NovelToon NovelToon
Terjebak CEO Tampan

Terjebak CEO Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Selama 15 tahun pernikahan dengan Angga, Nayra bahkan tidak pernah bahagia. Meskipun dia sudah memiliki dua orang putri. Sikap kasar Angga tidak pernah hilang, dia sering memarahi Nayra di depan kedua anaknya. Ternyata sikap Angga, bukan hanya membuat Nayra tersiksa, tapi juga anak pertamanya yang mulai beranjak remaja. Nayra sempat berpikir keras untuk pergi dari rumah itu, tapi yang dia pikirkan hanya kedua anaknya, bagaiman masa depannya. Nayra terus bertahan meskipun luka di hatinya semakin besar, rasa cinta untuk Angga kini telah hilang. Saat Nayra terjebak hutang, Angga masih saja menyalahkannya, kini Nayra sudah berada di titik pasrah. Tapi Tuhan maha baik hidup Nayra di tolong oleh Arsen Wiratama, pemilik perusahaan terbesar di kota itu. Arsen menolong Nayra, tapi semua tidak gratis, Nayra harus bersedia meninggalkan Angga dan juga menikah dengannya secara kontrak. Bagaimana kelanjutan pernikahan kontrak mereka.

IG : purpleflower3125
FB : Flower Arsyta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35 : Ke butik

Mobil akhirnya berbelok memasuki gerbang besar mansion. Pintu gerbang terbuka perlahan. Deretan taman yang rapi dan air mancur di tengah halaman menyambut kedatangan mereka. Mobil melaju pelan hingga berhenti tepat di depan pintu utama.

Seorang pelayan segera membuka pintu mobil. Arsen turun lebih dulu. Wajahnya tetap tenang, namun auranya tetap tegas seperti biasa.

Di sisi lain, Nayra ikut turun. Ia masih terlihat sedikit melamun.

“Selamat datang, Tuan… Nyonya,” sapa para pelayan serempak.

Nayra hanya mengangguk pelan. Dari dalam mobil, Alea langsung meloncat turun dengan semangat.

“Akhirnya sampai!” serunya riang sambil berlari kecil masuk ke dalam rumah.

Nayra tersenyum tipis melihat tingkahnya. Namun begitu langkahnya memasuki ruang utama mansion, Begitu langkah Nayra memasuki ruang utama mansion, suasana langsung terasa berbeda.

Di ruang tamu, Bu Ambar sudah duduk di sofa dengan wajah terlihat kesal. Tangannya melipat di dada, tatapannya tajam ke depan.

Arsen yang melihat itu langsung menatap ibunya. “Mom... kenapa cemberut seperti itu?” tanyanya tenang sambil duduk di sofa seberangnya.

Di samping, Kakek Sanjaya duduk santai. Alea langsung menghampiri dan duduk di dekatnya. Sementara Nayra duduk di samping Arsen, masih terdiam.

“Teman Mommy tidak jadi jemput,” jawab Bu Ambar dengan nada kesal. “Papi masih meeting di kantor.”

Arsen mengangguk kecil. “Memangnya Mommy mau pergi ke mana?”

“Ke butik Tante Sarah,” jawab Bu Ambar singkat.

Bu ambar terlihat jelas sedang berpikir sesuatu. Tatapannya perlahan beralih ke arah Arsen.

“Kamu antar Mommy ya, Sen,” ucapnya tiba-tiba.

Arsen sedikit mengangkat alis. “Sekarang?”

“Iya.”

Arsen terdiam sejenak, lalu menoleh ke arah Nayra. “Kamu ikut, ya?”

Belum sempat Nayra menjawab...

“Tidak perlu,” potong Bu Ambar cepat. “Mommy lumayan lama disana, nanti Nayra jenuh.” Nada suaranya jelas tidak menginginkan Nayra ikut.

Arsen langsung menatap ibunya. Tatapannya datar, tapi tegas. “Aku tidak akan pergi kalau Nayra tidak ikut,” ucapnya tanpa ragu.

DEG

Suasana langsung berubah. Bu Ambar menatap Arsen, jelas tidak suka.

“Kamu ini…” gumamnya kesal.

Namun Arsen tetap diam. Keputusannya tidak berubah. Beberapa detik Bu Ambar berpikir, "kalau Nayra ikut, lumayan lah... bisa bantu aku bawa belanjaan," pikirnya.

Akhirnya, Bu Ambar menghela napas panjang. “Ya sudah,” ucapnya ketus. “Dia boleh ikut.”

Nayra sedikit terkejut. Ia menoleh ke Arsen, lalu mengangguk kecil. Namun sebelum mereka berdiri...

