Malas

Chantika terdiam sejenak, bibirnya tersenyum. Tiga tahun lalu nama aslinya Tia gemar membaca sebuah novel online dengan judul, Balada Cinta Sang Presdir.

Bercerita tentang tokoh utama Violetta, yang memiliki tunangan bernama Sebastian. Pertunangan yang tertutup oleh persahabatan sedari kecil. Hingga suatu hari Violetta menghabiskan malam panas dengan Sebastian saat mabuk.

Sebastian merasa Violetta sengaja menjebaknya. Tapi anehnya Sebastian kecanduan dengan tubuh Violetta. Hubungan yang ambigu, berakhir kala Violetta memutuskan untuk menjadi wanita mandiri. Memiliki karier yang bagus dan kekayaan. Saat itulah, Sebastian menyadari kesalahannya, bersama-sama mengalahkan berbagai rintangan untuk kembali dengan Violetta.

Sungguh novel 21+ dengan banyak adegan panas dan pemaksaan. Tia yang hanya seorang wanita penghibur benar-benar menyukai novel online ini. Tapi sayang Tia ditusuk oleh salah satu pelanggannya yang tidak membayar setelah memakai jasanya sebagai wanita penghibur, hingga Tia mati tragis.

Tapi siapa sangka, Tia berpindah dimensi memasuki novel yang pernah dibacanya, berada dalam tubuh Chantika, adik kandung Violetta, sang pemeran utama wanita.

Merebut jalan kesuksesan Violetta adalah tujuannya. Dan...sejauh ini Chantika berhasil. Hanya saja Violetta terlalu banyak bicara dan mengeluh. Protagonis wanita seperti ini tidak pantas, lebih baik mati saja.

"Chantika, ini daging untukmu. Kamu terlihat pucat." Ucap Dania meletakan potongan daging ke atas piring putrinya.

"Benar! Ayah akan menelpon dokter keluarga. Agar meresepkan vitamin untukmu." Prana tersenyum menatap ke arah putri kebanggaannya.

"Terimakasih, ayah...ibu..." Chantika tersenyum pada mereka. Benar-benar semuanya sempurna, sesuai impiannya.

Putri keluarga konglomerat, memiliki karier sukses, dengan pengetahuannya tentang cerita novel, dapat merebut kesuksesan yang seharusnya dimiliki Violetta.

Mengingat tentang cerita novel, bukankah Violetta akan memulai bisnis restauran setelah bisnis butik berhasil. Setidaknya itulah jalan cerita yang diingat olehnya.

Wajahnya tersenyum, tinggal menunggu di lokasi mana Violetta akan membuka bisnis. Maka dirinya akan membuka bisnis di lokasi yang sama, merekrut koki yang seharusnya direkrut Violetta. Menghasilkan lebih banyak uang, serta merebut pemeran utama pria.

Matanya mengamati Violetta yang melangkah turun dari lantai dua. Entah kenapa wajah menyebalkan pemeran utama wanita itu terlihat lebih cerah. Mencengkeram garpu yang dipegang olehnya. Ini menyebalkan, tapi cepat atau lambat semua milik pemeran utama wanita akan menjadi miliknya. Termasuk Sebastian, yang tidur dengannya, bukan Violetta seperti dalam cerita novel.

"Kakak! Ayo duduk di dekatku." Ucap Chantika penuh senyuman. Begitu terlihat manis, cantik dan baik.

Berbeda dengan Violetta yang terlihat lebih anggun.

"Kamu bilang jika aku bisa menyakiti atau membongkar kedok Chantika, maka akan mendapatkan poin?" Tanyanya pada pemuda yang melangkah pelan di belakangnya.

"Benar! Misi nona adalah mengalahkan penjelajah. Orang yang ada di tubuh Chantika, bukan Chantika yang asli. Orang tersebut adalah penjelajah dari dunia pararel yang lain. Baginya ini adalah cerita novel yang pernah dibacanya. Mengetahui masa depan, berniat merebut keberuntungan protagonis wanita. Dalam hal ini anda." Jawaban yang begitu panjang dari pemuda rupawan tanpa ekspresi.

Membuat Violetta menghela napas berkali-kali."Lalu dimana jiwa Chantika yang asli?"

"Chantika yang asli seharusnya sudah meninggal sebelum dimasuki oleh penjelajah dimensi." Kembali sang pemuda menjawab pelan, benar-benar terdengar jelas. Benar-benar menebarkan aura ketampanan yang tenang, membuat Violetta berusaha tidak memeluknya lagi.

"Di dalam tubuhnya bukan jiwa adikku. Jadi aku tidak akan segan-segan menghajarnya. Kemarin aku menamparnya, dapat berapa poin?" Tanya Violetta.

"Dalam layar akan tertulis, berapa poin yang masuk dan digunakan." Jelas sang pemuda.

"Hanya 5 poin?" Gumamnya.

"Jika ingin lebih banyak poin, lukai penjelajah (Chantika) secara fisik atau mental. Kemudian dekati protagonis pria (Sebastian)." Jawab sang pemuda, membuat Violetta mengangkat sebelah alisnya.

Bagaimana bisa memaafkan Sebastian yang meniduri Chantika. Walaupun itu karena mabuk, ditambah memutuskan dirinya terang-terangan di depan umum.

"Sebastian... never (tidak akan pernah)." Ucap Violetta penuh senyuman.

