NovelToon NovelToon
MILIARDER JALUR DEWA BALAS DENDAM SANG PEWARIS NAGA

MILIARDER JALUR DEWA BALAS DENDAM SANG PEWARIS NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Selama tiga tahun menjadi menantu yang numpang hidup, Arya Permana dianggap tak lebih dari sampah. Ia dihina oleh ibu mertuanya, dipandang rendah oleh saingan bisnis istrinya, dan menjadi bahan tertawaan seisi kota Metropolitan. Arya diam dan menanggung semua penghinaan itu demi melindungi wanita yang dicintainya.
​Namun, kesabarannya memiliki batas. Ketika keluarganya didorong ke ambang kehancuran, setetes darah Arya tanpa sengaja jatuh ke atas cincin usang warisan mendiang ibunya.
​Ding! [Sistem Naga Leluhur Berhasil Diaktifkan!]
​Dalam semalam, takdirnya berbalik 180 derajat. Tabir masa lalunya terbongkar; Arya ternyata bukan anak yatim piatu miskin, melainkan pewaris tunggal dari keluarga konglomerat paling berkuasa di dunia yang sedang disembunyikan.
​Berbekal kartu hitam dengan saldo triliunan dolar, keterampilan medis tingkat dewa yang bisa menghidupkan orang mati, dan teknik kultivasi kuno pembelah langit, Arya mulai menunjukkan taring aslinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Hinaan Tiga Tahun dan Bangkitnya Sang Naga

​"Cepat pel lantai ini sampai bersih, dasar sampah! Kalau sampai Tuan Muda Kevin datang dan melihat ada debu sedikit saja, aku akan membuatmu tidur di luar bersama anjing!"

​Suara melengking Lidya, ibu mertuanya, menggema tajam memecah keheningan ruang tamu vila Keluarga Kusuma yang mewah.

​Arya Permana, seorang pemuda berpakaian kaus pudar dan celemek kusam, hanya bisa menunduk sambil mengangguk pelan. Tangannya yang kasar memeras kain pel yang basah. Ia sudah terbiasa. Selama tiga tahun sejak ia menikahi Riana Kusuma—wanita paling cantik, dingin, dan berbakat di Nusantara City—statusnya di rumah ini bahkan lebih rendah dari pembantu.

​Bagi dunia luar, Arya adalah lelucon terbesar. Pria sebatang kara yang tak punya uang, tak punya latar belakang, dan tak punya pekerjaan, entah bagaimana berhasil menikahi dewi bisnis Nusantara City karena wasiat kakek Riana yang pikun sebelum meninggal.

​"Ma, sudahlah. Jangan terlalu keras padanya," sebuah suara dingin dan merdu terdengar dari arah tangga.

​Arya mendongak. Di sana berdiri Riana, istrinya. Riana mengenakan gaun malam berwarna hitam elegan yang membalut lekuk tubuh sempurnanya. Wajahnya cantik tanpa cela, namun ekspresinya selalu sedingin es, terutama saat menatap Arya.

​"Jangan keras padanya? Riana, sadarlah!" Lidya berkacak pinggang, menatap Arya dengan tatapan jijik. "Malam ini adalah perayaan ulang tahun perusahaanmu. Tuan Muda Kevin dari Grup Wijaya akan datang membawa kontrak investasi senilai sepuluh miliar! Kalau bukan karena si benalu ini, kamu sudah menikah dengan Kevin dan hidup sebagai nyonya besar!"

​Riana menghela napas panjang. Ia menatap Arya dengan sorot mata kecewa yang rumit. "Arya, setelah tamu-tamu datang, kembalilah ke kamarmu. Jangan keluar. Aku tidak ingin ada keributan malam ini."

​Hati Arya terasa seperti diremas. Ia menatap istrinya, wanita yang diam-diam ia lindungi dan ia cintai selama tiga tahun ini, namun hanya anggukan pasrah yang bisa ia berikan. "Baik, Riana."

