Perempuan bernama Angel yang tengah kecelakaan kini meninggalkan jasadnya dan menjadi hantu, dia diberi kesempatan untuk mengumpulkan 3 tetes airmata orang yang tulus mencintainya selain keluarga kandungnya.
"Itu gampang, aku akan mendapatkan nya dengan muda" Jawabnya dengan penuh keyakinan.
"Bagus jika seperti itu, dapatkanlah".
Angel dengan semangat untuk mendatangi orang-orang yang dia cintai namun dia lah yang mendapat kan kejutan tak terduga.
Akankah Angel bisa hidup kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1
Brak.. Terdengar dentuman keras mobil yang tengah bertabrakan beruntun itu.
Kecelakaan yang terjadi di jalan Tol itu kini menjadi pusat perhatian karena menyebabkan kemacetan panjang.
Terdengar suara ambulance dan juga sirine kepolisian segera mendekati mereka untuk membantu.
Para aparat kepolisian yang berada di sekitar langsung mengevakuasi para korban
"Ada yang masih bernafas, cepat bawah dia kerumah sakit". Teriak salah satu petugas itu dengan keras.
Dia berusaha mengangkat korban keluar dari mobilnya, sosok perempuan cantik yang tengah terluka parah
Tim medis segera berlari memberikan pertolongan pertama dan membawanya kerumah sakit untuk diberi penanganan serius karena dia terluka parah.
Seorang gadis berusia 23 tahun menatap kebingungan seorang pemuda yang nampak lebih tua darinya, dia sungguh tidak mengenalnya.
"Siapa kamu? ". Tanyanya pelan dan menatap intens kearahnya.
Lelaki itu hanya tersenyum tipis mendekati dirinya membawa sebuah catatan kearahnya.
"Nona Angel Saraswati Hutama, usia 23 tahun dan akan menikah bulan ini, benar? ". Tanyanya pelan.
Perempuan bernama Angel itu mengangguk saja karena apa yang dikatakan pemuda itu benar adanya.
"Itu benar, kamu siapa? ". Tanyanya kembali.
"Saya Galaxi, malaikat pencabut nyawa sekaligus pemberi kesempatan hidup". Jawabnya pelan dan penuh penekanan.
Angel tertawa pelan mendengar perkataan pemuda itu, bagaimana ada orang yang berkata dengan ngawur seperti itu, bagaimana mungkin seorang malaikat maut berwajah tampan, putih dan tinggi seperti ini.
"Jangan bicara sembarangan tuan, saya saja belum mati, bagaimana bisa bertemu dengan malaikat maut apalagi malaikatnya modelnya kayak tuan ini? ". Jawabnya tidak percaya bahkan kemabli tertawa.
Galaxi menjentikkan jarinya kemudian membawa Angel kepada pasien yang tengah ditangani dokter dirumah sakit dan tenaga kritis.
"Lihatlah siapa yang ada disana dan tengah diperjuangkan oleh para dokter". Ucap Galaxi menunjuk kearah kerumunan para perawat dan dokter yang menangani pasien.
Angel berdiri dengan kaku matanya melotot hingga akan melompat dari sarangnya dan tubuhnya bergetar hebat, dia bahkan menggelengkan kepalanya tidak percaya
"Mana mungkin". Cicitnya tidak percaya.
Dia menggelengkan kepalanya baru saja menyangkal apa yang ada dihadapannya itu.
"Itu benar, yang kamu lihat adalah dirimu sendiri, kamu mengalami kecelakaan beruntun dijalan tol dan yang ada disini bersama saya adalah Roh kamu". Ucapnya penuh penekanan
"Bagaimana mungkin? ". Angel menangis terisak melihat tubuhnya yang penuh luka.
Dia berlari mendekati mereka semua berusaha menyentuh orang-orang disekitarnya sambil berteriak frustasi tapi tak ada satupun yang bisa.
"Dengar baik-baik, mereka tidak akan bisa mendengarkan apalagi melihatmu jadi dengarkan aku baik-baik setelah ini".
Angel menundukkan kepalanya menyerah, sejak tadi dia berusaha menyentuh bahkan berteriak tapi hasilnya sia-sia.
"Jadi aku adalah hantu gentayangan sekarang? ". Cicitnya pelan.
"Kamu diberi kesempatan untuk hidup jika kamu bisa mendapatkan 3 tetes airmata dari orang yang tulus menyayangimu selain keluargamu dalam jangka 30 hari ke depan, untuk bisa mendapatkan nya, kamu harus mencari tubuh orang yang bisa menyatu dengan roh mu saat ini, kami akan merekomendasikan orangnya tapi itu tergantung kalian nantinya, kamu hanya bisa memasuki dirinya saat dia tertidur dan akan keluar begitu dirinya terbangun".
