Terjerat Kasih Sayang Paman Tampan
INTRO
💞🔗ㄒ乇尺フ乇尺卂ㄒ
Ҝ卂丂丨卄 丂卂ㄚ卂几Ꮆ
卩卂爪卂几 ㄒ卂爪卩卂几°
Jalanan kota di padatkan oleh mobil hitam yang berbaris hingga 8 mobil ke belakang, di depan sendiri membawa sang tuan dengan satu supir, lalu di mobil tengah membawa sosok wanita yang cantik.
Someone
[ Menghentikan mobilnya ]
Someone
Silahkan Tuan Gevano. [ Membukakan pintu ]
Gevano Ezra Danendra
[ Keluar ]
Someone
[ Menyediakan payung ]
Someone
[ Di belakang membawa peti mati ]
Gevano Ezra Danendra
[ Berjalan dengan wajah datar membawa bunga ]
Someone
[ Menguburkan sosok perempuan ]
Gevano Ezra Danendra
[ Berjongkok depan kuburan yang baru saja selesai di tutup ]
Gevano Ezra Danendra
Sayang, bukankah sebentar lagi kita menikah?
Gevano Ezra Danendra
Bukankah kamu bilang tunggu kamu lulus kuliah?
Gevano Ezra Danendra
[ Meletakkan bunga di atas kuburan ]
Gevano Ezra Danendra
Lily, aku tidak akan pernah melupakan mu, tidak ada sosok yang bisa mengantikan mu.
Gevano Ezra Danendra
Selamat beristirahat.
Gevano Ezra Danendra
[ Berdiri dan menatap batu nisan ]
Alzian Dion Nagara
[ Merangkul bahu Gevano ]
Alzian Dion Nagara
Lu yang kuat ya.
Gevano Ezra Danendra
[ Hanya diam lalu pergi ]
Hari itu adalah hari yang buruk bagi Gevano, sosok tunangannya yang hampir menikah, pergi duluan karena sebuah penyakit lama.
Bahkan langit mendukung suasana hati Gevano hari itu, seharian langit tidak memunculkan sinarnya untuk tersenyum, menggambarkan suasana hati Gevano hari itu.
Pria umur dua puluh tiga tahun itu seorang pria sukses di dunia bisnis, di kenal dengan pria yang cukup ceria sebelum kematian sang tunangan.
Tapi sekarang, senyuman itu pergi bersama sosok wanita itu, menyisakan kenangan yang ada.
Wanita yang sering di panggil dengan sebutan Lily, adalah sosok yang menemani Gevano mulai dari bawah, saat keluarganya menghilang satu persatu, hanya Lily lah yang dapat menghiburnya.
Tapi kini, seluruh sosok yang bisa menghiburnya sudah tiada semuanya, dia hidup bak sebatang kara.
Beberapa hari kemudian, Gevano sering menghabiskan waktunya untuk pergi ke bar, malam ini ia berjalan-jalan di pinggir jalan entah kemana.
Gevano Ezra Danendra
[ Terduduk di bangku dengan tatapan kosong ]
?
[ Duduk di samping Gevano ]
Gevano Ezra Danendra
[ Menoleh ]
?
[ Membuka satu bungkus roti ]
Gevano Ezra Danendra
( Sudah lama tidak ada yang menanyakan pertanyaan ini )
?
Nah, ini untuk paman. [ Memberikan sepotong untuk Gevano ]
Gevano Ezra Danendra
[ Menerima ]
?
[ Menjilati sisa remah roti di tangan ]
Gevano Ezra Danendra
Kau masih lapar?
Gevano Ezra Danendra
Nah, makanlah. [ Memberikan rotinya ke anak kecil itu ]
?
Tidak, paman makan saja. [ Melihat jalanan ]
Gevano Ezra Danendra
Siapa nama mu?
Gevano Ezra Danendra
Di mana rumah mu?
Gevano Ezra Danendra
Di mana orang tua mu?
Gevano Ezra Danendra
[ Memeluk anak itu ]
Gevano Ezra Danendra
Kau sedih?
Gevano Ezra Danendra
[ Tersenyum tipis ]
Gevano Ezra Danendra
Bagaimana jika kamu ikut paman?
?
Tidak mau, nanti merepotkan.
Gevano Ezra Danendra
Tidak, paman akan menjaga mu.
Gevano Ezra Danendra
Bagaimana?
Gevano Ezra Danendra
Zai Zai.
Gevano Ezra Danendra
Nama mu.
Gevano Ezra Danendra
Sabiru Zainaya Asha, bagaimana?
Gevano Ezra Danendra
Sabiru menggambarkan langit biru yang ceria, Zainaya Asha, tidak ada yang spesial.
?
Spesial karena paman yang membuatnya.
Gevano Ezra Danendra
[ Mengusap kepala Zai Zai ]
?
( Yang penting tidak kembali ke sana )
Comments