Seri ketiga dari kisah Cinta Tak Perna Salah Mengisahkan seorang guru relawan yang memilih hidup jauh dari orangtuanya. karena kecintaannya terhadap anak - anak. Maria Theresia namanya gadis Kalimantan ber darah campur China . Dan dia di cintai oleh laki - laki asli papua bernama Roy Denis.
Apakah kisah cinta mereka bisa abadi selamanya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jayapura Part Dua
Dibandara sentani, mama Sisca sudah menanti anak mantunya. Setelah kopernya diambil, Mia pamit kepada suaminya karena dia akan tinggal bersama mertuanya selama suaminya kegiatan.
"Sayang, aku pulang sama mama."
"Iya hati - hati ya, nanti malam kaka bobo di rumah. Mama titip istriku ya."
"Aman, Mia sama mama."
"Ma, Mia pamit dulu sama papa."
"Ngak usah sayang."
"Ma...."
"Iya silahkan anak mantuku."
Mia pun berpamitan dengan papa Nico, beliau tahu bahwa mamanya Roy pasti tidak mengijinkan, namun dia menyadari itu.
"Hati - hati ya nak."
"Iya pa."
"Kamu bersyukur Roy dan Mia masih menghormati kamu." Papa Nico hanya tersenyum dan mengangguk.
Roy dan Mia berpisah. Roy bersama rombongan kantor karena ada kegiatan dinas, sedangkan Mia sudah pulang bersama mama mertuanya. Mia istirahat sebentar dan pukul enam sore selepas mama pulang kerja, mereka berdua langsung bermain di mall.
"Sayang dimana??"
"Di mall kaka??"
"Sama siapa??
"Mamalah."
"Tunggu kaka disitu."
Pukul tujuh Roy sudah menyusul istri dan mamanya di mall. Ternyata mereka berdua ada di restoran di mall tersebut. Roy langsung mencium istri dan mamanya. Namun ciuman buat istrinya dibibirnya.
"Bajaga sampe??" (Bajaga sama dengan menjaga sesuatu, takut yang di jaga hilang). Roy hanya tersenyum.
"Mau kemana lagi sayang??"
"Ke Swalayan."
Mereka pergi membeli kebutuhan dirumah seperti sayur dan buah. Asik belanja, mama mendapat informasi bahwa akan ada yang operasi karena mamanya Roy adalah perawat anastesi dan di rumah sakit hanya sisa mama sendiri dua lainnya masih cuti belum kembali. Akhirnya selesai belanja, Roy mengantar mamanya ke rumah sakit dan mereka kembali ke hotel. Mia tidur di hotel bersama suaminya.
"Kaka, ngak ada baju tidur." Roy kembali mengarahkan mobil ke mall. Dia membeli baju tidur dan dalaman serta baju buat besok pagi.
"Kaka, kenapa ngak pulang kerumah aja??"
"Kalau nginap, temani suami dihotel kenapa??"
"Kan ngak perlu beli baju. Di rumah juga bisa polo suami."
"Kaka mau beli buat istriku ngak salah kan??"
"Iya. Yang salah itu kalau kaka beli buat cewek lain."
Akhirnya malam ini, Mia temani suaminya Roy di hotel tempat akan di langsungkan kegiatan.Waktu melewati resepsionis papa kaget karena melihat saya.
"Mia disini?? Bukan sama mama??"
"Mama ada dinas malam pa. Papa mau kemana malam - malam??"
"Jalan - jalan sebentar di sekitar hotel saja."
"Pa, sudah malam. Papa bobo saja di kamar, atau nonton. Mia ada beli kue dan buah. Mia pesankan kopi atau teh buat papa?"
"Teh saja nak. Iya papa ke kamar saja."
Semua anggota dewan yang ada ikut kegiatan heran dengan pak Nico, yang nurut sama anak mantunya. Biasanya mana dia dengar, sedangkan istrinya ikut saja dia tidak peduli, biasanya dia akan ke bar atau club malam, minum alkohol sedikit baru pulang.Tapi malam ini seorang Nico Sam tunduk pada permintaan anak mantunya.
Rio dan Mia mampir di kamar papanya. Dia membersihkan buah dan menyiapkan di piring dia sudah potong satu piring. Dan sisanya di taruh di kulkas buat besok. Kue juga sudah Mia atur rapi di piring bersamaan dengan teh tarik yang di pesan datang.
Mia juga merapikan baju mertuanya, sedangkan papa dan Roy sedang ngobrol. Selesai mereka meninggalkan papa di kamarnya sendiri. Roy dan Mia ke kamar mereka.