“Kalau Nayra ikut, Alea tidak usah ikut,” lanjut Bu Ambar.

Alea yang mendengar itu langsung menoleh. “Yahh... Oma.”

Wajahnya langsung berubah sedikit kecewa. Namun tiba-tiba, Kakek Sanjaya tertawa kecil.

“Sudah… Alea sama eyang saja di rumah,” ucapnya hangat. “Eyang juga kesepian”

Alea menatap Kakek Sanjaya, lalu tersenyum lebar. “Iyaaa! Alea temenin Opa!” jawabnya semangat.

Nayra tersenyum lega melihat itu. Ia mengelus kepala Alea lembut. “Jangan nakal ya, nurut sama Eyang,” pesannya.

Alea mengangguk cepat. “Siap, Mama!”

Akhirnya Arsen berdiri, diikuti Nayra dan Bu Ambar. Mereka bertiga berjalan keluar mansion. Tak lama kemudian, mobil kembali melaju.

Menuju butik milik Tante Sarah. Sementara di dalam mansion. Tawa kecil Alea mulai terdengar bersama Kakek Sanjaya.

Mobil melaju keluar dari gerbang mansion dengan tenang. Di dalam mobil, suasana terasa hening sesaat.

Arsen duduk di kursi depan sebagai pengemudi, fokus menatap jalan. Di sampingnya, Nayra hanya diam, matanya mengikuti pemandangan di luar jendela.

Sementara di kursi belakang, Bu Ambar menyandarkan tubuhnya dengan anggun.

“Tumben Arsen mau antar Mommy,” ucapnya tiba-tiba, memecah keheningan.

“Iya, mau lah. Kebetulan aku lagi free,” jawab Arsen singkat tanpa mengalihkan pandangan dari jalan.

“Syukurlah kalau begitu,” balas Bu Ambar.

Nayra tetap diam. Tangannya bertumpu di pangkuan. Ia tidak ikut masuk dalam percakapan.

Beberapa detik berlalu. Lalu...

“Nayra,” panggil Arsen pelan.

Nayra menoleh. “Iya?”

“Kalau kamu mau, nanti kamu bisa beli pakaian yang kamu suka di sana,” ucapnya tenang. “Pakaian di Butik Tante Sarah itu bagus-bagus. Kamu pasti suka.”

Nayra sedikit terkejut, namun belum sempat menjawab. “Mana mungkin dia suka,” potong Bu Ambar dingin. “Selera dia saja seperti pakaian yang dia pakai sekarang… kampungan.”

DEG

Ucapan itu jatuh begitu saja. Tajam. Menyakitkan. Nayra langsung terdiam. Tangannya sedikit mengepal tanpa sadar.

Namun sebelum suasana semakin tenggelam...

CIIITTT!

Mobil tiba-tiba berhenti di pinggir jalan, mendadak.

Bu Ambar sedikit tersentak. “Arsen? Kenapa berhenti?”

Perlahan, Arsen melepas tangannya dari setir. Ia menoleh ke belakang. Tatapannya dingin. “Mommy,” ucapnya pelan, namun penuh tekanan. “Jaga ucapan Mommy.”

Suasana langsung membeku.

“Aku mengantar Mommy,” lanjutnya tegas, “bukan untuk mendengar Mommy merendahkan Nayra.”

Bu Ambar terdiam, wajahnya menegang.

Arsen kembali menatap lurus ke depan, namun suaranya tetap terdengar jelas.

“Aku juga ingin mengajak Nayra berbelanja,” lanjutnya. “Anggap saja kita searah.”

Kalimat itu sederhana, namun maknanya jelas... ia membela Nayra. Di sampingnya, Nayra terdiam. Matanya sedikit melebar, jelas tidak menyangka.

Perlahan, ada rasa hangat yang menjalar di hatinya. Sementara di kursi belakang, Bu Ambar tidak berkata apa-apa. Untuk sesaat Ia memilih diam.

Mobil akhirnya kembali melaju dan berhenti tepat di depan sebuah butik mewah. Bangunannya elegan, dengan kaca besar yang memperlihatkan deretan pakaian eksklusif di dalamnya. Pintu otomatis terbuka saat mereka turun.

Arsen keluar lebih dulu, lalu berjalan memutari mobil dan membuka pintu untuk Nayra.

“Hati-hati,” ucapnya singkat.

Nayra sedikit terkejut dengan perlakuan itu, namun tetap mengangguk kecil.

Di belakang mereka, Bu Ambar turun dengan ekspresi datar, meski matanya sempat menatap tajam ke arah Nayra.

