NovelToon NovelToon
Charming The Beast

Charming The Beast

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:293
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

Kenzo Arkana adalah definisi hidup dari kekejaman. Sebagai raja penyelundup barang terlarang, ia memerintah dunianya dengan tangan besi dan hati yang membeku. Baginya, wanita hanyalah gangguan tak berguna hingga malam itu, di sudut remang kelab eksklusifnya, seorang wanita lancang bernama Aara datang mengusik ketenangannya.
Aara bukan wanita biasa. Di balik gaun merah yang menggoda dan sikap centilnya, ia adalah agen rahasia elit yang sedang menjalankan misi mustahil: menjatuhkan kekaisaran Kenzo. Ia harus memikat sang "Monster" untuk mencuri rahasia terdalamnya.
Namun, di dunia di mana pengkhianatan dibayar dengan nyawa, siapa yang akan terjatuh lebih dulu? Apakah Aara berhasil menuntaskan misinya, atau justru ia yang terjerat dalam kegelapan Kenzo yang mematikan?
Satu rayuan. Satu misi. Satu taruhan nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahkota di Balik Badai

Udara di pegunungan Alpen semakin menusuk, namun di dalam bunker mewah yang menjadi tempat persembunyian mereka, suasana justru terasa panas. Kabar kehamilan Aara telah mengubah segalanya. Kenzo yang biasanya hanya peduli pada efisiensi dan logistik penyelundupan, kini berubah menjadi pelindung yang posesif dan tak terduga.

Namun, di balik kewaspadaannya yang meningkat, ada satu pemikiran yang mengusik kepala Kenzo. Selama ini, mereka terikat oleh gairah, pengkhianatan, dan musuh yang sama. Baginya, itu sudah cukup. Tapi sekarang, dengan adanya nyawa baru yang tumbuh di rahim Aara, Kenzo menyadari bahwa "cukup" tidak lagi memadai. Ia ingin mengklaim wanita itu sepenuhnya bukan hanya sebagai mitra, tapi sebagai ratu dari kerajaan yang akan ia bangun kembali.

Malam itu, setelah serangan unit Ghost FBA berhasil dipukul mundur dan jasad-jasad mereka terkubur di bawah longsoran salju buatan, Kenzo mengajak Aara ke balkon paling atas bunker tersebut. Balkon itu terlindungi oleh kaca anti-peluru setebal sepuluh sentimeter, memperlihatkan pemandangan langit malam yang bertabur bintang dan hamparan salju putih yang berkilau.

Aara keluar dengan jubah sutra panjang berbulu, tangannya mengelus perutnya yang masih rata dengan gerakan bawah sadar yang protektif. Ia melihat Kenzo berdiri membelakanginya, menatap cakrawala.

"Kau memanggilku ke sini hanya untuk melihat salju, Sayang? Aku mulai merindukan pantai Mediterania yang hangat," ucap Aara dengan nada centil, mencoba mencairkan ketegangan yang ia rasakan pada punggung kokoh Kenzo.

Kenzo berbalik. Tidak ada senjata di tangannya. Wajahnya yang dingin dan tajam tampak lebih lembut di bawah cahaya bulan yang menembus kaca. Ia berjalan mendekati Aara, mengambil tangan wanita itu, dan mengecup punggung tangannya dengan lembut.

"Aara, sejak kau masuk ke The Obsidian dengan gaun merah sialan itu, kau telah mengacaukan setiap rencana yang kubuat," suara Kenzo berat dan rendah.

Aara tertawa kecil, matanya berkedip manja. "Itu memang keahlianku, bukan? Membuat pria paling berkuasa kehilangan fokusnya."

"Kau bukan hanya membuatku kehilangan fokus. Kau membuatku kehilangan keinginanku untuk menyendiri," Kenzo menarik napas dalam. "Duniaku adalah kegelapan. Aku menyelundupkan kehancuran, dan aku hidup di antara mayat. Aku selalu berpikir bahwa tidak ada tempat bagi siapa pun di sampingku."

