NovelToon NovelToon
Shan Luo

Shan Luo

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

“Demi ibu, apa pun akan kulakukan!”

Dianggap sampah oleh ayahnya sendiri karena tak memiliki bakat kultivasi, Shan Luo hidup dalam hinaan. Demi melindungi ibunya, ia memilih pergi meninggalkan segalanya.

Takdirnya berubah saat ia menemukan sebuah gua misterius yang menyimpan warisan terlarang: Sabit Jiwa Kegelapan.

Dengan kekuatan itu, Shan Luo bersumpah
“Aku akan membalas semua yang menghina aku dan ibuku!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Sang Pencabut nyawa

Malam itu, bulan seolah enggan menampakkan dirinya, bersembunyi di balik awan hitam yang tebal seolah takut menyaksikan apa yang akan terjadi di bawah sana.

Kota Linyi yang biasanya tenang di waktu malam, tiba-tiba dicekam oleh aura dingin yang tidak wajar.

​Di depan gerbang megah kediaman Keluarga Li, sesosok bayangan berdiri tegak.

Jubah hitam panjang menutupi seluruh tubuhnya, sementara tudung kepalanya menyembunyikan wajahnya dalam kegelapan yang pekat.

Hanya helaian rambut hitam-putih yang sesekali berkibar tertiup angin, memberikan kesan mistis yang mengerikan.

​Sring—!

​Tato di lengan pemuda itu berpendar ungu gelap yang sangat tajam. Dari udara kosong, muncul sebuah senjata yang belum pernah dilihat oleh warga Linyi: Sabit Jiwa Kegelapan. Bilahnya yang melengkung sempurna memancarkan uap hitam yang haus akan nyawa.

​"Malam ini, tidak ada satu pun dari kalian yang akan melihat fajar," desis Shan Luo. Suaranya bukan lagi suara seorang remaja, melainkan gema kematian yang dingin.

​Shan Luo melangkah masuk. Penjaga gerbang yang berada di Tahap Pengumpulan Qi bahkan tidak sempat berteriak.

Dengan satu ayunan horizontal yang sangat halus, rantai pada gagang sabit itu memanjang, menebas leher mereka tanpa suara.

​Bukannya darah yang menyembur, melainkan gumpalan cahaya biru pucat yang ditarik paksa keluar dari tubuh mereka. Cahaya itu terisap masuk ke dalam kristal di pusat sabit.

​“Ahhh ... jiwa-jiwa ini kecil, tapi cukup untuk pembuka,” bisik suara parau dari dalam sabit.

​Shan Luo terus bergerak. Ia melewati taman luas kediaman Li layaknya hantu. Setiap kali sabitnya terayun, satu nyawa melayang.

Ia tidak membunuh dengan amarah yang meledak-ledak, melainkan dengan ketenangan yang jauh lebih menakutkan.

Di matanya, keluarga ini bukan lagi manusia, melainkan sekumpulan esensi energi yang harus ia lahap demi kekuatannya.

​Setiap kali jiwa terhisap, Shan Luo merasakan Dantian-nya bergejolak. Qi berbentuk gas di dalam tubuhnya mulai berputar dengan kecepatan gila, semakin padat dan semakin berat.

​"SIAPA KAU?!"

​Sebuah raungan menggelegar dari bangunan utama. Li Cang, pemimpin keluarga Li sekaligus ayah dari Li Yan, melompat keluar dengan pedang besar di tangannya. Ia adalah seorang Pendekar Tahap Inti Sejati tahap awal. Aura emas terpancar dari tubuhnya, menekan udara di sekitarnya.

​Namun, langkahnya terhenti seketika saat ia menatap senjata di tangan sosok berjubah itu.

​"Itu ... aura itu ... Kesadaran di dalam senjata?" mata Li Cang membelalak ngeri. "Artefak ... Kelas Langit?! Bagaimana mungkin seorang bocah di kota kecil ini memiliki pusaka yang bahkan faksi besar pun sulit mendapatkannya?!"

​Shan Luo tidak menjawab. Ia hanya mengangkat sabitnya tinggi-tinggi.

​"Anakmu menghina ibuku," ucap Shan Luo datar. "Dan karena itu, seluruh darahmu adalah harganya."

​Li Cang menggeram, mencoba menepis rasa takutnya. "Kau hanya di tahap Pengumpulan Qi! Artefak sehebat apa pun tidak akan bisa menutupi perbedaan ranah kita! MATI!"

​Li Cang menerjang dengan teknik Tebasan Pemecah Gunung. Energi emas raksasa menghantam ke arah Shan Luo.

​BOOM!

​Ledakan besar menghancurkan paviliun di belakang Shan Luo, namun sosok berjubah itu sudah menghilang. Menggunakan Langkah Embun Beku yang digabungkan dengan energi gelap sabit, Shan Luo muncul tepat di belakang Li Cang.

​"Sekarang," bisik Shan Luo.

​Ia tidak menyerang Li Cang secara fisik. Ia menusukkan sabitnya ke tanah. Seketika, puluhan rantai hitam keluar dari bumi, mengunci pergerakan para tetua keluarga Li yang baru saja muncul untuk membantu.

​Di saat yang sama, Shan Luo merasakan energi dari ratusan jiwa pelayan dan penjaga yang telah ia panen tadi meledak di dalam tubuhnya. Ini adalah saatnya.

​"Argh ...!" Shan Luo mengerang pelan.

​Di dalam Dantian-nya, Qi gas yang tadinya memenuhi ruang mulai ditekan secara paksa oleh energi gelap sabit.

