NovelToon NovelToon
Se Atap Dengan Mantan Suami

Se Atap Dengan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mantan
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Jasmine, menikah dengan Aksa adalah mimpi buruk yang ingin ia kubur dalam-dalam. Sebagai anak yatim piatu yang miskin, Jasmine hanya dianggap sampah dan pembantu gratisan oleh keluarga Aksa yang terpandang. Puncaknya, sebuah fitnah kejam membuatnya terusir dari rumah megah itu tanpa membawa sepeser pun uang.

Tiga tahun berlalu, Jasmine bertahan hidup sebagai Professional Housekeeper di sebuah agen elit. Tugas terbarunya adalah mengurus sebuah penthouse mewah milik klien misterius yang sangat menuntut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pekerjaan Baru

Pintu lift terbuka dengan denting halus, menampakkan sebuah unit penthouse yang luasnya mungkin setara dengan sepuluh rumah kontrakan Jasmine yang dulu. Bau kayu cendana dan aroma maskulin yang samar langsung menyergap indra penciuman Jasmine.

"Ingat, Jasmine. Ini adalah klien VVIP kita," suara Bu Mayang, pemilik agen penyalur ART tempat Jasmine bekerja, memecah keheningan.

"Bayarannya tiga kali lipat dari biasanya, tapi aturannya juga tiga kali lipat lebih ketat."

Jasmine mengangguk pelan, jemarinya meremas tali tas kain kusam miliknya. Matanya menyapu ruangan yang didominasi warna abu-abu gelap dan marmer hitam.

"Tugasmu sederhana," lanjut Bu Mayang sambil berjalan menuju dapur yang sangat canggih.

"Bersihkan seluruh area sebelum jam tujuh pagi, siapkan sarapan di meja, lalu siapkan makan malam sebelum jam enam sore. Pastikan semua bahan makanan organik dan segar."

Jasmine mencatat setiap detail di kepalanya. "Lalu, bagaimana dengan pemiliknya, Bu?"

"Itu poin paling penting. Tuan rumah ini sangat tidak suka gangguan. Dia tidak suka melihat orang asing mondar-mandir di depan matanya. Jadi, sebisa mungkin, hindari dia. Jika dia ada di ruang kerja, jangan masuk. Jika dia ada di ruang tengah, kau harus berada di dapur atau kamarmu. Mengerti?"

"Saya mengerti, Bu."

Bu Mayang kemudian membimbingnya ke sebuah lorong kecil di dekat area servis. Ia membuka sebuah pintu kayu minimalis.

"Ini kamarmu. Sudah lengkap dengan kamar mandi dalam. Tuan rumah sudah memberikan izin bagimu untuk tinggal di sini selama kontrak berjalan."

"Terima kasih, Bu Mayang."

"Baiklah. Tuan rumah akan kembali sebentar lagi. Segeralah bersiap. Jangan buat kesalahan di hari pertama," pesan Bu Mayang sebelum akhirnya melangkah pergi menuju lift.

Jasmine menarik napas panjang, mencoba menenangkan debar jantungnya yang tiba-tiba merasa tidak enak.

Jasmine segera meletakkan tas kainnya di kamar, lalu mengikat rambutnya tinggi-tinggi. Ia mulai bergerak cepat. Matanya yang jeli menangkap beberapa detail yang berantakan di ruang tengah.

Setelah ruang tengah rapi, ia melangkah menuju dapur yang didominasi marmer putih bersih. Jasmine membuka kulkas dua pintu yang berdiri megah di sudut. Kosong. Hampir tidak ada bahan makanan mewah di sana, hanya ada beberapa butir telur, seikat kecil bayam yang masih segar, dan sisa dada ayam.

"Majikan ini sepertinya jarang makan di rumah," gumam Jasmine.

Ia memutuskan untuk memasak sesuatu yang sederhana. Jasmine menumis dada ayam dengan bumbu minimalis, lalu menambahkan sedikit kaldu dan bayam.

........

Aksa menyandarkan punggungnya di kursi kebesaran, memijat pangkal hidungnya yang terasa kaku. Di depannya, tumpukan dokumen masih menanti sentuhan tanda tangannya.

Pintu ruangan terbuka tanpa ketukan. Hanya satu orang yang berani melakukannya: Bara, sekretaris sekaligus sahabatnya sejak masa sekolah.

"Art yang kau minta sudah mulai bekerja hari ini," lapor Bara sambil meletakkan tablet di meja Aksa.

"Bu Mayang baru saja mengirim pesan, dia sudah mengantarnya ke penthouse tadi sore."

