Cowok Playboy

Hari ini, lagi-lagi Jia kesiangan untuk pergi kuliah. Ia pun buru-buru pamit pada kedua orang tuanya dan tak sempat sarapan pagi. Tapi ia tak pernah melupakan satu hal yaitu meminum air hangat sebelum beraktifitas, karena dengan meminum air hangat di pagi hari akan mendapatkan banyak manfaat bagi tubuh. Dan Jia senantiasa selalu menjaga kesehatan tubuhnya.

Saat membuka pintu rumahnya, Jia melihat seseorang berada di depan pagar rumahnya. Perlahan Jia pun menghampirinya.

“Kamu lagi ngapain disini?” tanya Jia kebingungan.

“Gue mau jemput lo, kita ke kampus bareng, mau kan?” sahut Al.

“Jemput?” Jia melirik jam tangannya, kali ini ia benar-benar tidak ada waktu untuk menolak Al. Dengan terpaksa ia menyetujui tawaran Al.

“Hmm, yaudah deh ayok, kita udah kesiangan nih,” sambung Jia. Al pun langsung menancapkan gas motornya dan melaju dengan begitu cepat.

“Jangan ngebut dong!! aku takut,” teriak Jia.

“Tenang aja, dari pada kita telat. Lo pegangan aja!”

Jia terpaksa memegang jaket yang dipakai Al.

Sesampainya di kampus, Jia dan Al sangat telat memasuki kelas. sehingga mereka tidak bisa mengikuti jam pertama. Keduanya pun pergi ke kantin untuk menunggu jam berikutnya.

“Udahlah, jangan sedih,” ucap Al santai sembari menyodorkan minuman.

“Aku bukannya sedih, cuma kecewa sama diri sendiri. Selalu aja kesiangan, dan sekarang aku harus ketinggalan materi,” sesal Jia.

“Jangan terlalu disesali, gak baik loh. Yang penting kan kita udah berusaha,” Al berusaha menenangkan Jia.

“Iya sih. Aku ke toilet dulu ya,” Jia beranjak menuju toilet. Saat kembali lagi ke kantin, ia melihat Al sedang duduk dengan seorang perempuan berambut panjang terurai.

Hati Jia langsung tak enak, ia pun tidak menghampiri Al dan langsung pergi ke kelas. Untungnya jam pertama sudah selesai, Jia pun menghampiri Nana sembari menggerutu.

“Nyebelin banget sih ...” bisik Jia.

“Kamu kesiangan lagi Ji?” tanya Nana kecewa.

“Iya Na,” jawab Jia tak kalah kecewa.

“Udahlah gapapa, terus kenapa tuh mukanya masih ditekuk gitu?”

“Tadi, Al jemput aku.”

“Apa? Seriusan Ji? Pasti dia mulai naksir tuh sama kamu,” ucap Nana senang.

“Naksir apaan. Baru aja tadi pagi jemput aku, eh barusan dia lagi berduaan sama cewek di kantin.”

“Cewek? Cantika maksudnya?” Nana menebak-nebak.

“Bukan, aku juga gak tahu siapa. Mungkin pacarnya.”

“Hah? Pacar? Emang dia udah punya pacar?”

“Mana aku tahu. Yang jelas, aku udah gak mau deket-deket lagi sama dia. ”

Jia mengabaikan Nana yang terus mengomel padanya, ia ha nya fokus menulis materi yang tertinggal tadi pagi. Ai benar-benar tak habis pikir dengan kelakuan Al yang selalu membuatnya kesal.

Saat jam berikutnya masuk. Jia melihat Al yang tertidur pulas, sehingga tidak memperhatikan materi yang disampaikan oleh dosen. Dan itu sering terjadi di setiap jam. Bagaimana dia akan lulus, kalau selama ini yang dia lakukan hanyalah tidur di kelas. Jia hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Kasihan banget sih sama orang tuanya Al yang udah bela-belain bayar uang kuliah, tapi anaknya malah nyia-nyiain kesempatannya,” batin Jia.

Jam istirahat pun tiba, Jia menghampiri kursi Bima dan mengajaknya untuk pergi ke perpustakaan. Di ambang pintu Al mengehentikan langkah mereka.

“Jia, lo mau kemana?” tanya Al penasaran. Dan belum sempat Jia menjawab, Cantika memanggil Al dan meraih tangannya.

“Al, ikut aku ke kantin yuk!” ajak Cantika sembari menarik-narik tangan Al.

Jia yang melihat sikap Cantika langsung memasang wajah dongkol. Ia pun langsung mengajak Bima untuk pergi dan meninggalkan Al. Bima mengiyakan ajakan Jia dengan mendelik kearah Al dan memasang wajah puas.

Hati Al pun mulai terasa panas. Seharusnya, yang berada di dekat Jia bukan Bima tapi dirinya. Al pun terpaksa mengikuti kemauan Cantika dengan wajah kesal.

“Gak usah pegang-pegang,” Al melepaskan tangan Cantika.

“Oke, sorry ...”

