NovelToon NovelToon
PEMBALASAN KETURUNAN DEWA ALKEMIS

PEMBALASAN KETURUNAN DEWA ALKEMIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Action
Popularitas:551
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.

Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.

Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".

Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: PERBEDAAN DUNIA DAN PELARIAN NYAWA

"Alam... Roh?" Raymond menelan ludah. Ia bisa merasakan bahwa energi yang dimiliki Ye Ming bukan lagi energi yang longgar dan kasar, melainkan energi yang sudah dimurnikan, padat, dan cair seperti air sungai yang deras.

Ini adalah level di atas Alam Asal! Perbedaan yang sangat jauh, seperti langit dan bumi.

"Hati-hati Nak! Dia sudah masuk level baru! Energinya jauh lebih efisien! Jangan lawan langsung, coba cari celah!" teriak Zhuo Yi panik.

"Terlambat," bisik Ye Ming.

WUSH!

Ye Ming bergerak.

Di mata Raymond, gerakan Ye Ming terlihat sangat lambat, tapi anehnya... ia tidak bisa memblokirnya!

TRANGGG!!!

Pedang es itu menyabet ke arah Raymond. Raymond cepat mengangkat pedangnya untuk menahan.

Namun...

BAMM!!!

Raymond merasakan seolah dipukul oleh palu godam raksasa! Tubuhnya terlempar mundur lebih dari sepuluh meter, tulang-tulang di lengannya terasa remuk dan nyeri hebat menjalar hingga ke bahu.

"Glek!" Raymond menahan darah yang mau keluar, tapi tetap tumpah sedikit dari sudut bibirnya.

"Bagus. Bisa menahan satu seranganku," puji Ye Ming datar. "Tapi lihat perbedaan kita. Aku di Alam Roh, kau masih di Alam Asal. Selangkah saja, kau sudah terluka."

Ye Ming menyerang lagi. Kali ini lebih cepat!

Wush! Wush! Wush!

Ribuan bayangan pedang es muncul di udara. Serangan itu menutupi seluruh ruangan, tidak ada celah untuk menghindar!

Jurus: Hujan Es Abadi!

Raymond memutar pedangnya secepat kilat, membentuk perisai pedang yang rapat.

DING! DING! DING! DING!

Suara benturan terdengar bertubi-tubi seperti hujan es memukul atap seng. Percikan api beterbangan ke mana-mana.

Tapi Raymond terus mundur! Mundur! Dan mundur!

Setiap benturan membuat tangannya kesemutan dan gemetar. Teknik Ye Ming begitu sempurna, begitu halus, tidak ada gerakan yang sia-sia.

"Kau kuat, Raymond. Sangat kuat untuk ukuran seumur jagung," kata Ye Ming sambil terus menyerang. "Tapi kekuatanmu dibangun di atas pondasi yang salah. Kau menggunakan pil dan warisan orang lain. Sedangkan aku... aku membangun kekuatanku sendiri dengan memakan daging dan darah musuh-musuhku!"

BAM!!!

Tusukan terakhir menembus pertahanan Raymond!

Sret!

Lengan kiri Raymond tergores dalam. Darah segar mengalir deras, dan rasa dingin yang mematikan langsung menyebar ke seluruh tubuhnya!

"Ughh!" Raymond jatuh berlutut. Tubuhnya mulai kaku. Racun es itu perlahan mematikan aliran energinya.

"Kalahkanlah dia! Ambil pedangnya! Ambil ingatannya!" seru Ye Ming.

Raymond menatap Ye Ming yang berjalan mendekat perlahan, menikmati penderitaannya.

"Kakek! Kita kalah kuat! Apa yang harus dilakukan?!" batin Raymond panik.

"Lari! Sekarang juga! Jangan gengsi! Kalau kau mati di sini, semuanya berakhir! Gunakan teknik Pelarian Angin Naga! Hancurkan dinding belakang dan lari ke area reruntuhan terdalam! Di sana ada formasi pelindung kuno yang kutinggalkan!"

Raymond mengertakkan gigi. Ia tidak mau lari, tapi ia harus hidup untuk membalas dendam.

"TERIMA KASIH UNTUK PERMAINANNYA, YE MING! TAPI KITA BELUM SELESAI!"