​Tak lama kemudian, deru mesin mobil sport Ferrari merah terdengar di halaman depan. Pintu utama terbuka, menampilkan sosok Kevin Wijaya. Pria itu mengenakan setelan jas Armani mahal, rambut disisir rapi, dengan senyum arogan yang melekat di bibirnya. Di tangannya terdapat sebuah kotak beludru merah.

​"Bibi Lidya, Riana sayang," sapa Kevin dengan penuh percaya diri. Ia melirik sekilas ke arah Arya yang sedang memegang gagang pel, lalu tertawa mengejek. "Oh? Tuan Arya masih rajin membersihkan lantai? Pantas saja lantai Keluarga Kusuma selalu mengkilap. Keterampilanmu sebagai tukang bersih-bersih memang level dewa."

​Beberapa kerabat Keluarga Kusuma yang baru saja tiba ikut tertawa terbahak-bahak mendengar sindiran itu.

​Arya mengepalkan tangannya erat-erat, buku-buku jarinya memutih, tapi ia tetap diam.

​Kevin berjalan mendekati Riana dan membuka kotak beludru di tangannya. Sebuah kalung berlian biru berkilauan di bawah cahaya lampu kristal. "Riana, ini adalah Kalung Bintang Samudra seharga lima ratus juta. Hadiah untuk merayakan kesuksesan perusahaanmu. Hanya berlian seindah ini yang pantas melingkar di lehermu, bukan kalung murahan dari pasar malam."

​Mata Lidya berbinar rakus. "Astaga, Kevin! Kamu terlalu baik. Coba lihat dirimu, tampan, kaya, dan sangat perhatian. Berbeda sekali dengan si sampah yang hanya bisa menghabiskan beras di rumah ini!"

​"Ma, ini terlalu mahal. Aku tidak bisa menerimanya," tolak Riana halus, meski matanya tak bisa menyembunyikan kekaguman pada perhiasan itu.

​Kevin tersenyum licik. Ia tiba-tiba menoleh pada Arya. "Arya, kudengar kau suami Riana. Kebetulan sepatuku sedikit kotor terkena debu di luar. Karena kau sedang memegang lap, bagaimana kalau kau bersihkan sepatuku? Sebagai gantinya, aku akan memberikan tip satu juta padamu. Lumayan untuk uang jajanmu sebulan, kan?"

​Suasana mendadak hening. Ini bukan sekadar ejekan, ini adalah penghinaan total yang menginjak-injak harga diri seorang pria.

​"Kevin, kau terlalu berlebihan," kata Riana, mengerutkan kening.

​"Berlebihan? Aku memberinya pekerjaan bernilai tinggi, Riana," Kevin menyeringai. Ia melangkah maju, dengan sengaja menyenggol bahu Arya dengan keras.

​Brak!

​Karena posisi berdirinya tidak seimbang, tubuh Arya terdorong ke belakang. Ia menabrak meja kaca tempat tumpukan gelas anggur diletakkan. Meja itu rubuh. Gelas-gelas kristal pecah berserakan di lantai.

​"Dasar idiot sialan!" jerit Lidya histeris. "Gelas-gelas itu mahal! Jual ginjalmu pun tidak akan cukup untuk menggantinya!"

​Arya jatuh terduduk di atas pecahan kaca. Salah satu pecahan tajam menggores telapak tangannya dalam-dalam. Darah segar menetes dengan cepat, membasahi lantai. Namun, tak ada satu pun orang di ruangan itu yang peduli pada lukanya. Mereka semua menatapnya dengan pandangan jijik dan marah.

​Riana memalingkan wajahnya, tak sanggup melihat kekacauan itu. "Arya, cepat bersihkan kekacauan ini dan masuk ke kamarmu. Aku benar-benar lelah melihatmu seperti ini."