"I love you sayang."
"Love you more suamiku."
"Kaka bangga sama adek. Istimewa sekali, adek melakukan hal tadi. Kamu tahu sayang, papa itu dikenal ngak mau dengar orang di dewan. Sama kamu tadi semua teman - temannya kaget."
"Masa??? Mama Susi???"
"Tidak perna sayang, orang - orang yang berangkat dengan papa yang cerita ke kaka."
"Aku tulus sayang papa, sama seperti aku menyayangi papaku." Roy langsung memegang wajah istrinya dan mencium bibirnya sangat mesra.
"I love you more sayang. Love love love."
"Itu biasanya papa kemana??"
"Minum alkohol di club malam??"
"What!!!???"
"Karena kebiasaan mabuk itu makanya ketemu mama Sisca dan lahirlah aku."
Selesai makan buah dan kue bersama, Mia mandi karena dia tidak bisa tidur jika tidak mandi, karena itu rumah mereka di puncak, Roy pasang alat agar bisa mandi air panas dan dingin. Hanya buat istrinya tercinta. Selesai mandi, Mia keluar mendapati suaminya sudah di tempat tidur hanya menggunakan celana dalam yang tentu rudalnya kelihatan sudah siap mau menembus pertahanan istrinya.
"Kaka, mau sayang."
"Dasar suami mesum." Roy tertawa, dia langsung memeluk istrinya dan mengendong dan bawa ke tempat tidur
"Nanti ade mandi lagi."
"Sama kaka, seperti biasa kaka peluk."
"Alasan!!!" Roy tersenyum. Namun dia mulai melancarkan aksinya sampai rudalnya masuk pertahanan istrinya, dan penyatuan terjadi. Tempat baru jelas semangat sekali untuk menyalurkan hasratnya. Penyatuan selesai ketika mereka mencapai puncak kenikmatan bersama.
"Terima kasih sayangku."
Mia langsung memeluk suaminya. Mukanya sudah merah, karena penyatuan kali ini Mia berkali - kali organisme.
"Kenapa begini?? Mau mandi sekarang??"
"Adek malu kaka."
"Kenapa harus malu sama suami??"
"Ade seperti cewek hyper begitu."
"Kaka suka. Adek seksi."
Mia semakin malu dibuat suaminya. Dia semakin menyembunyikan mukanya di badan suaminya. Roy senang mengoda istrinya.
"Hanya kaka yang tahu. Tetapi ingat sayang, kaka suka sekali tadi adek merespon sentuhan kaka." Roy langsung mengendong istrinya ke kamar mandi. Selesai mandi, Mereka berdua tidur. Roy membawa tubuh istrinya kepadanya langsung dia peluk dan tidur nyenyak.
Rumahnya mama diperumahan bersebelahan denga saudara - saudaranya. Makanya mama tidak perna kuatir rumahnya di tinggal.
Pagi Mia bangun suaminya sudah bangun dan sudah mandi. Mia tidur nyenyak sekali. Roy terbangun karena telepon dari mamanya menanyakan anak mantunya. Pas diberitahu ada di hotel bersama Roy disenang. Dan dia akan menjemput baru mereka kembali ke rumah.
"Mandi sayang, baru kita sarapan. Bajunya sudah kaka siapkan."
"Terima kasih suamiku sayang."
Di restoran tempat makan sudah banyak orang sarapan. Mia digandeng suaminya mencari meja kosong ternyata bersama papa mereka.
"Selamat pagi papa."
"Selamat pagi anakku cantik. Ayo sarapan."
Roy langsung mencium papanya begitu juga dengan Mia. Di kantor Roy boleh bos tetapi beliau adalah papanya. Dia tetap menghormati. Mia mengambil sarapan buat suaminya. Semua sesuai kemauan suaminya. Meskipun Mia punya andil juga dalam asupan suaminya.
"Mba, apa itu istrinya??"
"Iya."
"Bukanya beliau ajudannya bupati pengunungan."
"Sekarang beliau sekwan dan itu istrinya."
"Cantik dan ganteng, pasti keturunan mereka bagus."
Selesai sarapan, mama Sisca sudah datang menjemput Mia. Dan istrinya Roy pamit kepada papa mertuanya.
"Roy, panggil mama sarapan dulu."
"Mama tidak mau pa. Ngak usah aneh - aneh entar laporan sampai ke mama Susi lagi."
Papanya hanya tertawa. Roy paling menjaga perasaan mamanya. Dia tidak mau laporan tak jelas sampai ke mama Susi.