Angel menatapnya dengan seksama dan menyimak apapun yang dia katakan tentang kesempatan kehidupan yang akan diberikan kepadanya, dia ingin menikah dengan lelaki yang begitu dicintainya.
"Aku pasti mendapatkan nya, aku memiliki orang-orang yang mencintaiku". Ucapnya dengan percaya diri.
"Bagus, pergilah mencarinya".
Galaxi memberikannya kalung berbentuk tabung kecil pada lehernya pelan, airmata itu akan berkumpul didalam botol itu.
"Kalung itu akan penuh jika kamu mendapatkan 3 tetes airmata itu tapi jika dia berwarna merah maka kamu dalam bahaya karena kehadiran mu diketahui orang lain".
"Terus bagaimana jika aku butuh bantuan? , aku kan tidak tahu alamatmu". Jawabnya dengan polos.
" Tepuk kan tanganmu 3 kali dan sebut namaku, aku akan datang segera dan ingat jangan sampai ketahuan jika kamu berada didalam diri wanita itu, jika itu terbongkar maka waktumu akan langsung hangus". Ucapnya memberi peringatan
"Baiklah, aku mengerti". Ucapnya penuh semangat.
"Ingatanmu hanya sampai hari kemarin dan kejadian ini dan kedepannya akan kamu ingat secara perlahan jadi kamu harus memanfaatkan sebelum satu jam lagi habis".
"Tapi? ". Protesnya.
"Itu aturan, lakukanlah sekarang".
"Dan satu lagi, kamu tidak bisa menembus benda seenaknya, karena semua aturan berlaku setelah sejam dari sekarang, jadi kamu harus berhati-hati".
Galaxi tersenyum tipis dan mengangguk pelan kemudian menghilang dari hadapan gadis itu.
Angel segera berlari keluar mencari kekasihnya, sahabatnya dan juga orang-orang yang dia kenal, dia yakin kekasihnya pasti tengah sedih karenanya.
Dia bergegas masuk kedalam ruangan kantor calon suaminya itu, matanya membulat sempurna melihat apa yang dia dengar sekarang.
"Angel kecelakaan dan koma, bagaimana sekarang aku bisa menguasai apa yang dia miliki padahal kami hampir saja menikah, sial sekali aku hari ini". Ucap pemuda tampan memukul meja tempat kerjanya melampiaskan emosinya.
Angel mundur perlahan mendengar nya, pemuda yang begitu dia cintai dan hormati bahkan rela melakukan apa saja untuknya ternyata hanya mengincar hartanya.
"Aku harus bertemu dengan Mentari, aku tidak bisa duduk diam seperti ini, aku yakin dia tahu apa yang harus kita lakukan". Ucapnya membereskan barangnya kemudian berjalan keluar.
"Tega sekali kamu Erwin, ternyata selama ini kamu memanfaatkan aku dan seperti nya kamu ada main dengan Mentari". Ucapnya memegang dadanya yang terasa amat menyakitkan sambil menangis.
Dia segera mengikuti Erwin karena dia tidak akan bisa menembus dan menyentuh benda setelah ini jadi dia harus mengikuti dan memastikan tidak ada yang menyentuhnya nanti.
Setelah berkendara Erwin akhirnya bertemu dengan Mentari yang merupakan sahabat dekat dari Angel selama ini, dia bergegas turun saat Erwin membuka pintunya karena dirinya masih punya waktu untuk menembus benda sekitarnya.
"Kak, aku takut jika semua ini terbongkar, kamu tahu sendiri bagaimana keluarga Angel padaku, mereka pasti akan kecewa". Ucapnya dalam.
Dia memandang lurus lelaki tampan dihadapannya ini, lelaki yang sejak dulu menjadi lelaki impiannya dan membuatnya sampai menusuk sahabatnya sendiri dari belakang.
"Kamu jangan khawatir, aku akan membereskan semua ini". Erwin memeluk Mentari dengan sayang.
Angel mengepalkan tangannya, benar yang dia pikirkan tadi, ternyata sahabatnya sendiri menusuknya dari belakang dan parahnya mereka berencana menguasai hartanya karena dia pewaris satu-satunya keluarganya.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?, kamu tahu sendiri bagaimana keadaan Angel , dia koma padahal tinggal sedikit lagi kami menikah dan aku bisa menguasai semua harta yang dia miliki". Ucap Erwin frustasi sambil mengacak rambutnya dengan kasar.
Mereka kini tengah duduk didalan Cafe untuk membahas bagaimana cara mereka bisa mengambil alih perusahaan itu.
"Kamu harus mendapatkan cap waris milik Angel, kamu tahu dimana dia meletakkan nya? ". Tanyanya dengan pelan.