seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
pagi harinya Aluna bangun lebih awal, bersiap ke kampus karna semalam dosen pembimbingnya menghubungi ada hal yang ingin di sampaikan katanya. aluna hanya sesekali datang ke kampus karna memang tinggal menunggu jadwal wisuda saja.
Setelah bersiap Aluna turun ke lantai bawah untuk sarapan, langkah nya agak sedikit tergesa karna tidak ingin terjebak macet,
ia tipikal orang yang biasa bangun pagi kecuali weekend, sehabis solat dia pasti tidur lagi (wkwkwkw)
Dimeja makan terlihat momynya dengan cekatan membantu pelayan menyajikan sarapan, Aluna mendekat mencium pipi momynya
" pagi mom, Daddy belum turun"sapanya lalu duduk di kursi,
"pagi putri mommy yang cantik"tersenyum hangat"Daddy masih bersiap ,sebentar lagi juga turun"lanjutnya
"mom,Aluna sarapan lebih dulu boleh?, hari ini ada jadwal bertemu dosen pembimbing, takut keburu macet "tanyanya sambil mengoles roti
" boleh sayang,mommy siapkan dulu susu nya" tersenyum tipis lalu melangkah membuatkan susu hangat untuk putrinya
Aluna sarapan dengan tenang,lalu dari arah belakang Daniel menyapa mencium pucuk kepala putrinya "pagi putriku, pagi mom"
Aluna tersenyum hangat menatap Daniel lalu menjawab" pagi daddyku yang tampan"
Daniel tertawa kecil dengan godaan putrinya,lalu duduk di kursi meminum kopinya. Sera menghampiri membawa susu hangat
" ini sayang susu nya"meletakan nya di depan Aluna.
"terimakasih mom" jawab Luna
setelah selesai Aluna pamit kepada orangtuanya
" mom,dad Luna berangkat dulu,' katanya sambil berdiri menyalami orangnya
" kenapa tidak bareng Daddy saja" kata Daniel menatap putrinya
"Aluna buru-buru dad, lagi pun nanti sepulang dari kampus Luna mau mampir dulu ke toko buku" balasnya
" baiklah, hati-hati di jalan, kalau ada apa-apa hubungi daddy" balas Daniel
"siap dad, Luna pamit assalamualaikum '
kata Luna sambil berlalu
"waalaikumsalam 'jawab Sera dan Daniel
Diluar rumah Aluna melangkah menuju garasi tempat kendaraan berjejer rapi ,dia mengeluarkan motor kesayangannya, memakai helm merapikan sedikit rambut sebelum pergi meninggalkan halaman rumahnya.
Sekitar 30 menit Aluna menempuh perjalanan ,memarkirkan motor lalu membuka helm merapikan sedikit rambut lalu melangkah menuju fakultasnya,karna terlalu fokus melihat handpone tidak melihat jalan Aluna tersandung batu tubuhnya terhentak ke depan ia memejamkan mata pasrah tubuhnya akan mencium tanah,tapi setelah agak cukup lama Aluna tidak merasakan sakit ,ada tangan menahan tubuhnya, Dia mendongak tatapan mereka bertemu cukup lama Aluna terpaku menatap mata dingin dan rahang tegas itu,
Setelah tersadar Aluna melepaskan diri merapikan pakaiannya " maaf dan terimakasih sudah menolong" katanya sambil tersenyum kikuk
Wajah dingin itu menatap Aluna matanya menyorot tajam " hm, jangan ceroboh" setelah berkata lalu pergi dari hadapan Aluna
Aluna bengong ,menatap heran punggung seseorang yang menolongnya tadi,lalu menghela napas" siapa dia, aku baru melihatnya,apa dosen baru ?" gumamnya kepada diri sendiri.
tidak mau ambil pusing Aluna segera berlalu menuju ruang dosen.
Aluna tidak tau lelaki yang menolong nya tadi tersenyum tipis sekali hampir tidak terlihat menggelengkan kepala'ceroboh sekali' batin nya beucap.
...Ruang dosen...
Aluna mengetuk pintu, lalu terdengar suara dari dalam menyuruhnya masuk.
