Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.
Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.
Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.
Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2. Nyonya telah Patah Hati
Krettt
Pintu besar itu tertutup rapat. Tangan jenderal terkepal kuat.
"Jenderal! apakah nyonya selalu mendominasi seperti itu? dia tidak memandang wajah jenderal. Meiren tidak akan seperti itu!"
Jenderal Lu menoleh ke arah wanita yang saat ini tengah hamil anaknya itu. Mungkin yang membuat jenderal pada akhirnya bisa mengingkari janjinya adalah karena Meiren memang sangat berbeda dari Mei Huarin. Meiren begitu penurut, lembut dan manja. Sementara Mei Huarin, wanita yang tak segan membantah jenderal jika dirasa apa yang dilakukan jenderal itu salah, bahkan di depan banyak orang.
Tapi, Mei Huarin memang bukan wanita yang tumbuh di masa ini. Dimana wanita selalu bergantung pada pria. Apa kata pria, maka itu adalah vonis hidup para wanita di sini. Mei Huarin tidak seperti itu, dia tumbuh besar di lingkungan, dimana emansipasi wanita sudah bergema dan terealisasikan. Lagipula, semua yang dia lakukan, sesungguhnya adalah untuk kebaikan jenderal, untuk kehidupan yang lebih baik, untuknya bisa menjadi jenderal nomor satu di kerajaan ini.
Sayangnya cara pandang manusia memang terkadang berbeda. Ketegasan Mei Huarin, di anggap oleh jenderal sebagai sikap arogansi dimana Mei Huarin tidak membiarkan suaminya dipandang baik, dan mulia. Harus terus berdiri di sampingnya, dan nama Mei Huarin juga harus terus disandingkan dengannya.
"Memang hanya kamu yang paling mengerti aku Meiren!"
"Tidak masalah jenderal, Meiren datang dengan mas kawin yang sangat banyak. Ada empat peti berisi emas. Kita pasti bisa membangun kembali kediaman jenderal..." Meiren mendekati jenderal Lu, "mungkin juga bisa merebut kembali kediaman ini. Karena dimana-mana, yang namanya istri, harus menurut pada suami. Jika membangkang, bukankah itu sama saja mempermalukan aturan leluhur, hukumannya sama dengan berkhianat! Meiren benar kan, Jenderal?"
Nada genitnya itu, kalau Lu Yanzhi mendengarnya. Pasti anak bungsu Mei Huarin itu tak akan tahan untuk tidak menamparnya lagi.
"Kamu benar! kita masuk pintu samping!" kata jenderal yang pada akhirnya berhasil di bujuk untuk masuk ke kediaman Jinxi.
Shen Meiren tersenyum mencurigakan, tapi itu hanya bisa di lihat oleh beberapa orang yang punya sudut pandang berbeda padanya.
'Memangnya kenapa kalau kediaman ini hadiah dari kaisar. Jenderal adalah kepala keluarga! sejak kapan sebuah kediaman di pimpin oleh seorang nyonya?' batinnya.
Wanita itu memang punya ambisi yang sangat besar. Dia bukan hanya mau menguasai Jenderal. Tapi juga menguasai kediamannya, dan gelar nyonya yang sangat mulia, yang di saat ini masih di miliki oleh Mei Huarin.
Kereta kuda itu masuk ke pintu samping. Beberapa peti yang di bawa oleh para pengawal juga di bawa masuk.
Dan orang-orang yang ada di luar. Menjadi ramai membicarakan masalah yang baru saja terjadi di depan mereka.
"Wanita itu terlihat seperti penyihir!"
"Lebih seperti wanita penghibur! lihat saja caranya berpakaian, seperti para wanita di paviliun bunga. Kalau di bandingkan dengan nyonya jendral, sungguh jauh berbeda! nyonya Jenderal itu pembawaannya sopan, pakainya sopan dan pantas. Riasannya tidak berlebihan, jenderal benar-benar salah besar!"
Yang lain yang mendengarkan ucapan seorang wanita paruh baya yang memang kerap mendapatkan bantuan dari nyonya jenderal menganggukkan kepalanya.
Nyonya jenderal mereka terkenal sangat baik, berhati mulia dan sangat sopan juga bijaksana. Sejak mereka tinggal di dekat kediaman Jinxi. Tidak ada yang sakit yang tidak bisa berobat, dan tidak ada lagi yang tidak bisa makan dan sekolah.
Nyonya jenderal sungguh perduli pada rakyatnya. Makanya begitu mereka melihat ketidakadilan terjadi pada nyonya jenderal mereka, mereka juga kesal.
Sementara itu di kediaman jenderal, karena apa yang telah terjadi. Pesta perayaan ulang tahun itu harus dihentikan.
Nyonya jenderal di bawa oleh pelayan setianya Xueyao dan Lu Yanzhi ke dalam kamarnya untuk istirahat.
