Satu Hari 5 Bab... bantu saya untuk terus berkarya😎😎
Di Kota Xiang, seorang jenius muda bernama Xiao Ba pernah dipuja sebagai harapan terbesar Keluarga Xiao karena memiliki Akar Spiritual Suci Tingkat 9, bakat langka yang bahkan sulit ditemukan dalam seribu tahun. Namun semuanya berubah ketika akar spiritualnya hancur secara misterius, membuatnya jatuh dari langit ke dasar kehinaan dalam semalam.
Dulu dipuji, kini dihina.
Dulu didekati, kini dijauhi.
Bahkan keluarga yang pernah memohon perjodohan dengannya datang untuk memutuskan hubungan sambil mempermalukannya di depan semua orang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DafToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepiting Karang Merah
Setelah pukulan pertama yang membuatnya terpental Kepiting Karang Merah tidak kabur
Predator tidak lari dari wilayahnya sendiri bukan karena ia tidak merasakan bahaya justru sebaliknya ia merasakannya dengan sangat jelas naluri yang telah terasah bertahun-tahun di antara celah-celah tebing ini membisikkan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya bahwa makhluk di hadapannya bukanlah mangsa biasa
Namun naluri predator juga tidak mengizinkannya mundur tanpa perlawanan
Kepiting itu memutar tubuhnya kembali menghadap Xiao Ba mengangkat kedua capitnya dalam posisi bertarung penuh bukan lagi posisi defensif seperti sebelumnya kali ini ia benar-benar serius cangkangnya yang semerah darah berkilat diterpa sinar matahari yang berhasil menembus celah sempit di antara dua tebing besar menciptakan pemandangan yang seharusnya menakutkan bagi siapa pun yang melihatnya
"Bagus sekali," gumam Xiao Ba "Kamu tidak lari itu pertanda baik"
Kepiting itu tidak membuang waktu lebih lama
Capit kanannya menghantam ke depan dengan kecepatan yang mengejutkan untuk ukuran tubuhnya yang sebesar gerobak angin dari gerakan capit itu cukup untuk menerbangkan batu-batu kecil di sekitarnya
Xiao Ba melangkah ke samping dengan ringan membiarkan capit itu lewat tepat di sisi kirinya lalu sebelum kepiting itu sempat menarik capitnya kembali ia mengalirkan energi Qi ke tangan kanannya kali ini menaikkan hingga tujuh puluh persen kekuatannya
Energi keemasan mengalir lebih pekat dari sebelumnya membungkus kepalan tangannya hingga terasa berdenyut dari dalam
DUAAR!
Tinju dan cakar beradu
Satu kali
Dua kali
Tiga kali dan setiap kali permukaan tebing di bawah mereka retak sedikit demi sedikit oleh getaran yang tercipta dari benturan dua kekuatan yang tidak seimbang namun tidak jauh berbeda
Pada benturan ketiga Kepiting Karang Merah terpelanting mundur puluhan meter kali ini lebih jauh dari sebelumnya cairan biru kehijauan mengalir dari sela-sela cangkangnya yang retak di beberapa bagian menitik ke batu karang seperti embun aneh yang tidak semestinya ada
Namun ia masih tidak jatuh
Masih berdiri dengan keempat kakinya masih mengangkat capitnya yang kini sedikit bengkok di ujungnya matanya yang menonjol tetap menatap Xiao Ba tanpa tanda-tanda menyerah
"Bagus sekali," kata Xiao Ba dengan nada yang terdengar tulus "Sekarang alamku sudah naik ke Pengumpulan Qi Tingkat 5 Menengah"
Ia bisa merasakan dengan jelas peningkatan itu bukan ledakan besar seperti pertama kali ia menembus batas melainkan peningkatan yang lebih halus namun lebih kokoh seperti fondasi yang dipadatkan berlapis-lapis
Xiao Ba menatap Kepiting Karang Merah yang masih tegak berdiri di hadapannya
"Satu kali lagi," gumamnya lebih kepada dirinya sendiri "Kali ini dengan seratus persen"
Ia tidak menunggu lawan menyerang duluan
Kaki kirinya menolak permukaan tebing tubuhnya melesat maju tangan kanannya bergerak ke belakang energi emas mengalir deras kali ini jauh lebih terang dari sebelumnya membungkus kepalannya hingga terlihat seperti batu permata yang menyala dari dalam
Kepiting Karang Merah melihat ancaman yang datang instingnya memaksanya bereaksi ia mengangkat kedua capitnya sekaligus memasang seluruh kekuatan fisiknya sebagai tembok pertahanan terakhir
DUAAR!
