NovelToon NovelToon
GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

GUS DINGIN DAN GADIS BAR BAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: RISMA AYINI SAFITRI

seorang gadis bernama hazia ayini que'en namyesa yang merupakan seorang gadis bar bar, nakal, jahil, dan juga bermulut pedas yang susah di atur oleh orang tua nya sehingga iya dan juga kakak sepupu laki laki nya yang bernama kevin di kirim ke sebuah pondok pesantren yang merupakan milik sahabat keluarga hazian.

apakah ayini si gadis bar bar bisa berbuat baik dan memperbaiki akhlak serta adab nya di pondok pesantren itu?
atau apakah ayini akan berbuat jahil dan mengacaukan pondok itu?
apa yang akan ayini lakukan ketika iya bertemu dengan anak kyai yang bernama Alvaro!
atau kerap di panggil gus alvaro? seorang Gus yang memiliki sifat dingin dengan wajah datar yang ternyata akan menjadi CALON SUAMI nya karena masalah yang iya lakukan sendiri...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RISMA AYINI SAFITRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2. GERBANG YANG TERKUNCI-2

Ayini hanya mendengus, kembali menyandarkan punggungnya dan melipat tangan di dada.

 Ia merasa seperti barang dagangan yang sedang ditawar. Namun, keheningan itu mendadak pecah ketika terdengar suara langkah kaki yang tenang dari arah tangga kayu di dalam rumah.

Tap. Tap. Tap.

Seorang pemuda muncul dari lantai atas. Ia mengenakan baju koko berwarna putih tulang yang sangat rapi, dipadukan dengan sarung tenun berwarna gelap dan peci hitam yang terpasang sempurna.

 Pemuda itu memiliki rahang yang tegas, hidung mancung, dan kulit yang bersih.

 Namun, yang paling mencolok adalah ekspresi wajahnya. Datar. Benar-benar datar seolah tidak ada otot untuk tersenyum di sana.

 Matanya tajam namun dingin, menatap lurus ke depan tanpa minat.

Ayini yang tadinya lesu seolah tersengat listrik ribuan volt. Matanya membelalak.

 Sifat "centil" dan "banyak bicara"-nya mendadak aktif kembali secara otomatis.

"Wah... gila... ini siapa, Mi?" tanya Ayini tiba-tiba dengan suara keras, menunjuk ke arah pemuda itu tanpa adab.

Pemuda itu berhenti di kaki tangga. Ia hanya melirik sekilas ke arah kerumunan di ruang tamu, lalu menundukkan pandangannya sedikit sebagai bentuk hormat kepada orang-orang tua di sana, namun tetap tanpa senyum sedikit pun.

"Assalamualaikum," ucap pemuda itu. Suaranya berat, bariton, dan sangat irit.

"Waalaikumsalam," jawab semua orang serentak.

"Alvaro, sini Nak. Kenalkan, ini sahabat-sahabat Abi yang pernah Abi ceritakan," kata Abi Vero.

Gus Alvaro berjalan mendekat. Ia hanya mengangguk kecil ke arah Alqin dan Alpin tanpa banyak bicara.

Ia berdiri di dekat Abi-nya, tegak dan berwibawa, namun memancarkan aura sedingin es kutub utara.

Ayini tidak bisa diam. Ia bangkit dari duduknya, mengabaikan Kevin yang menarik-narik ujung bajunya agar tidak malu-maluin.

"Halo, Gus! Namanya Alvaro ya? Kenalin, aku Ayini. Nama panjangnya Hazia Ayini Que'en Namyesa. Cantik kan namanya? Kayak orangnya?"

 Ayini berbicara dengan nada yang sangat percaya diri, bahkan cenderung centil, sambil mengedipkan matanya berkali-kali.

Gus Alvaro tidak bereaksi. Ia bahkan tidak menatap wajah Ayini secara langsung. Ia hanya menatap lantai di depannya.

"Mi, kok anaknya pendiam banget sih? Sariawan ya? Atau emang nggak bisa ngomong?" cerocos Ayini lagi kepada Umi Ayisah.

Umi Ayisah tertawa kecil, mencoba mencairkan suasana. "Alvaro memang begitu, Ayini. Dia orangnya irit bicara, lebih suka memperhatikan daripada banyak bicara."

"Dih, irit banget kayak kuota internet pas tanggal tua," celetuk Ayini lagi.

"Tapi jujur ya Gus, muka kamu itu ganteng banget, tapi sayang... kaku banget kayak jalan tol Trans Kalimantan. Pernah senyum nggak sih seumur hidup?"

"Ayini! Duduk!" bentak Alqin malu.

Gus Alvaro akhirnya mengangkat pandangannya sedikit. Ia menatap Ayini dengan tatapan yang begitu dingin hingga membuat gadis itu sedikit merinding, namun bukannya takut, Ayini justru merasa tertantang.

"Umi, ini serius Gus Alvaro bakal jadi guru aku di sini? Wah, kalau gurunya kayak gini mah, Ayini betah! Tapi kalau dia marah gimana ya? Pasti tetep ganteng,"

Ayini terus saja bicara tanpa henti, membuat Kevin di sampingnya hanya bisa menepuk jidat.

"Astagfirullah alazim, punya adek sepupu gini amat," gumam Kevin pelan.

"Apa lu bilang, Vin? Mau gue tabok?" balas Ayini pedas ke arah Kevin.

Gus Alvaro kemudian berbalik arah tanpa mengucapkan sepatah kata pun untuk menanggapi ke-bar-bar-an Ayini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!