Setelah kejadian flashdisk yang terjatuh. Entah kenapa Karina menjadi lebih sering berpapasan dengan Adi.
Saat menuruni tangga, di taman, bahkan dikantin. Karina sampai merasa bahwa Adi mengikuti kemana langkahnya pergi.
Seperti pagi ini Karina yang tengah gelisah karena tidak ada satupun ojek online yang mengambil orderannya. Sementara Karina harus segera berangkat ke kampus untuk menghindari telat.
CCCCRRRRRIIIITTTTT!
Tiba-tiba saja terdengar suara decitan ban yang bergesekkan dengan aspal tepat di hadapannya.
Karina yang tengah menunduk menatap layar ponselnya pun segera mengangkat kepala dan mengedarkan pandangannya kearah suara tersebut. Dan menemukan sosok Adi disana dengan berbalut helm full face dan motor besarnya.
"Mau bareng ngga?" ujar Adi
"Hmmm.. Ngga usah kak" ujar Karina menolak. Walau sebenernya Karina membutuhkan tumpangan untuk menghindari telat.
**Karina sok banget jual mahal ya netizen wkwkwk**
"Yakin? Bukannya lagi buru-buru takut kesiangan?"
"..............." masih diam tak memberikan jawaban dan berfikir.
"Penawaran terakhir nih, mau bareng gak?"
"Boleh kak boleh!"
"Yaudah ayok cepat naik"
Karina pun naik ke motor Adi. Motor mereka pun segera melaju ke kampus. Setibanya dikampus semua mata memandang ke arah Karina. Bagaimana tidak? Ia berangkat bersama dengan calon imam idaman sebagian besar mahasiswi di kampusnya.
"Yaudah kakak duluan ya Karina.."
"Iya kak, makasih ya tumpangannya"
Mendengar jawaban Karina, Adipun berlalu meninggalkan Karina. Dan Karina pun melanjutkan langkah kakinya ke ruangan kelasnya.
Sementara itu, dibalin pohon terlihat seorang gadis tengah melihat ke arah Karina dengan tatapan tidak suka. Tatapan marah. Tatapan cemburu. Dan tatapan seakan-akan ingin melahap Karina hidup-hidup
Comments