NovelToon NovelToon
Ketika Perjalanan Mempertemukan Kembali Yang Belum Selesai

Ketika Perjalanan Mempertemukan Kembali Yang Belum Selesai

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:869
Nilai: 5
Nama Author: nita.mamitha

Dalam satu perjalanan malam,
Nara dan Arka dipaksa menghadapi kembali masa lalu yang belum selesai.

Dan kali ini… tidak ada lagi tempat untuk lari.

Karena di antara dua perhentian,
beberapa perasaan tidak pernah benar-benar hilang
hanya menunggu waktu untuk kembali menyakitkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita.mamitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hal yang Tidak Pernah Berani Diungkap

Ada kebenaran yang tidak pernah diucapkan.

Bukan karena tidak penting.

Tapi karena terlalu berat… untuk dihadapi.

Dan Arka sudah menyimpannya terlalu lama.

Setelah hari itu, Nara benar-benar pergi.

Bukan hanya menjauh.

Tapi hilang… dari hidup Arka.

Tidak ada pesan.

Tidak ada telepon.

Tidak ada kesempatan kedua.

Hanya sunyi.

Arka mencoba.

Beberapa kali.

“Nar, gue cuma mau jelasin.”

Tidak dibalas.

“Please… dengerin gue sekali aja.”

Tetap tidak ada jawaban.

Sampai akhirnya… dia berhenti.

Bukan karena dia menyerah.

Tapi karena dia sadar

tidak semua luka bisa dikejar untuk diperbaiki.

Malam itu, Arka duduk sendiri di apartemennya.

Lampu mati.

Hanya cahaya dari luar jendela yang masuk samar.

Ponselnya di tangan.

Membuka satu chat lama.

Nama yang masih sama.

Nara.

Dia scroll ke atas.

Ke pesan-pesan lama.

Tawa.

Candaan.

Hal-hal kecil yang dulu terasa biasa… sekarang justru terasa paling mahal.

“Lo masih suka dingin?”

“Lo jangan lupa makan.”

“Gue jemput ya.”

Kalimat sederhana.

Tapi sekarang… terasa seperti sesuatu dari kehidupan yang lain.

Arka menutup matanya.

Menarik napas dalam.

Dan akhirnya… sesuatu yang selama ini dia tahan… muncul.

Dia ingat.

Semuanya.

Bukan tentang perempuan itu.

Bukan tentang “teman kantor”.

Itu hanya… bagian kecil.

Masalah sebenarnya…

adalah sesuatu yang tidak pernah dia ceritakan ke Nara.

Malam itu.

Beberapa minggu sebelum semuanya hancur.

“Ka, lo yakin?”

Suara itu datang dari seberang meja.

Seorang pria, atasannya menatap Arka serius.

“Kita butuh keputusan sekarang.”

Arka menatap berkas di depannya.

Tangannya dingin.

Pikirannya kacau.

“Kalau lo ambil ini… lo harus pindah.”

Kalimat itu jelas.

Tidak bisa ditarik.

Pindah.

Ke luar kota.

Jauh.

Untuk waktu yang tidak sebentar.

Arka menelan.

“Berapa lama?”

“At least setahun.”

Sunyi.

Setahun.

Tanpa Nara.

Tanpa semuanya.

“Ini kesempatan besar, Ka.”

Atasannya melanjutkan.

“Karier lo bisa naik jauh.”

Arka tahu itu.

Dia tahu ini bukan kesempatan yang datang dua kali

Tapi

dia juga tahu…

apa yang harus dia tinggalkan.

Malam itu, dia tidak langsung menjawab.

Dia hanya bilang

“Gue pikirin dulu.”

Dan sejak saat itu… semuanya berubah.

Arka mulai menjauh.

Bukan karena tidak peduli.

Tapi karena dia tidak tahu harus memilih apa.

Dia ingin cerita ke Nara.

Berkali-kali.

Tapi setiap kali dia melihat wajah Nara

cara dia tertawa, cara dia percaya

Arka tidak sanggup.

Karena dia tahu…

apa pun yang dia pilih

akan menyakiti.

Dan akhirnya… dia memilih diam.

Pilihan paling buruk.

Perempuan itu?

Hanya rekan kerja yang ikut dalam proyek itu.

Yang sering bersamanya karena… mereka berada di situasi yang sama.

Tapi Nara tidak tahu itu.

Dan Arka tidak pernah menjelaskan.

Karena dia terlalu sibuk berperang dengan dirinya sendiri

sampai lupa…

bahwa diamnya juga melukai.

Kereta kembali ke sekarang.

Arka menatap ke depan.

Matanya kosong.

“Waktu itu…”

Suaranya pelan.

Berat.

Nara tidak langsung menoleh.

“Tentang apa?”

Arka menarik napas panjang.

Seperti mengumpulkan keberanian yang dulu tidak dia punya.

“Gue dapet tawaran kerja di luar kota.”

Akhirnya.

Keluar.

Nara sedikit terdiam.

Hanya sedikit.

“Setahun.”

Arka melanjutkan.

“Dan gue… nggak pernah cerita ke lo.”

Hening.

Nara tersenyum kecil.

Senyum yang sulit dibaca

“Kenapa sekarang?”

Pertanyaan itu…

lebih tajam dari apa pun.

“Karena gue takut,” jawab Arka jujur.

Untuk pertama kalinya.

Nara menoleh.

Akhirnya.

Menatapnya.

“Takut apa?”

Arka menatap balik.

Langsung.

Tanpa lari.

“Takut kehilangan lo.”

Hening.

Panjang.

Dan Nara… tertawa kecil.

Bukan karena lucu.

Tapi karena ironis.

“Lucu ya.”

Arka tidak menjawab.

“Lo takut kehilangan gue…”

Nara menatap ke depan lagi.

“Makanya lo milih… ngejauh?”

Setiap kata terasa seperti pisau.

“Gue nggak tau cara yang bener, Nar.”

Suara Arka mulai pecah.

“Gue cuma”

“Tapi lo tau cara yang salah.”

Langsung.

Tanpa ampun.

Hening.

Nara menghela napas panjang.

Matanya berkaca lagi.

“Kalau waktu itu lo jujur…”

Suaranya pelan.

Tapi jelas.

“Gue mungkin bakal sakit.”

Satu jeda.

“Tapi gue bakal ngerti.”

Arka menunduk.

Tangannya mengepal.

“Tapi lo milih diem.”

Dan itu…

yang tidak bisa diperbaiki.

“Sekarang lo cerita…”

Nara tersenyum kecil.

“Buat apa?”

Arka tidak punya jawaban.

Kereta terus melaju.

Sunyi.

Berat.

Dan di antara mereka

akhirnya ada kebenaran.

Tapi seperti semua hal yang terlambat…

kebenaran itu tidak lagi menyembuhkan.

Hanya menjelaskan…

kenapa semuanya hancur.

Perjalanan belum selesai.

Tapi sekarang…

mereka sudah tahu

bahwa yang merusak bukan hanya kesalahan…

tapi juga hal yang tidak pernah berani diungkap.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!