Bab Sosok Makhluk Astral

Desa Makmur Jaya heboh dengan ditemukan sosok mayat korban mutilasi yang ditemukan Abdul dan kedua temannya , mereka dimintai keterangan oleh pihak berwajib , sedangkan tim forensik sudah melakukan otopsi .

Korban meninggal sekitar satu bulan lebih dan sekarang masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut . Abdul dan kedua temannya tidak jadi memancing .

Malam harinya Abdul dan kedua temannya pulang dari kantor polisi setelah melakukan pemeriksaan sebagai saksi . "Kok masih ada ya orang tega membunuh sampai di mutilasi memangnya tidak takut dosa kali ya ," kata Toni bergidik ngeri membayangkan kondisi korban .

"Kalau orang sudah dirasuki iblis mana bisa mikir dosa , mereka pasti punya masalah dengan korban atau bisa jadi korban tersangkanya kita tidak bisa menelan mentah-mentah dalam menyimpulkan sebuah berita ," sahut Joko .

"Benar sekali , padahal berita itu tidak semuanya benar bisa jadi ada faktor tertentu , sudahlah tidak usah mikirin berita bikin pusing kepala saja ,"kata Abdul .

Mereka bertiga di antar oleh salah satu anggota kepolisian pulang ke Desanya . "Terimakasih Pak ,semoga kasusnya cepat selesai ,“ kata Abdul kepada Pak polisi tersebut . "Sama-sama dan terimakasih kalian sudah membantu kami dalam menangani kasus ini ," balas Pak polisi bernama Adi Purnomo .

Ketiga remaja itu pulang ke rumah masing-masing . "Eh itu siapa ?’ bisik Toni melihat sosok orang berdiri di samping pohon pisang . Joko dan Abdul menoleh ke arah pandangan Toni .

"Seperti seseorang tapi .... Kabuuurrrr ," Abdul belum selesai bicara kedua temannya sudah paham dan lari lebih dulu barulah dia lari menyusul kedua temannya .

Sosok tersebut adalah korban mutilasi yang mereka temukan melihat ketiga remaja berlari sosok itu menghilang dalam kegelapan .

Abdul berhenti di depan rumah sampai ngos-ngosan , Murni melihat Abdul di luar rumah membuka pintu lebar terkejut . Wajah Abdul sampai keringatan melihat wajah ibunya merasa sedikit tenang .

"Kamu kenapa kok keringetan ?" tanya Murni penasaran . Abdul masuk dalam rumah mengambil air minum dan meneguk sampai habis .

Abdul bergabung dengan keluarganya duduk di ruang televisi . "Jelaskan pada kami bagaimana kronologi kejadian tadi sore ," kata Samsuri melihat Abdul yang sudah tenang .

Abdul menceritakan waktu memancing sampai interogasi di kantor polisi . “Semoga kasusnya cepat selesai dan tidak ada korban lagi ," kata Murni setelah mendengar penjelasan Abdul .

"Aku heran sama pembunuhnya tidak takut di penjara kalau dia melakukan pembunuhan itu ,"kata Manaf sambil berpikir . "Mana ada seorang pembunuh berpikir lebih dulu kalau sudah niat ya mereka langsung lah mana mungkin menunda pikirannya sudah ketutup setan ," jawab Alif membalas perkataan Manaf .

"Lalu bagaimana kamu menjawab pertanyaan polisi tadi?" tanya Samsuri sambil merokok . "Aku jawab apa yang aku lihat ," jawab Abdul apa adanya . "Bagus , jangan sekali-kali berurusan dengan polisi apalagi terlibat masalah hukum , jadilah manusia yang baik dan bermanfaat bagi orang lain satu lagi jangan membuat atau mencari masalah dengan orang lain ," Samsuri memberi nasehat kepada ketiga anaknya .

"Baik ,Pak ," jawab ketiganya bersamaan . " Kalian kapan masuk sekolah ?" tanya Murni kepada ketiga anaknya .

"Minggu depan ,Bu ," jawab Manaf cepat . "Bu , besok beliin buku baru kan sudah sekolah baru ," kata Alif mengingatkan Murni .

