NovelToon NovelToon
System Kultivasi Level Maksimal

System Kultivasi Level Maksimal

Status: tamat
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Kultivasi Modern / Tamat
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Note: Ini cuma sekedar novel santai aja, kemungkinan besar dari kalian akan bosan membacanya. karena alurnya yang lambat, jadi jangan tanya author masalah debeh, aksi gelut gelut dan semacamnya yaa...😀

Xiao Yan bereinkarnasi ke dunia kultivasi modern sebagai bayi dengan status dan keahlian maksimal menyentuh angka 9999. Di tengah tragedi serangan monster yang merenggut nyawa ayahnya dan mengancam ibunya, dia tanpa sengaja melepaskan satu tembakan energi mematikan yang menghapus sang monster beserta daratan sejauh tiga kilometer dalam sekejap. Demi kehidupan yang damai dan tenang, Xiao Yan memutuskan untuk menyembunyikan identitasnya, meski takdir dan sistem di kepalanya seolah terus memaksanya untuk bertindak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bba 11

Pagi hari di Akademi Awan Putih terasa sangat sibuk. Ribuan siswa baru berlalu-lalang mencari ruang kelas mereka. Gedung Kelas Biasa terletak di bagian belakang akademi, jauh dari fasilitas mewah Gedung Kelas Unggulan yang berada tepat di tengah area sekolah.

Xiao Yan berjalan menyusuri lorong lantai dua Gedung Kelas Biasa. Dia melirik sekilas ke papan nama di atas setiap pintu.

"Kelas Biasa 3. Ini tempatnya," batin Xiao Yan.

Dia melangkah masuk ke dalam kelas. Ruangan itu berukuran standar dengan tiga puluh meja dan kursi kayu yang disusun berpasangan. Papan tulis kapur elektronik terpasang di depan kelas, dan jendela kaca besar berjajar di sisi kiri ruangan yang menghadap langsung ke arah lapangan belakang.

Hanya ada beberapa siswa yang sudah datang. Xiao Yan berjalan langsung menuju kursi di barisan paling belakang, tepat di sebelah jendela. Itu adalah kursi paling strategis untuk menghindari pandangan langsung dari guru yang berdiri di depan kelas.

Xiao Yan menarik kursi kayu itu dan duduk. Dia menaruh tas punggungnya di laci meja, lalu menopang dagunya dengan tangan kanan menghadap jendela.

"Hah..." desah Xiao Yan pelan.

Dia menatap daun pohon peneduh yang bergoyang ditiup angin di luar sana. Pikirannya kosong. Suasana tenang ini adalah hal yang paling dia nikmati.

Namun, kedamaian itu hanya bertahan kurang dari lima menit.

Suara langkah kaki yang terburu-buru terdengar dari arah pintu masuk, disusul oleh suara napas yang terengah-engah.

"Ugh... Hah... Hah... Di mana mejaku?"

Xiao Yan tidak perlu menoleh untuk mengetahui siapa pemilik suara itu. Dia sudah menghafal pola frekuensi suara tersebut sejak ujian masuk kemarin.

"Xiao Yan!" teriak Lin Fan dengan suara melengking.

Remaja berjaket kuning cerah itu berlari menerobos deretan bangku dan langsung menarik kursi kosong tepat di sebelah kanan Xiao Yan. Dia menghempaskan tubuh kurusnya ke kursi tersebut.

"Hah... Syukurlah aku menemukanmu!" kata Lin Fan sambil mengusap keringat di dahinya. "Aku hampir tersesat di gedung labirin ini. Kau tahu? Gedung kita ini sangat jelek dibandingkan Gedung Kelas Unggulan! Tadi aku tidak sengaja lewat ke sana, gedungnya berlapis keramik marmer dan lantainya bisa menyerap debu sendiri!"

"Oh," respons Xiao Yan datar tanpa menolehkan kepalanya dari jendela.

"Aku serius!" Lin Fan mendekatkan kursinya. "Dan tebak apa lagi yang aku lihat? Tuan Muda Zhao yang sombong itu masuk ke Kelas Unggulan 1! Dia memamerkan seragam khususnya yang berwarna emas di kantin depan. Menyebalkan sekali melihat wajah sombongnya pagi-pagi."

