NovelToon NovelToon
Titik Nadir: Menyesal Setelah Kau Buang

Titik Nadir: Menyesal Setelah Kau Buang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fluffy Dream

Tiga tahun lamanya Andini mencurahkan seluruh pengabdiannya sebagai istri saleha, namun ia justru dihempaskan ke titik terendah dalam hidupnya. Ia diusir tanpa membawa uang sepeser pun oleh Reno, suaminya sendiri, yang lebih memilih Siska karena pengakuan kehamilannya. Setelah kenyang menerima hinaan sebagai perempuan mandul yang sekadar menumpang hidup, Andini bersumpah untuk bangkit dari puing-puing kehancurannya.

Saat Andini akhirnya berhasil bertransformasi menjadi sosok wanita karier yang mandiri, elegan, dan sulit digapai, Reno datang kembali sambil merangkak penuh penyesalan. Namun, sebuah map cokelat yang telah disiapkan Andini siap meruntuhkan sisa-sisa kesombongan pria itu. Sebuah rahasia medis yang mencengangkan akhirnya terungkap: Reno sebenarnya mandul, dan anak yang selama ini ia puja-puja hanyalah buah dari pengkhianatan Siska. Inilah saatnya karma instan mulai bekerja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fluffy Dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Bersih-Bersih

Begitu palu sidang diketuk tiga kali oleh Farhan sebagai penanda berakhirnya RUPS Luar Biasa, ketegangan yang sedari tadi menyelimuti ruangan seketika mencair dan berubah riuh. Sejumlah investor asing asal Singapura tampak antusias merangsek maju untuk menjabat tangan Andini. Mereka benar-benar terkesima dengan ketajaman analisis hukum serta strategi bisnis yang baru saja dipaparkan oleh Chief Executive Officer Nadir Label tersebut.

"Luar biasa, Madam Andini. Analisis risk mitigation Anda benar-benar menyelamatkan kami dari jerat hukum lokal. Kami merasa sangat terhormat bisa bermitra dengan Al-Fatih Group dan Anda," ujar salah seorang perwakilan investor dalam bahasa Inggris yang fasih.

Andini membalas jabat tangan itu dengan senyum profesional yang elegan. "Terima kasih, Tuan. Menjamin keamanan modal Anda adalah prioritas utama demi menjaga integritas perusahaan kami."

Di sudut ruangan, Karina tampak sibuk merapikan berkas dengan jemari yang gemetar hebat. Matanya mulai berkaca-kaca menahan malu yang tak terperi. Gelar magister dari Oxford University yang selama ini ia agung-agungkan di hadapan semua orang, hancur berkeping-keping dalam sekejap di hadapan data valid milik Andini.

Tante Sofia hanya bisa terduduk kaku dengan wajah pucat pasi. Rencana yang ia susun rapi untuk menggulingkan keponakannya sendiri justru menjadi bumerang yang menghancurkan reputasinya di mata para pemegang saham internasional.

"Sofia, Karina, ke ruangan saya sekarang," suara bariton Farhan memecah keheningan, terdengar dingin, tegas, dan tak terbantah.

Di ruang kerja pimpinan yang luas dan kedap suara, Farhan duduk di kursi kebesarannya. Andini berdiri tenang di sampingnya dengan wibawa yang terpancar nyata. Sementara itu, Tante Sofia dan Karina berdiri di hadapan mereka layaknya terdakwa yang tengah menanti vonis.

"Farhan, kamu tidak bisa memperlakukan Tante seperti ini! Tante ini adik kandung mendiang ayahmu!" Tante Sofia mencoba memainkan kartu keluarga demi menyelamatkan harga dirinya yang sudah compang-camping.

Farhan menegakkan posisi duduknya, menatap tajam sang tante dengan pandangan yang menusuk. "Justru karena Tante adalah adik almarhum Papa, selama ini saya memilih diam dan bersabar menghadapi segala ucapan tajam Tante, baik di rumah Menteng maupun di meja makan. Saya selalu menjunjung tinggi adab keluarga."

Ia menjeda ucapannya sejenak, lalu mengempaskan sebuah map dokumen hitam ke atas meja kaca hingga menimbulkan bunyi braakk! yang cukup keras.

"Namun, saat Tante mulai berani memanipulasi data korporasi, menghimpun mosi tidak percaya, dan membawa agenda pribadi untuk merusak proyek strategis Al-Fatih Group, di saat itulah Tante bukan lagi keluarga bagi saya. Tante adalah ancaman bagi masa depan perusahaan," tegas Farhan dengan nada rendah namun sarat akan ancaman.

Farhan kemudian melirik Karina yang hanya bisa tertunduk lesu. "Dan untuk Nona Karina... mulai hari ini, kontrak Anda sebagai konsultan independen di Al-Fatih Group resmi diputus secara tidak hormat. Tim legal kami juga tengah memeriksa kemungkinan adanya pembocoran rahasia dagang internal yang Anda lakukan saat menyusun draf mosi bersama Tante Sofia. Jika terbukti, silakan siapkan pengacara Anda minggu depan."

Wajah Karina seketika berubah pias. "Farhan, tolong... saya tidak bermaksud—"

"Keluar dari ruangan saya," potong Farhan tanpa ampun.

Sambil terisak, Karina pun berbalik dan lari meninggalkan ruangan dengan sisa harga diri yang runtuh. Tante Sofia yang merasa sekutunya telah tumbang hanya bisa mendengus geram. Ia melemparkan tatapan benci yang mendalam pada Andini sebelum akhirnya melangkah pergi dengan entakan kaki yang kasar.

Setelah pintu tertutup rapat, suasana kembali tenang. Farhan mengembuskan napas panjang, melepaskan seluruh ketegangan formalitasnya sebagai seorang direktur utama. Ia bangkit, menghampiri Andini, lalu menggenggam kedua belah tangan istrinya dengan erat dan penuh rasa hormat.

"Kamu benar-benar luar biasa, Andini Larasati," bisik Farhan dengan mata berbinar penuh kagum dan cinta. "Aku tidak menyangka kamu diam-diam berhasil mengamankan lima belas persen saham privat itu dari konsorsium."

Andini tersenyum manis sembari menyentuh lembut rahang suaminya. "Seorang istri tidak akan membiarkan suaminya berjuang sendirian di medan perang, Mas. Aku tahu Tante Sofia menggunakan celah hukum korporasi untuk menyerangmu, jadi aku hadapi mereka dengan aturan main yang mereka buat sendiri."

Farhan menarik Andini ke dalam pelukannya yang hangat dan protektif, lalu mengecup lembut puncak hijab sang istri berulang kali. "Terima kasih, Sayang... Terima kasih sudah menjadi benteng dan pelindung terbaik bagi keluarga kita."

Di dalam dekapan suaminya, Andini menatap langit Jakarta yang cerah dari balik jendela kaca besar. Di dalam hati, ia tahu bahwa satu per satu kerikil pengganggu dalam rumah tangganya telah disingkirkan. Kini, jalan di hadapan mereka telah membentang luas dan bersih, siap untuk mereka tapaki bersama buah hati menuju kebahagiaan yang sesungguhnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!