Seorang anak yatim yang tumbuh tanpa arah…
kembali sebagai sosok yang tak bisa diabaikan.
Bima pemuda sederhana dengan senyum tenang, pulang ke kampung halamannya setelah bertahun-tahun merantau. Ia hanya ingin hidup damai… membuka tempat latihan, dan menjalani hari seperti orang biasa.
Namun kampung itu… sudah berubah.
Di balik senyapnya desa, kekuasaan gelap mengakar. Orang-orang tak lagi bebas. Ketakutan bersembunyi di setiap sudut.
Dan tanpa ia sadari…
kepulangannya justru mengusik sesuatu yang seharusnya tetap terkubur.
Diserang tanpa alasan. Diawasi tanpa henti.
Bahkan darahnya sendiri… menginginkan kematiannya.
Tapi mereka melakukan satu kesalahan besar.
Mereka mengira Bima masih belum bangkitkan yang ada dalam dirinya.
Padahal…
di balik sikap polosnya, tersembunyi kekuatan yang besar dalam dirinya yang sedang terkunci.
Saat kegelapan mulai bergerak…
dan para pemburu datang mengincar…
Bima tidak lagi berlari.
Ia berdiri.
Dan untuk pertama kalinya, dunia akan melihat kembangkitan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhin Pasker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KELUARKAN AMARAH
Para mantan preman itu menceritakan kepada bima apa yang telah mereka dengar.
"Oyah dek Bima ada satu lagi yang mau kami sampaikan.
Bos berencana menemui pak kades, dia berniat bekerja sama dengan pak kades untuk mengusir dari kampung ini.
Kamu harus berhati-hati
Dan satu lagi, Aku sempat pendengar bawah orang yang mengirim untuk membunuhmu kemarin adalah pak kades
"Apa?
Bima sangat kaget mendengarnya.
"Bagaimana mungkin, dia adalah paman ku.
"Aku juga melihat bos mengancam pak kades, dia bilang klau pak kades berani
macam-macam dengan dia maka RAHASIA besar nya akan dia bongkar
"Sepertinya aku harus cari tau, rahasia apa sampai Paman ketakutan sama mereka.
Bima bergumam dalam hatinya...
Mungkin aku bisa membantu dia terbebas dari jeratan para preman-preman itu.
So'al dia ingin membunuhku aku harus cari tau juga apa benar dia yang menyuruh mereka membunuh ku.
Hati bima tidak bisa menerima kenyataan bahwa pamannya yang berniat membunuh dirinya, dia terus meyakinkan dirinya.
"tidak itu pasti ada kesalahan, tidak mungkin Paman melakukan itu
Andi dan kawan-kawan nya mulai hawatir melihat ekspresi bima.
Dia tidak bisa menerima kenyataan itu karena paman Tono adalah satu-satunya keluarga yang dia miliki.
"Kalian istirahat dulu, aku mau ke kamar sebentar
Bima masih. Berdebat keras dengan dirinya sendiri, Sisi baik dan buruknya terus muncul di hadapannya.
Dan terusss menerus berdebat di hadapannya.
Tidak mungkin Paman mu ingin membunuh mu bima
Tidak ada yang tidak mungkin, contohnya sampai sekarang dia tidak datang untuk menjenguk mu
Mungkin saja dia sibuk.
"Apa mungkin dia ada sangkut pautnya dengan kematian orang tua mu
Bima berteriak...
"Kalian diammmmm
Jangan berisi lagi...
Rasa teraum bima kambuh, Semua ingat waktu dia umur 10tahun terus muncul.
Saat bima kehilangan jati dirinya dia teringat pesan gurunya.
"Jika kamu sedang kehilangan kendali pada dirimu dan pikiranmu, maka lepaskanlah dengan berlatih keluarkan amarahmu
Anggap saja kamu sedang melawan musuhmu di depan.
Andi dan kawan-kawan mendengar teriakan bima agak hawatir, mereka berniat mengitip bima.
Saatnya mereka membuat Pintu bima tidak ada di kamar, dia keluar lewat jendela.
"dimana dia?
Saat melihat keluar jendela Mereka kaget, semua pepohonan di belakang rumah bima sudah hancur tanpa terisah sedikitpun.
Bima yang sudah mengeluarkan amarah nya, kembali tenang dan tersenyum.
Dia sudah bisa berpikir dengan jernih lagi, tapi tidak dengan Andi dan kawan-kawannya
Mereka gemetaran, dan keluar keringat dingin.
"kenapa kalian ada di kamarku?
Bang Andi kenapa berkeringat ?
Andi kaget...
"Tidak apa-apa aku agak kepanasan, kami keluar dulu.
"Oyah bang....
Andi dan yang lain kaget.
"Eh busettttt....
Iya kenapaa bima
"Kok kaget bang, aku cuma mau tanya, nama abangbberdua siapa ya??
Aku cuma ingat nama bang Andi saja hehe
"Aku kira apa, jantung hampir copot.
Bima yang melihat mereka ketakutan sampai bingung cara menenangkan mereka.
"Nama saya Dimas
"Nama saya Bayu
Setelah memperkenalkan nama mereka berpamitan sama bima.
"Kami pergi dulu dek Bima
"kenapa terburu-buru
Bima bertanya kepada Mereka.
"Apa kalian akan kembali lagi ke tempat itu?
"Tidak bim, sekarang kami sudah tobat
Dan pasti sekarang kami lagi di cari sama bos.
"*Iya dek Bima, karna kami tidak menyelesaikan hukuman yang di beri**kan*
"Ya klau kami kembali pasti kami akan di hajar habis-habisan.
apa lagi dia belum tau kami sudah tobat, dan kembali kejalan yang benar
Nyawa kami sedang tercam, tapi mau bagaimana lagi ini resiko untuk kami.
bima kembali bertanya.
"Lalu sekarang kalian mau kemana?
Mereka saling menatap.
"Entahlah Bim.
"Klau begitu kalian tinggal bersama aku di sini.
"Benarkah
Mereka merasa sangat senang.
"Ya benar, kebetulan aku kesepian disini sendirian
"Terimakasih dek Bima.
Mereka memeluk bima.
"Sama-sama bang
"tapi bima, kami pasti di buru oleh bos apa tidak apa-apa kami di sini.
Nanti kamu akan kena getahnya.
"tidak perlu pikirkan itu, mereka sudah cap aku sebagai musuhnya jadi sekalian saja.