NovelToon NovelToon
Dendam Flora

Dendam Flora

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sayong

Flora, putri sulung keluarga Amor, kehilangan ibunya saat usianya baru 17 tahun—sebuah luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Kepergiannya ke luar negeri untuk kuliah menjadi pelarian, hingga tanpa ia sadari, hidupnya berubah.
Di sana, ia bertemu seorang pria yang membuatnya bisa melupakan kesedihan nya.

Namun kedua nya hanyalah hubungan Tampa status.lebih tepat nya keduanya hanya teman tidur saja.mereka tidak tahu identitas masing masing.
hubungan mereka berakhir dengan damai.
Flora kembali ke tanah air, bersiap mengambil alih perusahaan peninggalan ibunya. Tapi hidup tak pernah sesederhana rencana. Ayahnya telah menikah lagi, dan dunia yang ia tinggalkan kini terasa asing.
Di sisi lain, pria yang pernah mengisi malam-malamnya—Evan—terpaksa menerima perjodohan demi kepentingan politik keluarga.
Keduanya melangkah ke masa depan masing-masing… tanpa tahu bahwa takdir belum selesai mempermainkan mereka.
Karena ketika rahasia mulai terungkap, dan masa lalu kembali .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sayong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati yang ragu

Garvin sedikit mengangkat alis.Agnes pun terdiam.

Flora menatap piringnya sebentar.Lalu tanpa emosi ia mengambil kembali sayur itu.Dengan tenang.“Selera orang bisa berubah,” ucapnya ringan.Ia mulai memakannya.seolah dia tidak pernah membenci sayuran.

“Sekarang aku cukup menyukainya.”

Kalimat itu sederhana.Namun jelas di tujukan pada Evan.

Rahang Evan langsung menegang.Tangannya yang memegang sumpit berhenti sejenak.

Matanya menyipit.Saat bersama dengannya

Flora bahkan tidak mau menyentuh sayur.

Dan sekarang baru beberapa hari mereka berpisah…semuanya berubah?

Atau dia sengaja?

Di sisi lain Agnes tersenyum kecil.Namun dalam hatinya amarah mulai muncul. Perhatian Evan…terlalu jelas tertuju pada Flora.Ia menatap Evan dengan lembut.

“Evan…” panggilnya pelan,“sepertinya kamu cukup mengenal Kakak ?”

Nada suaranya halus.Namun penuh arti.

Evan tidak menjawab.Ia hanya melanjutkan makan.Seolah pertanyaan itu tidak penting.

Senyum Agnes sedikit kaku.Namun ia tetap berusaha tenang.

Ia lalu mengambil makanan dan hendak meletakkannya ke piring Evan.“Coba ini, rasanya enak—”

Namun sebelum sumpitnya menyentuh Evan menghentikannya.

“Tidak perlu.”Suaranya dingin.Tanpa melihat ke arahnya.“Saya tidak terbiasa makan dari sumpit orang lain.”

Ada keheningan.

Tangan Agnes berhenti di udara.Perlahan ia menarik kembali sumpitnya.Senyumnya tetap ada.Namun matanya tidak lagi sama.

Sementara itu Flora tetap makan dengan tenang.Seolah semua ketegangan di meja itu…tidak ada hubungannya dengannya.

Suasana meja masih tegang.

Namun Agnes tersenyum manis, seolah semuanya baik-baik saja.

Ia melirik Flora dan Garvin bergantian.

“Kakak dan Tuan Garvin terlihat sangat cocok,” ucapnya lembut.

“Apakah kalian… memiliki hubungan?”

Pertanyaan itu terdengar ringan.Namun jelas punya maksud.

Garvin sedikit terdiam.Untuk pertama kalinya, ia tampak ragu.Tatapannya sekilas beralih ke Flora.Seolah menunggu jawabannya.

Di sisi lain Evan tetap diam.Namun telinganya sepenuhnya tertuju pada Flora.Menunggu jawaban nya.

Flora meletakkan sumpitnya dengan tenang.

Lalu menatap Agnes.Tatapannya datar.

“Sepertinya kamu terlalu tertarik dengan urusan pribadiku,” ucapnya santai.

Namun kalimat berikutnya lebih tajam.

“Lebih baik kamu fokus saja pada pertunanganmu.”

Agnes sedikit terdiam.Namun Flora belum selesai.Ia melanjutkan dengan nada ringan namun penuh sindiran.

“Oh ya,” katanya, “aku dengar pertunanganmu ditunda.”

Senyum tipis muncul di bibirnya.“Kapan akan dilanjutkan?”

Ia sedikit memiringkan kepala.“Jangan lupa kabari aku.”Tatapannya tetap tenang.“Aku akan menyiapkan kado istimewa.”

Suasana langsung membeku.Kalimat itu jelas bukan sekadar ucapan biasa.

Agnes menggenggam sumpitnya lebih erat.

Namun tetap mempertahankan senyum.

Di dalam hatinya emosi mulai bergejolak.

Evan akhirnya angkat bicara.“Tidak perlu terburu-buru.”Suaranya rendah.Namun tegas.

Ia menatap lurus ke arah Flora.“Kalau waktunya tiba…”“Undangan akan sampai.”

Agnes langsung menoleh ke arah Evan.

Matanya sedikit berbinar.Senyumnya kali ini—

lebih tulus.Ucapan itu ia anggap sebagai kepastian.Bahwa pertunangan mereka…akan tetap berlanjut.

Sementara itu Flora hanya tersenyum tipis.

Tak berkata apa-apa lagi.

"Sebaiknya jangan menunda lama sepulu.jamgan sampai kami yang duluan memberikan undangan."

Evan memegang sumpit dengan sangat kuat.jelas kaget dengan perkataan Garvin.

