NovelToon NovelToon
MY ELITE LOVER

MY ELITE LOVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Menikahi tentara / Dokter / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Di balik tatapan dingin seorang Komandan Elite, tersimpan rasa rindu yang terpendam bertahun-tahun.

Saga Pratama Dirgantara menyimpan cinta rahasia untuk sang primadona sekolah, Renata Admajha, adik kelasnya saat SMA. Sosok Saga yang dingin, pendiam, dan tertutup membuatnya hanya berani mengagumi gadis itu dari jauh tanpa berani mengutarakan isi hati.

Hingga saat keberaniannya mulai muncul untuk menyatakan cinta, kabar mengejutkan justru datang menyambar. Sang pujaan hati ternyata telah dipinang oleh saingannya sendiri.

Mendengar hal itu, Sang Komandan patah hati sebelum sempat memiliki. Namun, sebagai lelaki terhormat, tak ada yang bisa ia lakukan selain mundur dengan teratur, mengubur perasaannya dalam-dalam, walau harus menelan pil pahit sendirian.

Namun, takdir cinta sang komandan punya rencana lain yang tak terduga.

Mampukah Saga menemukan Cintanya?
Mau tahu kisah selengkapnya yuk! langsung baca aja ya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 My elite lover

"Om Saga! Aunty Cantik ...," seru dua bocah kembar dari arah pintu ruangan sambil berlarian kearah mereka.

Saga dan Rena langsung menoleh dan buru-buru melepaskan tautan tangan mereka. Rena sedikit terkejut dengan kedatangan tak terduga itu. Namun sedetik kemudian, matanya berbinar cerah dan ia langsung merentangkan tangan lebar-lebar menyambut kedua bocah lucu itu.

"Wah, siapa nih yang makin ganteng aja? Cepat sini peluk Aunty!" seru Rena dengan nada ceria.

Tanpa sungkan, Al dan El langsung menerjang masuk ke dalam pelukan Rena. Kedua bocah itu memeluk pinggang Rena dengan sangat erat, wajah mereka menyembul dengan senyum lebar yang menggemaskan.

"Aunty Rena! Kangen banget sama Aunty!" seru Al, sementara El ikut menimpali sambil mengusap-usapkan pipi chubby-nya ke lengan Rena.

"El juga kangen! Aunty Rena makin cantik deh hari ini!" puji El polos namun manis, membuat Rena tertawa renyah dan mengacak-acak lembut rambut keriting mereka berdua.

Saga yang melihat interaksi itu hanya menyilangkan tangan di dada, menatap mereka dengan tatapan yang jauh lebih lembut dibandingkan biasanya. Ia tahu betul betapa Rena sangat menyayangi kedua keponakannya itu, dan sebaliknya, kedua bocah itu pun seolah memiliki magnet khusus yang selalu membuat mereka mendekat ke arah Rena.

"HM! Jadi sama Om gak ada yang kangen nih!" tegur Saga pura-pura ngambek.

"Sabar dong Om! Al masih kangen Aunty!" protes Al dengan wajah mengemaskan.

"Lagian kita sering jumpa Om!" tambah El tak mau kalah.

"Ha ha yang sabar Kak! Orang sabar gak mungkin cuman dapat hadiah cangkir Mama Papa, kan?" seru Lena dengan tawa menggoda.

"Iya Om, kata pak ustadz orang sabar itu di sayang Allah!" timpal El dengan wajah polos yang lucu, membuat Rena semakin tak bisa menahan senyumnya melihat wajah kesal Saga.

"Dasar penganggu kecil!" gerutu Saga dalam hati.

Setelah puas bermanja-manja sama si kembar. Rena langsung menyapa Marissa ibunya Saga dan Lena yang kini duduk di sofa.

"Pagi Tan! Apa kabarnya?" sapa Rena ramah dengan senyum manisnya

"Pagi juga sayang! Alhamdulillah Tante baik sangat baik malah!" seru Marissa setelah melerai pelukan mereka.

Lalu Rena beralih menyapa Lena yang sejak tadi tersenyum nakal padanya.