Chantika tersenyum padanya, menatap ke arah Violetta yang mulai duduk."Kakak tadi kenapa terlihat bicara sendiri?" tanyanya.

"Kamu tau bukan, aku dimensia. Jadi sering bicara sendiri." Sarkas Violetta.

"Kamu memang harus dibawa ke psikiater. Kelakuanmu bertambah aneh!" Bentak sang ayah.

"Ayah...jangan marah begitu pada kak Violetta." Ucap Chantika, memegang lengan ayahnya seolah-olah menenangkan.

"Jangan pedulikan aku." Violetta mengangkat sebelah alisnya, menikmati makanan. Mengamati baik-baik sebuah ide muncul dalam benaknya. Mengapa tidak mencoba membuka usaha restauran saja.

Tapi.

"Kakak, usaha butik milik kakak begitu sepi. Kenapa tidak beralih membuka usaha restauran saja." Usul Chantika penuh senyuman pelan. Dirinya tinggal mencari tau, lokasi mana yang akan dipilih Violetta. Kemudian membuka usaha yang sama di dekat lokasi. Tentunya mencuri pekerja milik Violetta.

Violetta terdiam, jemari tangannya mengepal. Baru saja muncul ide, tapi anehnya adiknya bagaikan dapat menebak masa depan.

Matanya sedikit melirik ke arah pemuda yang berdiri di belakangnya. Menelan ludah, apa Chantika juga ingin kembali menjiplak idenya?

"Keputusan yang bijak, untuk tidak melangkah sementara waktu." Itulah yang diucapkan sang pemuda. Bagaikan sebuah nasehat di telinga Violetta.

Wajahnya tersenyum."Aku malas, kenapa tidak kamu saja yang membuka restauran. Itu kan idemu. Aku tidak mau dituduh sebagai plagiator lagi." Sinis Violetta, menusuk tomato cherry kemudian memakannya.

Berhati-hati, itulah yang terpenting untuk menghadapi badak bercula ini.

"A...aku hanya menasehati kakak. Lagipula restauran bisnis yang bagus." Chantika tertunduk pelan. Benar-benar sial! Andai saja dalam novel tertulis alamat dan lokasi restauran milik Violetta.

"Dengarkan apa kata adikmu. Dia itu bintang keberuntungan, membeli tanah untuk investasi. Harga tanah langsung naik dalam waktu sebulan. Tidak seperti kamu, membuka butik gagal, menjadi musisi malah plagiat karya adikmu." Sindir Prana.

Mata Violetta memerah menahan tangis. Lebih dari satu karya yang dibuat Chantika. Dan itu semua menyerupai apa yang ada di otaknya. Percuma bekerja keras, jika akan dihancurkan.

"Apa host akan menyerah? Sistem dapat lebih kuat dari penjelajah dimensi. Jika dapat menggunakannya." Ucap pemuda yang berdiri di belakangnya.

"Tidak, aku tidak akan menyerah." Violetta menghapus air matanya yang mengalir, kemudian bangkit dari kursi tempatnya duduk.

Semakin disakiti, maka semakin banyak poin yang didapatkan olehnya. Siapa yang peduli, lagipula jiwa yang ada didalamnya bukan Chantika yang asli.

Rambut Chantika ditarik, sejenak ada pemberitahuan sistem. Pemuda yang berada di belakangnya berucap."Host menarik rambut penjelajah dimensi, selamat mendapatkan hadiah 2 poin."

Dua poin? Cukup bagus. Wajahnya tersenyum, anggap saja membalas apa yang dilakukan Chantika yang hampir membunuhnya.

"Kakak, sakit!" Teriak Chantika."Ibu... tolong aku."

Tangan Dania terangkat.

Plak!

Violetta ditampar cukup kencang. Tapi anehnya Violetta tersenyum, bahkan tertawa. Bukan hanya Chantika, seluruh keluarganya adalah pengkhianat sejati.

"Dia anak kesayangan ibu kan!?" Bentak Violetta.

"A...apa ini karena kakak iri usaha butik ku lebih maju? Kakak, aku menyayangimu, karena itu aku memberikan nasehat... dengan membuka usaha restauran maka---" Kalimat Chantika terhenti.

Plak!

Violetta menamparnya cukup kencang. Bersamaan dengan itu, suara pemuda itu berikut pemberitahuan sistem terdengar.

"Menampar penjelajah dimensi. Selamat host mendapatkan 3 poin." Ucap sang pemuda, penambahan poin pada jendela sistem terlihat.

"Hidup adalah hidupku. Bukan hidupmu, aku tidak akan mengumpulkan uang. Aku lebih memilih menjadi pengangguran." Violetta tersenyum menyeringai. Membuat Chantika membulatkan matanya.

Terpopuler

Comments

Indar

Indar

Ternyata Chantika diraksuki sama kuntilanak yg tdk tahu diri 😠 ayo Violetta lawan terus biar poinmu semakin banyak dan kamu bisa melempar kuntilanak itu ketempat asalnya

2025-08-17

2

Erchapram

Erchapram

Aku juga kalau bisa jadi pengangguran yang makan tinggal makan, tidur tinggal tidur, mau apa tersedia pasti aku mau.

2025-08-17

3

Senjaa💞

Senjaa💞

bagus violetta aku suja karakter yg badas n tdk mudah ditindas😎

2025-08-17

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!