NovelToon NovelToon
MEKANIK DARI LEMBAH BESI

MEKANIK DARI LEMBAH BESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: T28J

(𝙎𝙚𝙢𝙪𝙖 𝙜𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙙𝙞𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙪𝙖𝙩𝙖𝙣 𝘼𝙄)
𝙂𝙖𝙢𝙗𝙖𝙧 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙚𝙢𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙢𝙖𝙞𝙣𝙖𝙣 𝙏𝘾𝙂 𝙪𝙣𝙞𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧-𝙗𝙚𝙣𝙖𝙧 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣. 𝙄𝙠𝙪𝙩𝙞 𝙩𝙚𝙧𝙪𝙨 𝙥𝙚𝙩𝙪𝙖𝙡𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙙𝙪𝙣𝙞𝙖 𝙑𝙖𝙡𝙩𝙝𝙚𝙧𝙞𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙧𝙩𝙪-𝙣𝙮𝙖.

⚙⚙⚙

Mengisahkan tentang seorang mekanik muda bernama Arven yang ditakdirkan untuk menjadi Host Titan Gear bernama Astraeus. Kisah masa lalu dan masa kini akan terkompresi menjadi satu dalam mengungkap kehancuran peradaban Astreya. Unsur Action, Misteri, Politik, Perang Kerajaan akan menjadi fokus cerita ini.

Mari bergabung bersama Arven dalam petualangannya di dunia Valtheria.

—T28J

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T28J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BRAKENFORD ARC 10 - WASIAT MESIN

...Mesin itu tidak hanya hidup, ia mengingat, dan kini…...

......ia mewariskan....

...⚙⚙⚙...

Suara mekanisme halus mulai terdengar. Seperti ratusan roda gigi kecil yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya.

KLIK... KLIK... KLIK...

Tak lama kemudian, dari arah inti energi terdengar suara berat yang berasal dari dalam logam.

“...System ...Initiating”

Liora langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.

“Titan itu... berbicara?!”

Suara itu terdengar tidak sempurna, terputus-putus di sana sini, persis seperti sistem kuno yang baru saja dihidupkan kembali setelah sekian lama mati.

“Structural... Integrity : 35%”

“Energy Source... Core Unstable...”

“Core... Power : 36%”

Arven menelan ludah perlahan. Ia melangkah mendekat menuju tempat Proto Heart melayang.

“Astraeus...”

Nama itu terasa asing saat pertama kali diucapkan, namun di saat yang sama terasa sangat tepat. Seolah nama itu memang sudah melekat pada mesin ini sejak awal penciptaannya.

“Aku Arven.”

Beberapa detik berlalu dalam keheningan. Cahaya di dalam bola energi itu berkedip sekali.

“Arven... Valen.”

Bersamaan dengan ucapan itu, inti energi berdenyut kuat sekali. Garis-garis cahaya tipis menyebar ke segala arah, bergerak menuruni dinding hingga menyentuh lantai, lalu berhenti tepat di bawah kaki Arven. Seolah Astraeus sedang memindai dan mengenali sosok yang ada di hadapannya.

Tak lama kemudian suara sistem itu terdengar kembali.

“Identifying... User...”

“Soul Compatibility... Confirmed.”

Liora berbisik dari belakang dengan nada yang tegang. “Dia menyebut namamu...”

Arven tidak menoleh. Ia kembali berbicara dengan suara yang tenang dan jelas.

“Ayahku... Eldric.”

“Kau mengenalnya?”

Ruangan itu seketika menjadi sunyi kembali. Lalu satu per satu panel-panel di dinding menyala, menampilkan simbol-simbol kuno yang tersembunyi di balik permukaan logamnya.

“...Data... Located...”

“...Eldric...”

“...System Repair... Recorded...”

Liora menatap Arven.

“Jadi ayahmu memang pernah mengaktifkan Titan ini.”

Namun tiba-tiba, seluruh cahaya di ruangan itu mulai meredup. Suara sistem pun kembali melemah hingga nyaris tak terdengar.

“...Insufficient Energy...”

“...Active Mode... Restricted...”

Cahaya yang tadinya terang kembali menyusut perlahan, seolah mesin raksasa ini akan segera kembali terlelap seperti bertahun-tahun sebelumnya.

Arven menghela napas panjang. “Astraeus rusak lebih parah dari yang kukira.” Ia menunjuk ke arah kabel-kabel energi yang permukaannya terlihat retak dan mengelupas.

“Saluran energinya retak… lihat ini,” Arven mengetuk pipa biru yang berkedip lemah.“Sebagian besar sistemnya mati.” Ia mengangkat wajahnya ke arah inti. “Dan jantungnya hampir kehabisan napas.”

