NovelToon NovelToon
Mr. Cold & My Sunny Wife

Mr. Cold & My Sunny Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: nia nuraeni

Gisel (23 tahun) adalah definisi "matahari" berjalan: ceria, blak-blakan, dan punya selera humor yang terkadang sedikit ‘nakal’. Hidupnya jungkir balik saat ia dipaksa menikah dengan Dewa, CEO dingin yang aura intimidasi-nya bisa membekukan ruangan. Dewa bukan cuma sekadar duda kaya, ia adalah pria yang menutup rapat hatinya demi mendiang istrinya dan ketiga anaknya yang super nakal.


Mampukah ocehan ceplas-ceplos Gisel mencairkan gunung es di hati Dewa? Dan bagaimana jadinya jika si gisel positive vibes ini harus menghadapi tiga anak tiri yang siap mengujinya, sementara sang suami masih bayang-bayang masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Penawaran yang Tidak "Seksi" Sama Sekali

Gisel (23 tahun) menatap gedung pencakar langit di depannya dengan binar mata yang lebih terang dari lampu neon. Bukan karena dia kagum pada arsitekturnya, tapi karena dia tahu di dalam sana ada seorang pria tampan, kaya, dan—menurut gosip—punya dada bidang yang sanggup menahan beban hidup sedunia.

"Oke, Gisel. Tarik napas, busungkan dada. Jangan lupa senyum yang paling manis, siapa tahu dia khilaf," gumam Gisel pada bayangannya di kaca lobi.

Dia merapikan blus peach-nya yang sedikit ketat. Begitu dia melangkah masuk ke lift, aroma tubuhnya yang segar seperti white tea dan sentuhan citrus yang kalem langsung memenuhi ruang sempit itu. Wanginya tipe yang bikin orang di sekitarnya merasa rileks, seolah sedang berada di spa kelas atas.

Begitu sampai di lantai paling atas, atmosfer langsung berubah. Dingin. AC-nya terasa seperti di kutub utara, atau mungkin itu hanya aura dari pria yang duduk di balik meja mahoni besar di ujung ruangan.

Dewa Atala.

Pria itu bahkan tidak mendongak. Jemarinya yang panjang dan kokoh sibuk membolak-balik dokumen. Wajahnya setajam pahatan marmer, tapi ekspresinya sedatar aspal jalanan.

"Duduk," suara Dewa rendah, berat, dan sangat mengintimidasi.

Gisel duduk dengan ceria, sengaja memajukan kursinya sedikit. "Pagi, Om Dewa! Eh, atau Pak CEO? Atau... Sayang?"

Dewa berhenti menulis. Dia mendongak, menatap Gisel dengan mata elang yang sanggup membuat nyali orang normal menciut. Tapi Gisel bukan orang normal. Dia justru terpaku pada bulu mata lentik Dewa.

Gila, ini duda spek dewa sesuai namanya. Sayang banget kalau cuma dipajang di nisan istrinya, batin Gisel nakal.

"Saya tidak suka basa-basi," ucap Dewa dingin. "Kamu tahu kenapa kamu di sini. Ayah kamu punya hutang pada keluarga saya. Saya butuh ibu untuk tiga anak saya. Bukan istri, apalagi untuk... hal-hal tidak berguna lainnya."

Gisel bukannya tersinggung, malah makin melebarkan senyumnya. Dia sengaja membungkuk sedikit di atas meja Dewa, membuat jarak mereka terkikis. Saat itulah, aroma parfum kalem tapi segar dari tubuh Gisel menyeruak masuk ke indra penciuman Dewa.

Dewa sempat tertegun sejenak. Matanya yang tajam tanpa sadar mengikuti gerak leher Gisel. Wangi ini... kenapa bikin tenang banget? batin Dewa, meski wajahnya tetap dipasang mode 'triplek'.

"Tenang aja, Pak CEO yang ganteng tapi kaku," bisik Gisel dengan nada ceplas-ceplos andalannya. "Saya nggak akan gantiin siapa-siapa. Saya cuma mau kasih 'warna' baru di rumah Om yang suram itu. Lagipula, Mas yakin nggak mau 'fitur tambahan' dari saya? Saya ini positive vibes banget lho, bau saya aja udah bikin Om pengen merem-merem manja, kan?"

Dewa langsung tersentak sadar, merasa tertangkap basah karena sempat menikmati aroma gadis di depannya.

"Keluar. Sekarang," desis Dewa, meski kali ini ada sedikit nada "panik" dalam suaranya yang berat.

Gisel tertawa renyah, suara tawanya terdengar seperti lonceng kecil yang riang. "Siap, Bos! Wangi segar ini bakal sering lewat di depan hidung Mas mulai besok. See you at home!"

Gisel berbalik pergi dengan langkah riang, meninggalkan Dewa yang mendadak merasa ruangannya yang luas itu jadi terlalu sesak—dan terlalu wangi.

Gisel melangkah keluar dari ruangan Dewa dengan senyum yang nyaris menyentuh telinga. Begitu pintu kayu jati yang kokoh itu tertutup di belakangnya, dia mengepalkan tangan dan melakukan gerakan victory dance kecil di depan sekretaris Dewa yang tampak melongo.

"Duh, Si om... galaknya aja bikin merinding sedap, apalagi kalau lagi sayang-sayangan," gumam Gisel sambil terus berjalan menuju lift.

