NovelToon NovelToon
System Kultivasi Level Maksimal

System Kultivasi Level Maksimal

Status: tamat
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Kultivasi Modern / Tamat
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀

Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Tiga hari kemudian.

Lima buah bus melayang berukuran besar milik Akademi Awan Putih berhenti di depan sebuah gerbang logam raksasa. Gerbang itu berdiri di tengah-tengah area pegunungan di pinggiran kota. Di sekeliling area pegunungan tersebut, terlihat sebuah kubah energi transparan berwarna hijau pucat yang membatasi wilayah Hutan Simulasi Area Tujuh.

Pintu bus terbuka. Ratusan siswa Kelas Biasa turun dengan membawa tas punggung mereka. Masing-masing siswa memakai seragam olahraga khusus berwarna abu-abu dan sabuk yang dilengkapi dengan Gelang Darurat di pergelangan tangan kiri.

"Ugh... Udaranya sangat lembap," keluh Lin Fan saat turun dari bus. Dia membawa tas punggung berukuran ekstra besar yang terlihat sangat berat. "Aku membawa tiga kaleng semprotan serangga, tenda portabel, makanan kaleng untuk seminggu, dan pemurni air portabel."

"Itu terlalu berat," komentar Xiao Yan datar. Dia hanya membawa satu tas punggung berukuran sangat kecil.

"Hei, Xiao Yan, kenapa tasmu kecil sekali? Apa yang kau bawa?" tanya Chen Ping sambil menyesuaikan letak kacamatanya. Dia memegang sebuah peta kertas di tangannya.

"Barang penting," jawab Xiao Yan.

Sebenarnya, isi tas Xiao Yan hanya tiga buah botol air mineral, sebuah masker penutup mata untuk tidur, dan sebuah bantal leher berbahan busa memori yang disamarkan menggunakan kain kasa medis. Dengan status Kekuatan Fisik 9999, Xiao Yan bisa tidak perlu makan selama satu tahun dan tidak akan merasa lapar. Bantal tidur jauh lebih penting baginya.

"Perhatian!" Suara Kepala Pengawas ujian menggema dari pelantang suara di atas gerbang.

Seluruh siswa langsung berbaris menghadap gerbang.

"Ujian Bertahan Hidup akan dimulai dalam hitungan mundur satu menit! Saat gerbang terbuka, kalian bebas masuk dari arah mana saja. Ingat, ujian ini dipantau oleh kamera di setiap sudut hutan. Tim medis bersiap di luar area. Tetap bersama kelompok kalian dan jangan bertindak bodoh!"

Terdengar suara mesin gerbang logam yang mulai terbuka secara perlahan.

Krieeet!

Celah gerbang menampilkan pemandangan hutan lebat yang gelap. Pohon-pohon raksasa dengan akar menjalar menutupi tanah berlumpur. Suara auman hewan buas terdengar samar dari kejauhan, membuat bulu kuduk para siswa merinding.

"Tiga... Dua... Satu... Mulai!" teriak Kepala Pengawas.

"Ayo lari!"

"Cepat cari Bendera Poin sebelum diambil kelompok lain!"

Seluruh kelompok siswa langsung berlarian masuk ke dalam hutan saling mendahului. Suara langkah kaki mereka memecah kesunyian hutan. Dalam waktu kurang dari lima menit, ratusan siswa itu sudah menghilang di balik semak-semak dan pepohonan besar.

Kelompok Xiao Yan adalah satu-satunya kelompok yang masih berdiri di dekat gerbang masuk. Mereka belum bergerak sama sekali.

"Ugh... Xiao Yan, kenapa kita tidak lari?" tanya Lin Fan panik. "Semua orang sudah mendahului kita! Bendera poinnya akan habis diambil!"

"Hah... Tidak perlu terburu-buru," jawab Xiao Yan datar. Dia berjalan santai memasuki area hutan.

Chen Ping membuka peta kertasnya. Tangannya sedikit gemetar.

"D-Di peta ini, ada tiga zona," jelas Chen Ping sambil menunjuk gambar di peta. "Zona Utara dekat dengan aliran sungai. Di sana kemungkinan besar ada banyak Bendera Poin karena dekat dengan sumber air. Tapi zona itu juga ditandai dengan warna merah, artinya banyak Ular Tanah Berbisa."

"Lalu?" tanya Xiao Yan sambil terus berjalan pelan menyusuri jalan setapak.

"Zona Timur adalah area bukit berbatu. Di sana sarang Laba-Laba Jaring Besi," lanjut Chen Ping. Dia menelan ludah. "Banyak kelompok kuat pasti menuju ke sana untuk memburu laba-laba dan mendapatkan inti energi monster."