"Kau tidak mau melihat data dirinya?" tanya Bara lagi, tangannya sudah siap menggeser layar tablet untuk memperlihatkan foto Jasmine.

"Bu Mayang bilang dia salah satu yang terbaik. Masih muda, rajin, dan yang paling penting... dia tidak banyak bicara sesuai seleramu."

"Tidak usah," jawab Aksa pendek.

"Selama dia bisa bekerja tidak mengganggu privasiku, aku tidak peduli siapa dia."

Bara mengedikkan bahu, sudah terbiasa dengan sikap apatis Aksa. Sejak perceraiannya tiga tahun lalu, Aksa berubah menjadi pria yang lebih kaku dan membenci interaksi yang tidak perlu dengan wanita.

Bara melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam. "Ini sudah jam sembilan, Aksa. Apa kau tidak mau pulang? Setidaknya lihat apakah pelayanan ART baru itu sesuai dengan standarmu yang setinggi langit itu."

Aksa melirik jam di pergelangan tangannya. Tubuhnya memang butuh istirahat, dan pikirannya butuh suasana selain tembok kantor.

"Ya, aku akan pulang sekarang," ucap Aksa sambil berdiri dan meraih jasnya yang tersampir di kursi.

Denting lift pribadi di penthouse itu terdengar lirih di tengah keheningan malam. Aksa melangkah masuk dengan bahu yang terasa berat. Hal pertama yang ia sadari adalah perubahan atmosfer di dalam ruangannya.

Biasanya, apartemen ini terasa dingin dan berdebu di sudut-sudut yang jarang terjamah. Namun malam ini, udara terasa lebih bersih. Bau kayu cendana yang biasanya mendominasi kini bercampur dengan aroma lembut sabun pembersih lantai dan... sesuatu yang gurih.

Aksa melemparkan jasnya ke sofa. Matanya menyapu ruang tengah.

"Baguslah, dia mematuhi ucapanku," gumam Aksa dingin. Ia puas karena tidak melihat bayangan siapa pun di sana. Baginya, ART yang baik adalah yang bekerja tanpa terlihat.

Langkahnya membawanya menuju dapur. Di atas meja makan marmer yang panjang, sebuah piring berisi tumis ayam dan bayam sudah tersaji rapi, lengkap dengan penutup saji.

Aksa menarik kursi, lalu duduk. Perutnya memang lapar karena ia melewatkan makan siang. Ia meraih sendok, mengambil sedikit nasi dan tumis ayam tersebut, lalu menyuapkannya ke mulut.

Gerakan kunyahannya tiba-tiba terhenti.

Aksa terpaku. Matanya menatap lurus ke arah piring, sementara lidahnya mengecap rasa yang sudah sangat lama tidak ia temukan. Perpaduan bumbu minimalis, potongan jahe yang tipis, dan tingkat kematangan bayam yang pas...

Rasanya sangat familiar. Terlalu familiar.

Aksa kembali menyuap, kali ini lebih cepat. Ah mungkin perasaannya saja.

1
Redmi Nam
Jasmine jangan membangunkan singa tidur..
tuh singanya muaraaah😄😄😄
vita
knp cerita ini jarang update sih kak
Redmi Nam
jangan lama" punya thor🙏
Kaknia
suka jl ceritanya 👍👍😘
sunaryati jarum
Nah gitu jika cinta perjuangkan
sunaryati jarum
Kamu benar Yasmine ,Nak Aksa dengarkan Bara kau jangan mempersulit Yasmine, kasihan
sunaryati jarum
Kau jatuh cinta sama mantanmu
Aidil Kenzie Zie
ngapa nggak ambil kamar yang ada pintu penghubungnya
mini
hah,,, ikut plong aku😍
Kaknia
suka alur ceritanya
Kaknia
bucin Aksa 😂🤭
Kaknia
seruuuuuuu
partini
dihhh felakor
Kaknia
semakin seruuuu ceritax tapi nanggung banget masih penasaran😭
partini
tamat sudah kamu Jasmine
Kaknia
astagaaa semoga Jasmine TDK knp knp 😭
Kaknia
mantap ceritax
Kaknia
semoga Jasmine TDK knp knp dan semoga Aksa pembela terdepanx
Kaknia
Semoga Bisa Bersatu Kembali.......
Suka Ceritax Seruuuuu....
Risa Virgo Always Beau
Jasmine mending kamu bertahan saja kerja sama Aksa di banding kamu di denda seratus juta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!