"pagi prof, maaf sedikit terlambat,ada kendala sedikit" sapanya
" tidak apa-apa Aluna, silahkan duduk",balasnya
" terimakasih prof "tersenyum dan duduk di hadapan dosen
dosen itu menghela napas lega lalu menatap Aluna tersenyum hangat" jadwal wisuda kamu bulan depan Aluna selamat" katanya to the point
Wajah Aluna tersenyum cerah penuh syukur" Alhamdulillah terimakasih prof, sekali lagi terimakasih sudah membimbing saya "
"sama-sama Aluna ,mungkin itu saja yang mau saya sampaikan sekali lagi selamat" kata nya sambil berdiri mengulurkan tangan kepada Aluna
Aluna membalas uluran tangan prof hadi dengan senyum lega" sekali lagi terimakasih prof ,saya permisi dulu"
prof hadi membalasnya dengan tersenyum dan mengangguk,
Aluna berlalu keluar dari ruang dosen dengan hati lega penuh syukur "akhirnya terimaksih ya Alloh" ucapnya lirih, lalu melangkah sambil
mengeluarkan ponsel menelpon sahabatnya
" halo, sa Lo dimana, gue udah selesai nih, anter gue ke toko buku"ucap Luna sambil berjalan menuju parkiran
" gue di perpus, posisi Lo dimana nanti gue susul" balas Raisa
" gue tunggu di parkiran jangan lama " katanya lagi sambil duduk di atas motornya
"oke, otw" balas Raisa menutup panggilan, lalu melangkah keluar dari perpus menuju parkiran,
Raisa melangkah setengah berlali menuju Aluna, setelah sampai dia mengatur napas.
" Lo yang bawa motor atau gue" katanya sambil mengelap keringat
"Lo ngapain sih lari-lari" tanya Aluna heran
" tadi kata lo kan gak boleh lama" balasnya sambil cemberut
" gue gak nyuruh Lo lari, maksud gue itu jangan mampir kemana-mana ,Lo kan suka tuh mampir- mampir, "katanya sambil menahan tawa
"udah deh jangan resek, buruan" balas Raisa sedikit kesal
Sambil menyerahkan helem ke Raisa " oke2 sorry, Lo yang bawa ,nanti pulangnya gantian gue yang bawa"
Mereka pergi meninggalkan area parkir kampus , ditengah jalan Raisa bertanya dengan nada sedikit keras, " kapan jadwal wisuda Lo"
" jangan teriak- teriak sa malu diliatin orang , nanti bahasnya di cafe aja"balasnya sambil menepuk pundak Raisa kesal.
Raisa tidak menjawab hanya cekikikan tanpa dosa
" Kita kemana dulu"? Tanya Raisa lagi
Aluna berpikir sejenak" hm, ke toko buku aja dulu, abis itu ke cafe langganan"
" oke" balasnya singkat
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menitan Aluna dan Raisa sampai di toko buku, lalu masuk dan langsung mencari buku yang mereka mau,
Aluna melirik Raisa yang dari tadi hanya mengikutinya" Lo gak beli novel sa, biasanya Lo gercep banget "katanya sambil fokus mencari buku
" nggak ah gue lagi irit,soalnya jatah mingguan gue udah nipis" balas Raisa sendu,
Dia memang pecinta novel bahkan uang jajan nyapun selalu di tabung hanya untuk beli novel.
Aluna melirik Raisa lalu tersenyum," ambil aja gue traktir, bebas mau berapa juga ,itung-itung syukuran gue wisuda"
raisa langsung melihat ke arah Aluna ,matanya berbinar" Lo serius lun?"katanya setengah menjerit
"iya bawel, buruan sebelum gue berubah pikiran" kata Luna menggoda Raisa
aaaaaaa Raisa melompat-lompat girang lalu memeluk Aluna dan mencium pipinya"makasih alunaku sayang,Lo emang sahabat terbaik gue" lalu berlalu memilih novel yang dia mau.
Aluna menggelengkan kepala tersenyum senang, lalu lanjut mencari buku-buku yang lain,
Aluna tidak sadar dari ujung rak buku ada yang memperhatikan nya,tersenyum tipis dan berlalu pergi.
Setelah mendapatkan buku yg dia mau Aluna dan Raisa mengantri di kasir,
"kayaknya hari ini orang-orang pada belanja buku semua deh, sampe antri gitu" bisik Raisa
Aluna mengangguk setuju dengan apa yang di ucapkan Raisa. 25 menit mengantri akhirnya Aluna dan Raisa keluar dari toko buku.
