NovelToon NovelToon
Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:460
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.

sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.

Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.

Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Sepak terjang seorang jaksa

Note: Buku ini adalah kisah fiktif belaka, jika ada kesamaan tokoh, lokasi dan cerita bukan disengaja.

*****

Eko Arkanendra Widjaya, anak ketiga dari empat bersaudara keluarga Widjaya — salah satu nama terbesar yang memegang kendali sektor bisnis vital di negeri ini.

Kakak perempuan tertuanya Nataliya Widjaya menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Sinar Mas Land Tbk, perusahaan raksasa yang menguasai sektor kontraktor dan properti. Beliau berperan sangat penting dalam pengembangan kawasan BSD City, proyek kota mandiri paling ikonik dan ambisius di Indonesia yang menggabungkan kawasan hunian, bisnis, dan komersial dalam satu kesatuan. Sementara itu, kakak keduanya Michael Indra Widjaya menjabat sebagai CEO di perusahaan yang sama, meski terpaut usia cukup jauh dari Arka.

Di tengah keluarga konglomerat yang penuh pengaruh dan kekayaan itu, Arkanendra — atau akrab disapa Arka — adalah sosok yang berbeda. Berusia 34 tahun, dia menjabat sebagai Jaksa di Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Dia adalah satu-satunya dari keluarga Widjaya yang sama sekali tak tertarik terjun ke dunia bisnis, berbeda jauh dengan kedua kakaknya maupun adik bungsunya Jesylyn Widjaya, yang kini berkarier sebagai konsultan investasi.

Jangan pernah memanggil Arka Pak Jaksa, jika dia belum berhasil melumpuhkan musuhnya.

Meski usianya tergolong muda di jajaran Kejaksaan Agung, ketangkasan dan kecepatan Arka dalam bekerja di lapangan sudah pantas diacungi jempol. Lulusan Sarjana Hukum dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, kemudian meraih magisternya di Universitas Indonesia ini bergabung menjadi pegawai pemerintahan sejak usianya menginjak 27 tahun. Sejak masa SMA, Arka telah menguasai bela diri Taekwondo hingga menyandang sabuk hitam tingkat tinggi, berkat rutin mengikuti berbagai kejuaraan taekwondo.

Kemampuannya itu membuat Polda Metro Jaya sering merekrutnya untuk bergabung dalam tim penyergapan dan penangkapan penjahat-penjahat besar, DPO atau buronan polisi yang licik dan sulit ditangkap. Berkat ketangkasannya menyelesaikan kasus-kasus berat dan berhasil menyeret penjahat kelas kakap ke balik jeruji besi, nama Arka menjadi sangat dikenal. Tidak hanya di kalangan kepolisian, nama itu bahkan menjadi populer, juga menakutkan bagi para penjahat.

Namun, malam itu menjadi titik balik segalanya. Malam yang mungkin menjadi kesialan terbesar sekaligus keberuntungan terbesar dalam hidupnya.

Saat dia baru saja menyelesaikan misi dan mengantar gadis yang ditolongnya dari keributan dan kericuhan di sebuah klub malam, tiba-tiba tubuhnya lumpuh. Racun mematikan ternyata dicampurkan diam-diam ke dalam minumannya tadi.

Rupanya, berani sekali ada orang yang berniat membunuh salah satu cucu pemilik Sinar Mas Group. Di perjalanan pulang, racun itu mulai bereaksi menggerogoti setiap inci sel tubuhnya. Kematian sudah di depan mata, tak ada penawar yang bisa menyelamatkannya saat itu.

Namun, saat Arka sudah menyerah dan bersiap melepas nyawanya... sesuatu terjadi.

Seseorang menolong nya, sebuah energi murni, dingin, namun sangat kuat merasuki seluruh urat nadinya. Energi itu datang dari tempat yang jauh, dari alam bawah tanah — dunia tempat roh berkumpul, tempat para arwah menunggu nasib mereka, wilayah kekuasaan Dewa Hades, Sang Penguasa Kematian.

Arka hidup kembali. Tapi, dia tidak lagi sama.

Kini, Eko Arkanendra Widjaya bukan lagi sekadar jaksa tampan yang populer di kalangan wanita, ditakuti musuh, dan disegani rekan seprofesi. Dia kini adalah seorang Intermediate, perantara yang diberkati kekuatan sekaligus membawa beban dari dunia bawah. Dia adalah kepingan jiwa dari Sang Dewa Kematian itu sendiri.

Dan takdir baru inilah yang akhirnya mempertemukannya dengan seorang perempuan bernama Nayyara Syakira. Wanita cantik yang jenius dalam seni melukis dan sedang merintis galerinya sendiri itu memiliki satu sifat unik, Nayyara membenci laki-laki dan sama sekali tidak tertarik menjalin hubungan asmara dengan siapa pun.

Namun, takdir seolah bermain-main. Nayyara yang enggan disentuh laki-laki, akhirnya terjerat dalam ikatan takdir bersama kepingan jiwa Dewa Kematian itu. Ikatan yang sering kali membuat Arka kehilangan akal sehatnya demi memiliki wanita itu seutuhnya.

