NovelToon NovelToon
Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu Alexander adalah seorang karyawan rendahan yang sedang berada di titik terendah hidupnya setelah difitnah dan gajinya dipotong semena-mena oleh atasannya. Nasib miskinnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika ia memindai sebuah barcode misterius di halte bus yang diam-diam menginstal Aplikasi Toko Ajaib di ponselnya.

Berbekal sisa saldo lima puluh ribu rupiah, Bayu memanfaatkan fitur diskon kilat aplikasi tersebut untuk membeli kacamata ajaib penilai barang antik, yang menjadi batu loncatan pertamanya meraup ratusan juta rupiah dari pasar loak.

Dari seorang budak korporat yang diinjak-injak, Bayu perlahan membangun kerajaan bisnisnya sendiri, menggunakan item-item tak masuk akal dari sistem untuk menghancurkan karir musuh-musuhnya, mendominasi pasar saham, hingga menumpas mafia kejam yang mencoba mengusiknya, semuanya ia lakukan dalam diam sebagai miliarder baru Jakarta yang rahasianya tidak akan pernah terbongkar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Wusshh.

Suara uap panas yang menyembur dari mesin pembuat espresso memecah keheningan pagi di kawasan Sudirman. Aroma kopi yang sangat pekat, manis, dan menggugah selera langsung memenuhi seluruh ruangan, mengalir keluar melalui pintu kaca yang terbuka sebagian, dan menyapa para pejalan kaki di trotoar.

Sepuluh hari berlalu sejak Bayu menyuntikkan dana satu miliar rupiah. Warung tenda kumuh milik Pak Slamet kini hanya tinggal sejarah.

Di atas lahan tersebut, kini berdiri sebuah bangunan satu lantai bergaya industrial modern. Dinding batanya dibiarkan terekspos rapi, dipadukan dengan kusen baja ringan bercat hitam. Lampu-lampu gantung berwarna kuning hangat memberikan kesan nyaman dan mewah. Di atas pintu masuk utamanya, terpampang sebuah papan nama kayu berukir elegan bertuliskan: Kafein Nusantara.

Di balik meja bar yang terbuat dari kayu jati solid, Tari sedang sibuk mengatur mesin kasir digital terbarunya. Ia mengenakan celemek kanvas hitam dengan kemeja putih rapi di dalamnya. Rambutnya diikat tinggi, wajahnya memancarkan energi luar biasa.

"Pak Slamet, stok gelas kertas untuk dibawa pulang sudah ditaruh di lemari bawah meja pesanan, kan?" tanya Tari sambil mengecek daftar inventaris di tabletnya.

Pak Slamet, yang kini terlihat sepuluh tahun lebih muda dengan kemeja polo hitam seragam kafe, mengangguk cepat sambil tersenyum lebar.

"Sudah, Mbak Tari. Es batu kristal juga baru saja diantar oleh penyuplai. Semuanya sudah siap tempur," jawab Pak Slamet antusias.

Di salah satu meja sudut yang agak tersembunyi, Bayu duduk tenang sambil memangku sebuah laptop. Ia mengenakan kaus polos hitam dan celana jeans gelap. Di depannya terdapat segelas kopi hitam hasil racikan bubuk rahasia dari sistem, yang aromanya membuat siapa pun yang menciumnya langsung menelan ludah.

"Bay, ini beneran kita mau buka jam tujuh pagi pas? Karyawan kantor kan biasanya pada buru-buru masuk, apa nggak mending buka jam istirahat siang aja?" Tari berjalan menghampiri meja Bayu, sedikit ragu melihat jam dinding.

"Justru jam tujuh pagi itu jam emas, Tar," jawab Bayu tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop. "Orang kantoran di Jakarta itu kurang tidur, stres di jalan karena macet, dan butuh asupan kafein yang nendang sebelum ketemu bos mereka. Kalau mereka nyoba kopi kita sekali aja pagi ini, siang nanti mereka pasti balik lagi bawa teman satu divisinya."

"Yakin banget lo, Bos. Kalau sepi gimana?"

"Nggak akan sepi. Lo lihat aja keluar."

Tari menoleh ke arah jalan raya. Beberapa karyawan dan karyawati yang sedang berjalan terburu-buru menuju gedung perkantoran tiba-tiba memelankan langkah mereka saat melewati depan Kafein Nusantara. Hidung mereka mengendus udara. Beberapa dari mereka saling berpandangan, lalu memutar arah langkahnya menuju pintu masuk kafe karena tidak tahan dengan godaan aroma kopi tersebut.

Kring.

Lonceng kecil di atas pintu berbunyi. Tiga orang pelanggan pertama masuk, mengenakan kemeja rapi lengkap dengan kartu pengenal karyawan yang menggantung di leher.

"Selamat pagi, selamat datang di Kafein Nusantara! Mau pesan untuk diminum di sini atau dibawa pulang?" sapa Pak Slamet dengan sangat ramah, senyumnya tidak pernah lepas.

"Dibawa pulang aja, Pak. Kopi susu gula arennya satu, kopi hitamnya dua. Aromanya enak banget dari luar, ini pakai biji kopi dari mana, Pak?" tanya salah satu pelanggan pria berbaju biru.

"Ini racikan rahasia rumah sangrai kami sendiri, Mas. Dijamin bikin mata melek seharian," jawab Pak Slamet sambil menginput pesanan ke mesin. "Totalnya tujuh puluh lima ribu rupiah, Mas."