"Oh iya ibu sampai lupa besok kamu beli sendiri bukunya ya , di warung kan ada ," kata Murni . "Iya ,Bu gak apa-apa deket juga ngapain beli di tempat jauh ," jawab Alif .

             ______________

Di kamar bawah tanah udara pengap dingin menjadi penghuni sosok makhluk astral ,yang dulu adalah ruang yang akan di gunakan sebagai kamar rahasia seseorang setelah membangun rumah mewah namun belum selesai rumah itu terbakar dan orang tersebut tertimbun di dalam kamar tersebut .

Tidak banyak yang tahu tentang kamar itu , tanah tersebut milik mendiang nenek Murni dan sudah di sertifikat atas nama ibu kandung Murni akhirnya di bangunlah sebuah rumah yang di huni murni beserta suami dan ketiga anaknya .

Lalu siapa sosok makhluk astral itu ? Nanti penjelasannya kita lanjut ke kisah masa kini dulu .

Malam hari Manaf ke belet kencing ,ia sedang bermain game di kamar keluar menuju kamar mandi . Waktu berada di dalam kamar mandi ia melihat di bawah celah pintu ada sosok bayangan hitam bergerak menuju ke arahnya lalu menghilang .

Bulu kuduk Manaf berdiri , Manaf segera menyudahi ritualnya dan membuka pintu perlahan mengintip setelah tidak melihat apa-apa di luar ia langsung berlari kencang masuk ke kamar .

Samsuri yang sedang duduk di ruang televisi melihat Manaf berlari merasa heran , ia beranjak dari tempat duduk pergi melihat ke arah kamar mandi namun tidak ada apa-apa, kembali menonton acara televisi.

Manaf menetralisir detak jantungnya sampai benar-benar tenang lalu merebahkan tubuhnya."Apa itu tadi ?" gumam Manaf mengingat bayangan di bawah pintu kamar mandi .

Sosok makhluk astral menatap Manaf dengan menyelidik , tawanya terdengar nyaring namun Manaf tidak bisa mendengar suara tersebut , justru bulu kuduknya merinding . "Apakah dia mengikutiku , jangan dong aku takut ," gumam Manaf menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut .

Di kamar Abdul membalas chat dari Joko dan Toni . "Apakah kalian bisa tidur malam ini ?" tanya Abdul sambil melirik ke sudut kamarnya . "Ngapain gak bisa tinggal tidur doang ," sahut Joko santai . Beda dengan Abdul melihat bulu di kulit tangannya berdiri kulitnya merinding .

"Kamu takut ya ,Dul ?" tanya Tino dengan emotion tertawa . "Enggaklah , siapa yang takut ," jawab Abdul menutupi rasa takutnya .

"Lah tadi saja kamu lari ngikutin kami aku pikir kamu pemberani ternyata penakut juga ," kata Tino dengan emotion tertawa lagi . " Masa kalian saja lari ya aku lari lah masa jalan sendiri , bisa-bisa di bawa sama mbak kun tidak bisa pulang ," balas Abdul , di balas tawa kedua temannya , ia pun ikut tertawa .

“Besok mau mancing lagi gak nih ?" tanya Joko setelah reda tawanya ."Kayaknya enggak dulu deh ," jawab Abdul . "Kenapa ?" tanya Joko ingin tahu .

"Tidak apa-apa, takutnya aku tidak bisa janji aja ," jawab Abdul . "Okelah , lain kali mancingnya sekarang sudah malam tidur yuk ," ajak Joko .

"Belum ngantuk ," sahut Toni masih betah di layar ponselnya . "Ya sudah chat sama mbak kun saja ," sahut Joko di selingi tawa kedua temannya .

"Nggak asyik ," balas Toni kesal melihat kedua temannya mematikan chat mereka masing-masing. Abdul merasa haus ia keluar dari kamar menuju ruang makan di sana ada air panas dan air dingin ddi dalam termos dan teko . Ia mengambil air hangat lalu meneguk sampai habis .

Sebuah tepukan membuat Abdul terperanjat hampir tersedak , Abdul menoleh ke belakang ternyata ibunya . "Haus ya ? tanya Murni , Abdul mengangguk .

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!