NovelToon NovelToon
Rahasia Pangeran Pecundang

Rahasia Pangeran Pecundang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Epik Petualangan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:13.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Mapanji Wijaya seorang pangeran muda dari Istana Wuwatan terkenal dengan sifatnya yang manja, pengecut, suka foya-foya dan gemar berbuat seenaknya. Sebagai putra raja yang seharusnya memiliki sifat mengayomi dan melindungi masyarakat Kerajaan Medang, Mapanji malah menampilkan sifat yang sebaliknya.



Bahkan sampai Nararya Candrawulan, perempuan yang dijodohkan dengan nya, memohon agar perjodohan dengan Mapanji Wijaya dibatalkan saking bejatnya sang pangeran.


Tetapi di balik semua itu, ada sebuah rahasia besar yang ia simpan rapat-rapat hingga tak seorangpun yang tahu. Apakah itu? Temukan jawabannya dalam kisah Rahasia Pangeran Pecundang, hanya di Noveltoon kesayangan kita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ajian Surya Brahma

"Bocah sialan ini...!!! "

Plettaaaaakkkk...

"Aduhh sakit! Guru kenapa kamu menjitak ku? Mana sakit lagi... ", gerutu Pangeran Mapanji Wijaya sambil mengelus kepalanya yang benjol.

" Memang urusan apa yang lebih penting dari belajar ilmu beladiri hah?!

Aku ini ingin menjadikan mu sebagai seorang ksatria yang hebat, yang bisa sebanding dengan ayah mu itu. Hanya dengan itu kau bisa bersaing dengan saudara saudara mu untuk mendapatkan tahta Kerajaan Medang. Apa kau ingin selamanya hanya bisa menjadi seorang pangeran pecundang yang di hina banyak orang hah?! Menyebalkan sekali! ", omel Resi Sapu Jagat.

" Aku ini sadar diri tidak mungkin bersaing dengan kakak ku terutama Kangmas Pangeran Mapanji Jayanegara, Guru...

Dia putra mahkota, putra sulung Kanjeng Romo Sri Lokapala dan Biyung Ratu Sri Isyana Tunggawijaya. Semua pejabat dan keluarga bangsawan besar mendukungnya sebagai pewaris tahta selanjutnya. Tak mungkin ada kesempatan bagi ku untuk duduk di singgasana ", cerocos Pangeran Mapanji Wijaya yang membuat Resi Sapu Jagat menggelengkan kepala.

" Ada sebuah rahasia besar yang akan mengubah jalannya sejarah Kerajaan Medang ini, Nakmas Pangeran...

Untuk saat ini kau belum waktunya untuk tahu. Kelak setelah ini mungkin kau bisa mengungkap tabir rahasia itu sendiri. Tapi yang paling penting sekarang adalah menjadikan mu sebagai ksatria hebat hingga saat badai besar itu datang, kaulah satu-satunya harapan rakyat Medang agar wangsa Isyana ini tetap berdiri sebagai penjaga Tanah Jawa ", ucap Resi Sapu Jagat yang membuat Pangeran Mapanji Wijaya bertanya-tanya dalam hati.

'Rahasia besar? Badai Kerajaan Medang? Ada apa sebenarnya ini? Kenapa Guru tidak berterus terang saja? ', batin Pangeran Mapanji Wijaya tetapi ia tak berani untuk mengungkapkan isi hati nya.

"Kalau begitu, murid patuh pada perintah Guru.. ", ucap Pangeran Mapanji Wijaya sembari menghormat yang membuat Resi Sapu Jagat tersenyum bahagia.

*****

Praaaaannkkkkk!!!

Bunyi barang pecah belah hancur terdengar memenuhi seluruh ruangan dengan penerangan minim itu. Seorang pelayan perempuan berdiri di sudut ruangan tanpa berani bersuara. Bahkan bernafas pun ia lakukan dengan hati-hati, takut menyinggung perempuan tua yang sedang marah.

