NovelToon NovelToon
Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Pelakor jahat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

Jihan Fahira memergoki suaminya selingkuh dengan sahabatnya. saat dia kembali dari rumah sakit. Saat itu suami dan sahabatnya sedang melakukan hubungan yang tidak pantas di dalam sebuah villa.

Saat itu Jihan tewas di tangan suami dan sahabatnya sendiri. Namun keajaiban muncul dalam hidupnya. Dia di beri kesempatan kedua. Jihan kembali hidup ke enam tahun yang lalu.

Kesempatan kedua untuk membalas dendam dan mengubah kembali takdir tragis yang akan terjadi di masa depan.

Mampukah Jihan membalas dendam dan mengubah takdir tragis yang akan menimpanya ?

Follow Ig: Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6 TIME TRAVEL

6 𝐓𝐚𝐡𝐮𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐚𝐥𝐮.

Jihan hidup kembali.

Tanggal 13 - bulan Juni - Tahun 2020.

...•••☘☘☘•••...

" Non Jihan... Non...! Bangun Non, kenapa kamu tidur di sini...? " ucap seorang tukang rias membangunkan Jihan.

Saat itu Jihan terbangun, dia membuka matanya saat itu dia sedang duduk di depan cermin dengan menggunakan gaun.

" HAAAA!!!! "

Teriak Jihan yang terkejut melihat dirinya di depan cermin. Matanya terbuka lebar melihat dirinya sendiri. Jihan menepuk-nepuk wajahnya hingga terasa sakit di pipinya.

" Apa... Di mana ini ? Bukankah aku sudah mati...!" ucap Jihan dalam batinnya. Kemudian melihat sekeliling ruangan.

" Non, kamu kenapa...? Apa kamu sakit...?" tanya sang perias wajah.

Saat itu dia melihat Jihan yang tampak sangat kebingungan, dia heran dengan sikap Jihan saat itu seperti orang yang linglung.

" Aku sekarang dimana...? Dan kenapa aku mengenakan gaun...?" tanya Jihan kepada sang perias, wajahnya penuh dengan pertanyaan dan kebingungan saat itu tidak tahu apa yang sedang terjadi kepadanya.

Dia mengingat bahwa dia sudah mati di tangan Suami dan sahabatnya sendiri. Namun kenapa dia ada di dalam ruangan itu.

Dirinya mengingat bibi yang ada dihadapannya saat itu, dia adalah tukang rias wajah yang dia sewa saat acara pertunangan dirinya dengan Hendrick saat itu.

" Non... Non Jihan kenapa...? Non Jihan tampak keliatan bingung...? " tanya bibi tukang rias. Dia juga kebingungan saat itu dengan tingkah Jihan.

" Bi... Bibi...! Sekarang aku ada dimana Bi...!" tanya Jihan, yang masih tampak kebingungan.

" Non, kenapa bertanya seperti itu, bukan kah nona baru saja melangsungkan pertunangan nona! " jawab bibi perias.

" Apa tunangan...! " teriak Jihan terkaget-kaget mendengar ucapan bibi perias. Dia masih tidak percaya dengan semua ini.

Dia kemudian melihat tangan di kalender, saat itu matanya terbuka lebar, saat itu tanggal pertunangan dirinya dengan Hendrick tujuh tahun yang lalu.

Saat itu Hendrick masuk ke ruangan rias, karena setelah mereka berdua bertunangan Jihan tidak ada di ruangan utama. Dia membuka pintu dan melihat Jihan.

" Sayang ternyata kamu di sini, aku mencari mu kemana...!" ucap Hendrick menghampiri Jihan.

Saat itu tubuh Jihan gemetar melihat Hendrick yang menghampiri dirinya. Ingatan kejam dan penghianatan masih terngiang di dalam hatinya.

Jihan ketakutan setengah mati saat itu, saat Hendrick mendekat, Jihan melangkah mundur. Saat itu Hendrick mengangkat tangannya.

Ingatan muncul sesaat dan membuat Jihan berteriak kencang.

" HAAAA!!! "

Jihan mengamuk saat itu, dia melempar semua barang-barang yang ada di sekitarnya kepada Hendrick.

" Jihan kamu kenapa...?" tanya Hendrick, saat Jihan mengamuk melempar semuanya kepada dirinya.