Kenzo tiba-tiba merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil beludru berwarna merah darah. Saat ia membukanya, sebuah cincin dengan berlian hitam langka yang dikelilingi oleh butiran zamrud kecil berkilau dengan indah.

Aara tertegun. Karakter 'Cherry' yang centil seketika membeku. Ia menatap cincin itu, lalu menatap Kenzo yang kini berlutut dengan satu kaki di depannya pemandangan yang mustahil dibayangkan oleh siapa pun di dunia bawah tanah.

"Kenzo... apa yang kau lakukan?" bisik Aara, suaranya bergetar.

"Aku tidak pandai berkata-kata manis seperti agen-agen yang biasa kau temui," Kenzo menatap langsung ke mata Aara dengan intensitas yang sanggup membakar jiwa. "Tapi aku tahu satu hal: Aku tidak ingin kau hanya menjadi agen yang bersembunyi bersamaku. Aku ingin dunia tahu bahwa kau adalah milikku. Istriku. Ibu dari anak-anakku."

Kenzo memegang tangan Aara yang gemetar. "Cincin ini terbuat dari berlian hitam yang pernah menjadi rebutan tiga kartel besar. Aku membunuh mereka semua untuk mendapatkan ini. Tapi bagiku, ini hanya batu tidak berharga sampai ia melingkar di jarimu." "Aara, maukah kau menjadi satu-satunya orang yang memegang kendali atas hidupku? Maukah kau menikah denganku?"

Aara merasa air mata hangat mulai mengalir di pipinya. Seorang pria yang anti-wanita, seorang sosiopat dingin yang ditakuti dunia, kini berlutut memohon padanya. Semua penyamaran, semua kebohongan, dan semua rasa sakit karena dikhianati FBA seolah terbayar lunas di detik ini.

Aara menarik napas panjang, lalu tersenyum kali ini bukan senyum centil 'Cherry', melainkan senyum tulus dari seorang wanita yang merasa dicintai.

"Jika aku bilang tidak, apakah kau akan mengurungku di bunker ini selamanya?" godanya di sela tangisnya.

Kenzo menyeringai miring, tatapan predatornya kembali namun dengan cara yang penuh kasih. "Kau tahu jawabannya, Sayang."

"Kalau begitu... ya. Aku mau," ucap Aara mantap.

Kenzo menyelipkan cincin itu ke jari manis Aara. Ukurannya sempurna. Ia berdiri dan segera meraup bibir Aara dalam ciuman yang mendalam, penuh janji, dan sarat akan kepemilikan. Di atas gunung yang sunyi itu, mereka mengukuhkan ikatan yang jauh lebih kuat daripada sekadar kontrak darah.

Namun, momen romantis itu terinterupsi oleh suara desis di intercom telinga Kenzo.

"Tuan, radar menangkap sinyal dari 'The Hive'. Mereka tidak menyerang secara frontal," suara seorang pengawal terdengar panik. "Mereka meretas sistem pemanas bunker. Suhu akan turun hingga titik beku dalam sepuluh menit jika kita tidak melakukan reboot manual."

Kenzo melepaskan pelukannya, matanya kembali menjadi silet yang tajam. Ia menatap cincin di jari Aara, lalu menatap perut wanita itu.

"Sepertinya pesta pertunangan kita akan sedikit berdarah, Nyonya Arkana," bisik Kenzo.

Aara menyeka air matanya dan segera menarik pistol dari balik jubah mandinya, yang rupanya selalu ia bawa meski dalam momen romantis. Ia memberikan kerlingan nakal kepada Kenzo.

"Jangan khawatir, Sayang. Menghancurkan 'The Hive' adalah hadiah pernikahan yang sangat bagus untukku. Mari kita tunjukkan pada mereka apa yang terjadi jika mereka mengganggu waktu istirahat pasangan paling berbahaya di dunia."

Kenzo tertawa singkat, lalu mereka bergerak bersama menuju ruang kendali. Perjalanan mereka masih sangat panjang, dipenuhi oleh peluru dan ancaman, namun sekarang mereka menghadapinya dengan mahkota yang tak terlihat sebuah persatuan yang tak akan mampu dihancurkan oleh musuh mana pun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!