"Sungguh tak berguna. Hanya menghadapi bocah tengik saja tak becus!!!

Apakah sudah tak ada yang bisa diandalkan untuk membunuh bocah itu hah?! ", seru perempuan tua yang wajahnya tak terlihat jelas karena keremangan cahaya di tempat itu.

" Sepertinya ada satu pihak yang diam-diam melindungi Pangeran Mapanji Wijaya, Gusti Dewi..

Hamba curiga Sri Lokapala ada di belakang semua ini...", tanya pelayan perempuan tua itu dengan hati-hati.

"Panji Rawit? Huh, dia terlalu sibuk mengurusi urusan wilayah Medang yang sedang keruh karena ulah Prabu Menak Alun dari Blambangan. Jadi tidak mungkin ia yang turun tangan untuk melindungi anaknya yang pecundang itu. Kau berpikir terlalu jauh, Rampes... ", ucap perempuan tua yang mengenakan pakaian bangsawan ini.

" Lantas jika bukan beliau, siapa yang diam-diam melindungi Pangeran Mapanji Wijaya?", kembali pelayan bernama Rampes itu bertanya.

"Itulah yang membuat ku pusing tujuh keliling, Rampes..

Sekarang Pangeran Mapanji Wijaya sudah sampai dimana? ", tanya perempuan tua itu kemudian.

" Menurut mata-mata kita, dia sudah sampai di perbatasan Kembang Jenar dan Lwaram Gusti Dewi.. ", jawab Rampes segera.

Hemmmmmmmmm...

" Sebelum dia sampai di Kalingga, itu adalah kesempatan kita untuk membunuh nya. Tapi siapa yang bisa melakukan tugas ini? ", perempuan tua itu mondar-mandir sambil menyentuh dagu.

" Baru-baru ini hamba mendengar bahwa di kawasan Kembang Jenar selatan muncul sekelompok pembunuh yang menamakan dirinya sebagai "Serikat Bulan Darah". Konon katanya mereka bisa membunuh pendekar tingkat tujuh dengan mudah. Pimpinan mereka adalah Bayusuta, bekas anggota kelompok pendekar yang dulu berseteru dengan pendek wilayah timur.

Bukankah Ki Pragola, Si Golok Sakti, bisa kita utus untuk meminta bantuan dari Serikat Bulan Darah, Gusti Dewi? ", usul Rampes yang langsung membuat perempuan tua itu bersemangat.

" Ya ya Rampes ya...

Beri perintah pada Si Golok Sakti untuk menemui pimpinan Serikat Bulan Darah. Katakan pada nya, berapapun yang mereka minta sebagai upah membunuh Pangeran Mapanji Wijaya akan ku sanggupi. Cepat laksanakan Rampes... ", perintah dari perempuan tua itu yang membuat sang pelayan segera menghormat pada nya.

" Baik Gusti Dewi.."

*****

"Kosongkan pikiran mu, heningkan cipta di tubuh mu dan rasakan kekuatan alam semesta di sekitar mu Nakmas Pangeran... "

Demikian perintah dari Resi Sapu Jagat Sang Dewa Pengobatan dari Gunung Wilis setelah Pangeran Mapanji Wijaya duduk bersila di atas batu pipih yang ada dibawah pohon beringin besar yang tumbuh di lereng utara Gunung Kemukus.

Selepas senja turun dan digantikan oleh malam yang gelap, Resi Sapu Jagat membawa Pangeran Mapanji Wijaya untuk menerima ilmu kanuragan yang akan diturunkan kepada nya.

Hening. Hanya ada suara dedaunan yang bergoyang lembut diterpa angin sepoi sepoi dari selatan. Hanya itu saja yang dirasakan oleh Pangeran Mapanji Wijaya sesaat sebelum menutup mata nya.

