Embun baru saja tamat Sekolah dari Desa, Sehingga dia terpaksa ikut dengan Bu Wina, Warga tetangganya karena dia memang butuh pekerjaan dalam menyambut hidup.
Embun tinggal seorang diri, setelah ibunya meninggal dunia, sejak saat itu dia menghadapi getirnya hidup didunia ini.
Sementara Rido Prasetio adalah Pewaris Talzus Group, dia terus dipaksa nikah oleh sang Ibu, Karena menurut sang Ibu, Usia Rido Sudah sangat Jauh berumur.
Karena merasa kesal dengan ibunya, Rido mengajak teman temannya untuk datang ke Bar, sehingga mereka mabuk dan mengalami kecelakaan beruntun.
Penasaran dengan ceritanya, ayo terus ikuti ceritanya disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeprism4n Laia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Kurir Gak Ada Akhlak
Diruang Meting telah hadir para pemegang saham, mereka menantikan kedatangan Berys, namun mereka sangat kecewa ketika pintu ruangan itu terbuka “Ceklek”. Semua mata menatap kearah pintu yang sedang terbuka, dengan penasaran dan deg degan, semua orang sedang menanti siapa sosok yang akan muncul.
“maaf tuan! Apakah ini adalah ruang meeting? Karena ada paket atas nama Tuan Rusli Tel” Tanya Kurir ketika dia muncul dari balik pintu itu, dimana semua orang yang sangat penasaran dengan kemunculan sosok dari balik pintu tersebut, seketika semuanya menjadi kecewa ketika yang muncul hanyalah seorang kurir pengantar barang.
“Saya disini dimana paketnya?” Teriak Rusli Tel dengan nada sedikit kesal, namun dia harus tetap menyahut pertanyaan dari sang Kurir berhubung ini adalah paketnya.
“Ini Tuan! Paket anda, Lintah Papua dan Pengaman untuk Malam minggu” cerocos sang kurir laknat tersebut, seketika wajah Rusli Tel menjadi sangat pucat, dia seperti terpaku ditempatnya.
“Hahahaa” tawa semua orang bergelegar di dalam ruangan itu, ketika mereka mendengar bahasa sang kurir yang sangat sakral.
“Dasar kau kurir sialan! Kau berani membaca jenis paket itu di tempat umum” geram Rusli Tel di dalam hatinya, dia hanya bisa mengepalkan tinjunya dengan sangat keras.
“cepat kau pergi dari sini” usir Rusli Tel ketika dia sudah mendapatkan barang sakralnya, dengan kecepatan kilat dia langsung menyembunyikan barang itu kedalam saku Jasnya yang terlihat mewah.
“Waaooww,, ternyata Tuan Rusli masih sangat bersemangat ya? Nyatanya dia masih strong memesan paket yang sangat sakral” ucap salah seorang peserta rapat, yang membuat wajah Rusli menjadi sangat cemberut.
Rusli Tel hanya melemparkan tatapan yang sangat membunuh, membuat yang bergosip ria tersebut menjadi keok.
“Sudahlah, kalian jangan terus menggoda pak Rusli, bisa bisa nanti barang sakralnya itu gak bisa digunakan dengan baik” ledek Upin yang duduk dengan tenang di kursi putarnya.
Orang orang yang berada di dalam ruangan itu masih sibuk dengan nuansa barang sakral pak Rusli Tel, sehingga tiba tiba Berys sudah berada di depan meja tanpa mereka sadari.
“Selamat Pagi bapak bapak semua! Saya berharap kabar kalian semua dalam keadaan baik baik saja di pagi hari yang cerah ini” ucap Berys dengan nada datarnya yang membuat semua orang langsung mengalihkan padangan mereka kearah sumber suara tersebut.
Seketika suasan ruangan meeting menjadi hening, tidak suara yang menanggapi ucapan dari sang sekretaris CEO tersebut, namun dengan tegas Desman Laia menjawab “Ah, Tuan Berys bisa saja, pastilah keadaan kita di pagi hari ini sangatlah baik, karena hari ini adalah hari terkahir janji Tuan Berys kepada kita”.
Berys hanya menyeringai meremehkan ketika dia melirik jawaban dari Desman Laia, kemudian dia berdiri dengan tegap melangkahkan kakinya kesamping sekitar 2 langkah.
“Kepada para pemegang saham yang terhormat, saya Berys sebagai sekretaris Tuan Muda mempersilahkan CEO perusahaan untuk duduk di kursi utama” ucap Berys mempersilahkan Rido dengan hormat sambil dia mengarahkan tangannya.
Suara langkah kaki terdengar dari arah pintu masuk, Berys menunduk sedikit badannya ketika Wajah Rido sudah masuk kedalam ruang Meeting dengan didorong oleh seorang gadis cantik nan manis di kursi roda listrik.
Tatapan semua orang tiba tiba mematung ketika mereka melihat pemandangan itu, semua pemegang saham ibarat sedang kesetrum oleh aliran listrik yang 1000 volt.
“Tidak mungkin! Bukankah dia sedang berada di rumah sakit, jelas jelas dia sedang dalam keadaan koma” gumam Rusli Tel sambil dia mengerutkan keningnya, dia mencoba untuk berpikir keras sambil dia mengepalkan tinjunya dengan keras.
