Areksa Rexander seorang selebriti yang bertemu dengan seorang gadis cantik pemikat hatinya bernama jesselyn stevania yang merupakan mantan pacar dari sang kakak.
bagai manakah kisah cinta Areksa dan Jesselyn???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Izza naimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
satu bulan berlalu, Jesslyn sudah kembali ke Belgia dan sudah menjalankan aktivitasnya seperti biasa. hanya kantor dan rumah yang selalu dia singgahi setiap harinya dan itu membuatnya selalu merasa jenuh namun Itulah kehidupan Jesslyn yang sesungguhnya. Mungkin banyak sekali orang yang menginginkan posisi dirinya sebagai seorang wanita yang mandiri, kaya raya dan dikaruniai wajah yang sangat cantik serta sangat awet muda, dia juga sangat disegani di kantornya karena kepiawaian untuk memimpin sebuah perusahaan yang sangat besar. namun dibalik segala sesuatu yang dia miliki, Jesslyn hanyalah seorang wanita yang selalu merasa kesepian dan selalu asik dengan dunianya sendiri. sesekali dia Mengisi waktu luangnya dengan menulis novel di sela-sela kejenuhannya. setidaknya Jika dia menulis semua yang ia harapkan atau Selentingan fantasi tentang segala sesuatu yang melintas di otaknya itu teruraikan.
seperti saat ini sepulang dari kantor Jesslyn Tengah berkotak di ped yang selalu menemaninya.
"hihihi... gue seneng banget Ternyata novel gue banyak yang baca" gumamnya saat melihat novel yang dia buat di beberapa platform mendapatkan respon bagus dari pembacanya.
"kak jeje aku selalu tertarik dengan novel karya kakak"
" lanjut Up Kak Jeje"
" kadang aku suka penasaran sama Kak Jeje penulis novel ini, kok bisa karya-karyanya selalu oke"
" Mantap Kak Jeje, novel apapun yang Kak Jeje bikin selalu bikin baper pembaca"
" Duh kalau dibikin film atau movie series, kayaknya bakalan makin seru nih. apalagi pemeran utamanya Alaska Rexander si aktor ganteng itu"
" Alaska Rexander? apa dia Alaska adiknya Arbi yang sebulan lalu dikenalin sama Inara?" gumam Jesslyn yang salah fokus dengan nama aktor yang disebut oleh salah satu pembacanya.
setelah mengupdate bab baru di novelnya dan puas membaca komentar para pembacanya, jessland menutup ped-nya dan segera beristirahat.
" cuma itu doang hiburan gue, membosankan!"
" Eh tunggu, minggu depan kan gue ada undangan di Bali. Kayaknya asik Kalau sekalian liburan di sana"
Jesslyn selalu bermonolog dan akhirnya ada sedikit yang membuatku tersenyum, mungkin dengan liburan akan membuatnya sedikit menghilangkan kepenatannya.
***
kembali ke tanah air, mungkin Alaska sedang berada di apartemen milik Willa sang pacar. wajahnya sedikit masam karena menahan kekesalannya.
" Ayolah sayang aku minta maaf" bujuk Willa.
" Aku nggak tahu kamu seboros ini Willa!" sarkasnya.
" kamu bilang semua Kerja keras kamu cuman buat ngebahagiain aku" Willa terisak karena tidak suka dengan nada bicara yang dilontarkan oleh Alaska.
" semuanya memang buat kamu! tapi apa ini? tagihan Kartu Kredit ku sampai di 200 juta!"
" cuma 200 juta doang. Kamu kan udah mulai terkenal, banyak zat yang datang sama kamu. Lagian kamu sudah sekarang sering banget diundang ke acara TV atau buat ikut podcast pasti uang kamu semakin banyak" tutur Willa. hobinya yang gila belanja itu memang sudah Di Luar Batas.
" minggu lagi tagihan ini jatuh tempo dan kamu pikir dengan semampu aku bisa ngumpulin uang 200 juta?"
" orang tua kamu kan kaya, tinggal minta aja ke mereka Apa susahnya sih!" kesal Willa dan sedikit menyolot.
" aku udah nggak pernah lagi minta uang ke mereka" sahutnya.
" tapi uang segitu buat keluarga kamu bukan apa-apa, kamu tinggal minta aja dan bilang kamu lagi ada perlu" usulnya.
"gak! kamu harus bantu bayar jadi semua karena kamu yang udah pakai semua orang itu"
"kamu... "Willa benar-benar tidak terima.
" kamu tega, kamu pembohong! kamu bilang aku boleh pakai sepuasnya tapi ini apa? lucu sekali kamu berkata seperti itu" lanjut Willa.
" Harusnya kamu sadar Willa, pacar kamu ini baru aja bekerja dan baru mulai mencari uang. setidaknya untuk saat ini kamu bisa sedikit menahan diri untuk tidak berbelanja berlebihan seperti ini! kamu bisa pakai itu untuk keperluan kamu bukan belanja barang-barang yang tidak penting!" tuturnya pelan-pelan agar Willa mengerti.
