Terlahir kembali sebagai Lyra Clarissa Wijaya, cucu tunggal dari keluarga terkaya di dunia, Lyra tidak tumbuh sebagai gadis manja yang lemah. Di balik kecantikannya yang tenang dan elegan, tersimpan jiwa seorang putri bangsawan Vampir dan kekuatan insting Alpha Serigala yang ia bawa dari kehidupan sebelumnya.
Xavier adalah pria paling berbahaya yang ditakuti dunia. Dia dingin, kejam, dan dikenal tidak punya perasaan, tiba-tiba hidupnya yang gelap mendadak jungkir balik. Pria yang tak pernah tunduk pada siapa pun ini, justru rela menyerahkan segalanya untuk gadis kecil nya.
"Mintalah nyawaku, Lyra. Mintalah seluruh dunia ku, asal jangan pernah palingkan matamu dariku, karena tanpamu, duniaku kembali menjadi gelap," bisik Xavier, berlutut di hadapan gadis itu tanpa memedulikan tatapan ngeri para bodyguard nya.
Lyra hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang membawa sisa-sisa keagungan masa lalunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEHIDUPAN
"Dokter! Detak jantung bayinya melemah!" seru seorang perawat panik.
Di atas ranjang, seorang wanita cantik dengan peluh membanjiri wajahnya mengerang kesakitan, di sampingnya, seorang pria berjas rapi menggenggam tangannya erat, dengan wajah pucat pasi.
Tepat saat jarum jam menunjukkan pukul 00.00, sebuah fenomena aneh terjadi, langit malam kota yang biasanya tertutup polusi tiba-tiba menampilkan kilatan cahaya keperakan yang sangat terang, disusul semburat warna ungu yang langka.
OEK
OEK
OEK
Tangisan itu pecah, sangat kencang, hingga mampu menggetarkan kaca jendela ruangan tersebut.
"Selamat, Tuan, Nyonya... bayinya perempuan. Sangat cantik," ucap Dokter sambil mengangkat bayi mungil itu.
Anehnya, bayi itu tidak menangis lama, begitu diletakkan di pelukan ibunya, sepasang mata kecil itu terbuka, warnanya hitam pekat sangat indah dan cantik.
"Dokter... anak saya..." ucap Nyonya Arin terdengar serak dan lemah.
Wajahnya yang pucat kini mulai dihiasi rona haru saat suster meletakkan bayi mungil itu di dadanya.
"Dia cantik, sayang. Sangat cantik," bisik Tuan Thomas, mencium kening Nyonya Arin.
Sepasang mata bulat yang hitam pekat itu terbuka lebar, menatap langit-langit ruangan dengan tatapan yang sangat dalam, terlalu tenang untuk seorang bayi yang baru saja menghirup udara dunia.
"Selamat datang, Putri kecil Daddy," bisik Tuan Thomas, mencium pipi bulat Putri kecil nya.
BRAKK
Tiba-tiba ruang terbuka lebar. Bukan suster atau dokter tambahan yang masuk, melainkan sesosok pria tua dengan setelan jas hitam diikuti puluhan bodyguard di belakang nya.
Langkah kaki pria tua itu tegas, menggema di lantai marmer, di belakangnya, empat pria berbadan tegap dengan seragam berjaga di ambang pintu.
Dia adalah Tuan Bastian Wijaya, Pria terkaya di negeri ini, sosok yang namanya mampu menggetarkan bursa saham Asia.
Selama puluhan tahun, keluarga Wijaya hanya dikaruniai anak laki-laki, dan kelahiran bayi perempuan ini adalah penantian tiga generasi.
"Mana? Mana cucu perempuanku?" tanya Tuan Bastian, suara nya terdengar berat namun bergetar karena emosi.
"Papa pelan kan suara mu, lihatlah, dia baru saja lahir," ucap Tuan Thomas, berdiri.
Tuan Bastian mendekat, tanpa menghiraukan ucapan Putranya, mencondongkan tubuhnya ke arah ranjang Nyonya Arini, matanya yang tajam menatap sang bayi, dan anehnya, bayi mungil itu tidak takut, justru dia menggerakkan jemari kecilnya, seolah ingin menyentuh kumis rapi sang kakek.
"Hahaha! Lihat ini!" ucap Tuan Bastian tertawa menggelegar, tawa yang sangat jarang terdengar.
"Dia tidak menangis melihatku! Dia punya nyali yang besar. Inilah putri bungsu Wijaya, cucu perempuan satu-satunya dari keluarga Wijaya!" lanjut Tuan Bastian, dengan senyum lebar di wajah tua nya.
Dengan senyum yang tidak luntur, Tuan Bastian kemudian berbalik ke arah asisten pribadinya yang berdiri di pintu.
"Umumkan ke seluruh media! Hari ini adalah hari libur untuk seluruh karyawan perusahaan Wijaya Group di seluruh dunia! Berikan bonus tiga kali lipat gaji! Cucu perempuan ku telah lahir!" Seru Tuan Bastian, dengan perasaan senang yang sangat membuncah.
Di dalam tubuh mungil itu, sebuah kesadaran perlahan menyatu, jiwa yang tadinya kedinginan di tengah badai salju Alistair, kini merasakan kehangatan yang berbeda, tidak ada aroma hutan, tidak ada bau darah vampir yang menyengat. Yang ada hanyalah aroma rumah sakit yang asing dan wangi bunga lili yang mahal.