"Ibu! ayah memang sangat keterlaluan! ibu selalu menceritakan padaku tentang kesetiaan ayah. Bertahun-tahun di medan perang, ayah akan selalu kembali dengan kesetiaan. Tapi lihat..." Lu Yanzhi menjeda ucapannya. Dia sangat sakit hati pada apa yang dilakukan ayahnya.
Ibaratnya, saat ini sebenarnya yang patah hati bukan hanya Mei Huarin, tapi Lu Yanzhi juga patah hati. Cinta pertama bagi seorang anak perempuan adalah ayahnya. Lalu, ketika sang ayah membawa pengkhianatan ke rumah. Lu Yanzhi juga menjadi patah hati.
Mei Huarin sebenarnya sangat kecewa. Belasan tahun dia mendukung suaminya. Dia benar-benar mencurahkan jiwa raganya, segenap cinta dan dedikasinya pada suaminya. Pengkhianatan yang dilakukan jenderal, bukan hanya membuatnya terluka. Tapi sungguh menghancurkan separuh dirinya.
Kepercayaan itu, rasa hormat itu. Benar-benar hangus jadi abu, terbakar oleh bara api pengkhianatan yang dilakukan oleh jenderal.
Namun, melihat sang putri yang tak berhenti menangis, serta tampak kecewa sekali pada ayahnya. Mei Huarin tidak tega, tidak tega memperlihatkan dirinya yang hancur pada Lu Yanzhi.
Tangan Mei Huarin terangkat perlahan, menyentuh lembut puncak kepala Lu Yanzhi.
"Ingin memeluk ibu?" tanyanya.
Lu Yanzhi langsung terisak di pelukan ibunya. Xueyao yang melihat itu pun ikut menangis.
"Ayah tega sekali! dia malah bicara seperti itu pada ibu! kenapa ayah berubah sangat cepat? tiga tahun yang lalu, ayah tidak seperti itu. Dia masih sangat baik pada kita, padaku, pada ibu. Kenapa wanita itu membuat ayah menjadi jahat?"
Mei Huarin menepuk-nepuk lengan putrinya perlahan.
"Ibu selalu mengatakan padamu kan? meski ayahmu sangat hebat, tapi sebagai seorang wanita, ibu tidak pernah sepenuhnya bergantung pada ayahmu. Bukan karena ibu tahu ayahmu akan berkhianat. Tapi karena seorang manusia, hatinya bisa berubah kapan saja, Yan'er. Yang bisa kita percayai sepenuh hati memang hanya diri kita sendiri! ibu tahu kamu sakit hati pada ayahmu. Tapi, dia tetap ayahmu. Masalah ayah dan ibu, jangan sampai mempengaruhi hubunganmu dengan ayahmu. Ingat Yan'er, sebagai seorang wanita. Berdirilah di atas kakimu sendiri. Jangan pernah bergantung pada pria, jangan berharap dan jangan terlalu percaya. Hati yang patah, rasanya sakit sekali!"
"Ibu" tangis Lu Yanzhi semakin menjadi.
Mei Huarin menyeka air matanya ketika air mata itu turun perlahan. Bohong kalau dia tidak sakit hati. Bohong kalau dia tidak hancur atas pengkhianatan jenderal.
Dengan entengnya jenderal mengatakan, kalau sangat wajar di dinasti ini orang yang punya istri lebih dari satu. Mungkin jenderal lupa, karena dibutakan oleh hawa nafsuu. Kalau dulu syarat dari Mei Huarin supaya jenderal bisa menikahinya adalah, jenderal berjanji hanya akan memiliki satu istri sampai Mei Huarin tiada. Jenderal malah membentaknya, mengatakan dia membuat keributan, dan membuat malu.
Tak ada yang lebih hancur hatinya dibandingkan dengan Mei Huarin saat ini. Nyonya sungguh telah patah hati.
***
Bersambung...
nanti aku pula lama naik tensi🤦🏻♀️🤦🏻♀️
kayaknya dia pengen mepet sawah terus🤭
Siapa yang mau di paksa..?
Mei Huarin yg bersujud pada kalian semua..?
Yang benar saja.. 🤭
Meski kalian yg bersujud pada nya, Mei Huarin tak kan luluh dengan air mata buaya.. 😏
Karena Mei Huarin sangat tau, kalian adalah orang² yg bermuka dua..
Jadi, buang jauh² mimpi mu Nyonya Tua.. 😝😏
Apalagi kalian memanjakan nya dgn manja² gak menentu, gak terdidik adab & akhlak nya.. habislah.. 🤣🤣
Karena apa yg kau tanamkan sejak dini, seperti itulah kelak anak² akan mencontoh perilaku orang tua nya..
Dan kau lu Yansheng, ortu mu itu ada kurang²nya kalau kulihat.. Seperti orang gila harta, makanya anak lelaki mu punya prinsip yang sama dengan nyonya tua.. 🤦🏻♀️