Saat itu Jihan berlari keluar dari dalam ruangan. Saat dia berlari dia menabrak Regina di luar ruangan.

" Aw... " ucap Jihan, dia terjatuh saat menabrak Regina.

" Jihan...! Kamu kenapa...?" tanya Regina, mencoba membantu Jihan.

Jihan melihat keatas dan melihat dan dia melihat Regina. Seketika dia kembali gemetar kemudian mendorong Regina menjauh darinya.

" Regina...?" matanya melotot, kemudian mendorong Regina menjauh.

Jihan berdiri dan kembali berlari ketakutan tanpa arah tujuan. Dia berlari keluar gedung, saat itu dia menjatuhkan sepatunya, sebelah namun ia tidak menghiraukan nya.

Dia kemudian turun melewati tangga, saat dia turun kakinya tersandung gaun yang dia pakai. Dia kehilangan keseimbangan lalu terjatuh. " Haaaa...!"

Namun saat dia akan terjatuh seseorang menopang dirinya di belakang dan menariknya ke pelukannya. Dia melihat sosok laki-laki yang dia kenal yang menopang dirinya.

" Direktur Hans! " ucap Jihan melihat wajah laki-laki yang menopang dirinya.

Namun saat itu pikiran Jihan sedang kacau balau. Dia kemudian kembali berlari keluar gedung acara pertunangan dirinya.

" Jihan sepatu mu- " melihat Jihan kembali berlari keluar gedung. Dia kemudian mengambil sepatu milik Jihan, mengambil nya kemudian mengejar Jihan.

Jihan berlari terang-terangan sampai akhirnya dia sampai di luar gedung. Dia melihat seluruh bangunan tampak berbeda dengan yang dia lihat saat dia mati. Semuanya kembali berubah.

" Apa...! Semuanya... Berubah! " ucap Jihan dengan pelan.

Diri nya melihat seluruh bangunan yang ada di depan nya. Dan tanggal yang tertera semuanya kembali ke tujuh tahun yang lalu.

" Apa ini... Apakah yang terjadi kepada diriku, apa yang sebenarnya terjadi...?" gumam Jihan. Masih dalam keadaan linglung.

Tanpa sadar dia berlari sangat jauh hingga kakinya lecet. Dia kemudian merasakan perih di kakinya yang lecet. Jihan masih tercengang melihat seluruh pemandangan kota yang berubah dari ingatan nya.

Jihan berdiri lemas kakinya sudah tidak kuat untuk berdiri lagi. Dia gemetar se badan-badan dengan apa yang terjadi padanya saat itu.

Tepat saat dia akan terjatuh Direktur Hans kembali menopang dirinya.

" Jihan... Kamu tidak apa-apa...? " tanya direktur Hans. Menopang tubuh Jihan.

" kamu kenapa... Kenapa kamu berlari seperti orang ketakutan...? " tambahnya, perlahan memapah Jihan menuju kursi yang berada di taman, yang terletak tidak jauh dengan mereka.

Jihan masih tidak bisa berkata-kata apa-apa. Dia hanya terdiam dengan keadaan lemah dan masih bingung dengan semua nya.

" Kamu duduk dulu disini... Aku akan membeli air " ucap direktur Hans. Dia kemudian pergi membeli air untuk Jihan.

Direktur Hans datang dengan membawa air minum, dia kemudian membuka dan memberikan air untuk Jihan.

" Kamu minum dulu, tenangkan dirimu dulu...!" ucap direktur Hans.

Jihan kemudian meminum air putih yang di belikan oleh direktur Hans. Dia menghela nafas panjang kemudian menenangkan pikirannya.

" Jihan, apakah kamu sudah tenang, coba katakan apa yang terjadi denganmu... Kenapa kamu berlari sampai sejauh ini...? " direktur Hans kembali bertanya apa yang terjadi pada Jihan.

" Aku tidak tahu pak! " jawab Jihan.

Saat itu Jihan menatap wajah sang direktur tatapan nya masih terasa kosong, dia tidak tahu apa yang sedang terjadi kepadanya saat ini. Dia tidak memahami apa yang sebenarnya terjadi dan pikirannya penuh dengan kebingungan.

