NovelToon NovelToon
Suksesnya Gadis Yang Di Hina

Suksesnya Gadis Yang Di Hina

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama ende

"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 02 Ghibah sama Bude

      Aku makan dengan berbincang Sampai bude datang

" kamu sudah datang nis mana calon suamimu katanya dia akan melamar kamu" kata bude sambil tersenyum

" Nggak ada bude aku putus nggak jadi menikah" jawabku

" Baguslah ibunya Kaffa itu sombong dan ketus kalau kamu sama dia bisa di hina seumur hidup mu kayak adek ku kasihan Bede melihatnya" kata bude

     Sebelum bude cerita yang tidak tidak dan ibu dengar mending aku suruh pulang saja dia nanti saja aku ke rumahnya

" Bude ini oleh oleh buat bude semoga cocok dan ini ada kue buat bude mbak Novi ada di rumah aku nanti kesana" kata ku sambil mendorong beliau dengan pelan biar cepat pulang aku nanti ke sana melanjutkan gosip sama beliau dan mbak Novi

   Aku pamit tidur dulu kerena cape padahal aku kekenyangan aku mau mengarang cerita putusnya aku dan mas Kaffa tetapi aku terlelap bersamaan dengan lamunanku. Aku bangun jam tiga sore aku segera ke rumah bude menepati ke rumah bude Asiah kakaknya ibu

     Aku masuk sepetinya dia sendirian di ruang tengah

" Nisa kamu beliakan baju bude dengan ukuran apa XL kebesaran kan kamu tahu ukuran bude itu L kalau ibumu M" kata dia

" Bude nanti aku belian lagi itu di kecilkan di penjahit ya tapi jangan ke ibu" jawabku

" kamu sebenarnya membelikan siapa cerita sama bude nggak usah di tutup tutupi" kata bude

" Sebenarnya aku beli buat bu Sarmi ibunya mas Kaffa tapi karena tadi aku di hina jadi olah oleh ku aku ambil lagi termasuk roti lapis pandan itu yang di makan bude" jawabku

 " Bentar bude buatkan minum ada yang akan bude ceritakan" kata bude Asiah

" Nis bude bulan lalu bertemu dengan ibunya Kaffa dia cerita kalau dia nggak suka dengan calon menantunya yang hanya kerja di restoran memang kamu beneran kerja di restoran" tanya bude

" Waktu itu aku memperbaiki komputer kasir di restoran teman ku dan selesai aku memperbaiki aku duduk santai tiba tiba restoran ramai jadi aku di minta bantuan membawakan pesanan pengunjung bude aku nggak tahu persis mungkin di situ ada Bu Sarmi aku memang memakai baju hitam putih selesai acara di kampus jadi baju ku sama dengan pelayan restoran yang magang" jawabku sambil terkekeh

" waktu itu dia tanya anak ku kerja di mana dia punya anak polisi jadi dia mau cari menantu yang sepadan" kata bude

" Kata mas kaffa dia mencari menantu bidan atau dokter atau perawat biar sepadan sama anak nya yang polisi " jawabku

" Kamu tahu nis" tanya bude

" Iya bude mas Kaffa cerita tapi waktu itu dia bercanda katanya dan dia berjanji mau memperjuangkan cinta kita sampai dapat restu" jawab Ku

" Biar lah bude aku putus saja aku mau kuliah lagi ambil S2 sayang kalau bea siswa nggak di ambil" kata ku

" Di mana S2 nya di luar negeri" tanya dia

" Di dalam negeri saja sambil kerja dan kalau mas bayu pulang dia juga mau kuliah jurusan tehnik otomotif seperti cita citanya" jelasku

" Mungkin dua bulan lagi dia pulang ingin melanjutkan kuliahnya dan aku sudah mencari universitas swasta yang bagus buat dia nanti aku kontrak bareng di kota kan aku nggak jadi menikah" jawabku

 "Iya nis kamu masih muda kejar cita cita mu tunjukan sama bapakmu dan nenek mu kamu bisa" kata bude memberikan semangat kepada ku

" katanya kita nggak boleh pamer bude" Kata ku

" Iya sih tapi kalau kamu di hina ya melawan lah" kata bude gemas

" ya aku ingin melawan dengan elegan bude biar saja mereka menghina nanti kalau aku sukses meraka akan malu sendri" jawabku

