NovelToon NovelToon
YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

YE CHEN: PEWARIS PEDANG HITAM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perperangan / Fantasi Timur
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Dikhianati oleh sektenya sendiri dan dibuang dengan meridian yang hancur total, Ye Chen mengira takdirnya telah berakhir di dasar Lembah Kabut Beracun. Namun, di titik nadir kematiannya, sebuah pedang hitam misterius yang telah terkubur selama ribuan tahun bangkit dan memilihnya sebagai pewaris tunggal.Di dalam pedang hitam itu, bersemayam jiwa pendekar legendaris, Yue-Jian, yang siap membimbingnya. Berbekal kekuatan mengerikan Es Yin dan bilah pedang hitam yang mampu menebas takdir, Ye Chen bangkit dari kegelapan untuk menuntut balas. Dari seorang pemuda yang dianggap sampah, ia merangkak naik menembus batas kultivasi, menghancurkan setiap klan yang pernah menghinanya, dan merebut kembali kehormatannya."Saat pedang hitam ini terhunus, maka langit pun harus tunduk di bawah kakiku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Tempurung Perunggu dan Batas Fisik

Darah hitam dari Serigala Mata Darah yang membeku menjadi butiran es merah perlahan mulai menguap di bawah hawa korosif Lembah Ratapan. Ye Chen masih terduduk di atas tanah batu yang dingin, meraba dadanya yang naik-turun dengan cepat. Di dalam Dantiannya, pusaran energi es yang semula berputar kencang kini menyusut drastis, menyisakan setitik benih energi yang redup. Satu tebasan penuh emosi tadi telah menguras hampir seluruh cadangan Energi Es Yin miliknya.

"Jangan terlena dengan satu kemenangan kecil, Bocah," suara dingin Yue-Jian membuyarkan rasa puas di hati Ye Chen. Sosok spiritual wanita itu melayang mendekati bangkai serigala, menunjuk ke arah kepala binatang buas itu menggunakan ujung jarinya yang transparan.

"Gunakan sisa tenagamu untuk membelah kepalanya. Ambil inti monster itu. Energi kehidupan di dalamnya adalah bahan bakar terbaik untuk mengisi kembali Dantianmu yang kosong sebelum monster lain mencium bau darah ini."

Ye Chen mengangguk paham. Dengan memaksakan kedua lengannya yang mati rasa, dia mengangkat kembali Pedang Hitam. Karena energinya sudah habis, pedang itu kembali terasa seberat ratusan kilogram, membuat setiap jengkal gerakannya terasa seperti menarik rantai besi raksasa.

Krek!

Dengan satu tekanan kuat yang dipaksakan dari berat badannya, Ye Chen membelah batok kepala serigala tersebut. Di antara serpihan tulang dan darah yang membeku, sebuah kristal kecil berwarna merah redup sebesar kelereng menggelinding keluar. Ye Chen memungutnya. Kristal itu memancarkan kehangatan yang asing di tengah hawa dingin lembah.

"Duduk bersila. Letakkan inti itu di telapak tangan kananmu," perintah Yue-Jian, posisinya kini melayang di atas batu besar, mengawasi dengan mata birunya yang sedingin es abadi. "Alirkan sisa Energi Es Yin dari Meridian Es Yin milikmu untuk membungkus kristal tersebut. Paksa energi api liar di dalamnya keluar, saring ampasnya, dan serap hanya energi murni kehidupan ke dalam jalur kultivasimu."

Ye Chen segera mengambil posisi bersila di atas tanah berbatu. Rasa dingin yang menusuk langsung merayap dari pantatnya, namun dia mengabaikan gangguan fisik tersebut. Dia memejamkan mata, memfokuskan sisa kesadarannya pada jalur meridian baru yang berwarna hitam keperakan di dalam tubuhnya.

Begitu dia mencoba menarik energi dari inti monster, rasa hangat yang tiba-tiba berupaya merangsek masuk ke dalam tubuhnya secara liar. Energi monster tidak seperti energi alam yang murni; ia memiliki sifat agresif dan tidak stabil. Saat energi panas itu bersentuhan dengan Meridian Es Yin, terjadi benturan hebat.

"Ugh!" Ye Chen mengerang tertahan.

Tubuhnya bergetar hebat. Wajahnya yang semula pucat mendadak memerah seperti terbakar, lalu kembali memucat dalam hitungan detik. Rasanya seperti menelan bara api murni yang mencoba membakar habis es abadi di dalam dadanya. Rasa sakitnya tidak kalah hebat dengan saat meridiannya direkonstruksi tempo hari.