Mulut Resi Sapu Jagat komat-kamit merapal mantra. Dari dada nya mengalir cahaya kuning kemerah-merahan seperti warna matahari pagi hari yang menjalar ke arah tangan kanannya. Hawa panas terasa menyengat dari telapak tangan Resi Sapu Jagat.

Segera setelah itu ia langsung meletakkan telapak tangannya ke ubun-ubun Pangeran Mapanji Wijaya yang membuat cahaya kuning kemerah-merahan berhawa panas itu menjalar ke sekujur tubuh sang pangeran Medang.

Rasa panas yang sangat menyakitkan segera dirasakan oleh Pangeran Mapanji Wijaya.

AAAAAARRRRRRGGGHHHHHH!!!

Jeritan terdengar dari mulut Pangeran Mapanji Wijaya. Seluruh pori-pori dan persendian tubuhnya seperti terbakar api.

"Jangan menyerah, Nakmas Pangeran. Jangan kau lawan panas Ajian Surya Brahma yang mulai menyatu dengan tubuh mu, biarkan ia menyatukan diri dengan Raga Bintang Api mu.. ", petuah Resi Sapu Jagat yang menyaksikan tubuh Pangeran Mapanji Wijaya bergetar hebat.

Tubuh Pangeran Mapanji Wijaya yang semula kering kini basah kuyup oleh keringat yang keluar. Giginya gemerutuk menahan rasa sakit yang menyerang sekujur tubuh nya.

Perlahan Pangeran Mapanji Wijaya mengatur jalan nafasnya. Jika tadi ia bernafas dengan cepat untuk meredakan rasa sakit, kini ia pasrah menerima rasa panas ini. Tetapi karena ini juga, rasa sakit yang semula menyiksa nya habis-habisan berangsur-angsur menghilang dengan sendirinya.

Zzzzzzzrrrrrrrrtttttt...!!!!

Jika tadi tubuh Pangeran Mapanji Wijaya berwarna kemerah-merahan, perlahan tapi pasti kulitnya kembali ke warna semula. Resi Sapu Jagat menghela nafas panjang sambil tersenyum puas melihat hal ini.

Resi Sapu Jagat segera menarik tapak tangan nya dari ubun-ubun kepala Pangeran Mapanji Wijaya yang membuat cahaya kuning kemerah-merahan itu perlahan mulai menghilang masuk ke dalam tubuh Pangeran Mapanji Wijaya. Sang pangeran Medang pun perlahan membuka mata.

"Selamat Nakmas Pangeran...

Kau kini sudah menguasai Ajian Surya Brahma. Daya linuwih ajian ini adalah penghancuran besar, sekuat cahaya matahari. Hati-hati menggunakannya, jangan asal saja karena daya rusaknya sangat menakutkan", ucap Resi Sapu Jagat sambil tersenyum.

"Terimakasih Guru sudah memberikan ilmu kanuragan yang sangat dahsyat untuk saya. Dengan ini kedepannya saya tidak perlu takut lagi jika menghadapi musuh yang kuat", ujar Pangeran Mapanji Wijaya sembari menghormat pada Resi Sapu Jagat.

"Sekalipun ilmu ini sudah menyatu sempurna dalam tubuh mu, tetapi untuk bisa menggunakannya kau harus rajin berlatih.

Jadi untuk sepekan kedepan, aku akan mengawasi mu berlatih disini", imbuh Resi Sapu Jagat yang langsung membuat Pangeran Mapanji Wijaya tersentak kaget,

"APAAAAAAAAAAAAA????!!! "

1
🗣Aku 😆🇲🇨🦅
biasa aja dong kagetnya nanti @🐼𝒫𝒶𝓃𝒹𝒶𝓃𝒲𝒶𝓃𝑔𝒾 🏡s⃝ᴿ lagi bobok keberisikan 😅
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Idrus Salam
Ajian yang dahsyat tentu perlu penyelarasan dengan kesiapan tubuh pengguna dan naluri dalam penggunaannya perlu dilatih.
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!