"Ya," balas Xiao Yan dengan satu kata.

"Tapi ada hal bagus juga!" Suara Lin Fan tiba-tiba berubah menjadi bisikan penuh rahasia. Dia menyikut lengan Xiao Yan. "Sstt, kau tahu siapa siswa peringkat pertama kemarin? Gadis yang mencetak tujuh ribu seratus poin itu?"

"Tidak," jawab Xiao Yan jujur. Dia memang tidak membaca nama peringkat pertama, dia hanya fokus mencari peringkat lima ratus.

"Namanya Su Xue! Dia berasal dari Keluarga Su, keluarga militer paling kuat di kota ini," jelas Lin Fan dengan mata berbinar. "Tadi aku melihatnya turun dari mobil dinas militer anti peluru. Dia sangat cantik, Xiao Yan! Rambutnya hitam panjang, kulitnya putih, tapi wajahnya sangat dingin. Seperti balok es. Dia juga masuk Kelas Unggulan 1. Banyak anak laki-laki yang sudah mendaftar ke klub bela diri pedang hanya karena kudengar Su Xue akan bergabung ke sana."

"Klub itu pasti akan sangat berisik dan merepotkan," batin Xiao Yan.

"Kau mau ikut mendaftar klub bela diri denganku nanti sore?" tawar Lin Fan dengan penuh harap.

Xiao Yan akhirnya menoleh menatap Lin Fan. Wajahnya datar seperti biasa.

"Tidak mau. Aku mau langsung pulang," tolak Xiao Yan tegas.

"Ugh..." Lin Fan mengerang kecewa. "Kau ini benar-benar tidak punya jiwa masa muda! Kita ini sedang di masa keemasan SMA. Kita harus mencari perhatian, menjadi kuat, dan mungkin... mencari pacar?"

"Aku hanya ingin lulus tanpa masalah," kata Xiao Yan. Dia kembali menatap ke arah luar jendela.

Beberapa menit kemudian, bel masuk berbunyi nyaring.

Teng! Teng! Teng!

Siswa-siswa lain berlarian masuk ke dalam kelas dan segera menempati kursi masing-masing. Suasana kelas yang tadinya sepi kini menjadi penuh sesak dan berisik dengan suara obrolan dari tiga puluh remaja.

Tiba-tiba, suara langkah kaki berat terdengar dari lorong. Pintu kelas digeser dengan kasar.

Brak!

Seorang pria paruh baya dengan tubuh tegap melangkah masuk. Dia memiliki bekas luka melintang di pipi kirinya. Wajahnya garang dan rambutnya dipotong cepak ala militer. Dia memakai seragam guru berwarna abu-abu tua yang terlihat ketat membalut otot lengannya.

Suasana kelas yang tadinya sangat berisik seketika berubah menjadi sunyi senyap. Tidak ada satu pun siswa yang berani mengeluarkan suara.

Pria itu berjalan ke depan kelas, meletakkan setumpuk buku tebal di atas meja guru dengan suara bantingan keras, lalu menatap seluruh siswa dengan pandangan tajam.

"Selamat pagi," suara pria itu berat dan menggema. "Namaku Guru Li. Aku adalah wali kelas kalian untuk Kelas Biasa 3, sekaligus instruktur fisik dan teori dasar Qi kalian selama tiga tahun ke depan."

Guru Li berjalan menyusuri barisan depan.

"Aku tidak peduli dari sekolah mana kalian berasal atau apa latar belakang keluarga kalian. Di kelasku, aturan pertama adalah kedisiplinan. Aturan kedua adalah kepatuhan. Dan aturan ketiga adalah jangan pernah membuatku marah. Kalian mengerti?!" teriak Guru Li.

"Mengerti, Guru!" jawab seluruh siswa serempak karena ketakutan.

"Bagus," ucap Guru Li. Dia kembali ke depan kelas. "Kalian adalah siswa Kelas Biasa. Itu artinya, nilai kalian pada ujian masuk kemarin adalah rata-rata atau bahkan berada di batas bawah. Kalian bukan jenius seperti anak-anak di Kelas Unggulan."

Beberapa siswa menundukkan kepala mereka dengan wajah sedih mendengarnya. Lin Fan menelan ludah.

