NovelToon NovelToon
Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!

Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Persaingan Mafia / Sugar daddy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Gwen rela menjadikan tubuhnya sebagai jaminan demi menyelamatkan nyawa ayahnya yang terlilit utang kepada pemimpin mafia paling kejam.

Tak disangka, Raymon, pemimpin kejam itu, ternyata lumpuh akibat ulah keluarganya sendiri yang ingin menggulingkan kekuasaannya.

Demi menjaga stabilitas, ia membutuhkan seorang istri untuk meredam gosip tentang dirinya yang masih lajang dan belum memiliki keturunan sebagai pewaris kekuasaan.

Masa terapi pemulihan kakinya diperkirakan berlangsung selama enam bulan. Selama itu pula, Gwen harus berpura-pura menjadi istri yang mencintai Raymon di hadapan semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jamuan Makan Malam

Wyatt dan Hector datang tepat waktu.

Raymon membawa mereka ke ruang makan dan menunjuk kursi di sisi kirinya. Wyatt duduk paling dekat dengannya, sementara istri barunya yang masih sangat muda duduk diam di sampingnya.

Raymon merasa kasihan melihat gadis itu. Di balik riasan tebal dan perhiasan berlapis, terlihat jelas dia ketakutan.

Istri Hector berbeda. Tubuhnya lebih besar dari suaminya, dan kabarnya dia yang mengatur semua urusan keuangan.

Di sisi kanan Raymon duduk Troy dan Grimm. Kursi di sebelahnya dibiarkan kosong.

Semua orang tahu itu untuk Gwen. Dan meskipun Gwen tidak ikut makan malam, tidak ada yang berani menempatinya.

Pamannya yang bodoh datang terakhir. Tanpa pikir panjang dia langsung menuju kursi Gwen.

Untungnya, sebelum benar-benar duduk, dia melihat ekspresi wajah Raymon dan langsung mundur, lalu duduk di samping Grimm.

Raymon memberi isyarat pada Dottie dan Clarra. Keduanya mendekat dan mulai menuangkan minuman.

Makan malam seperti ini sudah sering terjadi. Mereka tahu apa yang harus dilakukan.

“Istri kamu mana, Frost?” tanya Wyatt sambil meneguk wiski keduanya.

“Istri aku bukan urusan kamu.”

“Sayang sekali. aku pingin banget ketemu dia. pingin lihat sendiri cewek yang berhasil ‘nangkep’ Raymon Frost yang terkenal itu.” Dia tersenyum. “Banyak banget yang aku dengar… jadi penasaran dia masih ada atau enggak.”

Raymon menatapnya dingin, menahan diri untuk tidak langsung menghabisinya di tempat.

“Makanannya sudah datang,” kata Troy, mungkin tanpa sadar menyelamatkan nyawa pria itu. “Kita makan dulu sebelum dingin.”

Clarra maju cepat, menaruh hidangan besar di tengah meja, sementara Dottie kembali menuangkan minuman.

Di samping botol anggur ada pisau steak. Raymon mengambilnya dan mendekatkannya ke piringnya.

Troy tiba-tiba pamit dari meja, tapi Raymon tidak memperhatikan ke mana dia pergi. Tatapannya tetap tertuju pada Wyatt.

Perasaannya mengatakan, karpet rumah ini mungkin harus diganti lagi setelah malam ini selesai.

...***...

Sementara di kamar Gwen.

Obatnya mulai bekerja sekitar dua puluh menit lalu, dan tubuhnya perlahan kembali normal. Kepalanya masih sedikit sakit dan tenggorokannya perih, tapi jauh lebih baik dibanding tadi siang.

“Aku udah mendingan. Kamu harusnya turun,” kata Gwen pada Carolina, yang sejak tadi tidak meninggalkannya.

“Raymon bilang aku harus tetap di sini sampai dia balik, nak. Aku harus kirim kabar tiap dua puluh menit, atau dia bakal muncul sendiri.”

“Aku udah baikan. Kamu punya banyak kerjaan malam ini.”

“Kalau aku turun terus Raymon lihat aku, dia bakal marah. Dia lagi menjamu dua orang yang berbahaya, dan dia gak boleh terdistraksi.”

Ponsel Carolina berdering. Dia mengambilnya, melihat layar, lalu ekspresinya langsung tegang.

“Troy,” katanya pelan sebelum mengangkat telepon. “Ada apa?”

Dia mendengarkan sejenak, lalu menggeleng. “Enggak mungkin. Dia demam seharian... Ya udah.”

Carolina mengulurkan ponsel ke Gwen.

“Troy mau ngomong sama kamu.”

Gwen menatapnya bingung, lalu menerima ponsel itu. “Iya?”

“Kamu bisa turun?” suara Troy terdengar cepat.

“Ke makan malam?”

“Sebentar aja. Tolong.”

“Oke. Tapi aku harus mandi sama ganti baju dulu.”

“Berapa lama?”

“Tiga puluh menit. Kenapa?”

“Aku gak bisa ngalihin dia selama itu. Bisa lima belas menit?”

“Ada apa sih, Troy?”

Beberapa detik hening di ujung sana, lalu—

“Aku rasa Raymon bakal bunuh Wyatt, dan itu bukan hal yang kita butuhin sekarang. Aku butuh dia buat fokus ke hal lain.”