​Kata-kata Riana adalah bilah pisau terakhir yang menusuk dada Arya. Istrinya sendiri tak sedikitpun bertanya apakah ia terluka.

​Arya menunduk, menggigit bibirnya hingga berdarah. Saat ia menekan telapak tangannya yang terluka, darah segar mengalir deras dan menetes tepat mengenai sebuah cincin hitam usang berbentuk naga yang melingkar di jari telunjuknya—satu-satunya barang peninggalan almarhum ibunya.

​Tanpa ada yang menyadari, cincin hitam pekat itu tiba-tiba memancarkan kilau merah redup saat menyerap darah Arya.

​Tiba-tiba, sebuah suara mekanis yang dingin dan agung meledak di dalam kepala Arya.

​[Ding! Darah keturunan terdeteksi. DNA dikonfirmasi.]

​[Sistem Naga Leluhur sedang diinisialisasi... 10%... 50%... 100%.]

​[Sistem berhasil diaktifkan!]

​[Selamat datang kembali, Tuan Muda Arya Permana. Pewaris Tunggal Keluarga Permana, Penguasa Ekonomi Global.]

​Arya terpaku. Tubuhnya menegang. Rasa sakit di tangannya seketika menghilang, digantikan oleh aliran energi hangat yang menjalar ke seluruh pembuluh darahnya.

​[Laporan Sistem: Hukuman pengasingan Tuan Muda selama tiga tahun telah berakhir. Segel memori dan aset telah dibuka.]

​[Hadiah Pemula Diaktifkan: Mentransfer Keterampilan Medis Kitab Suci Sembilan Naga.]

[Hadiah Pemula Diaktifkan: Fisik Petarung Tahap Awal.]

​Ting!

​Sebuah notifikasi SMS berbunyi dari ponsel jadul di saku Arya. Dengan tangan gemetar, Arya mengeluarkan ponselnya dan melihat pesan dari Bank Sentral Internasional.

​*(Bank Sentral Swiss: Saldo rekening hitam Anda dengan nomor ujung ***888 telah aktif. Saldo saat ini: USD 1.000.000.000.000 - Satu Triliun Dolar AS).

​Napas Arya tertahan. Triliunan dolar? Keluarga Permana? Ingatan yang selama ini terkunci di dasar otaknya hancur berkeping-keping dan mengalir masuk seperti air bah. Ia ingat sekarang. Ia bukan yatim piatu. Ia adalah pewaris klan paling menakutkan di dunia yang diasingkan untuk diuji!

​"Hei, sampah! Kenapa kau malah melamun sambil melihat ponsel bututmu itu? Cepat bersihkan pecahan kaca ini!" bentak Kevin sambil menendang paha Arya.

​Namun, kali ini Arya tidak bergeming.

​Ia perlahan bangkit berdiri. Kausnya yang lusuh dan celemek kotornya masih menempel, tetapi postur tubuhnya berubah drastis. Bahunya tegak, dan auranya yang dulu suram dan menyedihkan kini lenyap tanpa sisa.

​Arya mengangkat wajahnya, menatap lurus ke mata Kevin. Tatapan matanya tidak lagi pasrah atau ketakutan. Tatapan itu dingin, dalam, dan dipenuhi oleh tekanan mengerikan yang seolah bisa menembus jiwa, seperti seekor naga kuno yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya.

​"Kau..." suara Arya terdengar tenang, namun mengandung hawa dingin yang membekukan ruangan, "baru saja menendangku?"

​Kevin tanpa sadar mundur selangkah, jantungnya entah mengapa berdetak kencang karena ketakutan yang tak beralasan. Ia merasa seolah sedang ditatap oleh malaikat maut. Riana dan Lidya pun tertegun, merasakan ada sesuatu yang salah dengan pria yang selama tiga tahun ini mereka injak-injak.

1
T28J
hadiir 👍
Aisyah Suyuti
menarik
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!