*

*

Jam di dinding masih berada di angka lima pagi dan kesibukan di sebuah kantor kejaksaan di ibukota itu bahkan belum tampak, dari ruang pertemuan keluarlah empat orang pria dan satu wanita, mereka adalah sebagian dari pegawai dalam tim Criminal yang melakukan rapat darurat pagi ini, terdiri dari beberapa petugas kepolisian dan dua dari kejaksaan.l Agung

"Baiklah saya akan mengirimkan satuan petugas yang akan membantu anda pak Arka nanti malam, kita bertemu di XXX klub setelah penggerebekan selesai"

"Tolong siapkan petugas yang cukup memadai pak Irjen, karena ini penangkapan yang cukup besar"

"Siap pak Arka, saya yakin akan berhasil, karena kami bekerjasama dengan dua jaksa handal kali ini" Arka adalah panggilan dari nama lengkap Jaksa Eko Arkanendra Widjaya itu hanya tersenyum mengangguk, setelah pak Rangga Erwanto pimpinan polda Metro dan kepala kejaksaan atasan nya berujar tadi. Arka melirik rekan kerjanya yang sejak tadi malah menatap tak berkedip mahkluk wanita dengan blazer coklat dan rok yang cukup pendek, dia seorang polwan reserse kepolisian yang cukup handal, bernama Krisera Dwiyanti.

"Sampai bertemu nanti malam, saya akan kembali ke kantor dulu jika begitu" Rangga dan bawahan nya, juga Krisera kemudian berpamitan pada Arka dan rekan kerjanya Marcus Hotman.

Dua orang jaksa itu telah kembali ke ruang kerja nya, dan seorang pegawai perempuan masuk membagikan data file pada mereka berdua. "Terima kasih ya, file milik pak Marcus letakkan saja di meja nya"

"Sama-sama, saya permisi dulu Pak Arka"

"Baik, silahkan" Arka mengangguk, lalu memakai kacamata minusnya, membaca isi data yang katanya penting tadi dan pintu terbuka lagi dengan masuk nya Marcus yang membawa dua cup kopi. "Ini, minumlah kopi mu dulu bang, ah menyebalkan sekali pagi buta sudah meeting di kantor, hom aku bahkan masih mengantuk masih ingin tidur di kasur ku"

"Terima kasih, data data soal tugas kita nanti malam sudah ada di meja loe sana"

"Ck~ hom ngantuk nya, malas sekali di kantor rasa nya ingin berbaring di ranjang kamar dan mimpi kencan sama cewek cantik"

Arka geleng geleng dan menyesap kopi vanilla latte nya.

Wajar sih jika mereka masih mengantuk, bayangkan saja belum subuh dan matahari belum terbit di langit, dua jaksa itu sudah ada di kantor, bahkan tadi Arka hanya sempat cuci muka dan gosok gigi, belum mandi, karena cuaca pagi buta tadi masih dingin luar biasa.

"Kita akan standby di klub besok malam sekitar jam delapan, dan memantau situasi di sana, setelah target kita ada di posisi, tim dari petugas polisi akan masuk melakukan penyergapan"

"Huh merepotkan saja, kenapa mereka hanya memasang kita berdua sih di dalam klub, mentang mentang aku ganteng jadi bisa menjadi umpan begitu"

"Beneran mulut loe setan gendut, tugas kali ini serius jangan bercanda!" Sentak Arka kesal.

"Ah rasanya setelah ini berakhir aku ingin ambil cuti, lalu mengajak kencan wanita cantik"

"Pikiran loe itu tak jauh dari cewek cantik ya, dasar gemblung!"

"Ya ampun, inilah surga dunia bang hehe" Marcus nyengir dengan antusias, duduk di kursinya dengan bibir Arka yang berdecak sebal.

"Cih mata loe itu jika melihat wanita cantik dan tubuh seksi langsung melek saja, ckck dasar playboy sinting" Marcus terkekeh geli, ajaib nya dia sudah terbiasa dengan kalimat tajam dari rekan nya itu yang memang sedikit beda, meskipun Arka tak kalah tampan darinya, namun jaksa itu memiliki aura dingin yang terlihat menakutkan bagi perempuan manapun, apalagi yang bermaksud mendekatinya.

Pribadi Arka yang acuh dan dingin pada wanita membuat banyak wanita patah hati sebelum berjuang. Marcus melepas jaket coklatnya, lalu menggulung kemeja putihnya hingga siku, dan membaca kertas data file yang tadi di bagikan oleh kepala Polda metro ja**.

"Aku penasaran dengan Krisera itu? Apa dia dan atasan Kita ada affair? Ckck menurutku pak Agung itu terlalu tua untuk cewek seumur Krisera kan"

"Cih jika terlalu tua lalu loe gitu yang pantas untuknya?" Arka melempar pulpen nya ke arah Marcus, dengan gelak tawa rekan sekaligus teman baiknya ini selama hampir tujuh tahun dia berkarir di kantor kejaksaan.

"Bukan begitu sih, tapi yang ku tangkap dari tatapan matanya dia sepertinya suka sama loe bang" Arka terdiam, tepatnya malas menanggapi karena obrolan semacam itu, terlihat tak berguna untuk di bicarakan.

"Hey bang, kenapa loe diam, apa dia kurang cantik dan seksi buat loe?"

"Diamlah bodoh! aku malas membicarakan wanita" Bentak Arka malas.

Marcus tergelak makin keras, dia memang kadang heran dengan rekan dekatnya itu, seusia Arka yang sudah 32 tahun jika tak punya pacar memang aneh kan. Apalagi jaksa seumuran Arka di sini banyak yang sudah menikah, bahkan jika Marcus bisa menghitung mundur, terakhir Arka berpacaran itu lima tahun lalu dengan wanita bernama Maya, dan setahunya wanita itu adalah pacar terakhirnya sebelum dia hiatus lama dari urusan asmara.

"Pak Arka permisi, ada kabar penting!! Anda di panggil oleh kepala kejaksaan" Seorang pegawai wanita masuk, setelah mengetuk pintu ruangan mereka. "Oke baiklah saya ke ruangan nya sekarang"

1
Ananda Boy
seru banget 😍
Ananda Boy
seruuu banget 🤭
Ananda Boy
next thor
Ananda Boy
kak kasian Naya🥹
Ananda Boy
lanjut ka author 😘🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!