Ledakan itu bukan sekadar suara gelombang udara yang tercipta dari benturan itu menerbangkan serpihan batu karang ke segala arah dalam radius puluhan meter bahkan beberapa burung laut yang sedang bertengger di puncak tebing di atas mereka terbang panik bersama-sama seolah ada badai tiba-tiba
Kedua capit Kepiting Karang Merah hancur seketika oleh ledakan dari seratus persen kekuatan tinju Xiao Ba tubuh besarnya yang semerah darah itu terpental ke tepi tebing seolah sejenak tidak ada gaya gavitasi yang mengikatnya sebelum akhirnya jatuh ke laut di bawah sana dengan suara percikan yang keras
Tidak ada sisa pertarungan lagi
Xiao Ba menarik tinjunya kembali mengembuskan napas panjang
"Huft," Ia menatap telapak tangannya sejenak merasakan sedikit keletihan yang mulai menggerogoti bagian terdalam energinya "Sepertinya aku harus mulai memperkuat fisik tubuhku kalau terus mengandalkan energi Qi di pusat energi saja saat harus bertarung melawan lebih dari dua lawan sekaligus energiku pasti akan terkuras habis jauh lebih cepat"
Ia mencatat hal itu dalam benaknya lalu berbalik melanjutkan perjalanannya masuk lebih dalam ke kawasan tebing
Malam tiba sepenuhnya ketika ia akhirnya menemukan sebuah gua di sisi tebing kelima yang kosong dari penghuni setelah mengusir seekor Buaya Karang tingkat empat yang sebelumnya bersarang di sana di luar gua itu suara ombak yang menghantam kaki tebing terdengar berirama seperti detak jantung bumi itu sendiri
Xiao Ba mengeluarkan beberapa potong daging binatang buas yang sengaja ia ambil dari pertarungan tadi membakarnya di atas api kecil menggunakan batu api yang ia temukan di sudut gua daging binatang buas mengandung sedikit energi spiritual yang terserap dari alam selama bertahun-tahun mereka hidup di kawasan tebing ini bukan sumber kultivasi yang efisien namun jauh lebih lezat dari daging biasa dan sedikit membantu proses pemulihan
Setelah selesai makan Xiao Ba mengambil posisi duduk lotus menghadap celah gua yang terbuka ke arah laut
Gunung Wuji yang ada di kisah pertamanya tidak bisa menandingi keunikan tempat ini jika di Gunung Wuji energi Qi yang mengalir berasal dari hutan dan tanah maka di Tebing Tujuh Roh energi Qi datang dari tiga sumber sekaligus batu karang yang mengandung mineral ribuan tahun angin laut yang kaya elemen air dan hawa garam yang memurnikan setiap partikel udara di kawasan ini
Ia mulai menjalankan Teknik Kultivasi Kaisar Langit
And sesuatu yang tidak ia sadari segera terjadi
Energi dengan berbagai warna mulai mengalir masuk ke dalam meridiannya bukan hanya dari satu arah melainkan dari segala penjuru seolah kawasan tebing ini memiliki cara tersendiri untuk menyalurkan kekayaannya biru kehijauan dari elemen air laut cokelat keemasan dari elemen tanah batu karang putih keperakan dari elemen logam yang terkandung dalam mineral batuan
Semuanya mengalir bersamaan padat dan murni
Bagi kultivator biasa di dunia bawah menyerap energi dari tiga elemen berbeda sekaligus baru bisa dilakukan setelah memasuki alam Prajurit Surgawi Xiao Ba yang masih di alam Pengumpulan Qi sudah melakukan hal yang sama bahkan mungkin lebih
Namun ia sendiri tidak menyadarinya perhatiannya sepenuhnya tertuju ke dalam
Semalaman ia berkultivasi tanpa berhenti
Ketika cahaya fajar pertama mulai menerangi cakrawala timur di atas Laut Selatan yang berkilau keemasan Xiao Ba membuka matanya
"Lumayan," gumamnya "Semalaman naik dari Pengumpulan Qi Tingkat Lima Menengah ke Tingkat Lima Puncak"
Ia berdiri berjalan ke mulut gua yang menghadap langsung ke laut lepas
Di kejauhan siluet kapal-kapal nelayan Kota Beira mulai terlihat bergerak keluar dari pelabuhan layarnya berkembang perlahan diterpa angin pagi kota yang dari ketinggian tebing ini terlihat seperti miniatur yang tersusun rapi di lereng Bukit Karang
Kondisinya saat ini Pengumpulan Qi Tingkat Lima Puncak untuk alam kultivasi Pengumpulan Qi Tingkat Delapan untuk kekuatan jiwa dan Tubuh Fana Puncak yang semakin mendekati batasnya untuk kekuatan fisik
"Saatnya berburu binatang buas tingkat enam," gumamnya sambil melangkah keluar dari gua jubah putihnya berkibar diterpa angin pagi yang segar
Di kedalaman Tebing Tujuh Roh yang membentang di hadapannya di antara celah-celah tebing yang belum pernah ia masuki sesuatu yang lebih besar dan lebih kuat dari semua yang ia hadapi kemarin sedang bergerak
pertahankan👌