Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.
Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keluarga cabang Ang
Sebenarnya Mak Nung meminta Lue Ang untuk pergi bukan tanpa sebab, selain memang berharap Lue Ang bisa menjadi kuat saat ini Mak Nung merasa waktunya tidak lama, sebelumnya dirinya pergi untuk mencari penawar racun untuk tubuhnya dan malah menemukan Lue Ang, di saat tubuhnya yang masih terkena racun Mak Nung malah mengeluarkan banyak kekuatannya untuk menyembuhkan Lue Ang.
Lue Ang yang bersiap pergi langsung memeluk Mak Nung, sejak dirinya lahir baru kali ini dirinya seperti memiliki keluarga, Mak Nung bukan hanya banyak membantunya tapi selalu memperhatikannya seperti anaknya sendiri.
"Setelah aku menjadi sangat kuat aku pasti akan kembali kemari," ucap Lue Ang.
"Aku akan sangat senang jika kamu benar-benar datang lagi Nak," sahut Mak Nung mengelus kepala Lue Ang.
"Jika kamu kembali dan aku masih ada akan aku beritahu semua tentangku," sambung Mak Nung.
"Tentu saja kamu harus tetap ada, kamu harus menungguku kembali, aku tidak sabar ingin mengetahui semua tentangmu termasuk bagaimana kamu tahu semua tentangku," ucap Lue Ang disambut senyum oleh Mak Nung.
...
Setelah berjalan selama satu hari Lue Ang akhirnya tiba di depan gerbang kota tempat di mana dirinya menderita, di sana keluarga cabang Ang pasti tidak akan mengira jika dirinya masih hidup sekarang.
Setelah melewati gerbang kota pemandangan yang sama masih terjadi di sana, penindasan yang lemah selalu terjadi dan dirinya menjadi salah satu orang yang sering ditindas sebelumnya.
"Bagaimana perasaan mu setelah memasuki kota?" Tanya spirit Naga api.
Walau tersegel spirit Naga api sudah melihat semua yang terjadi pada Lue Ang selama ini, karena tersegel spirit Naga api tidak bisa melakukan apapun untuk membantu Lue Ang yang bahkan sampai hampir mati.
"Biasa saja, kenangan buruk yang terlintas di pikiranku sama sekali tidak mempengaruhi ku, tapi kamu kenapa bisa berbicara pada ku?" ucap Lue Ang.
"Itu karena aku merasa kasihan padamu yang saat ini tidak memiliki siapapun," sahut spirit Naga api.
"Tidak masalah, Mak Nung hanya ingin aku menjadi lebih kuat," ucap Lue Ang.
Menggunakan jubah hitam Lue Ang berjalan dengan santai menuju kediaman keluarga cabang Ang yang tidak jauh dari gerbang kota, setibanya di depan gerbang kediaman Ang Lue Ang berjalan mendekat ke arah gerbang yang dijaga sangat ketat.
"Siapa kamu? Tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam rumah keluarga ini," ucap salah penjaga gerbang.
"Apa kalian sudah tidak mengenaliku lagi," sahut Lue Ang.
Mendengar suara yang tidak asing kedua penjaga gerbang menatap Lue Ang, saat Lue Ang memperlihatkan wajahnya kedua penjaga langsung berlari ketakutan.
"Tidak mungkin."
"Siluman!"
Kedua penjaga yang berlari masuk ke dalam terus berteriak sangat keras, teriakan kedua penjaga membuat kepala keluarga cabang Ang beserta istri dan kelima anaknya keluar.
"Kalian berdua sepertinya sudah bosan hidup, beraninya kalian berteriak mengganggu ketenangan kami," Hu Ang sang kepala keluarga cabang Ang terlihat sangat marah.
"Maafkan kami Tuan, tapi kami baru saja melihat siluman, dia ada di depan gerbang," ucap salah satu penjaga.
"Benar Tuan, siluman itu dia... ." penjaga lainnya tidak melanjutkan perkataannya.
"Aku rasa kalian sudah gila, tidak ada siluman yang keluar di siang hari walaupun ada siluman itu akan langsung membunuh kalian," sahut Sun istri Hu Ang.
"Aku mengira ada apa, kalau begitu aku lanjut lagi saja latihan," ucap Wang Ang Putra pertama keluarga cabang Ang.
"Aku juga akan ikut Kakak," sahut Fa Ang anak kedua.
"Tapi siluman itu benar-benar ada, bukankah Tuan dan Nyonya yang bilang anak dari keluarga utama itu sudah mati," ucap salah satu penjaga.
Hu Ang dan istri serta kelima anaknya merasa sangat terkejut mendengar perkataan penjaganya, semua saling menatap satu sama lain sebelum memastikan yang dikatakan sang penjaga.
"Tidak mungkin," ucap Wang Ang.
"Di mana kalian melihatnya?" Tanya San Ang anak ketiga.