"Bagaimana dengan Zona Selatan?" tanya Xiao Yan.

"Zona Selatan..." Chen Ping melihat ke bagian bawah petanya. "Itu ditandai sebagai Area Hutan Mati. Pohon-pohon di sana sangat lebat dan rimbun sehingga cahaya matahari hampir tidak bisa masuk. Tidak ada sungai, tidak ada Bendera Poin, dan sangat sedikit monster yang muncul di sana karena tidak ada sumber makanan."

"Ugh! Tempat yang sangat buruk! Kita bisa kelaparan di sana," protes Lin Fan.

"Kita ke Zona Selatan," putus Xiao Yan tanpa ragu.

"Hah?! Apa kau gila?!" Lin Fan berhenti berjalan. "Kenapa kita harus pergi ke tempat yang tidak ada benderanya? Bagaimana kita bisa lulus?"

"Pikirkan baik-baik, Lin Fan," Xiao Yan membalikkan badan dan menatap ketiga temannya dengan ekspresi datar yang meyakinkan. "Guru Li bilang syarat lulus adalah mengumpulkan sepuluh bendera atau bertahan hidup selama tiga hari tanpa menekan tombol darurat."

"Iya, lalu?" tanya Song Jia pelan.

"Mengumpulkan sepuluh bendera berarti kita harus bertarung melawan monster ular, laba-laba serigala, dan kelompok lain yang mencoba merampas bendera kita," jelas Xiao Yan.

"Itu sangat berbahaya. Chen Ping dan Song Jia tidak bisa bertarung, dan energi dari pedangmu akan cepat habis jika kau terus menebas monster. Kalian berpotensi terluka parah dan terpaksa menekan tombol darurat."

Chen Ping mengangguk setuju dengan cepat. "I-Itu benar. Aku tidak ingin digigit laba-laba."

"Jika kita pergi ke Zona Selatan," lanjut Xiao Yan. "Kita hanya perlu duduk diam selama tiga hari di bawah pohon yang aman. Tidak ada monster, tidak ada murid lain yang mau datang ke sana. Song Jia membawa banyak obat, kau membawa banyak makanan. Kita tinggal berkemah santai sampai waktu ujian habis, dan kita lulus secara otomatis karena bertahan hidup. Risikonya nol persen."

Lin Fan mengerutkan keningnya, mencoba mencerna logika Xiao Yan.

"Ugh... Memang terdengar sangat logis dan aman. Tapi rasanya seperti kita ini pengecut yang melarikan diri dari ujian," keluh Lin Fan.

"Orang yang hidup lebih baik daripada pahlawan yang mati karena tidak lulus ujian," jawab Xiao Yan dengan kalimat mutlak.

"Xiao Yan benar," dukung Song Jia. "Tujuan utama kita adalah tidak mendapat nilai nol. Berkemah di tempat sepi adalah strategi bertahan hidup yang paling masuk akal untuk kelompok kita."

"Hah... Baiklah, baiklah. Kau selalu menang jika berdebat," Lin Fan akhirnya menyerah. "Ayo, Chen Ping, pimpin jalan ke Zona Selatan."

"B-Baik! Ikuti arah ini," kata Chen Ping sambil menunjuk ke arah jalan setapak sempit yang tertutup semak berduri.

Xiao Yan berjalan mengikuti di belakang mereka. Wajah datarnya menyembunyikan rasa puas yang amat sangat.

"Rencana berjalan sempurna," batin Xiao Yan.

Dia mengeluarkan gelombang energi sensorik yang sangat tipis, menyebar sejauh lima kilometer ke arah Zona Selatan. Otaknya langsung memetakan kontur tanah di sana.

"Koordinat X-74, Y-22. Ada sebuah pohon pinus raksasa yang sudah tumbang. Bagian bawah akar besarnya membentuk lubang gua kecil yang kering dan sangat tertutup dari luar. Tempat itu sangat sempurna untuk tidur siang panjang," batin Xiao Yan menghitung posisi berkemah mereka.

Sementara kelompok lain di Zona Utara dan Timur mulai berteriak karena diserang monster atau bertarung memperebutkan Bendera Poin, kelompok Xiao Yan justru berjalan santai seperti sedang melakukan wisata alam di akhir pekan.

Tiga jam kemudian, mereka tiba di Zona Selatan. Suasana di sini sangat sunyi. Tidak ada suara auman, hanya suara angin yang bergesekan dengan daun kering.