" kamu bilang ini tidak penting? Aku butuh tas, aku malu pas aku hanya itu-itu aja. Aku butuh sandal dan sepatu, baju-baju baru Masa aku post di sosmed nggak pernah ganti-ganti. aku malu! kamu ngerti nggak sih? aku juga butuh cincin berlian ini dan semua yang aku beli itu aku butuhkan!" teriak Willa dengan penuh emosi.
Alaska hanya bisa menghalang nafas panjang semua ucapannya selalu di babat.
" Sudahlah terserah kamu, aku mau pulang mau istirahat!" ucap Alaska dan berlalu meninggalkan Willa.
"Alaskaaaa jangan mempersulit dirimu sendiri! Mintalah uang sama orang tuamu untuk membayar semuanya dan itu akan menyelesaikan semuanya!" teriak Willa. Namun tidak diindahkan oleh Alaska.
Alaska sudah terlanjur kesal namun masih enggan untuk memutuskan hubungan dengan Willa, rasa cinta yang begitu dalam, terlalu Naif memang tapi Alaska benar-benar dibutakan oleh kata cinta.
Willa gadis cantik dan sangat Setia jidi tidak mungkin hanya karena Willa melakukan kesalahan-kesalahan seperti itu Alaska akan memutuskan hubungan dengan Willa.
"sial, sialalaaaan. gue harus dapat duit dari mana kalau gini?" Alaska terus menggerutu sepanjang jalan dan terus menemukan-muka segarnya.
pikirannya sangat bercabang tentang perkuliahannya, pekerjaannya dan ditambah harus terlilit hutang dengan nilai fantastis untuk seorang Alaska.
" 200 juta, dari mana gue dapat duit 200 juta dalam seminggu?"
Alaska membuka ponselnya menghubungi salah satu sahabatnya.
" Lang elo di mana?" tanya Alaska to the point.
" biasa club"
" gue ke sana!"
tengah malam mobil sedan Alaska membelah Jalan ibukota dengan kecepatan yang cukup tinggi menuju salah satu klub malam.
sekitar 15 menit Alaska sudah sampai di tempat itu. dia bisa langsung masuk karena mempunyai member card VIP, Alaska memang bukan remaja polos yang tidak mengenal berbagai macam kenakalan remaja, justru dia pun salah satu penikmat hal-hal seperti itu termasuk sex, namun dia tidak pernah berganti-ganti pasangan dan hanya dengan Willa lah dia melakukannya. itu pun jadi salah satu alasan kenapa alasan tidak bisa melepaskan Willa, karena Kepala Sekolah yang mengambil keperawanan Willa.
lampu yang berkelap-kelip diiringi musik DJ yang menggema menjadi hal yang biasa untuk Alaska, mata alas kakinya sedikit menipis untuk mencari keberadaan Galang sahabatnya. dan tak butuh lagi waktu lama akhirnya ia menemukan sahabatnya itu berada di lantai dua sedang asyik menikmati para wanita yang berpakaian setengah telanjang Tengah meliuk-liukkan tubuhnya memperlihatkan kemolekan tubuh mereka di tengah-tengah lantai bawah di mana Alaska berada saat ini.
Alaska menaiki satu persatu anak tangga kemudian menghampiri Galang.
" siapa target Los selanjutnya?" tanya Alaska tiba-tiba yang berdiri bersandar di pembatas lantai atas dan mengambil alih gelas yang ada di tangan Galang kemudian meminumnya sampai Kandas. Dia sangat tahu bagaimana hyper-nya sahabatnya ini maka dari itu setiap hari Galang selalu berada di tempat ini.
" lihat cewek berbaju merah menyala itu, Dia sangat sexy" tunjuk Galang. Alaska pun mengikuti arah tangan Galang.
" Kayaknya masih belia" sahut Alaska.
" beliau lebih fresh, masih sempit"
" dari mana lo tahu, Siapa tahu dia pemain dan Udah jebol berkali-kali"
" nggak jadi masalah! yang penting body goal"
Alaska hanya menggeleng-geleng kepalanya dan duduk sofa yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
dia kembali memasukkan minuman ke gelasnya dan berkali-kali meminum itu, hal itu dia lakukan agar bisa sedikit menenangkan dirinya.
" tumben loh minum banyak, ada masalah lo sama Willa?" tebak Galang yang kini ikut Duduk di sampingnya.
"ya"
" Kenapa lagi? bukannya selama beberapa tahun ini kalian kembali baik dan nyaris nggak pernah berantem?" katanya Galang yang sangat tahu bagaimana hubungan antara Alaska dan Willa sejak mereka duduk di bangku SMA kelas 10 sampai dengan sekarang yang sama-sama sudah menjadi mahasiswa.
"Willa make kartu kredit gue over limit dan sinyalnya jatuh tempo pembayaran seminggu lagi. gue bingung dapat duit dari mana" Aduh Nya.
