan tubuhnya di sofa, bersandar pada sandaran sofa dengan sedikit memijat pelipisnya yang pening.
Ranti duduk di sampingnya, menatap Bayu masih dengan rasa penasaran. "Aku masih penasaran sebenarnya ada hubungan apa sebelumnya diantara kau dan Viona itu?"
Bayu membuka matanya yang sejak tadi terpejam untuk menghilangkan pening, menoleh ke arah Ranti dan menghela napas pelan. "Kenapa kau ingin tahu sekali? Apa kau kurang pekerjaan sampai sibuk dengan urusan ini?"
"Ck, aku hanya penasaran. Karena aku merasa kau tidak seperti biasanya"
Bayu mengangkat alisnya, menatap Ranti dengan malas. Asistennya ini akan terus bertanya sebelum mendapatkan jawaban yang pasti.
"Aku dan dia pernah tidur bersama, hanya satu malam"
"Hah? Kau gila ya?"
Bersambung
di tunggu up nya thor 🙏
nnt panggil pengasuh bu Aminah, panggil viona, ibu.