"Kok kamu ada di sini? Kata Kak saga kamu lagi ada urusan keluarga?" tanya Rena polos tanpa curiga.

Lena langsung menatap Saga yang pura-pura sibuk dengan ponselnya.

"He he! Iya nih tadi emang dadakan bangat Papanya si kembar mau ngajak ke mansion kakeknya!"

 

Flashback On

Beberapa saat sebelum Rena menelepon Lena, sepupu Saga sekaligus ibu dari si kembar Al dan El sedang duduk rileks di ruang tamu rumahnya sambil menikmati secangkir teh hangat. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, dan nama Rena muncul di layarnya. Ia langsung menjawab dengan senang hati, karena sudah cukup lama tidak bertemu dengan sahabatnya itu.

Saat Lena tengah asyik mengobrol dengan Rena, tiba-tiba Saga masuk ke dalam ruangan dengan langkah yang pelan namun pasti. Ia datang untuk menemui sepupunya karena ingin menanyakan beberapa hal tentang Rena, namun langkah kakinya tiba-tiba berhenti tepat di pintu saat mendengar percakapan mereka.

"Lena mau jumpa Rena ...?" pikir Saga dalam hati, sebuah senyum penuh arti muncul di wajahnya yang biasanya datar. Ia menunggu dengan sabar hingga Lena akhirnya mematikan ponselnya dan mulai berdiri untuk bersiap pergi menemui Rena. Tanpa ingin membuang kesempatan emas ini, Saga langsung mencegatnya.

"Biar aku menemuinya. Kamu tidak perlu datang," seru Saga cepat.

Lena yang sejak tadi tidak menyadari kehadiran sepupu dinginnya itu terlonjak kaget, dan langsung berbalik memastikan siapa pemilik suara di belakangnya.

"Kak Saga? Sejak kapan di sini?"

"Sejak tadi! Kamu mau ketemu Rena kan? Biar aku aja ya!" pinta Saga serius.

Lena sempat tertegun dan mengerutkan kening. "Hah? Si dingin ini mau ketemu Rena? Ada apa ini biasanya paling anti berurusan dengan wanita, atau jangan-jangan Kak saga salah sarapan ya!" batin Lena heran dengan sikap Saga yang tidak biasa.

Namun, saat melihat wajah Saga yang tampak serius namun ada sedikit rasa protektif di matanya, sebuah senyum jahil dan penuh makna langsung terbit di bibir Lena.

"Oke deh, Tapi ingat jaga Rena jangan sampai ada yang lecet!" sahut Lena dengan nada sedikit ancaman yang menggoda.

Saga hanya mendengus pelan lalu berdehem pelan. "Hm!"

Begitu Saga pergi, Lena tidak membuang waktu. Ia langsung berlari ke arah kamar anak kembarnya, Al dan El, lalu tancap gas menuju mansion Dirgantara. Ia sudah gak sabar ingin membagi momen langka dari Sag.

Tak perlu waktu lama hanya sekitar 10 menit ia udah berapa di tujuan.

"Tante Marissaaaa! Aku ada kabar gembira nih!" teriak Lena begitu masuk ke ruang tamu, di mana Marissa sedang menikmati teh pagi dengan tenang.

"Ada apa sih Len? Kenapa heboh begitu?" tanya Marissa dengan senyum lembut, menyambut kedatangan keponakan serta dua kembar lucunya.

Lena lalu menceritakan detik demi detik bagaimana Saga tiba-tiba ingin mengganti kan dirinya untuk menemani Rena. Bagaimana wajah Saga yang biasanya datar kini terlihat berbeda saat membahas tentang Rena.

Marissa pun tersenyum lebar, matanya tampak sangat bahagia mendengar hal itu. "Rena memang hebat, akhirnya ada juga yang bisa melelehkan bongkah es itu!"

Namun, obrolan seru mereka terhenti saat telepon genggam Marissa berdering. Nomor yang tertera adalah sambungan langsung dari Butik Dirgantara.