" berapa emang? lu kan sekarang mulai Banyak job dan pas tidur lo juga banyak"
" 200 juta"
Uhuk.. uhuk..
Galang langsung tersedak mendengar nominal itu, bagi seorang mahasiswa yang masih dibiayai oleh orang tua tentu saja nominal itu sangat tidak masuk akal.
" lu serius? Kok bisa Sampai segitu? arti gede dong limit kartu kredit lo?"
" gede soalnya gaji gue lumayan gede dari saham yang bokap gue kasih sama gue, tapi masalahnya gue nggak punya tabungan. duit gue habis terus. makanya bingung harus dapet duit 200 juta dari mana dalam seminggu"
" minta bokap lo aja"
" lo sama aja sama Willa! nggak mungkin gue minta sama bokap yang ada gue bakalan dicecar habis-habisan" sungut Alaska.
" lo ada ide nggak?" tanya Alaska.
" ada sih dan ini gampang banget"
"apa?" seketika wajah Alaska berbinar mendengar perkataan Galang.
"jual diri"
" sialan lo, gue serius lang!" sergap Alaska.
" gue juga serius, Emangnya Lo pikir gue selalu dapat duit banyak dari mana? sedangkan lo tahu orang tua gue cuma pegawai negeri biasa"
"lo jual diri sama om-om? gue nggak nyangka lo penyuka batang juga, jangan dekat-dekat lo sana" tuduh Alaska dan mendorong tubuh Galang karena merasa geli.
" gue masih normal anjing"
" Lah terus?"
" lo tahu di luar sana banyak tante-tante haus belaian? dan itulah target gue. suami mereka tajir cok, tapi duitnya banyak dipakai main gila sama bini-bininya" ucap Galang Seraya tertawa namun Alaska tidak menanggapinya.
" lo tahu dengan tampang dan body lo yang kaya gini, pasti banyak yang bakal mau bayar lo mahal" lanjut Galang.
" sakit lo? bisa mati karir gue!" sahut Alaska.
"eh, ternyata lo terlalu polos brother, itu adalah salah satu pekerjaan sampingan para aktor muda zaman sekarang, dan penghasilannya jauh lebih gede dibanding Mereka menerima tawaran main film"
Alaska hanya mendelik mendengar semua penuturan Galang. Yang benar saja dia harus melakukan hal gila itu. benar-benar teman laknat memang, Alaska tidak pernah bisa membayangkan bagaimana dia bisa bermain dengan wanita yang lebih tua darinya? dan ibu-ibu? oh no! body-nya mungkin sudah sangat kendur dan itu memang benar-benar gila!
" Udahlah jangan terlalu banyak mikir, lo hanya perlu main beberapa kali doang dengan sugar Mami dan lo bakal dapetin duit 200 juta itu. jangan membayangkan hal yang aneh, tutup aja mata lo dan bayangkan sosok wanita cantik dalam ingatan lo" ucap Galang.
" gue nggak segila itu!" sergah Alaska.
" Ya udah sih padahal tadinya gue mau tawarin lo sama seseorang. dia nggak terlalu tua Paling juga seumuran abang lo sekitar 30 tahun dan mungkin, Biasa mama muda. gue janjian sama dia ketemu di Bali, kalau lo mau lo bisa gantiin gue" tawarnya dan Alaska hanya diam tak ingin menyahutinya lagi.
" dia nawarin gue 150 juta semalam. dan Mungkin setelah lo servis dia lo bisa nego jadi 200 juta" Galang kembali dan pendirian Alaska mulai goyah.
" cantik nggak?" tanya Alaska sedikit Gengsi, tentu saja pertanyaan itu langsung membuat Galang tertawa geli.
" cantik kok, masih cantik. Nih fotonya" penggalang membuka ponsel dan membuka foto wanita dewasa itu.
"hemm.. boleh juga" ucap Alaska dan Galang tidak berbohong wanita dewasa itu cukup cantik dengan body yang cukup berisi.
" Jadi gimana?" katanya Galang memastikan.
Alaska terdiam sejenak tawaran yang cukup menarik dan itu dia lakukan hanya sekali saja, mungkin tidak apa-apa asal jangan keterusan pikirannya.
" Baiklah gue terima!" putusnya.
" good brother" Ucok Galang menepuk-nepuk punggung Alaska.
" di Bali kan, bukan di sini? gue takut banyak Paparazzi" ucap Alaska.
" aman, Gua tinggal pakai hoodie sama masker aja selama nemuin dia. tiket pesawat dan hotel juga udah dia tanggung"
" oke"
"Deal?"
"Deal!"
Mereka berdua pun bersalaman, sungguh sebuah kesepakatan yang teramat gila dan Alaska hanya bisa merutuki dirinya sendiri, sungguh dirinya sangat menjijikkan Tapi semua ini dia lakukan demi menyenangkan wanita Pujaan hatinya walaupun harus mengorbankan dirinya sendiri.
.
.
.
.