"akhirnya" ucap keduanya berbarengan,lalu melirik satu sama lain dan tertawa
" Kita langsung ke cafe aja, gue udah laper, udah waktunya makan siang juga" kata Aluna sambil melangkah menuju parkiran di ikuti Raisa.
Setibanya di cafe ,mereka langsung memesan menu, nasi goreng seafood, jus mangga, nasi daun jeruk dan lemon tea
sambil menunggu pesanan datang Raisa membuka obrolan" jadi loe wisuda bulan depan lun"
" iya bareng Lo tgl 20" balas Luna singkat
mata Raisa berbinar"serius"
Aluna mengangguk sebagai jawaban .
lalu obrolan- obrolan random pun mengalir, beberapa saat pelayan datang mengantar pesanan.
"silahkan dinikmati" ucap pelayan sopan
"terimakasih ka" jawab mereka bersamaan
lalu pelayan pergi, mereka makan dengan hening ,Raisa tersenyum puas setelah menghabiskan makanan nya
"menu disini selalu enak-enak," kata Raisa
"iya Lo bener, bahkan nyokap gue pun suka masakan disini" balas Luna
"oh iya lun ,Abang Lo belum Dateng ?" tanya Raisa sambil menahan senyum
Aluna menyipitkan mata heran" kenapa tiba-tiba tanya Abang gue"
"heheheh nanya doang juga" balasnya kikuk
" Lo gak suka Abang gue kan" tebakan Aluna tepat sasaran
Raisa salah tingkah di tatap seperti itu,lalu berpikir mencari alasan yang masuk akal
"m..m.. I..tu..nggak ko"jawab nya gugup,
Jawaban itu sudah cukup membuat Aluna paham bahwa Raisa menyukai abangnya.
"kalo suka gak papa ko , nanti gue sampein ke Abang " balasan santai Aluna mengundang reaksi terkejut Raisa
"ih Aluna apan si, emang keliatan ya kalo gue suka"kata Raisa kikuk mukanya sudah memerah tanda dia sangat malu.
Aluna berdecak kesal"ya iyalah keliatan,Lo tuh gak bisa nutupin apapun dari gue sa"
Raisa menghela napas kesal" iya Lo bener ,bahkan gue gak bisa bohong sama Lo"
"sejak kapan" Luna tidak menanggapi keluhan Raisa, dia lebih tertarik meneruskan topik tentang Kaka nya
"dari pertama liat,waktu nginep di rumah Lo"jawab Raisa tersenyum malu
"hah, selama itu?"tanyanya terkejut, pasalnya itu waktu mereka sama-sama baru masuk kuliah.
Raisa mengangguk sebagai jawaban,"jangan bilang ke Abang Lo yah ,gue malu" pintanya
Aluna berpikir sejenak" gue gak janji" jawabnya enteng sengaja ingin menggoda Raisa
"ko gitu sih"protesnya kesal,
Aluna tidak menanggapi tapi otak nya berjalan menyusun rencana.
"udah sore, yuk pulang"kata Aluna, lalu pergi menuju kasir untuk bayar, diikuti Raisa di belakang nya.
tak lama setalah nya mereka pulang dengan Aluna mengantarkan Raisa terlebih dahulu lalu melanjutkan perjalanan menuju rumahnya
...Rumah Aluna...
sesampainya di rumah, Aluna melangkah masuk kedalam, diruang tamu sudah ada Sera menyambutnya.
"assalamualaikum mom" ucapnya,mendekat sambil mencium punggung tangan ibunya
"waalaikumsalam sayang, sudah selesai, bagaimana wisudanya sudah ada keputusan?
Aluna duduk di samping Sera" sudah, dan wisudanya bulan depan tgl 20 mom," katanya
Sera tersenyum bahagia sambil memeluk putrinya" Alhamdulillah sayang selamat nak,,"diciumnya kening Aluna menatap putrinya dengan bangga."pasti Daddy mu akan senang mendengar kabar baik ini."
"iya mom, semoga "balas Aluna tersenyum hangat " mom, Luna ke kamar dulu mau bersih-bersih "
"iya sayang, istirahat lah kamu pasti cape" kata Sera lembut, menatap punggung Aluna yang berjalan menuju kamarnya.
Sera berharap semoga anak-anak nya kelak mendapat pasangan yang baik dan bertanggung jawab,
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