NovelToon NovelToon
God Killer

God Killer

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:521
Nilai: 5
Nama Author: Franzzz

Para dewa tidak membawa kedamaian-mereka membawa penindasan.

Di bawah kekuasaan Vasilias, langit menginjak manusia tanpa ampun. Ketika Dewa Matahari sejati dijatuhkan dan seorang wanita manusia dibunuh demi menjaga "kemurnian", seorang anak lahir dari pengkhianatan.

Setengah dewa. Setengah manusia.
Dan penuh dendam.

Dengan api matahari dalam darahnya, ia bangkit untuk memburu para dewa-termasuk pewaris palsu langit, Filius.

Namun semakin dekat pada balas dendam, ia mulai menyadari:

Tidak semua dewa layak dibunuh.
Dan tidak semua manusia layak diselamatkan.

Ketika langit mulai retak, satu pertanyaan tersisa-

Apakah ia akan menghancurkan para dewa...
atau menjadi yang paling kejam di antara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Franzzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3

Matahari telah naik lebih tinggi.

Cahaya hangatnya menyelinap di antara pepohonan, menyapu tanah hutan yang masih lembap. Udara terasa segar, tapi juga mulai hangat-tanda pagi telah benar-benar datang.

Grachius duduk di tempat yang sama.

Matanya tertutup.

Napasnya perlahan.

Naik... turun...

Namun kali ini, tidak seperti sebelumnya.

Tidak ada keluhan.

Tidak ada gerakan gelisah.

Ia diam.

Lebih tenang dari sebelumnya.

Di dalam dirinya, kehangatan kecil itu kembali muncul-lebih mudah, lebih jelas.

Ia tidak mengejarnya.

Tidak memaksanya.

Ia hanya... membiarkannya.

Beberapa langkah di belakangnya, Purus berdiri dengan tenang.

Ia mengamati.

Tanpa suara.

Tanpa interupsi.

Beberapa saat berlalu, sebelum akhirnya ia berbicara.

"Cukup."

Grachius membuka matanya perlahan.

Tidak langsung bergerak.

Seolah masih enggan meninggalkan ketenangan itu.

"Aku bisa lebih lama," katanya.

"Tidak perlu."

Grachius menoleh.

"Kenapa?"

Purus berjalan mendekat.

"Karena kau sudah mengerti."

Jawaban itu sederhana.

Tapi membuat Grachius sedikit bingung.

"Maksudnya... aku sudah selesai?"

"Untuk tahap ini, ya."

Grachius mengedip.

Lalu wajahnya langsung berbinar.

"Jadi aku bisa lanjut ke yang berikutnya?!"

Purus menatapnya datar.

"Tidak."

Seketika ekspresi Grachius jatuh.

"Kenapaa..."

Purus berbalik, berjalan menjauh beberapa langkah.

"Yang baru kau pelajari... belum menjadi milikmu."

Grachius mengernyit.

"Tapi aku sudah bisa..."

"Bisa," potong Purus. "Bukan berarti menguasai."

Sunyi sejenak.

Grachius menunduk, menatap kedua tangannya.

Ia mengingat kembali perasaan hangat itu.

Ia memang bisa merasakannya...

Tapi menjaga itu tetap ada... masih sulit.

"Jadi aku harus apa?" tanyanya pelan.

"Latih."

"Lagi?"

"Sendiri."

Grachius menghela napas panjang.

"Sendiri itu sulit..."

Purus tidak menoleh.

"Itulah tujuannya."

Angin berhembus pelan.

Daun-daun bergesekan.

Grachius berdiri perlahan, lalu mendekati Purus.

"Kalau begitu... kapan aku siap?"

Langkah Purus berhenti.

Beberapa detik berlalu sebelum ia menjawab.

"Hanya aku yang tahu."

Grachius langsung mengerutkan kening.

"Itu lagi..."

Purus menoleh sedikit.

"Karena aku guru mu."

Grachius terdiam.

Tidak sepenuhnya puas... tapi tidak bisa membantah.

"Fokus pada dasar," lanjut Purus. "Meditasi. Energi. Fatum."

Grachius mengangguk pelan.

Tiga hal itu.

Ia mengingatnya.

Meski masih terasa... besar.

Beberapa saat kemudian, Purus kembali berjalan ke arah gubuk.

"Sekarang, cukup untuk hari ini."

Grachius menghela napas lega.

"Akhirnya..."

Purus berhenti di depan pintu gubuk, lalu berkata tanpa menoleh:

"Mandi."

Grachius membeku.

"...hah?"

"Ke sungai."

Grachius langsung menatap pakaiannya yang sedikit kotor, lalu kembali ke Purus.

"Tapi aku belum terlalu kotor..."

Purus membuka pintu gubuk.

"Kau berkeringat."

Grachius mengendus dirinya sendiri.

"...sedikit."

"Pergi."

Jawaban singkat itu tidak bisa dibantah.

Grachius mendesah panjang.

"Iya, iya..."

Beberapa menit kemudian-

Suara air sungai terdengar jernih.

Aliran kecil yang mengalir di antara bebatuan, memantulkan cahaya matahari seperti kaca yang bergerak.

Grachius berdiri di tepi sungai.

Ia menatap air itu.

Dingin.

Jernih.

Dan... menggoda untuk tidak dimasuki.

"... pasti dingin."

Ia menyentuh air dengan ujung jarinya.

Seketika ia menarik tangannya.

"Dingin sekali!"

Ia menoleh ke arah hutan, seolah berharap Purus berubah pikiran dari jauh.

Tidak ada jawaban.

Hanya suara angin.

Grachius menghela napas.

"Baiklah..."

Dengan ragu-ragu, ia melangkah masuk.

Air menyentuh kakinya.

Lalu-

"AH! DINGIN!!"

Suara teriakannya menggema di hutan.

Burung-burung terbang menjauh.

Grachius langsung melompat keluar, menggigil.

"Tidak bisa! Ini bukan mandi, ini penyiksaan!"

Ia mondar-mandir di pinggir sungai, mencoba mengumpulkan keberanian.

Beberapa saat kemudian...

Ia menatap air itu lagi.

Lalu menarik napas dalam.

"Cepat saja... cepat saja..."

Dan-

Byur!

Ia melompat masuk sepenuhnya.

Air dingin langsung menyelimuti tubuhnya.

Untuk sesaat, ia tidak bisa berpikir apa-apa selain dingin yang menusuk.

Namun perlahan...

Tubuhnya mulai menyesuaikan.

Napasnya stabil.

Detak jantungnya melambat.

Tanpa sadar, ia menutup matanya.

Air mengalir di sekitarnya.

Dingin... tapi menenangkan.

Untuk sesaat-

Ia merasakan sesuatu yang familiar.

Seperti saat ia bermeditasi.

Seperti saat ia merasakan energi dalam dirinya.

Bedanya...

Kali ini, itu datang dari luar.

Dari air.

Dari alam.

Grachius membuka matanya perlahan.

"...ini..."

Ia tidak menyelesaikan kalimatnya.

Tapi ia tersenyum kecil.

Di kejauhan, dari arah gubuk-

Purus berdiri diam, menatap ke arah sungai.

Ia tidak berkata apa-apa.

Namun matanya sedikit menyipit.

Seolah melihat sesuatu yang tidak terlihat.

"Lebih cepat dari yang kuduga..." gumamnya pelan.

Di sungai itu-

seorang anak kecil bermain air, tertawa pelan, tanpa menyadari...

bahwa ia baru saja mengambil satu langkah kecil-

menuju jalan yang akan mengubah dunia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!