NovelToon NovelToon
In Umbra Penitentiae

In Umbra Penitentiae

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:835
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Kehadiran seorang anak kecil berusia tujuh tahun seharusnya membawa kebahagiaan. Namun tidak bagi keluarga itu. Kedatangannya sebagai anak yang tak pernah diharapkan perlahan menghancurkan keharmonisan yang selama ini terlihat sempurna. Sejak kecil ia tumbuh di tengah tatapan benci, kasih sayang yang setengah hati, dan kehidupan yang seolah tak pernah berpihak padanya.

Semakin dewasa, ia mencoba mencari tempat untuk pulang—melalui mimpi, cita-cita, dan cinta yang diyakininya mampu memperbaiki semuanya. Tetapi hidup kembali mempermainkannya. Harapan yang ia bangun perlahan runtuh, meninggalkan penyesalan, luka, dan kenyataan bahwa tidak semua orang ditakdirkan untuk mendapatkan akhir bahagia.

Di balik semua itu, ia hanya ingin satu hal sederhana: diterima sebagai manusia, bukan kesalahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11 Mimpi Kecil Bernama Swiss

Siang itu Ana sedang duduk di ruang kelas XII IPA sambil berbicara dengan wali kelas Dylan.

Ruangan kelas terasa cukup tenang karena sebagian besar murid sudah pulang lebih dulu. Di meja depan, Miss Tini sedang menjelaskan berbagai hal tentang olimpiade kimia yang akan diikuti Dylan beberapa minggu lagi.

“Dylan termasuk salah satu peserta terbaik tahun ini, Bu Ana,” jelas Miss Tini sambil menyerahkan beberapa lembar berkas. “Kalau hasil seleksi nasionalnya bagus, kemungkinan besar Dylan bakal dikirim ke luar negeri.”

Ana langsung tersenyum bangga.

“Wah… serius, Miss?”

“Iya.” Miss Tini ikut tersenyum. “Makanya beberapa prosedur dan persiapan mulai disiapkan dari sekarang.”

Ana mendengarkan semua penjelasan itu dengan sangat serius. Sesekali wanita itu mengangguk sambil bertanya tentang jadwal latihan tambahan dan keberangkatan lomba nanti.

Bagi Ana… melihat Dylan bisa sekolah dengan baik saja sudah lebih dari cukup.

Namun ternyata putranya tumbuh jauh lebih hebat dari yang ia bayangkan.

Setelah semuanya selesai, Ana berdiri sambil menundukkan kepala sopan.

“Terima kasih banyak ya, Miss.”

“Sama-sama. Dylan anak yang pintar, Bu.”

Ana tersenyum hangat sebelum keluar kelas.

Di luar, Dylan sudah berdiri sambil memainkan ponselnya. Begitu melihat Ana keluar, wajahnya langsung berubah penasaran.

“Gimana, Mima? Aman?” tanya Dylan cepat.

Ana langsung mengacak rambut putranya gemas.

“Aman dong. Keren anak Mima satu ini.”

“Mimaa…” Dylan langsung protes sambil merapikan rambutnya. “Jangan diacak dong rambutnya.”

Ana malah tertawa makin gemas.

“Malu tau banyak yang liatin,” gerutu Dylan pelan yang justru membuat Ana makin terkekeh.

Mereka akhirnya keluar sekolah lalu memberhentikan sebuah taksi untuk menjemput Sabine di sekolahnya yang berbeda.

Perjalanan tidak terlalu jauh. Setelah sampai, Ana dan Dylan langsung turun lalu berjalan menuju gerbang sekolah Sabine.

Di sana gadis kecil itu sedang mengobrol santai dengan bapak satpam sekolah sambil duduk di kursi depan pos keamanan.

“Hai sayang, maaf lama,” ucap Ana lembut.

Sabine langsung berdiri sambil cemberut kecil.

“Lama banget…”

Dylan langsung terkekeh.

“Drama queen.”

Sabine melotot tajam.

“Udah ayo.” Ana menahan tawa kecil.

“Aku lapar,” rengek Sabine sambil memegang perutnya. “Kita makan dulu ya.”

Mereka pun berjalan menuju restoran Asia yang berada tepat di depan sekolah Sabine. Tempat itu memang salah satu restoran favorit Ana karena menjual makanan pedas yang sangat ia sukai.

Sudah lama Ana tidak benar-benar menikmati makanan pedas tanpa rasa takut seperti dulu.

Setelah memesan makanan, mereka mulai mengobrol santai di meja makan.

“Jadi Abang bakal ke luar negeri buat lomba kimia itu?” tanya Sabine penasaran sambil meminum jusnya.

Dylan langsung menyender bangga di kursinya.

“Iya dong.”

Laki-laki itu tersenyum tengil.

“First time nih di keluarga kita ada yang ke luar negeri. Dan itu Abang orangnya.”

“Ihhh sombong!” Sabine langsung manyun tidak terima. “Nanti kalau aku udah besar aku juga bakal keluar negeri.”

Gadis itu lalu menoleh pada Ana dengan mata berbinar.

“Kita ke Swiss ya, Mima?”

Ana sedikit terdiam sebelum tersenyum kecil.

Sabine melanjutkan semangat,

“Kita main ice skating berdua aja tanpa Abang. Blek.”

“Enak aja!” Dylan langsung tidak setuju. “Kalau kalian diculik gimana? Siapa yang bela kalian? Apalagi kalian cewek.”

Sabine menjulurkan lidah mengejek.

“Pede banget.”

Ana hanya tertawa kecil melihat pertengkaran mereka.

Namun beberapa detik kemudian Dylan kembali bicara sambil mengambil dimsum dan meletakkannya ke piring Ana serta Sabine.

“Tenang, Mi.” Suaranya lebih lembut kali ini. “Nanti kalau Abang udah kerja, kita pindah ke Swiss yang Mima pengenin dari dulu. Ya kan?”

Ana menatap putranya beberapa detik sebelum tersenyum hangat.

“Wah…” wanita itu tertawa kecil. “Mima jadi nggak sabar deh.”

Sabine yang sedari tadi penasaran langsung bertanya,

“Emangnya bagus ya, Mi, Swiss itu? Sampai Mima nabung pengen ke sana.”

Ana menatap gelas tehnya sebentar sebelum menjawab pelan,

“Bagus banget.”

Tatapannya terlihat jauh untuk sesaat.

“Tempatnya tenang… nyaman… banyak salju.”

Senyum kecil muncul di bibir Ana.

“Dulu Mima nabung buat ke sana. Sayang banget waktu itu uangnya nggak cukup.”

Ana tertawa kecil seolah menganggap itu hanya cerita biasa.

Namun Dylan langsung menggeleng sambil berkata santai,

“Emang mahal sih, Mi. Abang udah cek.”

“Pajaknya juga mahal kalau tinggal di sana.”

Laki-laki itu lalu tersenyum kecil pada Ana.

“Tunggu Ade lulus dulu ya, Mi. Baru kita pindah.”

Dan Ana hanya membalas dengan senyum lembut penuh rasa sayang.

Tanpa mereka sadari…

Di meja tidak jauh dari sana, seseorang duduk diam sambil mendengarkan seluruh percakapan itu.

Damar Ragnala Raespati.

Pria itu menundukkan kepalanya pelan.

Dadanya terasa semakin sesak saat mendengar satu fakta sederhana.

Ternyata selama ini…

mimpi terbesar kakaknya hanyalah hidup tenang di tempat yang dingin dan damai.

1
Agus Tina
bagus ceritanya ...
wulaniii: makasih kak like dan komen yah 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!