Sudut bibir Arven terangkat sedikit membentuk senyum tipis. “Jadi kita memperbaikinya.”

Liora tertawa kecil mendengar jawaban itu. “Kita?”

Arven menunjuk dirinya sendiri. “Aku mekanik.” Lalu tangannya bergerak menunjuk ke arah Liora. “Kau pemburu yang sudah terbiasa menjelajahi hutan dan tempat berbahaya.”

Liora menyipitkan matanya. “Apa hubungannya kedua hal itu?”

Arven mengalihkan pandangannya kembali menatap Proto Heart yang masih berdenyut pelan. “Kalau kita ingin memperbaiki Titan ini dengan sempurna... kita akan membutuhkan bahan-bahan yang tidak bisa ditemukan di sini saja. Bahan dari puncak gunung yang tinggi. Dari sisa-sisa bangunan zaman kuno yang sudah lama terlupakan. Dan mungkin... kita juga harus mengambilnya dari tempat-tempat yang dijaga oleh makhluk buas.”

Liora tersenyum tipis, kali ini tatapannya terlihat lebih bersemangat. “Nah, ini baru terdengar seperti sebuah petualangan yang sesungguhnya.”

Arven mulai bergerak menyusuri lorong-lorong di dalam tubuh Astraeus, memeriksa setiap bagian yang bisa ia jangkau. Semakin jauh mereka masuk, semakin jelas terlihat bahwa ini bukan sekadar mesin biasa yang dibuat untuk pekerjaan kasar.

Struktur sendi raksasa yang bentuknya sempurna.

Roda gigi yang berlapis-lapis dengan ketepatan yang luar biasa. Tabung-tabung besar yang dulunya menjadi saluran energi utama. Namun sayangnya, hampir seluruh bagian itu kini rusak parah.

Arven berhenti di depan salah satu bagian lapisan pelindung tubuh. Ia menyentuh goresan panjang yang membelah permukaan logam yang seharusnya sangat kuat itu. “Ini bukan kerusakan yang muncul hanya karena usia pemakaian.”

Liora mendekat dan ikut memperhatikan bekas luka itu. “Lalu apa penyebabnya?”

Arven menjawab dengan suara yang rendah dan berat. “Ini bekas dari serangan.”

“Serangan apa yang bisa merusak bahan sekuat ini?” tanya Liora heran.

Arven masih menatap goresan-goresan itu. “Serangan dari Titan lain... atau dari makhluk yang kekuatannya setara dengan mereka.”

Suasana di lorong itu seketika terasa lebih sunyi. Perlahan Liora mulai menyadari makna dari semua yang mereka lihat ini.

Astraeus...

Ternyata pernah ikut bertempur dalam peperangan besar yang terjadi berabad-abad yang lalu, yang hanya diceritakan dalam buku-buku sejarah kuno.

Namun ada satu hal lain yang membuat Arven semakin bingung. Ia bergerak menuju bagian pusat kendali, lalu mengerutkan keningnya. “Aneh...”

“Apa itu?” tanya Liora.

Arven menggerakkan tangannya menyapu sekeliling ruangan. “Tidak ada tuas ataupun panel kontrol disini. Jadi dimana kokpitnya?”

Liora berkedip bingung. “Bukankah semua Titan selalu memiliki ruangan khusus untuk pengemudinya?”

Arven mengangguk. “Itu yang tertulis di semua catatan dan buku yang pernah kubaca.”

“Tapi di sini... tidak ada ruangan seperti itu sama sekali.”

Liora menelan ludah perlahan. “Kalau begitu... siapa yang mengendalikan mesin raksasa ini saat berperang dulu?”

Arven menjawab dengan suara yang nyaris berbisik. “Apa mungkin... Astraeus bergerak dengan kehendaknya sendiri.”

Liora langsung menoleh menatapnya. “Kau serius kan, Arven?”

Arven tidak membalas ucapan itu. Pandangannya masih terpaku pada bola energi di tengah ruangan, mengikuti irama cahaya yang naik turun secara teratur.

DUM... DUM...

Di tangannya, Titan Wrench ikut bergetar mengikuti irama yang sama. Tidak kuat, tapi getarannya jelas terasa.

Liora mengembuskan napas pelan, lalu mengalihkan pandangannya berusaha mencari hal lain yang lebih masuk akal untuk dipikirkan.

Dan saat itulah matanya menangkap sesuatu yang aneh. “...tunggu dulu.”

Arven masih diam di tempat.

Liora menyipitkan matanya, memastikan apa yang ia lihat bukan hanya bayangan semata.

Di ujung lorong yang agak gelap, terselip di antara jaringan kabel energi yang berdenyut samar, tergantung sebuah benda.

Sebuah buku.