"Tahan!" seru Yue-Jian dengan nada tegas tanpa toleransi. "Ini adalah proses asimilasi. Meridian Es Yin milikmu adalah penguasa hawa dingin tertinggi. Jika kamu membiarkan energi liar monster ini merobek jalur kultivasimu, kamu akan meledak dari dalam! Gunakan ingatan akan pengkhianatanmu sebagai jangkar jiwamu!"

Mendengar kata 'pengkhianatan', mata Ye Chen yang terpejam langsung berkedut hebat. Wajah Bai Long yang tersenyum sinis dan wajah munafik Tetua Mo Feng kembali terlintas dengan sangat jelas di benaknya. Pengkhianatan itu adalah luka yang tidak akan pernah sembuh, namun juga menjadi bahan bakar terbaik bagi api tekadnya.

Jika aku bahkan tidak bisa menaklukkan inti monster tingkat rendah ini... bagaimana mungkin aku bisa kembali ke Sekte Azure Cloud dan mencabut kepala mereka?! batin Ye Chen meraung dengan kemarahan yang membakar.

"Hancur... jadilah kekuatanku!" Ye Chen berteriak keras.

Wuuush!

Aura hitam kebiruan tiba-tiba meledak dari pori-pori kulit Ye Chen, menyebar ke sekelilingnya. Udara di sekitarnya mendadak turun beberapa derajat hingga bebatuan kecil di dekat kakinya dilapisi lapisan es tipis yang berkilau. Kristal merah di telapak tangannya mendadak retak, lalu hancur menjadi bubuk abu-abu yang tidak berguna. Seluruh energi kehidupan di dalamnya telah berhasil disaring, dibersihkan dari elemen liar, dan diserap sepenuhnya oleh Meridian Es Yin.

Aliran energi baru yang sangat segar dan kuat mengalir melalui tulang belakangnya, melesat menuju Dantian. Setitik benih energi yang semula redup kini mendadak bergejolak, membesar, dan berputar dua kali lebih cepat dari sebelumnya.

Ye Chen membuka matanya. Kilatan cahaya biru es di pupilnya tampak jauh lebih pekat dan dalam. Dia berdiri dan meregangkan tubuhnya. Rasa lelah, pegal, dan lemas di lengannya akibat memegang Pedang Hitam tadi lenyap seketika, digantikan oleh kekuatan baru yang meluap-luap. Fondasi kultivasinya kini telah stabil di Qi Condensation tingkat pertama seutuhnya, bahkan hampir menyentuh ambang tingkat kedua.

Yue-Jian yang menyaksikan hal itu hanya mendengus kecil, menyembunyikan rasa kagum di dalam matanya dengan sangat baik. "Baru menstabilkan tingkat pertama Qi Condensation, tidak ada yang perlu dibanggakan, Bocah. Di luar sana, Bai Long mungkin sudah mencapai tingkat kesembilan Qi Condensation atau bahkan hampir membangun fondasi di ranah Foundation Establishment. Ditambah lagi, Tetua Mo Feng adalah seorang monster di ranah Core Formation. Di mata mereka, kamu saat ini masih tidak lebih dari seflek debu."

Kata-kata Yue-Jian yang dingin laksana guyuran air es di tengah malam, langsung memadamkan rasa puas diri Ye Chen. Pemuda itu menarik napas dalam-dalam, menekan egonya, lalu membungkuk hormat. "Terma kasih atas pengingatnya, Senior. Saya tahu saya masih sangat lemah. Apa langkah selanjutnya?"

Yue-Jian berbalik, menatap ke arah bagian dalam Lembah Ratapan yang tertutup oleh kabut hitam yang jauh lebih pekat dan tebal. Dari kegelapan tersebut, samar-samar terdengar berbagai jenis lolongan liar dan raungan menyeramkan dari monster-monster yang energinya jauh lebih masif.

"Latihan dasarmu di tepi lembah sudah selesai," ucap Yue-Jian tanpa belas kasihan. "Mulai hari ini, kita akan berjalan lebih dalam ke area dalam lembah. Kamu tidak akan diizinkan tidur lebih dari tiga jam sehari. Sisa waktumu akan dihabiskan untuk berburu, mengasah 'Langkah Bayangan Hantu' hingga tingkat refleks insting, dan menempa ketahanan fisikmu. Kita tidak akan meninggalkan area ini sampai kamu mampu membunuh monster tingkat tiga dengan satu tangan."

Ye Chen menatap kegelapan pekat di depannya. Alih-alih merasa takut, seulas senyum tipis yang penuh tekad dingin muncul di wajahnya. Dia mencengkeram gagang Pedang Hitam, merasakan bobotnya yang kini terasa sedikit lebih bersahabat karena aliran energinya yang telah pulih.

"Sesuai keinginan Anda, Senior. Mari kita mulai neraka ini," jawab Ye Chen dengan nada mantap.