Di dalam lift yang berdinding cermin, Gisel kembali merapikan rambutnya. Dia terbayang kembali wajah kaku Dewa tadi. Rahangnya yang tegas, bibirnya yang tipis tapi terlihat... uhm, menjanjikan, dan tatapan mata yang dingin tapi justru bikin penasaran.

"Diem aja seksi banget gitu, kayak pemeran novel versi hidup," Gisel terkikik sendiri, membayangkan skenario yang jauh melampaui kontrak pernikahan mereka.

"Kalau lagi kerja aja auranya mengintimidasi begitu, gimana kalau lagi tidur ya? Pasti wajah galaknya itu luntur, ganti jadi muka-muka pasrah yang minta di peluk manja. Wah, bisa-bisa tiap pagi aku nggak mau lepas dari kasur kalau suaminya spek begitu."

Gisel membayangkan dirinya bangun tidur di samping Dewa, lalu dengan sengaja meniup telinga pria itu atau sekadar mengusap wajahnya yg tampan. Membayangkannya saja sudah membuat Gisel merasa fresh dua kali lipat melebihi parfum white tea-nya.

"Sabar, Gisel. Pelan-pelan. Kita cairkan dulu gunung es-nya, baru setelah itu kita eksekusi ranjangnya. Eh!" Gisel menutup mulutnya sendiri, lalu tertawa renyah.

Keluar dari gedung kantor, dia menghirup udara luar dengan segar. Dunianya mungkin sedang dalam masalah, tapi setidaknya calon suaminya adalah pemandangan paling indah yang pernah dia lihat seumur hidup.

"Oke, tiga bocah kurcaci, tunggu Kak Gisel yang cantik ini datang membawa kebahagiaan—dan sedikit kegaduhan—di rumah kalian!"

Dengan langkah ringan dan hati yang berbunga-bunga, Gisel menghentikan taksi, siap menghadapi babak baru hidupnya sebagai "Ibu Muda" di rumah mewah yang dingin itu.

1
merry
pergi menjauh lh sel tgu ank mu lhr dluu,, raka dikit dikit marahh
aku
berharap gisel sm adit, bahagya lah mereka 😭
merry
wa Dr pd kmu sibuk curiga,, emosiin gaje cemburu buta gt,, bgss carii tau tuu pergrtaknn silumann ularr sm nenek sihirr mrkk lg ngrimm org buat celakaiin calon ank mu,,
merry
kyk bpkmu sifatt mu raka pentinginn emosii tnp cri kbnrann yaa
aku
mudahan adit diatas nya dewa. dr cinta smpe ekonomi. biar nyahok!!
Gaishan Ahzar
terlalu sakit jdi Gisel...mending nyari kebahagian lain jgn balik ma Dewa,
merry
gk tegas bgtt,, gmpng bgt tuduh org pdhl dewa tau gisel orgy kyk gmnn,, lgian ngpn cb kesini sm Bianca,, moga 3 ank y hncur krn ulh nenek y hncur bukn dlm hal yg ngk baik ya,, mksdy jdi dingin Pemberontak biar mm y dewa wlpun Bianca jdi ibu mrk tdk ank bisa tahlukin anky dewa
merry
pergi ajj sel biar 3 cucu y jdi pembangkang ank y dewa tmbh dingin dan juga kejam
merry
secara logika y si org tu mn mau pyn mantu kyk hana dan cucu tri Dr ank y ha a dan kakak tiri ya itu resikko berat bisa jdi bhn gossip org org mngkin bisa buat perusahan dewa hilng kepercyaa Dr klien y,, tp krn in menyankut Cinta mau gk mau dewa ngalahh biar raka gk di hasut Bianca
Gaishan Ahzar
kecewa berat ma Dewa ga pernah benar2 perjuangin Gisel,katanya CEO tapi kok bodoh...dah lah Gisel move on aja,lelah berjuang dan mencintai sendirian....
Gaishan Ahzar
udah ckup Gisel nangisin Dewa...
merry
biar kn hana menata hdp y dulu hilngin truma y dulu sukses dulu br dech mkrinn nikh🙏🙏🙏biar kn raka tau sel biar JDI Keputusann raka klo gk diksh tau tar raka mengira xlian dh bhongin dia lohh
merry
hrs y ka kak tri y Dilaporinn dgn kasus Pemerkosaa enk bgtt ud hncurin hana trs nikh sm cwe lainn,, Dan laporinn jugaa mm tri y yg jhtt bgtuu juga bpk yg gk bisa ksh keadlinn buat ank kndung y sndrii,, bantuuin sel hana ya kirim dia ke luar ngrii gt,,,
Lilik Lailiyah
😄😄😄
merry
Ayo raka ajkk mmu yg bar bar itu cari tau knp Hana di perlakuknn seperti itu,, psti mm tri y klo ngk Bibi y Hana tuu
merry
raka juara 3 kt y encer knp cm juara tiga,, itu gisel heboh bgtt ud kyk juara 1sjjjj🤣🤣🤣🤣🤣
Mudahlia Fitha
bner" udah kyak rombongan telur ceplok 😂😂😂😅
Mudahlia Fitha
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ada aja buat jawab
Mudahlia Fitha
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/semprul udah kyak sepeda yg remnya blong
merry
ternyta Ada batu sandungann jugaa perjlnn gisel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!