Gas itu mulai mengembun, berubah menjadi tetesan cairan hitam keunguan yang sangat pekat.

​Tahap Pembentukan Fondasi tahap awal.

​Rasa sakitnya luar biasa. Rasanya seperti seluruh organ dalamnya diperas hingga kering agar bisa menampung energi cair tersebut.

Jika ia gagal, tubuhnya akan meledak menjadi atom. Namun, bayangan wajah ibunya yang tersenyum memberinya tekad yang tak tergoyahkan.

​"Fondasi ... TERBENTUK!"

​Sebuah gelombang kejut berwarna hitam meledak dari tubuh Shan Luo, meratakan seluruh bangunan di sekelilingnya. Rambut putihnya kini semakin dominan, berkibar liar di balik tudung yang mulai sobek.

​Li Cang terlempar ke belakang, memuntahkan darah. Ia menatap ngeri pada sosok di depannya yang kini memancarkan aura yang jauh lebih pekat dan mematikan.

​"Kau ... kau naik tingkat di tengah pertempuran?" suara Li Cang gemetar. "Siapa kau sebenarnya?! Malaikat maut?!"

​Shan Luo berjalan mendekat, menyeret sabitnya di atas lantai batu yang kini tertutup es hitam. Bunyi logam yang bergeser dengan batu terdengar seperti lonceng kematian.

​Li Yan, yang terbaring lumpuh di dekat sana, menangis histeris. "Ayah! Selamatkan aku! Dia ... dia bukan manusia!"

​Shan Luo berdiri di depan Li Yan. Dengan gerakan dingin, ia mengayunkan sabitnya. Bukan leher yang ia incar, melainkan dada.

Bilah sabit itu menembus jantung Li Yan, dan dalam sekejap, seluruh tubuh pemuda arogan itu mengering, jiwanya ditarik keluar dengan teriakan bisu yang mengerikan.

​"TIDAK! ANAKKU!" Li Cang mencoba menyerang, namun Shan Luo dengan mudah menepis pedang emas itu dan memenggal kepala sang pemimpin keluarga Li dalam satu gerakan kilat.

Shan Luo tidak lupa untuk mengambil seluruh harta dan barang berharga milik keluarga Li ke dalam puluhan cincin penyimpanan.

​Malam itu berakhir dengan kesunyian yang mencekam. Kediaman keluarga Li yang megah kini hanya tersisa puing-puing beku yang diselimuti kabut hitam.

Tidak ada darah yang mengalir, karena setiap tetes kehidupan telah diisap habis oleh sabit itu.

​Beberapa warga kota yang mengintip dari kejauhan hanya melihat sesosok figur jubah hitam dengan sabit raksasa melompati tembok dan menghilang ke dalam kegelapan hutan.

​Pemandangan itu begitu traumatis. Sosok yang terlihat seperti malaikat maut, membawa sabit yang seolah-olah bisa memotong ruang dan waktu, dan memanen jiwa tanpa ampun.

​Keesokan harinya, seluruh Kota Linyi gempar. Keluarga Li yang cukup berkuasa telah musnah dalam satu malam oleh satu orang. Kabar burung menyebar dengan cepat tentang sosok misterius tersebut.

​"Dia bukan manusia ..."

"Dia adalah utusan neraka yang datang untuk mengambil hutang nyawa."

"Dia ... Sang Pencabut Nyawa."

​Di sebuah kamar penginapan kecil, Shan Luo duduk di samping tempat tidur ibunya.

Wajahnya kembali hangat, tangannya dengan lembut mengusap punggung tangan Xue Ling.

Tak ada yang akan menyangka bahwa tangan yang sama baru saja menghapus sebuah keluarga dari muka bumi.

​Di lengannya, tato sabit itu tampak lebih gelap, seolah puas setelah jamuan besar. Shan Luo menatap jendela, menyadari bahwa perjalanannya baru saja dimulai.

Ia telah mencapai Tahap Pembentukan Fondasi, namun ia tahu, musuh yang sebenarnya yaitu Klan Shan dan musuh baru.

​"Istirahatlah, Ibu," bisiknya lembut. "Dunia ini mungkin kejam, tapi selama aku menjadi Pencabut Nyawa bagi musuh-musuhmu, Ibu akan selalu aman."

1
Ajipengestu
lanjut thor👍
Iwa Kakap
ribet amat thor
Beni: itu cuma penjelasan naik ranah sama kesulitannya aja. gak perlu di pikirin hehe. /Pray/
total 1 replies
angin kelana
ayooooo jdi juara💪💪💪
Beni
oke... 😐
Beni
😛
Beni
/Hunger//Sweat/
Beni
😐
Beni
oke... 😐
angin kelana
semangat bertarung💪💪💪
angin kelana
anak baik👍
angin kelana
semangaaat menjadi kuat..
angin kelana
ayo buktikan kekuatanmu💪💪💪
angin kelana
ayoooo lebih kuat lg
angin kelana
lanjuuuttt...
angin kelana
kalo untuk pengenalan bole lah pake english tpi ke depannya gak usah ajah ini kan fantasi timur bukan barat..lanjut👍
Beni: nanti di revisi ya, terima kasih/Pray/
total 1 replies
angin kelana
lanjuuuttt..
angin kelana
dunia yg kejam.😬
Beni
😐
Jade Meamoure
bagus 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
Yan Bingchen bukankah itu patriarki sekte es ya
Beni: Pendekar es dan api
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!