"Tapi jangan menyerah!" lanjut Guru Li dengan nada yang sedikit menyemangati. "Kerja keras bisa menutupi kekurangan bakat kalian. Oleh karena itu, kita tidak akan membuang waktu dengan perkenalan satu per satu yang tidak berguna. Kita akan langsung masuk ke materi hari pertama, Sinkronisasi Qi Ruangan."

Guru Li mengambil sebuah remote kecil dari sakunya dan menekan satu tombol.

Bip.

Tiba-tiba, lantai kayu di dalam kelas memancarkan cahaya biru redup. Garis-garis pola melingkar muncul dari bawah kaki para siswa, saling terhubung dan berpusat di meja guru.

"Hah..." Lin Fan terkesiap kaget saat melihat garis bercahaya di bawah kursinya.

"Ini adalah Formasi Pengumpul Qi tingkat dasar yang ditanam di setiap kelas," jelas Guru Li. "Tugas pertama kalian sangat sederhana. Tutup mata kalian, rasakan energi di dalam formasi ini, dan selaraskan ritme pernapasan kalian dengan aliran energi tersebut. Ini akan memperlancar sirkulasi darah kalian dan membuka pori-pori kulit untuk menyerap Qi lebih baik."

Guru Li melipat tangannya di dada.

"Aku akan berkeliling untuk mengevaluasi kemampuan adaptasi kalian. Mulai!" perintahnya tegas.

Seluruh siswa langsung duduk tegak dan memejamkan mata mereka. Lin Fan segera menarik napas dalam-dalam, menahan dadanya yang mengembang, lalu menghembuskannya perlahan. Keringat sebesar biji jagung mulai muncul di dahi Lin Fan. Formasi itu memberikan sedikit tekanan udara yang membuat siswa dengan kapasitas Qi rendah merasa sedikit sesak.

Xiao Yan juga menutup matanya. Namun, berbeda dengan siswa lainnya, formasi tingkat dasar ini bukan memberikan tekanan kepadanya, melainkan memberinya masalah besar.

"Sistem penyerapan pasif tubuhku terlalu kuat," batin Xiao Yan dengan cepat mengkalkulasi situasi.

1
💫Penjelajah Novel💫
kolo gw jadi Xiao yan itu udah gw tunjukkin kekuatan gw. biar semua orang tau. dan gw bakal hidup tenang di pegunungan dan menerima murid yg jenius 😑
petelgeuse romanee-contuol: Xiao Yan bocil labil kak, malah ambil pendekatan yang sulit😑
total 1 replies
adib
wah ini.. udah diungkap aja..
Ironside
Lanjut Kak /Smile/, aku tunggu 100 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Ironside: Bagus Kak, Kamu harus semngat update Kak /Scream//Scream//Scream/
total 2 replies
Sang M
T A H I........👊stop cerita. cerita gak waras...
Sang M
stop cerita dancokkk ini
Sang M
ganti cerita/ganti Host ini. karakter tikus payah malas dancokk.
Sang M
Coookkkk tikus comberan.
Sang M
matamu...
Sang M
skip....dancokkkk
Sang M
Tahi...
Sang M
cerita seorang host anjing
Sang M
tikus.pengecut. cerita melulu di sekolah. bosan. gak bisa cerita yg lain kah.??????
Sang M
pengguna system goblok. jadi memaksa jadi tikus pengecut. gak punya semangat. payah.. mati aja lu gak berguna. dancok... Otak Thor ini gak benar
Sang M
Bosan..Host gak punya greget.. sikap pengecut kayak tikus takut masalah. sampah...
Sang M
matamu.... karakter Host bocil tolol..
Ari Deo Saputra
semangat Thor
petelgeuse romanee-contuol: makasih kak/Smile/
total 1 replies
adib
💪💪 semangat thor
petelgeuse romanee-contuol: makasih kak/Smile/
total 1 replies
Ari Deo Saputra
bagus
Imran Syahputra
apaan ini kebanyakan cerita tanpa aksi jadi gk ada gunanya level maksimal
Imran Syahputra
ceritanya membosankn ganti mc aja mendingan gk ada aksi sama sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!