apa jadinya jika seorang pemuda berumur 17 tahun transmigrasi ketubuh seorang duda berumur 36 tahun karena di seruduk oleh seekor domba?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fiyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 11
...Happy Reading...
.......
.......
.......
.......
.......
"ayo ke rak buah pa" ajak Revan, saga yang fokus memakan eskrim itu hanya mengangguk dengan satu tangan digandeng oleh Revan
"mbak, saya beli buahnya yang itu 35 kilo, harus yang segar" ujar Revan yang berbicara dengan pelayan di mall itu.
"baik kak, ada tambahan lagi?eh astaga imut sekali?!!" pekiknya yang membuat saga terkejut lalu ia menggenggam erat tangan Revan, setelah Revan mendapat buah yang ia inginkan ia menatap dingin pelayan tadi lalu berjalan menuju kasir untuk menitipkan barang belanjaannya dan membayarnya.
"jadi 6.080.000 kak Dengan cash atau kartu?" tanya kasir itu sambil mencuri-curi pandang ke arah laki-laki imut yang tengah memakan eskrim ya itu.
"kartu" ia memberikan kartu blackcard miliknya setelah pembayaran selesai ia membawa sang papa ke gendongan koalanya.
"ughhh kenapa aga digendong evann, aga kan bisa jalan sendiri" kesalnya karena Revan eskrimnya jadi jatuh ke lantai.
"takut papa kecapean ,nanti beli lagi eskrimnya minta ke bang Rasya oke?" tanya Revan karena merasa bersalah dengan perbuatannya tadi.
"iya dehh, aga mau beli baju pendek" ucapnya, Revan langsung menuju ke jejeran baju pendek laki-laki disana.
"mau beli yang mana" tanya Revan dan menurunkan saga yang digendongannya.
"mau beli ini" tunjuknya ke arah baju oversize berwarna putih dengan gambar di belakangnya love setengah berwarna pink.
"oke kalau papa mau itu, aku ambil yang kapel nya ini" tunjuk Revan ke arah baju yang sama namun gambarnya berwarna biru.
Saga yang melihat itu tersenyum senang karena memiliki baju couple dengan anaknya, ia mengecup pipi Revan tiba-tiba saja.
"aga sayang Evan muach" lalu Revan yang dicium langsung salting, ia mengalihkan pandangannya kesamping
"kok pipi Evan merah?Evan sakit??" tanya saga dengan polos menatap ke arah Revan
Revan hanya menggeleng lalu pergi ke kasir dengan menggandeng papanya itu," habis ini kita pulang" ucapnya.
"jangan lupa pak Wisnu kan nitip es buah, nanti berhenti ya di warung es buah" ucapnya.
"iya sayang nanti berhenti disana, mbak ini semua berapa?" tanya Revan kepada kaisar itu.
"2.040.000 juta kak, bahan baju ini terbuat dari bahan premium kak, ada tambahan?" tanya kasir itu.
"tidak, saya bayar pakai kartu" ujar Revan memberikan blackcard miliknya dan langsung mengambil barang beliannya, setelahnya ia mengambil kembali blackcard miliknya.
"evann aga mau nen, aga ngantuk" rengeknya ia merentangkan tangannya ke arah Revan, dan disambut baik oleh Revan yang langsung menggendong tubuh berisi saga.
Saga tertidur di gendongan koala Revan, ia menyuruh security untuk membawa barang belanjaannya ke mobil miliknya dan setelahnya mereka berdua pergi dari mall itu.
tak lupa Revan berhenti di pinggir jalan untuk membeli 87 biji es buah untuk bodyguard di mansion Kalandra. "totalnya berapa mas?" tanya Revan.
"350 ribu mas" ujar penjual itu, Revan langsung memberikan uang kertas berwarna merah berjumlah lima ratus ribu ke penjual
"aduh den kebanyakan ini teh" ujar penjual itu menerima uang yang diberikan oleh Revan.
"lebihnya buat masnya aja" ucapnya lalu penjual itu mengucapkan terimakasih, lalu Revan melenggang pergi menuju mansion Kalandra.
jam sudah menunjukan pukul 6 malam, ia sudah sampai di halaman mansion, beberapa bodyguard termasuk pak Wisnu membantu membawa barang belanjaan tuannya kedalam mansion.
"pak, ini titipan bapak, dari papa" ujar Revan menunjuk ke arah es buah yang berada di kursi penumpang.
"aduh tuan muda maaf merepotkan terima kasih tuan muda" ucap pak Wisnu dengan menunduk sopan, Revan hanya berdehem untuk menjawabnya lalu ia pun menggendong saga kedalam mansion untuk ditidurkan di kamarnya.