Bayi kecil itu menggeliat, merasakan kehangatan dari pelukan wanita yang menggendongnya, namun di saat yang sama, dia merasakan energi yang sangat kuat mengalir di pembuluh darahnya. Energi yang kini terkunci rapat di dalam raga baru nya.
"Siapa nama yang sudah kalian siapkan?" tanya Tuan Bastian sambil mengelus pipi cucunya yang sangat lembut.
"Kami ingin menamainya Lyra, Pa. Lyra Clarissa Wijaya," jawab Tuan Thomas, menatap putri bungsunya dengan lembut.
Mendengar nama itu, bayi mungil itu sedikit tersentak.
Lyra... Nama itu terasa sangat familiar, seolah-olah nama itu telah diukir dengan air mata di suatu tempat yang sangat jauh.
"Lyra..." gumam Tuan Bastian, mencicipi nama itu di lidahnya.
"Nama yang indah, bintang yang bersinar, dia tidak akan kekurangan satu hal pun di dunia ini. Mulai detik ini, apa pun yang dia tunjuk dengan jarinya, akan menjadi miliknya," ucap Tuan Bastian, tersenyum bangga.
"Papa benar-benar berlebihan," ucap Tuan Thomas sambil tertawa kecil, meskipun matanya sendiri tidak bisa beralih dari wajah mungil putrinya.
"Berlebihan? Tidak ada kata berlebihan untuk satu-satunya putri di keluarga ini, Thomas! Setelah tiga generasi isinya hanya laki-laki pembangkang, akhirnya ada bunga cantik yang mekar di keluarga Wijaya," balas Tuan Bastian dengan nada bicara yang meledak-ledak karena bahagia.
Tuan Bastian kemudian merogoh saku jasnya, mengeluarkan sebuah ponsel berlapis emas dan menekan satu tombol cepat.
"Halo? Batalkan semua rapatku untuk satu bulan ke depan! Dan segera kirimkan jet pribadi untuk menjemput dokter spesialis anak terbaik dari negara G dan koki nutrisi terbaik dunia! Aku ingin cucuku mendapatkan yang terbaik sejak detik pertama dia bernapas!" perintah Tuan Bastian tanpa bantahan, lalu mematikan sambungan teleponnya begitu saja.
Nyonya Arin hanya bisa tersenyum lemah di atas ranjangnya, dia sudah biasa dengan sifat mertuanya cukup berlebihan menurut nya, jika menyangkut keinginan, tapi dirinya tidak menyangka putri kecil nya akan disambut sedahsyat ini.
"Pa, biarkan Lyra istirahat dulu, dia baru saja lahir, jangan sampai dia kaget karena suara Papa yang menggelegar itu," ucap Nyonya Arin lembut.
Anehnya, Tuan Bastian yang biasanya ditakuti oleh ribuan karyawannya, langsung terdiam dan mengecilkan suaranya.
Pria tua itu kembali menatap Lyra yang masih terjaga, memperhatikan sepasang mata hitam itu dengan saksama.
"Dia tidak kaget, Arin. Lihatlah, dia justru menatapku seolah dia mengerti apa yang aku bicarakan," ucap Tuan Bastian, menatap dalam wajah kecil Lyra.
"Mata ini... mata ini bukan mata bayi biasa," gumam Tuan Bastian, suaranya kini terdengar penuh kekaguman.
Lyra, dalam tubuh bayi mungilnya, memang sedang mengamati pria tua di depannya, di dalam pikirannya yang masih membawa sisa-sisa memori Leo Alistair, merasa asing namun sekaligus merasa sangat aman.
Lyra mencoba menggerakkan bibirnya, ingin menyapa atau setidaknya tersenyum, namun yang keluar hanyalah suara gumaman kecil khas bayi.
"Ooh... lihat! Dia mencoba bicara padaku! Thomas, apa kau lihat itu? Dia menyapa kakeknya!" seru Tuan Bastian girang, wajah sangar yang biasanya menghiasi halaman depan majalah bisnis itu kini hilang, digantikan wajah seorang kakek yang sedang gemas luar biasa.
"Iya, Pa. Sepertinya Lyra tahu kalau Papa adalah orang yang akan memanjakannya sampai ke langit," ucap Tuan Thomas sambil merangkul pundak ayahnya.
Tuan Thomas ikut senang melihat senyum Papa nya kembali merekah, setelah sekian lama tidak pernah tersenyum dan tertawa selepas sekarang ini, lebih tepat nya sejak Mama nya meninggal, Papa nya ikut kehilangan senyum dan semangat hidup nya.
semangat menulis thor💪
sehat selalu👍👍
semangat terus Thor up next nya 🤗🤗
lanjuut kak
makin penasaran ma klanjutan ny ,,
hubungn lyra dn Xavier di masa lalu tu ap yx ,,
tp di masa kini lyra adalah anak dr tuan Thomas dn nyonya arin ,,
meski di dlam raga lyra adalah sosok dr masa lalu ,,
tp Xavier km gx boleh lngsung mngklaim gt aj ,,
krn keluarga lyra gx semua mngerti dg ap yg trjaadi di masa lalu antara tuan Thomas , nyonya arin dn sang nenek mysteriuss sehingga lyra lahhir di tngah keluarga wijaya ,,