Tampak sudah sangat tua, sampulnya diikat dengan pengunci logam yang sebagian sudah berkarat, namun benda itu masih terawat dengan baik seolah memang sengaja diletakkan dan disimpan di tempat itu sejak lama.

Liora menoleh cepat ke arah Arven. “Arven... lihat itu?”

Arven mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk. Seketika matanya melebar. “...itu...”

Ia bahkan tidak perlu mendekat untuk mengenali bentuk dan ciri khas benda itu. Itu buku catatan yang biasa digunakan oleh ayahnya untuk mencatat segala hal tentang mesin dan penemuan.

Tanpa berpikir dua kali, Arven bergerak cepat mendekat. Tangannya menjangkau dan mengambil buku itu dengan hati-hati, seolah benda itu bisa hancur seketika jika disentuh dengan kasar.

Liora memperhatikan dari belakang. “Kau terlihat seperti baru saja menemukan harta karun yang paling berharga.”

Arven tidak menjawab. Tangan kirinya sudah membuka ikatan pengunci, lalu mulai membuka halaman demi halaman. Tetapi semuanya kosong. Hanya satu halaman terakhir yang berisi tulisan. Bentuk tulisan tangan yang Arven kenali dengan sangat baik.

Tangannya berhenti bergerak. Untuk sesaat ia hanya diam, seolah takut untuk membaca apa yang tertulis di sana. “...ini tulisan tangan Ayah.”

Suaranya terdengar lebih pelan dan lebih berat dari biasanya.

Liora mendekatkan diri sedikit lagi, berusaha melihat tulisan di atas kertas itu. “Apa yang tertulis di dalamnya?”

Arven menarik napas panjang dan perlahan untuk menenangkan diri. Lalu ia mulai membaca setiap kata yang tertulis di sana.

...---📖---...

...Jika kau membaca ini berarti kau sudah masuk terlalu dalam......

......dan itu artinya aku gagal menghentikanmu....

...Astraeus bukan mesin tambang, dia bukan alat....

...Dan dia... bukan sesuatu yang seharusnya ditemukan oleh desa ini....

...Yang kau lihat di dalam bukan sekadar inti energi....

...Itu Proto Heart....

...Dan itu bukan dibuat, ia dipecah......

......dari sesuatu yang pernah hidup....

...Astrevan berhasil mendapatkannya beberapa puluh tahun yang lalu....

...Rusak. Sunyi. Namun… masih ‘hidup’...

...Dan saat aku mencoba memperbaikinya…...

...…dia mulai merespons....

...Dia tidak memilihku. Dia menolak....

...Namun... dia menunggumu....

...Aku tidak tahu kenapa. Aku tidak tahu bagaimana....

...Tapi setiap kali sistemnya mencoba aktif… nama yang muncul bukan milikku......

......itu milikmu....

...Jika kau sampai di sini, dengarkan baik-baik....

...Kenangan di dalamnya… bukan hanya miliknya....

...Proto Heart menyimpan lebih dari sekadar energi....

...Ia menyimpan ‘sisa’ dari masa lalu....

...Dan sesuatu di dalam sana… masih sadar....

...Jika dia memilihmu…...

...…kau tidak hanya akan mengendalikan Astraeus....

...Kau akan menjadi bagian darinya....

...Dan jika suatu hari kau harus berpihak…...

...pilihlah untuk melindungi Astraeus......

......pilihlah untuk menjaga Valtheria......

......walau seluruh dunia memusuhimu....

...---📖---...

DUM... DUM... DUM...

Cahaya yang keluar dari Proto Heart berdenyut dengan irama yang terasa lebih dalam dari sebelumnya. Ini bukan sekadar pancaran cahaya biasa. Ada tekanan yang terasa menyentuh seluruh tubuh.

Arven masih berdiri di tempat, buku catatan itu tetap terbuka di tangannya. Setiap kata yang ia baca masih terngiang jelas di kepalanya, seolah sudah melekat kuat dan tak akan hilang begitu saja.

Liora menyipitkan matanya memperhatikan perubahan raut wajah temannya itu. “Arven… kau kelihatan seperti baru saja dikutuk.”

Arven mengembuskan napas panjang perlahan. “…mungkin memang begitu.” Ia melipat lembaran demi lembaran, lalu menutup buku itu dengan hati-hati.

BLINK...

Lampu-lampu yang berjejer di sepanjang dinding tiba-tiba berkedip dengan cepat. Sekali, dua kali, lalu ritmenya meningkat liar hingga seluruh ruang inti bermandikan cahaya biru yang tidak stabil. Dengungan mesin Astraeus yang tadinya rendah berubah nada menjadi desisan tajam yang tegang, menggetarkan plat logam di bawah kaki mereka.