Selama dua minggu berikutnya, bagian dalam Lembah Ratapan menjadi saksi bisu transformasi mengerikan dari seorang Ye Chen. Perjalanan hidupnya berubah menjadi siklus bertarung, terluka, menyerap energi, dan kembali bertarung. Dia berulang kali dikejar oleh kawanan Babi Hutan Bertaring Besi, bertarung hidup mati melawan Laba-Laba Kabut Beracun yang hampir melelehkan kulitnya, dan memanjat tebing terjal dengan Pedang Hitam yang diikatkan di punggungnya.

Setiap kali tubuhnya menderita luka robek yang parah, Energi Es Yin di dalam dirinya akan aktif secara otomatis, membekukan luka tersebut untuk menghentikan pendarahan, lalu memaksa sel-sel tubuhnya beregenerasi menjadi lebih kuat. Proses ini secara tidak langsung menempa kulit dan ototnya menjadi sekeras perunggu.

Teknik "Langkah Bayangan Hantu" miliknya juga mengalami kemajuan pesat. Jika sebelumnya dia hanya bisa meninggalkan satu bayangan samar, kini Ye Chen mampu bergerak begitu cepat di antara pepohonan mati hingga menciptakan tiga bayangan hantu yang sempurna, membingungkan setiap mangsa yang diincarnya.

Hubungan mereka berdua berkembang secara unik. Yue-Jian adalah guru yang sangat kejam; dia tidak akan ragu memukul punggung Ye Chen dengan cambuk energi spiritual jika gerakan pedangnya melambat atau meleset satu inci pun. Namun, di saat Ye Chen pingsan karena kelelahan ekstrem, Yue-Jian akan melayang di dekatnya, menjaga area sekitar dari jangkauan monster tingkat tinggi agar muridnya bisa beristirahat dengan aman.

"Fokuskan pandanganmu, gunakan bayanganmu sebagai umpan, dan serang titik fatalnya sekarang!" teriakan Yue-Jian bergema di tengah pertarungan sengit Ye Chen melawan seekor Beruang Cakar Tembaga tingkat dua di minggu ketiga.

Beruang raksasa setinggi tiga meter itu meraung dahsyat, mengayunkan cakarnya yang berkilau seperti tembaga tajam ke arah kepala Ye Chen. Kecepatan serangan makhluk itu menghasilkan angin kencang yang memotong semak-semak mati di sekitarnya.

Syuuutt!

Di bawah tekanan maut, tubuh Ye Chen seketika terpecah menjadi tiga bayangan hitam. Beruang raksasa itu menggeram bingung, menghantamkan cakarnya ke arah bayangan di sebelah kiri yang langsung menghilang seperti kepulan asap kosong. Di saat yang sama, Ye Chen yang asli sudah melesat tinggi ke udara melalui Langkah Bayangan Hantu, berada tepat di atas punggung beruang tersebut.

Dengan kedua tangan mencengkeram erat gagang Pedang Hitam, Ye Chen memompa seluruh Energi Es Yin yang kini telah jauh lebih besar—berada di Qi Condensation tingkat ketiga—ke dalam bilah pedang. Aura es hitam yang mengerikan membungkus mata pedang, memancarkan hawa pembunuhan yang pekat.

"Mati!"

CRAAAASSHHH!

Pedang Hitam yang berat itu menghantam lurus, menembus tempurung kepala beruang yang keras seperti tembaga dengan sangat mudah, seolah-olah batok kepala itu terbuat dari tanah liat empuk. Energi es langsung menjalar di dalam tubuh beruang tersebut, membekukan organ dalamnya dalam sekejap.

Tubuh raksasa Beruang Cakar Tembaga itu roboh, menghantam tanah dengan suara dentuman keras yang menimbulkan kepulan debu.

Ye Chen mendarat dengan anggun di atas tanah tanpa menimbulkan suara sekecil apa pun. Napasnya teratur, matanya setenang permukaan danau es. Dia telah melampaui batas kedagingan manusianya yang lama. Kedalaman Lembah Ratapan yang semula dirancang sebagai tempat eksekusi matinya, kini telah resmi menjadi wilayah perburuan pribadinya.

1
albarra
ok,, coba kita teruskan..
Aman Wijaya
mantab ye Chen semangat terus
Aman Wijaya
ayo ye Chen babat semuanya musuh musuh mu.bikin kabut darah semua
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Opayos
💪💪💪💪💪💪💪😄😄😄😄
Opayos
😄😄😄😄👍👍👍👍
Opayos
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍😄😄😄💪💪💪💪
Opayos
😄😄😄😄😄💪💪💪💪👍👍
Opayos
👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Opayos
😍😍😍😍💪💪💪👍👍
Opayos
😄😄😄💪💪💪
Opayos
🤣🤣🤣💪💪
T28J
Kaaaak... kepanjangan paragrafnya, kaget saya 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!