Waktu tengah malam Alif terbangun karena mendengar suara desis , ia mengerjapkan mata turun dari tempat tidur dan mencari asal suara tersebut . Alif menyusuri seluruh kamarnya namun suara itu hilang , setelah menunggu kurang lebih sepuluh menit tidak ditemukan suara itu , ia kembali berbaring dan memejamkan mata .
Suara desis itu kembali mengusik pendengaran Alif yang baru saja terlelap , ia merasa jengkel seperti ada yang ngerjain dirinya . "Siapa sih berisik banget ganggu orang tidur saja ," bentak Alif tanpa ada rasa takut sedikitpun .
Suara desis menghilang dan Alif kembali berbaring tapi matanya tidak terpejam sengaja ingin tahu suara desis itu dari mana dan siapa pemilik suara tersebut .
Saat mata mulai terpejam sosok hitam berkabut masuk ke dalam kamarnya dan mengitari kamarnya , seperti mencari sesuatu yang hilang , ketika melihat ada cermin makhluk itu berteriak histeris .
Alif melihat makhluk itu tidak bisa berkata-kata, ia melihat sosok makhluk menyeramkan marah karena tidak menemukan sesuatu entah Alif tidak tahu apa yang terjadi dengan makhluk tersebut .
Tubuh Alif bergetar di balik selimutnya tebal sehingga tidak terlihat oleh makhluk tersebut . Awalnya Alif ingin melihat secara langsung wujud makhluk itu ia hanya melihat dengan membuka sedikit selimutnya . Matanya melebar sedangkan mulutnya membentuk huruf o ,setelah sepersekian detik Alif menutup selimutnya .
Makhluk tersebut geram dengan tempat itu , karena sesuatu telah hilang ia berteriak sampai memekakkan telinga Alif padahal sudah ia tutupi menggunakan selimutnya, suara menggema di dalam kamar Alif hanya Alif yang mendengar sedangkan orang lain tidak .
Alif merasa ketakutan sambil membaca doa untuk menenangkan dirinya dan mengusir makhluk tersebut . Makhluk tersebut menyadari kalau ada sesuatu yang membuat tubuhnya merasa panas yang amat sangat segera pergi masuk ke dalam lemari Alif .
Setelah merasa cukup aman Alif membuka selimutnya mencari sosok makhluk itu matanya menyapu seluruh ruangan dan ternyata memang sudah tidak ada ia bernapas lega suasana kembali tenang .
Suara adzan subuh menyadarkannya dalam pencarian makhluk tersebut kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan menjalankan kewajiban .
Samsuri sudah berkutat di dapur ia memasak untuk dirinya dan juga ketiga anaknya sedangkan istrinya bekum pulang karna shift malam pulang pagi . “Bapak masak apa ?" Manaf mendekati bapaknya sambil mencium aroma masakan .
"Masak daun singkong sama ikan asin ," jawab Samsuri sambil mengangkat sayuran ke dalam mangkuk saji . “Tolong bawa ke meja makan ,“ perintah Samsuri kepada Manaf . "Siap komandan ," sahut Manaf dengan senang hati .
Selesai memasak Samsuri membersihkan peralatan masak yang kotor dan meletakkan di rak khusus panci dan beberapa peralatan masak lainnya. Alif , Manaf dan Abdul sudah duduk di kursi ruang makan menunggu bapaknya makan bersama .
Semua menikmati sarapan tanpa ada yang berbicara . "Bapak jadi kan ambil raportnya ?' tanya Manaf setelah selesai makan . "Jadi , jam berapa undangannya ?" jawab Samsuri lalu balik bertanya .
"Jam delapan ," jawab Manaf . "Setelah ambil punya Manaf langsung ke ruang kelas ku ya ,Pak ," sahut Alif dan Abdul bersamaan . Samsuri mengangguk sebagai jawabannya .
Anak-anaknya berangkat lebih dulu ke sekolah , sedangkan Samsuri membereskan peralatan makan yang kotor dan mencuci di dapur tidak di wastafel seperti di rumah mewah .
Hal itu dilakukan ketika istrinya bekerja , mereka saling bekerja sama soal pekerjaan di rumah agar rumah terlihat rapih dan bersih .