"Ugh... Tempat ini sepi sekali," bisik Lin Fan sambil merinding. "Seolah-olah kita ini berada di kuburan."

"Di sana," tunjuk Xiao Yan ke arah akar raksasa pohon pinus yang sudah tumbang. "Kita akan berkemah di bawah akar itu. Tempatnya terlindung dari angin dan sulit dilihat dari udara."

Mereka berempat berjalan mendekati akar tersebut. Tempatnya memang sangat strategis. Lin Fan segera menurunkan tas besarnya yang berat.

"Hah... Punggungku hampir patah," keluh Lin Fan. Dia mulai mengeluarkan peralatan tenda portabelnya.

Song Jia membantu Lin Fan memasang pasak tenda. Chen Ping duduk di atas batu, menyemprotkan cairan anti serangga ke seluruh pakaiannya dengan panik.

"Ugh, banyak nyamuk," kata Chen Ping.

Xiao Yan sama sekali tidak membantu mendirikan tenda. Dia masuk ke dalam ceruk akar yang kering, duduk menyandar ke dinding kayu, dan membuka ritsleting tas kecilnya.

Dia mengeluarkan bantal leher busa memori dan mengalungkannya di leher. Kemudian, dia mengeluarkan masker penutup mata berwarna hitam.

"Xiao Yan? Apa yang kau lakukan?" tanya Lin Fan yang bingung melihat temannya itu.

"Melakukan strategi menghemat energi tubuh agar tidak perlu makan banyak," jawab Xiao Yan datar sambil memakai masker penutup matanya. "Tolong jangan berisik. Aku mulai hibernasi sekarang."

"Hah? Ugh... Kau ini benar-benar niat ingin tidur selama tiga hari penuh ya," gerutu Lin Fan sambil kembali memukul pasak tenda. "Dasar pemalas."

Dalam waktu satu menit, napas Xiao Yan sudah menjadi sangat teratur. Dia benar-benar tertidur pulas.

"Fase satu ujian, tidur. Sangat damai," batin Xiao Yan sesaat sebelum kesadarannya sepenuhnya masuk ke alam mimpi.

Namun, Xiao Yan tidak tahu bahwa Hutan Simulasi Area Tujuh ini telah diretas oleh pihak luar. Sistem keamanan tingkat rendah akademi tidak menyadari bahwa sebuah kelompok misterius sedang bergerak masuk melewati batas kubah dari arah yang berlawanan, tepat menuju Zona Selatan yang seharusnya kosong.

Kedamaian tidur siang Xiao Yan kemungkinan besar tidak akan bertahan hingga matahari terbenam.

1
💫Penjelajah Novel💫
kolo gw jadi Xiao yan itu udah gw tunjukkin kekuatan gw. biar semua orang tau. dan gw bakal hidup tenang di pegunungan dan menerima murid yg jenius 😑
petelgeuse romanee-contuol: Xiao Yan bocil labil kak, malah ambil pendekatan yang sulit😑
total 1 replies
adib
wah ini.. udah diungkap aja..
Ironside
Lanjut Kak /Smile/, aku tunggu 100 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Ironside: Bagus Kak, Kamu harus semngat update Kak /Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
Sang M
T A H I........👊stop cerita. cerita gak waras...
Sang M
stop cerita dancokkk ini
Sang M
ganti cerita/ganti Host ini. karakter tikus payah malas dancokk.
Sang M
Coookkkk tikus comberan.
Sang M
matamu...
Sang M
skip....dancokkkk
Sang M
Tahi...
Sang M
cerita seorang host anjing
Sang M
tikus.pengecut. cerita melulu di sekolah. bosan. gak bisa cerita yg lain kah.??????
Sang M
pengguna system goblok. jadi memaksa jadi tikus pengecut. gak punya semangat. payah.. mati aja lu gak berguna. dancok... Otak Thor ini gak benar
Sang M
Bosan..Host gak punya greget.. sikap pengecut kayak tikus takut masalah. sampah...
Sang M
matamu.... karakter Host bocil tolol..
Ari Deo Saputra
semangat Thor
petelgeuse romanee-contuol: makasih kak/Smile/
total 1 replies
adib
💪💪 semangat thor
petelgeuse romanee-contuol: makasih kak/Smile/
total 1 replies
Ari Deo Saputra
bagus
Imran Syahputra
apaan ini kebanyakan cerita tanpa aksi jadi gk ada gunanya level maksimal
Imran Syahputra
ceritanya membosankn ganti mc aja mendingan gk ada aksi sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!