" Iya nis sabar ya kamu pintar dan cerdas sekarang saja sudah lulus S1 usia dua puluh tahun kalau wajah dan badan ku malah seperti masih SMA " kata bude

" kan aku kecil bude dan awet muda " jawabku

" Iya nis mbak mu saja sampai sekarang belum lulus apalagi nanti setelah lulus harus ambil pendidikan profesi biar dapat gelar nurse apa gitu bude nggak paham" kata bude

" Iya bude kayak dokter namanya koas kalau nggak salah Anisa kurang mengerti kan ngertinya hanya game" jawabku sambil terkekeh

" Kamu main game juga dapat uang kuliah juga bisa sambil kerja masih bisa ngasih uang ibunya nis kamu memang pintar bapak mu saja bodoh membuang anak anak pintar" kata bude sambil menangis

" Biar lah bude kita lihat saja ke depannya siapa yang sukses nantinya kami punya bapak tapi nggak ada peran beliau kami di dzolimi Tuhan maha melihat" Jawab Ku

" iya nak tanpa dukungan finansial dari bapak mu buktinya kamu sekarang sudah sarjana" kata bude

" Iya bude tapi aku kerjanya juga masih paruh waktu sekarang sebagai programmer di perusahaan kecil punya teman ku tapi penghasilanku lumayan";jawabku

" Iya nduk yang penting hati hati di sana jangan Sampai kamu bermasalah kamu akan di ejek oleh keluarga bapakmu" nasehat bude

" Iya bude aku pulang dulu mau mandi sudah sore ini" kata ku pamit kepada bude

      Aku pulang ke rumah ibu dia sedang menjahit baju kayak nya hanya permak kata ibu memang sekarang orang lebih sering permak mereka beli online terus tinggal di permak sedikit saja kata ibu sih lumayan

" ayo Bu ikut jalan jalan pakai mobil baru" ajak Ku

" Kemana nis mbok ya di rumah saja kita ngobrol kamu itu pasti menyembunyikan sesuatu sama ibu" kata ibu

" nggak kok Bu yakin lah Anisa bisa mengatasi Masalah Anisa sendiri dengan baik" jawabku

" Kamu nggak mau cerita sama ibu dan kamu anggap ibu orang lain gitu " kata ibu memojokan aku

" Nanti saat nya aku cerita Bu sekarang ibi sabar ya karena sekarang masih belum jelas Bu masih ngambang" jawabku

" Oh ya Bu aku sekarang sudah kerja tetep tapi aku di ijinkan sambil kuliah S2 Bu dan aku dpat bea siswa nanti kalau mas Bayu pulang kita bisa kuliah bersama dan kontrak rumah bersama ibu boleh ikut". kata ku

" Terus ayam dan tanaman ibu gimana" kata ibu

" Jual saja Bu atau di sembelih buat Anisa makan ayam tiap hari" jawabku sambil terkekeh

" kamu itu Ayo sholat sudah magrib " ajak ibu

" Aku lagi datang bulan bu " jawabku ibu segera sholat aku bersiap mau mengajak ibu jalan jalan aku ajak nongkrong ke kafe saja biar dia suka atau ke toko daster kesukaan dia aku keluar kamar sudah rapi Ya bajuku memang kayak style Korea atau China gitu aku yang kecil mungil putih dan rambut lurus berat badanku cuma empat puluh saja dan tinggi badanku 155 saja ya cukup mungil kadang di kira anak SMA

   Aku menyiapkan mobil kemudian mengajak ibu jalan jalan walau kami mencoba mobil baru sambil berbincang ibu aku ajak ke kafe yang baru buka dia Hanau pesan minuman dan aku berjanji akan menceritakan semua pada ibu nanti kalau aku sudah menyelesaikan dengan mas Kaffa

 Bersambung .....

1
Erna Ladi Yanti
aku bergabung tho,semngt.🙏
Miftahul Khoiriyah: terima kasih support nya
total 1 replies
Dwi Sulistyowati
lanjut Thor
Miftahul Khoiriyah: terima kasih dukungan nya 😍
total 1 replies
Dwi Sulistyowati
semangat paman pepet trs anisa
Dwi Sulistyowati
lanjut Thor suka sm cerita nya🫶
Miftahul Khoiriyah: terima kasih banyak atas dukungan nya
total 1 replies
TytinApriana InaQx GuhHasbi
aku suka ceritanya /Smile//Smile//Smile/
Miftahul Khoiriyah: Terima kasih kakak semoga terhibur
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!