NovelToon NovelToon
I'M An Imperfect Mom

I'M An Imperfect Mom

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:959
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

"Di kantor, Aruna adalah pemenang. Namun di rumah, ia adalah orang asing yang kehilangan tempat. Ketika mantan suaminya kembali membawa 'istri sempurna', hidup Aruna mulai retak.

Satu per satu barangnya hilang, ingatannya mulai dikhianati, dan putranya perlahan menjauh. Apakah Aruna memang ibu yang gagal, atau seseorang sedang merancang skenario untuk membuatnya gila?

Menjadi ibu itu berat. Menjadi ibu yang waras di tengah teror... itu mustahil."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: BAYANG-BAYANG YANG BELUM USAI

Bab 17: Bayang-Bayang yang Belum Usai

Tiga bulan setelah malam penggerebekan yang menggemparkan itu, hidup Aruna tampak sudah kembali ke jalurnya. Ia kini resmi menjabat sebagai Direktur Utama di perusahaannya sendiri, memulihkan nama baik keluarga Mahendra yang sempat dicoreng oleh Bimo. Kenzo pun sudah mulai kembali ceria, meski terkadang ia masih sering terbangun tengah malam dan mencari perlindungan di pelukan ibunya.

Pagi itu, sinar matahari masuk menembus jendela kantor Aruna yang baru. Ruangannya kini lebih luas, lebih terang, dan jauh dari sentuhan gaya dingin Bimo. Adrian masuk dengan membawa map cokelat, namun ekspresi wajahnya tidak menunjukkan ketenangan seperti biasanya.

"Aruna, ada sesuatu yang harus kamu lihat," ucap Adrian sambil meletakkan map itu di depan Aruna.

Aruna mengalihkan pandangannya dari layar laptop. "Ada apa? Masalah pajak lagi?"

"Bukan. Ini soal Bimo," Adrian duduk dengan tegang. "Sidang putusan kemarin memang memvonisnya dua puluh tahun penjara. Tapi, pengacaraku di lapangan memberikan laporan aneh. Bimo tidak dipindahkan ke lapas kelas satu seperti seharusnya. Dia dipindahkan ke sebuah fasilitas medis dengan alasan 'gangguan jantung kronis'."

Aruna mengernyitkan dahi. "Gangguan jantung? Bimo tidak pernah punya riwayat itu. Dia rajin olahraga dan sangat menjaga kesehatan."

"Itu masalahnya. Fasilitas medis itu dimiliki oleh sebuah konsorsium luar negeri yang namanya tidak asing bagiku," Adrian menggeser sebuah foto. "Ingat Siska? Dia memang dipenjara, tapi Tyas... Tyas menghilang saat dalam perjalanan menuju perlindungan saksi dua hari lalu."

Jantung Aruna mencelos. "Menghilang? Bagaimana bisa?"

"Mobil yang membawanya diserang di jalan tol. Tidak ada mayat, tidak ada jejak. Hanya ada satu pesan yang ditinggalkan di kursi belakang," Adrian menarik napas panjang. "Sebuah kartu nama kosong dengan noda lipstik merah berbentuk ciuman."

Aruna merasakan bulu kuduknya berdiri. Itu adalah tanda tangan Siska. Tapi Siska seharusnya ada di sel wanita yang dijaga ketat. Jika Tyas hilang dan Bimo berada di fasilitas medis yang mencurigakan, itu artinya jaringan mereka jauh lebih besar dari sekadar perselingkuhan dan pencurian aset.

Tiba-tiba, ponsel Aruna bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Hanya ada sebuah foto.

Foto itu diambil dari jarak jauh, menunjukkan Kenzo yang sedang bermain di taman sekolahnya hari ini. Dan di belakang Kenzo, tampak seorang pria dengan topi rendah yang sedang memegang sebuah balon berwarna merah darah.

"Adrian... mereka tidak benar-benar kalah," bisik Aruna, suaranya bergetar karena amarah yang kembali tersulut.

 "Mereka hanya berpindah tempat duduk."

Aruna sadar, kemenangan yang ia rayakan kemarin hanyalah sebuah ilusi. Bimo bukan hanya seorang suami pengkhianat, dia adalah bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar dan berbahaya. Dan sekarang, nyawa Kenzo kembali menjadi taruhannya.

"Siapkan pengawalan maksimal untuk Kenzo sekarang juga!" perintah Aruna sambil menyambar tasnya. "Dan cari tahu siapa pemilik fasilitas medis tempat Bimo ditahan. Jika hukum tidak bisa menahan mereka di balik jeruji, maka tanganku sendiri yang akan memastikan mereka tidak akan pernah bisa melihat cahaya lagi."

Aruna melangkah keluar kantor dengan langkah cepat. Perang ini belum usai. Jika Fase Pertama adalah tentang Pembalasan, maka Fase Kedua ini adalah tentang Pemusnahan Total.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bersambung...

Bab 18: Tamu yang Tak Diundang.

...**Author Note:**...

...Plot twist! Ternyata Bimo dan Siska punya kartu as yang belum keluar. Tyas diculik, dan Bimo 'melarikan diri' lewat jalur medis. kira-kira selanjutnya apa ya yang terjadi? 🤔🤔🤔...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!