"Selamat pagi, Nyonya. Maaf mengganggu. Saya melihat, Tuan Muda Saga baru saja tiba di butik. Dan ... dia datang bersama seorang wanita cantik. Mereka terlihat sangat akrab Nyonya.

Deg!

Wajah Marissa dan Lena seketika berubah menjadi kaget lalu penuh rasa penasaran.

"Wanita cantik?!" seru mereka serempak.

"Itu pasti Rena! Pasti itu Rena!" pekik Lena sambil melompat kecil. "Aku penasaran bangat sama mereka Kita harus langsung ke butik aja yuk Tan!"

"Ayo! Tante juga penasaran pengen liat gimana cara Saga nge-gombalin Rena!" jawab Marissa tertawa renyah, langsung berdiri dan merapikan bajunya.

Tanpa menunggu lama, mereka Marissa, Lena, dan si kembar Al-El, langsung meluncur menuju Butik Dirgantara dengan semangat yang membara.

  Flashback Off

Tepat setelah si kembar selesai memanjakan diri dengan Rena, terdengar suara langkah kaki yang elegan dan anggun mendekat dari arah pintu.

"Hy Rena!" sapa Lena dengan senyum penuh makna.

Rena dan Saga serentak menoleh ke sumber suara. Di sana, berdiri dengan anggunnya Marissa, ibu dari Saga, dengan senyum hangat dan penuh kasih sayang. Tepat di sebelahnya berdiri Lena yang sedang menyeringai jahil sambil mengangkat kedua alisnya ke arah Rena dan Saga bergantian.

"Tante Marissa, Lena ..." Rena langsung melepaskan pelukan si kembar dan berdiri rapi, wajahnya sedikit memerah karena canggung.

Saga pun langsung berjalan mendekat, mencium punggung tangan ibunya dengan sopan. "Mommy! Kenapa bisa ada di sini?"

Marissa tersenyum misterius sambil melirik ke arah tangan Saga yang tadi sempat menggenggam tangan Rena, lalu kembali menatap wajah putranya yang mulai terlihat sedikit gugup.

Bersambung...

1
Munas Tuti
aduuuh Sasa kok gak kapok yaa, bener2 gak tau diri ....gak tau apa siapa Sagav
Rahma Inayah
pasti orang suruhan. Sasa nnt klu rencana mu gagal dan km seblak nya yg ketangkap org saga ketar ketir mnt maaf .km Lp klu saga pasukan elite BKN tu aja mata dan telingaj nya ada dmn mn klu ada sinyal yg kurg baik lngsung terkoneksi ke saga
Elsa
makin seru aja nih ceritanya. lanjut baca lah
Elsa
wah gercep juga mommy Saga
Elsa
akhirnya bisa jujur juga saga/Shhh/
Elsa
Kevin sangat jahil ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Rahma Inayah
knp gk km aja yg ngantr Rena kerumh sakit saga hrs pake 2 mobil pulg nya BS km jmpt lgi dan bs jln2;walau hanya sbntr ngilngi penat
Munas Tuti
wouuuuw romantisnya Saga...pacar mau dines dikawal, semangat yaa Saga😍
Elsa
cerita yang seru untuk di ikuti
Elsa
lanjut Thor semangat ya
Elsa
sangat bagus😍😍💪💪💪💪💪💪
Elsa
awal baca sudah menarik dan penasaran aku suka
Surya
lanjut up kak, aku semakin penasaran bagaimana kelanjutannya/Smile//Smile/
Surya
rencana yang keren Saga/CoolGuy//CoolGuy//Kiss/
Munas Tuti
keren Saga BTL ke Rena, ternyata gayung bersambut.....buat Sasa kuapooook dehh, makanyajd org jangan sok
Rahma Inayah
good saga
sri hastuti
siipp Saga ,kasih pelajaran orang2 sombong itu , 👍👍👍
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Klo Rena tau ini, auto tmbh love² ama Saga 😎😍🤩
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Asiiikkk, kita tunggu drama mreka 🥳🥳🥳
Munas Tuti
akhirnya Saga bisa jujur juga tentang perasaannya....tinggal Rena jawab dwooong biar Saga gak galauu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!