Liora langsung menegakkan tubuhnya, siaga. “Oi... itu bukan bagian dari ‘momen haru’, kan?”

Arven mengerutkan dahi. Ia menoleh ke segala arah, mengamati setiap perubahan yang terjadi di sekeliling mereka, “…bukan.”

Suara berat yang berasal dari dalam inti energi kembali terdengar.

“...Scanning Environment...”

Arven langsung berdiri tegak, seluruh perhatiannya terpusat.

“Ada apa?”

Beberapa detik berlalu. Hanya terdengar suara sistem yang sedang bekerja, ditambah detak jantung mereka sendiri yang kini bergerak lebih cepat dari biasanya.

“Movement Detected...”

Liora tidak menunggu penjelasan lebih lanjut. Tangannya bergerak ke belakang, meraih busurnya dalam satu gerakan yang cepat dan terlatih.

“Di mana?”

Suara sistem itu menjawab dengan nada datar dan tetap sama.

“Location : Hutan Utara.”

Arven seketika terdiam. Matanya menjadi tajam, penuh perhatian.

“…makhluk apa?”

Hening sesaat. Seolah sistem itu sedang memeriksa ulang data yang diterimanya untuk memastikan keakuratannya.

“Size : Large.”

“Biological Energy : Unstable.”

“Threat : High.”

Liora mengembuskan napas pendek, “aku benci kalau tebakan burukku ternyata benar.”

Arven sama sekali tidak menoleh ke arahnya. Seluruh pikiran dan pandangannya kini terfokus pada satu tujuan saja.

DUM... DUM...

Proto Heart kembali berdenyut dengan kekuatan yang lebih besar. Seolah benda itu pun ikut menyadari bahaya yang sedang mendekat.

Arven mengepalkan tangannya erat-erat, “…kita tidak punya banyak waktu.”

Sudut bibir Liora terangkat membentuk senyum tipis. Akhirnya sikapnya kembali seperti biasanya, penuh semangat dan percaya diri. “Bagus,” katanya dengan nada santai, meski sorot matanya tetap waspada. “Aku sudah mulai bosan cuma berdiri diam dan memandangi mesin saja.”

Arven memastikan buku itu sudah tertutup rapat, lalu menyelipkannya dengan aman di dalam saku jaketnya. “Kalau arahnya menuju desa…” katanya pelan, “…kita harus sampai di sana lebih dulu.”

Liora sudah setengah berbalik badan, siap bergerak kapan saja.

Sebelum pergi, Arven melirik sekali lagi ke arah bola cahaya yang masih berdenyut teratur itu.

“Aku akan kembali,” bisiknya pelan. Lalu ia pun berbalik. “Sekarang tugas kita melindungi Brakenford dulu.”

Di luar tubuh raksasa Astraeus, jauh di balik kegelapan yang menyelimuti hutan itu, sesuatu yang berukuran besar sedang melangkah maju. Dan perlahan namun pasti, arah langkahnya mengarah tepat ke tempat tinggal mereka, Desa Brakenford.

...⚙⚙⚙...

A/N : jika kalian suka dengan cerita ini, like, vote, dan support author dengan mengirimi hadiah ya...

—T28J

1
pujakesuma
seru bangettt💪
Mystic Novel
banyak bagian fiksi ilmiah yang sangat ditonjolkan, mantap sig
Raihan
bagus cerita kak


bantu support juga ya Novel ku baca 😄😄
Alia Chans
lanjut👈
Almeera
hadir kak 🌹🌹
Mystic Novel
nah seperti ini, mungkin bisa di konvert ke kata yang lebih sederhana dan bukan puitis, soalnya ini genre fantasi...

tapi cerita dan dunianya bagus kok, terus semangat ya
Mystic Novel
Thor, karena ini cerita fantasi, narasinya kalau bisa lebih sedikit di sederhanakan, karena pembaca susah nebak suasana dan dunianya.
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
seram kalo bisikan
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
wow bagusnya
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
memasuki sepatu sambil lari 🤔
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
yah serius lah /Facepalm/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
keren ini /Good/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
mantap ada transformers /Good/
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
wah nasibnya gimana?
⋆.ꂵꂑꀗꈼꐞ Jr✮
titan yang ada "attack on titan"
Oto,'Pemuja Hati'
Jadi keingat dengan dunia game dengan menggunakan sistem kartu.. m😌
Oto,'Pemuja Hati'
Aku masih terkagum-kagum dengan gambarnya.. m🥹 Terlalu konsisten.. m🥰
SANG
Oke Thor💪👍 tetap semangat ya💪👍
SANG
Jempol untukmu dek👍👍👍👍👍👍👍
SANG
Bunga untukmu thor/Rose//Rose//Rose//Rose//CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!