Kita sudah mencari jalannya
Walau menyakitkan ini hal yang paling benar.
--Luca
.
.
/melakukan
()batin
.
.
.
Semilir angin mulai menerpa wajah seorang pemuda tampan, suara kendaraan yang berlalu lalang tak lagi ia hiraukan. Ia fokus menatap langit malam dengan pikiran kosongnya.
Pemuda itu tak lain adalah...
LUCANNE ANDREANS
LUCANNE ANDREANS
/diam tanpa bergerak
Tanpa ia sadari seorang gadis berjalan kearahnya.
SOMEONE
/memegang bahu kiri Luca
AMBER KATHLEEN
Luca
LUCANNE ANDREANS
Kenapa?
/seraya menoleh
Suara yang terdengar lirih itu menyapu pendengaran si gadis.
AMBER KATHLEEN
Luca
/menatap sayu
AMBER KATHLEEN
penerbangan Altar setengah jam lagi lu-
Belum sempat Amber menyelesaikan ucapannya Luca kembali menatap langit malam di depannya.
AMBER KATHLEEN
/terdiam
LUCANNE ANDREANS
Langitnya indah ya, Am~
/lirihnya
Amber terdiam menatap sedih Luca, ia tau betapa terlukanya pemuda itu.
AMBER KATHLEEN
Seenggaknya untuk terakhir kalinya biarin dia natap wajah lu
AMBER KATHLEEN
/mulai berlinang air mata
LUCANNE ANDREANS
Udah seharusnya gini Am, gua gak mau semuanya makin rumit
Luca menunduk seraya memejamkan matanya
Perlahan Luca mulai menangis
LUCANNE ANDREANS
Am, dunia punya norma rasa cinta gua ke Altar bukan hal yang normal.
LUCANNE ANDREANS
/menatap Amber dengan air mata yang berlinang
LUCANNE ANDREANS
Andai waktu bisa diputar ulang gua milih menjauh, Am. Gak saling mengenal dan berteman itu seharusnya hal yang paling baik.
.
.
.
Biar aku yang membawa rasa ini dan menguburkannya dalam-dalam, kau hanya perlu menjalani hidup barumu.
-Luca
Comments