Raymond tiba-tiba melempar sejumlah besar bubuk peledak dan racun ke udara!

BOOOOMMM!!!

Asap hitam pekat memenuhi ruangan.

"Berani kau main kotor?!" teriak Ye Ming marah, ia mengayunkan pedangnya menyapu asap itu.

Namun saat asap hilang... Raymond sudah tidak ada! Hanya ada lubang besar di dinding belakang yang hancur.

"Kejar dia!!"

Di dalam lorong-lorong gelap yang sempit dan berbelit-belit.

Raymond berlari sekuat tenaga. Darah terus menetes dari lengannya, dan tubuhnya semakin dingin. Penglihatannya mulai kabur.

"Harus... harus bertahan..."

Di belakangnya, aura Ye Ming terus mendekat. Dinginnya menusuk tulang.

"Tidak bisa lari jauh, bocah kecil..." suara Ye Ming bergema dari segala arah. "Kau akan mati kedinginan sebelum aku menangkapmu!"

Tiba-tiba, di depan mata Raymond, muncul sebuah pintu batu besar dengan ukiran naga yang sama dengan yang ada di cincinnya.

"Itu dia! Masuk! Cepat!" teriak Zhuo Yi.

Raymond menerjang masuk ke dalam pintu itu. Begitu ia masuk, pintu batu itu tertutup sendiri dengan berat.

DUG!!!

Di luar, Ye Ming tiba tepat waktu. Ia memukul pintu itu dengan keras.

BOOM!

Pintu itu bergetar hebat tapi tidak hancur. Terdapat lapisan energi keemasan yang melindunginya.

"Buka! BUKA!!" teriak Ye Ming murka.

"Hahaha... maaf Tuan Muda Hitam. Tempat ini dilindungi oleh formasi tingkat dewa. Bahkan jika kau level Alam Roh pun, kau butuh waktu berhari-hari untuk menghancurkannya," suara Zhuo Yi terdengar keluar dari dalam pintu.

"Nikmati waktu terakhirmu di dalam sana! Tidak ada jalan keluar lain! Kau akan mati kelaparan atau mati karena lukamu!" teriak Ye Ming di luar dengan penuh amarah.

Di dalam ruangan itu, sangat gelap dan sempit.

Raymond langsung ambruk ke lantai. Tubuhnya kedinginan parah, lukanya parah, dan energinya habis total.

"Kakek... aku gagal..." bisik Raymond lemah.

"Tidak Nak, kau tidak gagal. Kau berhasil bertahan hidup melawan orang di level di atasmu. Itu sudah pencapaian luar biasa," suara Zhuo Yi lembut. "Lihat sekelilingmu. Kita ada di tempat aman sekarang. Ini adalah ruang penyimpanan rahasia yang aku buat ratusan tahun lalu."

Raymond menatap sekeliling. Di tengah ruangan itu ada sebuah wadah batu besar berisi cairan hijau keemasan yang mengeluarkan uap hangat dan menenangkan.

"Itu... itu apa?"

"Itu adalah Kolam Penyucian Darah. Terbuat dari akar tanaman umur ribuan tahun dan darah binatang roh kuno. Masuklah ke dalam sana. Itu akan menyembuhkan lukamu, membuang racun es dari tubuhmu, dan... memberimu kesempatan untuk menembus batas menuju Alam Roh!"

Mata Raymond berbinar meski tubuhnya lemah.

"Alam Roh..."

"Dengan kekuatan baru, lain kali kita bertemu Ye Ming... kita yang akan memburunya!"

Raymond menyeret tubuhnya yang lemah menuju kolam itu. Perlahan ia masuk ke dalam cairan hangat itu.

Saat cairan itu menyentuh lukanya, rasa sakit yang luar biasa muncul, tapi disusul dengan rasa nikmat saat energi murni merasuk ke setiap pori-pori tubuhnya.

Tubuhnya yang tadinya kaku perlahan menjadi hangat. Luka di lengannya mulai menutup dengan cepat. Dan di dalam danau dantiannya, energi yang tadinya seperti sungai kecil... mulai menggenang, memadat, dan berubah menjadi cairan yang kental dan berharga!

Proses transformasi menuju level baru... dimulai!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!