***

Bima melihat Jia yang sedang memahami materi yang tertinggal. Jia kelihatan sangat kesulitan. Bagaimana tidak, materi yangg ketinggalan ini adalah mata kuliah yang sangat sulit bagi Jia. Saat dijelaskan oleh dosen pun Jia masih kebingungan, apalagi memahaminya sendiri. Tak ada satupun kata yang masuk dalam kepalanya.

“Sini, biar aku bantu jelasin,” Bima tak tahan melihat Jia yang terus menggaruk-garuk kepalanya karena pusing. Ia pun berusaha membantu Jia.

“Makasih ya Bim.” Jia tersenyum, senyumannya terlihat sangat manis di mata Bima dan mampu membuat Bima terpana.

“Kok malah bengong sih? Katanya mau bantu jelasin,” Jia menyadarkan lamunan Bima.

“Eh iya sorry.” Jia terkikik geli melihat tingkah Bima yang kaku. Bima pun ikut tertawa lalu melanjutkan untuk menjelaskan materi.

Setelah dari kantin, Nana menyusul Jia ke perpustakaan. Saat melewati lapangan, ia melihat Al sedang bermain basket dan terlihat sedikit marah. Nana pun bergegas menemui Jia untuk memberitahukan pada Jia.

“Jia ...” Napasnya Nana terengah-engah, ia pun mengagetkan Jia dan Bima yang sedang fokus memahami materi.

“Ih, Nana. Kenapa sih ngagetin aja!?” kesal Jia.

“Sorry-sorry.” Nana menjatuhkan pantatnya disamping Jia dan berusaha mengatur napasnya.

“Jadi gini, aku barusan liat Al di lapangan lagi main basket terus keliatannya dia lagi marah-marah.”

“Al marah? Kenapa?” Jia terkejut.

“Aku juga gak tahu Ji, aku kira kamu tahu.”

Jia pun beranjak dari tempat duduknya dan bergegas pergi , “Maaf Bim, aku pergi dulu.” Jia pun meninggalkan Bima.

“Tunggu aku Ji!” Nana berlari menyusul Jia.

Sesampainya di lapang, dari kejauhan Jia melihat Al yang sedang berteriak geram. Dengan langkah pelan, Jia pun menghampiri Al dan meraih pundaknya. Al yang sedang duduk di lantai lapang langsung berdiri dan membalikkan badanya saat mendapati Jia berada di belakangnya. Al sangat terkejut.

“Jia? Lo ngapain disini?” mata Al menyapu ke sekeliling lapang. Dan tidak ada satupun orang di sana kecuali mereka.

“Em, sorry, aku ganggu ya?” jawab Jia yang merasa salah mengambil tindakan. “Iya juga ya, kenapa tiba-tiba aku kesini?” bantinnya kebingungan.

“Enggak kok. Btw, lo tahu dari mana gue ada disini?”

“Em, dari Nana. Tadi dia liat kamu lagi marah-marah.” Jia menunjuk Nana yang sedang berdiri di luar lapang. “Tadi, aku juga denger kamu teriak-teriak. Kamu gak apa-apa?” sambung Jia.

Al malah tertawa, “Gue gapapa kok. Lo, khawatir ya sama Gue?” goda Al.

“Enggak kok, siapa yang khawatir? Jangan gr deh!” jawab Jia cepat dan memalingkan wajahnya.

“Oh gitu ... terus, kenapa lo kesini?” Al terus mendesak dan menggoda Jia.

“Em, enggak, aku cuma ...” perkataan Jia terhenti, ia bingung harus jawab apa.

“Cuma apa?” ledek Al sambil menghampiri Jia lebih dekat.

“Udahlah, aku mau pergi,” Jia berlari meninggalkan Al sembari menepuk-nepuk jidatnya dan menahan rasa malu.

“Eh, mau kemana? Jia, nanti pulang gue tungggu di depan gerbang ya!” teriak Al, lalu menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat tingkah laku Jia.

***

Jam terakhir pun telah selesai. Jia bergegas untuk langsung pulang dan berharap tidak bertemu dengan Al. Tapi, Al sudah menjegatnya di depan gerbang kampus. Jia menghela napas dalam-dalam, dengan terpaksa ia melangkahkan kakinya menuju Al.

Namun saat baru beberapa langkah, Jia melihat Cantika menghampiri dan menaiki motor Al, langkahnya pun terhenti. Ia seperti menjadi sebuah patung, badannya kaku, dan matanya pun enggan berkedip. Rasa kesal pun sudah di ujung kepala.

“Dasar cowok playboy,” gerutu Jia. Ia terus melihat tajam kepergian Al dan cantika.

“Eh Ji, kok kamu masih disini? Katanya mau pulang duluan,” Nana menyadarkan Jia.

Dan Jia hanya terdiam, “Si Al, jadi ngenterin kamu kan?” sambung Nana.

“Lihat tuh!” Jia menunjuk motor yang ditumpangi Al dan Cantika.

“Loh kenapa dia malah pergi sama Cantika sih?” respon Nana tak percaya.

“Udah aku bilang kan Na, dia tuh orang yang nyebelin.”

“Hmm, udahlah Ji. Kamu kan tahu Cantika kayak gimana orangnya,” Nana berusaha menenangkan.

“Udah ah, aku males ngomongin dia. Yuk kita pulang aja!”

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!