Telepon langsung terputus.

Gwen menatap layar ponsel itu, lalu menjatuhkannya ke pangkuan Carolina dan langsung berlari ke kamar mandi.

...***...

Sementara di ruang jamuan makan malam, semua tampak terlihat sedikit mabuk.

“Kamu harus lihat dia, Esmond!” Wyatt mengangkat kedua tangan di depan dada. “Dadanya, Pinggulnya gede banget. Mulai sekarang aku bakal seleksi sendiri semua cewek. Gak bisa sembarangan kasih ‘barang’ ke pelanggan, kan?”

Dia menepuk pahanya sendiri dan tertawa keras atas leluconnya, sementara istrinya meringkuk di kursi, wajahnya makin merah setiap detik.

Begitu napasnya sedikit stabil, Wyatt melanjutkan, “Atau jangan-jangan itu alasan Raymon nolak lamaran anak aku? Harusnya aku tawarin dulu buat ‘coba barangnya’ ya sebelum dia nikahi.”

Dia tertawa lagi dan menoleh ke arah Raymon. Wajahnya kusut, matanya berair. Raymon sudah berhenti menghitung sejak gelas kelima, tapi jelas pria itu sudah mabuk berat.

“Anak kamu masih tujuh belas tahun,” kata Raymon dingin.

“Terus kenapa? Mamaku malah nikah umur lima belas.” Wyatt mencondongkan tubuh terlalu dekat. “Kamu udah nyobain ngeseks dulu sebelum nikah? Gimana, enak gak? Atau jangan-jangan ‘punya’ kamu ikut hancur bareng kaki kamu?”

Cukup.

Raymon meraih pisau dari meja, yang memang sudah dia siapkan sejak tadi. Dia menarik kerah baju Wyatt dan menekan ujung pisau ke lehernya.

Carolina pasti akan marah besar, kalau terjadi pertumpahan darah lagi. Ia harus repot mengganti karpet lagi. Tapi membunuh bajingan ini terasa sangat menggoda.

“Punya suami aku berfungsi dengan sangat baik, tapi makasih ya, kalian udah mengkhawatirkannya.”

Raymon langsung menoleh.

Gwen berdiri di ambang pintu, menatapnya dengan satu alis terangkat. Dia memakai gaun hitam pendek itu. Yang jelas-jelas sudah Raymon larang untuk dipakai malam ini.

“Kamu lagi demam. Balik ke kamar!” hardiknya.

Wyatt mencoba melepaskan diri, dan Raymon menekan pisau sedikit lebih dalam, nyaris menyentuh kulit.

“Aku baik-baik aja, Babby. Aku boleh gabung? Kayaknya kamu nyisain tempat buat aku, dan aku lapar banget.”

Gwen melangkah masuk. Suara heels-nya menggema di ruangan yang tiba-tiba sunyi.

Dia berhenti di antara Raymon dan kursi kosong, lalu membungkuk sedikit, mencium pipi Raymon, dan duduk.

“Kamu pasti Tuan Wyatt. Aku dengar kamu punya kasino terbesar di kota. Mungkin suatu hari Raymon bisa ajak aku ke sana? Aku belum pernah ke kasino.”

Dia tersenyum manis, lalu menoleh ke Raymon.

“Babby, boleh lepasin pisaunya? Aku lagi coba ngobrol nih.”

Wyatt menatapnya sebentar, lalu tertawa terbahak-bahak.

Raymon perlahan menurunkan pisaunya, sambil memberi isyarat halus ke Grimm untuk tetap siaga. Dia melepaskan kerah Wyatt.

Pria itu masih tertawa.

Orang gila.

“Aku suka dia, Raymon! Galak juga ya.”

“Makasih, Tuan Wyatt.” Gwen pun tersenyum.

Raymon menggeleng pelan.

“Ini istri aku, Gweneverre,” katanya sambil meliriknya tajam. “Dan dia selalu tahu cara masuk yang dramatis.”

“Makasih, Babby.” Gwen menyentuh tangan Raymon, lalu kembali menoleh ke Wyatt. “Ngomong-ngomong soal kasino, gimana cara kamu mencegah orang curang? Ada kamera di setiap meja atau…?”

Wyatt mulai menjawab, sementara Gwen terus bertanya hal-hal aneh yang kadang membuat semua orang tertawa, menjaga suasana tetap ringan.

Saat Gwen bertanya apakah ventilasi udara di kasino juga dipasangi kamera karena di film-film, pencuri selalu masuk dari sana, semua orang langsung tertawa.

Gwen memainkan perannya dengan sempurna. Istri yang terlihat polos, sedikit canggung. Tapi Raymon bisa melihat lingkar gelap di bawah matanya, yang berusaha ditutupi makeup.

Jelas, makan malam bodoh ini harus segera diakhiri. Dan para tamu harus segera dipulangkan.

1
Agnes💅
kalo udah nikah kuras harta nya aja sekalian🤣
Agnes💅
wah seru cerita nya 😍
Neng Anne
lanjut thoooorrrr
Neng Anne
Padahal ceritanya bagus. susunan kata-katanya, bahasanya dan tentu ceritanya. tetap semangat thor,,, jangan menyerah... aku padamu😘🫶🫰
Na-Hyun: terimakassi kk 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!