Saat itu Jihan kembali merasakan perih di bagian telapak kakinya yang lecet akibat berlari terlalu jauh.

Direktur Hans yang melihat Jihan tampak kesakitan, sambil memegang kakinya. Dia melihat bahwa kaki Jihan lecet.

Saat itu Jihan meminta direktur Hans untuk mengantar dia pulang dan meminta agar dirinya tidak memberi tahu siapapun.

" Direktur tolong antar aku pulang... Jangan bilang kepada siapapun di sana... Aku mohon...!" pinta Jihan, kepada direktur Hans.

" Baiklah... Kamu tunggu di sini sebentar...!" jawab direktur Hans.

Dirinya tidak bisa menolak permintaan Jihan yang tampak sangat kebingungan. Padahal hari ini dia baru saja melangsungkan pertunangan dengan kekasihnya.

Direktur Hans kemudian pergi ke depan gedung pernikahan dan membawa mobilnya yang terparkir disana. Tidak lama setelah itu direktur Hans datang menyusul Jihan.

Jihan kemudian masuk kedalam mobil, dan dirinya di antara pulang oleh direktur Hans. Mereka kemudian sampai di rumah Jihan.

Jihan kemudian turun dari mobil. Dia kemudian berterima kasih kepada direktur Hans karena sudah mengantar dirinya pulang kerumah.

" Terima kasih direktur Hans... Kamu sudah mau mengantarku pulang kerumah" ucap Jihan dengan suara yang sedikit serak berterima kasih kepada sang direktur.

" Sama-sama... Jaga kesehatan mu jika ada sesuatu kamu bisa menghubungi ku! " ucap Direktur Hans. Dirinya kemudian kembali kedalam mobil kemudian pergi dari rumah Jihan.

Jihan masuk kedalam rumah, setelah itu dia mengganti pakaiannya. Dan mulai mencari makanan dan minuman di dalam kulkas.

Namun saat dia melihat tanggal kadaluwarsa di bungkus makanan dan minuman semuanya menunjukkan tanggal tujuh tahun yang lalu yang ada dalam ingatannya.

" Apa semuanya sudah kadaluwarsa... Yang ini... yang ini... Dan ini juga...!" ucap Jihan melihat label kadaluwarsa di bungkus makanan.

Saat itu bel pintu berbunyi. Jihan kemudian pergi melihat siapa yang datang. Saat itu direktur Hans datang membelikan susu kaleng hangat untuk Jihan. Dia menggantung nya di pintu rumah Jihan.

Jihan keluar melihat mobil direktur Hans, kembali pergi, dirinya kemudian melihat sebuah kantong plastik hitam di pintu. Ada makanan dan minuman hangat di dalamnya.

Dia kemudian mengambil dan masuk kembali kedalam rumah. Saat dia memegang kaleng susu yang masih hangat.

dia kemudian mengambil dan memakannya. setelah selesai makan dia kemudian berpikir apa yang sebenarnya terjadi. Apakah semua yang ada dalam ingatannya itu adalah mimpi atau dia kembali ke tahun 2020. Enam tahun yang lalu.

𝐵ℯ𝓇𝓈𝒶𝓂𝒷𝓊𝓃ℊ...ღ

1
Sandrina
cocok, emang munafik banget, sahabat macam apa itu 🤬🤬🤬
Sandrina
greget banget sama sahabat nya ini, playing fictim
Sandrina
astaghfirullah, baru baca udah di suguhin yg kayak gini 😭
Nana✨
Tabiat sahabatmu yang sangat kau percaya, Jihan🥺
Rahma
ini lagi
Rahma
astaga 😭 baru baru baca, udah di kasih yg becekbecek😭
Tina
Kopi untukmu Thor 🤗
Tina
Bisa²nya pembukaan aku langsung reflek istighfar 😭
Sishrye
ohhhhh......
Nana✨
Belahan jiwa maksudnya belahan suami apa gimana, jir!
한스Hans: , emm, makasih udah mampir kak🙏, pantai terus ya ceritanya, nanti ada
total 1 replies
Nana✨
Astaghfirullah😭😭
pojok_kulon
Jangan sampai Regina yang menjadi madunya 🤭🤭
한스Hans: 🤣 Kaka bisa aja🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!