"Aku dan Kakak ketiga yang akan pergi melihatnya, jika kalian berbohong tunggu saja," ucap Fana Ang anak keempat.
"Aku juga mau ikut," sahut Hua Ang anak kelima keluarga cabang Ang.
"Kalian tidak perlu mencari ku keluar aku bisa masuk sendiri," ucap Lue Ang.
Semua yang melihat Lue Ang benar-benar masih hidup merasa sangat terkejut, Hu Ang bahkan langsung melotot menatap Lue Ang yang seharusnya sudah menjadi tulang belulang.
"Ada apa? Seharusnya kalian senang aku datang, akhirnya ada yang akan memakan makanan sisa kalian," ucap Lue Ang.
"Tapi itu tidak akan terjadi, karena aku datang kemari bukan untuk memakan makanan sisa kalian, aku datang untuk membalas dendam pada kalian dan membuat kalian merasakan bagaimana rasanya memakan makanan sisa yang sudah basi," sambung Lue Ang.
"Hahahahaha."
Mendengar apa yang dikatakan oleh Lue Ang semua tertawa sangat keras, bagi mereka perkataan Lue Ang sangat lucu karena mereka tidak mungkin memakan makanan sisa apalagi yang sudah basi.
"Aku tidak tahu bagaimana caranya kamu tetap hidup padahal pembunuh bayaran yang aku suruh membunuhmu mengatakan kalau kamu sudah mati, para penjaga yang ku kirim juga tidak ada yang bisa menemukan keberadaan mu saat di hutan," ucap Hu Ang.
"Tapi ada satu hal yang sepertinya kamu lupakan, kamu itu sampah yang tidak memiliki Spirit di dalam tubuhmu, walau saat ini kamu memiliki tingkat pelatihan tingkat pelatihan mu bahkan masih kalah dengan Hua Ang yang berusia delapan tahun," sambung Hu Ang yang bisa melihat Lue Ang sudah berkulivasi.
"Sepertinya dia berbangga diri hanya karena sekarang sudah bisa berkultivasi, dia masih tidak tahu diri kalau dia masih tetap sampah tidak memiliki spirit di tubuhnya," sahut Sun.
"Jangan mau dihina langsung saja tantang mereka," ucap spirit Naga api yang merasa kesal mendengar perkataan suami istri keluarga Ang.
"Kalau begitu bagaimana jika kita bertaruh, aku akan melawan kelima anakmu jika aku menang kalian harus mengabulkan semua keinginanku tanpa terkecuali," ucap Lue Ang yang setuju dengan usulan sang Naga.
"Hahahaha, Apa kalian semua mendengarnya, dia menantang kalian berlima," sahut Hu Ang.
"Terlalu sombong, tidak masalah ayah kami bisa melawannya," ucap Wang Ang.
"Tunggu sebentar, kamu hanya mengatakan jika kamu menang kami akan mengikuti perkataanmu, tapi bagaimana jika kami yang menang apa yang akan kamu jadikan taruhan," ucap Hu Ang.
"Aku akan memberikan seratus keping emas yang ada di cincin penyimpanan ku jika kelima anak kalian bisa mengalahkan ku, tapi pertarungan yang aku inginkan adalah pertarungan hidup dan mati," sahut Lue Ang.
"Pertarungan hidup dan mati aku tidak keberatan anak anak ku melakukannya tapi apa kamu benar-benar memiliki seratus keping emas itu," ucap Sun meremehkan Lue Ang.
Sejak dulu Sun menjadikan uang adalah Dewa, jika anak-anaknya mati itu tidak masalah asal ada satu saja anaknya yang berhasil mengalahkan Lue Ang demi seratus keping emas.
"Atas nama Dewa aku bersumpah di dalam cincin penyimpanan ku ada seratus lima puluh keping emas bahkan lebih," ucap Lue Ang.
"Tapi jika kalian tidak percaya anggap saja aku tidak pernah mengatakan apapun," sambung Lue Ang.
"Hahahahaha, baiklah kami setuju, pertarungan akan dilakukan besok, bersiaplah untuk mati dan segera serahkan keping emas yang kamu miliki itu," ucap Hu Ang.
"Akan kami anggap kamu sebagai tamu jadi kamu bisa menepati kamar bagian Selatan yang lebih besar dari kamarmu," sambung Hu Ang.
"Terserah, karena di manapun aku tidur malam ini pertarungan besok tetap aku yang akan memenangkannya," ucap Lue Ang sambil berjalan pergi.
Hu Ang menyunggingkan bibirnya dan meminta semua anaknya segera mengikutinya, Hu Ang walau melihat dengan jelas tingkat pelatihan Lue Ang tidak seberapa tetap saja dirinya memiliki perasaan buruk.
Hu Ang ingin memperingatkan kelima anaknya untuk berhati-hati agar tidak kalah apalagi sampai mati di tangan Lue Ang si sampah.