“Tu, Tuan Muda Prasetio!” ucap Desman Laia lirih, namun masih bisa didengar oleh orang lain.
Rido melemparkan tatapan tajamnya kepada seluruh peserta rapat, namun dengan cepat semua orang yang sedang melihatnya dengan rasa penasaran menunduk dengan rasa gugup.
“Apakah rapat hari ini sudah bisa dimulai?” ucap Rido dengan sangat tegas, dengan mode tatapannya masih saja dingin menatap orang orang.
Semua orang yang berada diruangan itu seperti mematung, mereka tidak bisa menjawab pertanyaan dari sang CEO dingin tersebut, sehingga setelah menunggu beberapa saat Berys langsung mengambil alih acara rapat tersebut.
“Baik! Kepada para pemegang saham yang saya hormati, hari ini adalah hari yang di nantikan, karena berdasarkan dengan janji saya beberapa hari yang lalu, bahwa yang menjadi Pengganti CEO Perusahaan kita untuk sementara adalah Istri CEO sendiri, namun berhubung karena sang CEO sudah ada disini maka keputusan ini langsung di hunjuk oleh sang CEO perusahaan, yaitu Tuan Muda Rido Prasetio” ucap Berys dengan kata pembuka.
“Tuan Berys! Saya rasa untuk pengganti sementara Direktur utama sepertinya tidak perlu, karena sang CEO sudah berada disini, dan tentunya jalannya perusahaan kita tidak ragukan lagi” sahut Upin dengan nada sedikit gugup.
“Baik terimakasih saran dari tuan Upin, namun kita perlu mendengarkan saran dari beberapa pemegang saham yang lain, dan setelah itu barulah Tuan Muda memutuskannya” sahut Berys.
Embun hanya bisa mendengarkan dengan seksama, dia tidak berkata apa apa tentang pembahasan saat ini, karena dia tidak tau soal perusahaan.
Rido yang menunggu saran dari para pemegang saham yang lain belum juga ada, dia memindahkan pandangannya kearah samping dan dia melihat embun yang seperti menahan rasa sakit di kakinya, karena embun sudah berdiri cukup lama.
“Tunggu dulu!” ucap Rido tiba tiba, dia menatap Berys kemudian dia melanjutkan berkata “Ambilkan Kursi untuk Nonya Mudamu, apakah kau tidak tau dia sudah lama berdiri”.
Dengan cepat Berys langsung mengambil sebuah Kursi roda yang berada disamping para pemegang saham, kemudian dia mempersilahkan embun untuk langsung duduk.
“Silahkan Nyonya” Berys mempersilahkan embun dengan sedikit membunkuk.
Embun merasa sangat canggung dengan perkataan dari Berys, dia ragu ragu untuk duduk sehingga dia melihat kearah Rido.
Rido yang mengerti dengan tatapan dari embun, dengan cepat dia menganggukkan kepalanya, sehingga embun barulah duduk dikursi itu yang berada tepat disampingnya.
Embun duduk dengan ragu ragu, namun dia mencoba untuk membangkitkan keberanian yang ada dalam dirinya, kemudian dia menegangkan badannya layaknya seorang nyonya muda, untunglah dia pernah menonton Film sang Nyonya muda di Channel Youtu.
Rido yang melihat lagak dari sang istri, dia hanya menyeringai kecil tanpa bisa dilihat oleh orang lain, kemudian dia kembali menatap para peserta rapat.
“eemm, menurut saya! Dengan kondisi Tuan Muda saat ini, sepertinya dia terhambat untuk menjalankan aktivitas perusahaan, contoh ketika ada peninjauan projek di luar daerah, tentu Tuan Muda menjadi kewalahan untuk datang karena masih berada di atas Kursi Roda, jadi sebaiknya kalau Nyonya Muda yang menjabat untuk sementara waktu” ucap Rulsi Tel dengan saran briliannya.
Mendengar saran dari Rusli Tel, Rido hanya bisa menyipitkan matanya dengan sedikit mencibir. Kemudian dia berkata “Apakah masih ada saran yang brilian dari pemegang saham yang lain”.
“Apakah ada Bukti kalau Tuan Muda sudah menikah, karena saya pribadi ragu kalau seandainya yang menjadi sebagai CEO istri dari Tuan Muda Palsu, karena saya tidak mendengar kalau Tuan Muda Prasetio sudah menikah” ucap Desman Laia dengan memperjelas keadaan.
“Iya benar! Jangan kita di kelabui dengan pernikahan palsu, karena ini menyangkut dengan keadaan perusahaan dan saham saham kita nanti” timpal oleh salah seorang dari pemegang saham yang lain.
Mendengar pernikahan Palsu, seketika embun menjadi gugup tangannya menjadi berkeringat dingin, dia meremas jari jarinya sendiri. Tiba tiba Rido memegang tangannya dengan sangat erat, kemudian dia berkata dengan nada kecil “kamu jangan gugup! Tenangkan saja dirimu, kamu jangan banyak pikiran, serahkan semuanya padaku”.