" Apakah tuan Garvin juga akan bertunangan dengan kak Flora?" Agnes juga cukup penasaran.

Flora meletakkan sumpitnya perlahan.

“Aku sudah kenyang,” ucapnya tenang."Aku akan kembali ke kantor."

Tanpa menunggu jawaban, ia melangkah pergi.

Garvin langsung bangkit.“Aku antar—”

“Tidak perlu,” potong Flora ringan.

Garvin terdiam.

" Aku akan ke kantor.bukan kah kamu tadi berkata akan ada meeting? Aku bisa pergi sendiri.

Garvin tidak mengatakan apa-apa lagi.Hanya menatap punggungnya pergi.

Di luar restoran Flora menghela napas pelan.

Lalu mengangkat tangan, memanggil taksi.

Tak butuh waktu lama sebuah taksi berhenti di depannya.

Ia membuka pintu namun...

BRAK!

Seseorang menutup pintu itu dengan keras.

Flora terkejut dan Menoleh.Evan.Tanpa berkata apa-apa, Evan mengeluarkan uang dan memberikannya pada sopir.“Pergi.”

Sopir itu langsung pergi tanpa banyak tanya.

Flora mengernyit.“Apa yang kamu lakukan?”

Namun Evan tidak menjawab.Ia langsung menarik tangan Flora dengan Kuat.

“Lepaskan Evan!”

Flora mencoba menolak.Namun kekuatan pria itu jauh di atasnya.Tanpa banyak bicara

Evan membuka pintu mobilnya dan memasukkan Flora ke dalam.

Pintu tertutup.

Dan dalam sekejap ia sudah berada di dalam ruang sempit itu bersamanya.

Belum sempat Flora bereaksi Evan sudah menariknya.Dan menciumnya dengan Paksa.

Seolah semua emosi yang ia tahan sejak tadi… meledak begitu saja.

Flora langsung mendorongnya.“Lepaskan!”

Ia memukul dada Evan.Namun pria itu tidak berhenti.

Akhirnya Flora berhasil melepaskan diri.

Napasnya tidak stabil.Matanya penuh amarah.

“Kalau kamu tidak bisa menahan diri,” ucapnya dingin,

“lakukan saja dengan tunanganmu.” Tatapannya tajam.“Aku tidak suka mencium bekas wanita lain.”

Nada suaranya merendah.Namun menusuk.

“Aku merasa… kotor.”

Kalimat itu langsung membuat wajah Evan menggelap.

“Aku tidak pernah menyentuhnya.” Jawabannya cepat,Tegas Tanpa ragu.

Flora sedikit terdiam.Namun sebelum ia sempat merespon Evan kembali menariknya.

Mencium lagi Lebih dalam .

Flora berusaha menahan.Namun ciuman itu membuatnya kehilangan ritme.Dan saat ia hampir kehilangan kendali Evan berhenti.

Keningnya menempel pada Flora.Napas mereka saling bertabrakan.

“Apalah kamu akan benar menikah dengan nya?"

" Bukankah kamu sudah mendengar nya?"

Tatapan Evan sedingin es.“Kamu tidak benar-benar menyukai Garvin.”

Flora menatapnya beberapa detik Lalu tersenyum tipis.

“Jangan samakan semua orang denganmu.”

“Garvin berbeda.”

Flora melanjutkan “Aku Memang berpikir… untuk menikah dengannya.”

Evan menatapnya tak percaya.“Kamu akan menikahinya?”

Flora tidak ragu.“Iya.”Jawaban singkat.

“Jangan buat alasan karena Garvin menyukai mu jadi kamu ingin memanfaatkan nya."

“Evan aku juga sudah waktunya menikah.Tidak mungkin kita terus terjebak seperti ini.atau apakah kamu mau menikah dengan ku?"

" Aku tidak mungkin menikahimu.pernikahan ku adalah wasiat nenek."

" Apa maksud mu."

" Agnes pernah menyelamatkan Nenek dulu.saat itu nenek sangat menyukainya dan berjanji akan menikahkan nya dengan ku.dia adalah penyelamat nenek."

Flora tersenyum dingin."Kalau begitu bukan kah sudah jelas,untuk apa kamu melarang ku dengan Garvin?"

" Aku tidak kamu kamu menyakiti nya.dia adalah sepupu ku."

“Baiklah Kalau bukan dengan Garvin…akan ada pria lain."

"Berani nya kamu!" Evan mencium Flora lagi dengan sengit.

Flora benar benar tidak mengerti mau nya Evan.Nafas nya hampir habis.Flora menggigit bibir Evan lalu menarik napas pelan.

" Kamu menggigit ku lagi?" Evan dengan marah mendorong Flora.

Flora berkata dengan nada dingin" Apa mau mu sebenarnya.kamu melarang ku bersama Garvin,dengan orang lain juga kamu melarang.Evan jadi pria yang serakah."

“Dan satu lagi…”Tatapannya turun sebentar ke bibir Evan yang dia gigit.

“Jangan sembarangan mencium wanita lain lagi."Nada suaranya tenang.“Reputasiku bisa hancur.”

Ia membuka pintu mobil.Namun sebelum keluar Dia berhenti sebentar.Tanpa menoleh.

“Aku harap ini yang terakhir Dan jangan ganggu hidupku lagi.”

Ia turun.Menutup pintu Dan pergi.Tanpa menoleh lagi Meninggalkan Evan yang masih duduk diam di dalam mobil.Dengan emosi yang…tidak lagi bisa ia pahami.

1
Himna Mohamad
lanjut kk,,ceritanya bagus👍👍👍👍👍
Laar Ani
cerita hebat
Fulayah Haddad
Good , keren & menarik alur ceritanya bagus
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!