Dua orang barista muda yang baru saja direkrut Bayu kemarin langsung bekerja dengan sangat cekatan. Mereka mencampurkan bubuk rahasia yang sudah Bayu pindahkan ke wadah khusus, menyeduhnya dengan air presisi, dan menuangkannya ke dalam gelas saji.

Pelanggan berbaju biru itu menerima gelas kopi hitamnya. Karena masih panas, ia meniupnya pelan dan langsung menyesapnya sedikit dari ujung tutup gelas.

Langkah pria itu terhenti tepat di ambang pintu.

Teman di sebelahnya menyenggol lengannya. "Kenapa lo, Dim? Kepanasan lidah lo?"

"Gila. Lo harus cobain ini sekarang," kata pria bernama Dimas itu dengan mata membelalak. Ia kembali meminum kopinya, kali ini dengan tegukan yang lebih besar. "Ini kopi paling enak yang pernah gue minum. Rasa pahitnya lembut banget, tapi tendangannya langsung naik ke kepala. Pusing gue gara-gara kurang tidur semalam langsung hilang."

Kedua temannya penasaran dan langsung meminum kopi pesanan mereka sendiri. Reaksi yang sama terjadi. Mata mereka berbinar takjub.

"Sumpah, enak banget. Kopi mahal di lobi gedung kita lewat jauh rasanya," sahut temannya yang satu lagi.

"Gue bakal kasih tahu anak-anak divisi marketing buat beli ke sini pas jam istirahat siang nanti," ucap Dimas sambil berjalan keluar dengan langkah yang jauh lebih bersemangat daripada sebelumnya.

Tari yang melihat kejadian itu dari balik mesin kasir hanya bisa menahan napas. Ia menoleh ke arah Bayu yang masih fokus dengan laptopnya. Bayu hanya mengangkat bahunya sekilas, memberikan tatapan seolah berkata: 'Gue udah bilang apa.'

Benar saja. Dalam waktu kurang dari dua jam, kabar tentang kafe baru dengan kopi terenak di Sudirman itu menyebar seperti api di grup aplikasi perpesanan karyawan kantor. Antrean mulai mengular hingga ke trotoar jalan. Mesin kasir Tari tidak berhenti berbunyi.

Bayu tidak ikut campur dalam operasional. Ia percaya penuh pada kemampuan Tari mengelola suasana. Di sudutnya, Bayu mengambil ponselnya yang layarnya masih retak, lalu membuka aplikasi Toko Ajaib.

Saldo di rekening bank perusahaannya saat ini ada sekitar tiga belas miliar rupiah. Bayu memutuskan sudah waktunya ia mencari tahu lebih dalam tentang sistem ini. Peringatan tentang aura ancaman dari sistem beberapa hari lalu masih mengganjal di pikirannya. Ia takut ada pengguna lain di Jakarta ini yang bisa menghancurkannya.

Bayu menekan menu Konversi Mata Uang. Ia memindahkan dana sebesar satu miliar rupiah dari rekeningnya, menukarnya menjadi Koin Sistem.

Transaksi Berhasil.

Saldo Koin Sistem saat ini: 10.050 Koin.

"Sepuluh ribu koin. Uang satu miliar lenyap begitu saja," batin Bayu. Namun ia tidak menyesal. Informasi adalah senjata.

Ia membuka menu Buku Pengetahuan, dan mengetikkan kata kunci 'Buku Panduan Sistem'.

Sebuah barang muncul di pencarian teratas.

Buku Manual Integritas Sistem Perdagangan Dunia.

Deskripsi: Berisi penjelasan lengkap mengenai aturan dasar, sejarah, dan status pengguna sistem. Benda ini akan langsung diserap oleh otak pengguna setelah dibeli.

Harga: 500 Koin Sistem.

Bayu menekan tombol beli.

Seketika, sebuah cahaya hangat tak kasat mata menyelimuti kepalanya. Tidak ada buku fisik yang jatuh ke tangannya. Sebaliknya, ribuan baris informasi mengalir langsung ke dalam ingatannya bagaikan air yang dituang ke dalam gelas kosong.

Bayu menutup matanya sejenak, memproses informasi tersebut.

"Pengguna 1084," gumam Bayu di dalam hati, memutar kembali ingatan dari buku manual tersebut. "Sistem Perdagangan Dunia memilih kandidat secara acak di berbagai dimensi waktu dan ruang yang berbeda. Angka 1084 berarti aku adalah orang ke seribu delapan puluh empat di seluruh semesta yang pernah mendapatkan akses ini."

Napas Bayu tertahan saat ia memilah informasi selanjutnya.

"Aturan Mutlak Nomor Satu: Hanya boleh ada satu pengguna sistem aktif dalam satu dimensi dunia pada satu waktu. Di dimensi Bumi saat ini, Pengguna 1084 adalah pemegang akses tunggal. Tidak ada pengguna lain yang terafiliasi dengan sistem."

1
ラマSkuy
wah apakah bukan hanya Bayu yang punya sistem jadi selain MC ada lagi yang punya sistem. tapi unik juga ya biasanya sistemnya itu menyatu dengan jiwa MC tapi ini dihpnya MC
ラマSkuy
nice 👍
Ironside
Bagus Kak /Smile/, btw mana Insectnya /Curse//Curse//Curse/
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
👻🤣👻
Mamat Stone
🤣👻🤣
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
ラマSkuy
waw/Sly/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
terserah anda Thor /Ok//Good/
Mamat Stone
pasti salah kaprah 🤣👻
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!