Begitu mereka melangkah masuk...

“Ambar!” sapa seorang wanita dengan suara hangat.

Seorang wanita elegan menghampiri mereka dengan senyum lebar. Dialah Tante Sarah.

“Sudah lama tidak ke sini,” lanjutnya sambil merangkul ringan Bu Ambar.

“Ya, aku baru pulang dari Swiss kemarin,” jawab Bu Ambar.

"Oh, pantas saja," sahut tante Sarah.

Tante Sarah lalu menoleh ke arah Arsen dan tersenyum.

“Arsen… makin tampan saja,” ucapnya basa-basi. "Oh ya, kemarin maaf... tante tidak bisa hadir dia cara pernikahan kamu. Karena tante ada klien dari luar negeri." lanjutnya berusaha menjelaskan.

Arsen hanya mengangguk sopan. “Iya nggak apa-apa tante. Oh ya... Tante gimana kabarnya?”

“Baik,” jawabnya, lalu pandangannya beralih ke Nayra.

Dia menatap Nayra dari atas ke bawah, kemudian tersenyum tipis. “Oh, ini?”

“Ia ini istri saya, tante,” jawab Arsen tenang.

Nayra sedikit menunduk sopan. “Nayra…”

“Cantik,” ucap Tante Sarah singkat, lalu tersenyum lebih lebar. “Masuk, masuk. Lihat-lihat saja dulu.”

Mereka berjalan masuk lebih dalam ke butik. Deretan pakaian terpajang rapi... gaun, setelan, hingga busana kasual dengan desain elegan.

Nayra terlihat sedikit canggung. Tangannya meremas pelan ujung bajunya sendiri.

“Kamu suka yang mana?” tanya Arsen tiba-tiba.

Nayra menoleh. “Aku… hanya ingin lihat-lihat saja.”

Arsen menggeleng pelan. “Coba saja dulu.”

Ia langsung memberi isyarat pada salah satu staf. “Tolong ambilkan beberapa model terbaru. Ukuran dia,” ucapnya tegas.

“Baik, Tuan.”

Beberapa menit kemudian, beberapa gaun dan pakaian sudah dibawa keluar.

Arsen menoleh ke Nayra. “Coba.”

Nayra terdiam. “Arsen… tidak usah…”

“Coba dulu,” potongnya lembut, namun tetap tidak memberi ruang untuk menolak.

Akhirnya Nayra mengangguk. Ia masuk ke ruang ganti.

Sementara itu, Bu Ambar memperhatikan dari kejauhan. Tatapannya jelas tidak suka.

"Arsen terlalu berlebihan memperlakukan wanita itu, nanti yang ada dia makin besar kepala," gumamnya sambil melipat kedua tangannya di dada.

Beberapa saat kemudian, Nayra keluar dengan salah satu gaun sederhana namun elegan. Arsen menatapnya. Untuk sesaat ia diam, lalu...

"Cantik,” ucapnya singkat.

Namun nada suaranya jelas berbeda, ada kejujuran di dalamnya. Tatapannya tidak lepas dari Nayra. Nayra sedikit salah tingkah.

Sementara Bu Ambar langsung memalingkan wajah, jelas kesal. “Cantik dari mananya...” gumamnya pelan.

Namun Arsen seolah tidak mendengar.

“Yang ini juga,” katanya sambil menunjuk beberapa pakaian lain. “Coba semua.”

"Apa... semua?" ucapnya Nayra sedikit terkejut.

Arsen hanya mengangguk. Nayra hanya bisa menurut. Satu per satu ia mencoba pakaian. Dan setiap kali keluar, Arsen selalu memperhatikan. Seperti benar-benar memilih yang terbaik untuknya. Waktu berlalu, beberapa pakaian sudah dipilih.

Tiba-tiba...

TRING!

Ponsel Arsen berdering.

Ia melirik layar, nama yang tertera membuat tatapannya sedikit berubah.

Daddy...

Arsen mengangkat panggilan itu.

“Halo, Dad.”

Suasana di sekitarnya langsung terasa lebih serius.

“Iya, Dad... oh baik. Aku sekarang kesana," jawabnya terburu-buru.

1
Arditya
Buku ini bagus ceritanya. Authornya mendalami banget ya sama cerita ini. lanjut thor sampai ratusan bab.
Vhiie Chavtry
suka banget, ada gambar visualnya di babnya... semangat Thoor😍
Vhiie Chavtry
aku suka banget sama Alea...hheee

semangat, lanjut thoor😄👍
Vhiie Chavtry
Ceritanya sangat menarik, dan relate... semangat author. recommended bangt sih😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!