____________
Samsuri sedang berada di ruang kelas Manaf menunggu antrian mengambil raport milik Manaf . Nama Manaf disebut oleh wali kelas Samsuri beranjak dari tempat duduk menuju meja guru dan duduk di seberang .
Guru bernama Martono tersenyum ramah kepada Samsuri . "Anak bapak sangat pintar di kelas ia mendapat rangking pertama , semoga di kelas selanjutnya bisa mempertahankan nilainya , selamat buat bapak dan anak bapak ," kata Martono merasa bangga mempunyai siswa cerdas seperti Manaf .
Samsuri terkejut sekaligus terharu mendengar perkataan Martono selaku wali kelas , ia tidak menyangka kalau Manaf sangat pintar di kelas padahal kalau di rumah jarang ia melihat Manaf belajar batin Samsuri .
“Sama-sama , Pak , terimakasih banyak kalau begitu saya permisi ," Samsuri menjabat tangan Martono kemudian keluar dari ruangan dengan perasaan bahagia .
Manaf melihat wajah senang bapaknya ia sudah menduga kalau ia mendapat nilai bagus menghampiri ." Bagaiamana ,Pak ?' tanya Manaf meyakinkan dugaannya tidak salah .
Ekspresi Samsuri berubah sedih membuat Manaf kecewa , “Kamu lihat sendiri hasilnya ," kata Samsuri tersenyum tanpa diketahui Manaf .
Manaf terkejut melihat hasilnya ia berteriak tanpa sadar lalu memeluk bapaknya . " Terimakasih Bapak ,"ucap Manaf dengan perasaan gembira . "Sama-sama, bapak ke kelas kakak kamu ayo tunjukkan dimana kelasnya ," ajak Samsuri , Manaf berjalan mendahului bapaknya menunjukan kelas kakanya .
“Ini kelas Kak Alif kalau kelas kak Abdul di seberang sana ," Manaf menunjukkan kelas Abdul yang di seberang . "Bapak masuk dulu ya ," Samsuri berjalan masuk , Manaf mengangguk sebagai jawaban .
Tidak butuh waktu lama nama Alif di panggil oleh wali kelas , Samsuri beranjak dari tempat duduk maju ke depan meja guru dan duduk di seberang .
"Selamat ya Pak , anak bapak mendapat peringkat ke dua anak bapak memang berbakat , usahakan nanti di sekolah lanjutan anak bapak bisa mengejar nilai lebih bagus lagi ," kata wali kelas bernama Haris . "Terimakasih banyak Pak Haris , nanti saya sampaikan kepada anak saya , Alif ," jawab Samsuri ia merasa bangga punya anak pintar semua .
Samsuri keluar setelah menjabat tangan Haris lalu keluar dari ruangan . Alif melihat bapaknya keluar tersenyum senang sambil memeluknya . “ Apakah nilaiku baik ?‘ tanya Alif jantungnya berdegup kencang ."Lihat sendiri hasilnya ," Samsuri menyerahkan buku raport kepada Alif .
Alif membuka buku raport miliknya merasa terharu , kemudian memeluk bapaknya dengan berderai airmata . "Terimakasih bapak , Alif dapat nilai bagus ," kata Alif dengan hati bahagia lalu melepaskan pelukannya .
Samsuri tersenyum bahagia melihat anaknya senang dengan hasil nila akhir tahun ."Ayo tunjukkan kelas Abdul ," ajak Samsuri kepada ke dua anaknya . Mereka berjalan ke kelas seberang .
"Itu Abdul ," Alif menunjuk seorang anak sedang berbincang dengan temannya dia Abdul saudara mereka . "Abdul ," panggil Samsuri .
Abdul menoleh lalu mencium tangan bapaknya . "Bapak , di sini kelasku masuk saja ," jawab Abdul dengan antusias . Samsuri langsung masuk ke dalam kelas Abdul .
Tidak berselang lama nama Abdul di panggil oleh wali kelas , Samsuri maju di hadapan meja guru lalu duduk . "Anak bapak namanya Abdul mendapat nilai diatas lima besar , semoga di kelas selanjutnya lebih ditingkatkan lagi belajarnya agar bisa mengejar ketertinggalan ," kata Wali kelas bernama Hadi .
"Terimakasih ,Pak Hadi nanti saya sampaikan kepada anak saya , saya permisi ," sahut Samsuri menjabat tangan Hadi dan keluar kelas
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments