Sudah sekitar 2 minggu berlalu, Ferisu selalu berjalan mengikuti arus sungai. Hari demi hari selalu dilewatinya dengan pertarungan melawan monster, skill demi skill berhasil didapatkan olehnya.
Walaupun hari gelap, ia tetap berjalan tanpa adanya hambatan karena memiliki night vision yang ia dapatkan dari monster Death Owl.
Aaaaa!!! Kapan aku akan keluar dari hutan ini!!?
Ferisu mulai kesal karena belum melihat ujung dari hutan setelah dua minggu berjalan. Saat berhenti untuk istirahat ia merasakan sebuah kehadiran seseorang.
"Ini, manusia? Tapi hawanya cukup aneh" Gumamnya saat merasakan kehadiran itu.
Ia berjalan secara perlahan mendekati hawa keberadaan itu. Saat sampai terlihat seseorang dengan jubah hitam, berdiri diam di atas batu sembari memegang pedang hitam di tangannya.
"Hei~" Ferisu mencoba memanggilnya.
Di saat itu juga, sosok itu bergerak dengan cepat menyerangnya dengan pedang hitam itu. Berhasil menghindari serangan itu, Ferisu tetap terkena sayatan kecil di bagian pipinya.
"Apprasial!"
...Death Swordmaster...
...Monster bertipe undead, seorang master pedang yang mati dan meninggalkan penyesalan....
Pergerakan undead itu begitu cepat, Ferisu hanya bisa menghindar tanpa melakukan serangan balik.
Cih! Dia sangat cepat!
Mau sebanyak apapun skill yang dimiliki oleh seseorang, jika dia tak memiliki pengalaman bertarung makan itu akan sia-sia. Mau skill sekuat apapun itu, jika pemiliknya tak becus maka skill-skill itu hanyalah sebuah pajangan. Di dunia ini tidak memiliki sistem level, jadi mereka memerlukan latihan dan pengalaman agar menjadi kuat.
Suara pedang terus-terusan beradu di kedalaman hutan. Ferisu masih belum terbiasa menggunakan sebuah skill, selama ini dia hanya mengandalkan instingnya dan kemampuan berpedangnya dari dunia lama.
"Akh!" Ferisu menggerang kesakitan saat bahu kirinya tertusuk.
Pada saat itu juga tangan kanannya bergerak menangkap pedang yang digunakan oleh undead itu. "Kena kau!" Ujarnya menahan pedang yang saat ini menusuk bahunya.
Bamm!!
Ferisu menendang undead itu hingga terhempas cukup jauh. "Ugh~" Menarik pedang itu keluar secara perlahan, tubuh Ferisu mulai beregenerasi untuk menyembuhkan luka-luka yang ada.
Saat ia memegang pedang berwarna hitam itu, ada sensasi aneh yang dialami oleh Ferisu. "Sensasi apa ini? Seperti ada kehangatan serta kekuatan yang meluap keluar dari pedang ini" Gumamnya heran.
Undead itu kembali bergerak dengan begitu cepat menyerang Ferisu. Walaupun tak menggunakan pedang, ia menyerang menggunakan kemampuan bela diri yang cukup terampil.
Saat sedang berfokus menghindari serangan dari undead itu, terdengar sebuah suara yang masuk kedalam kepala Ferisu.
"Serang bagian pinggang nya!"
Saat mendengar suara itu, Ferisu sempat bingung. Tetapi ia mempercayai ucapan itu dan menyerang bagian pinggang dari sang undead.
Slassh!
Ketika tempat itu tertebas, keluar sebuah kristal sihir berwarna ungu. Undead itu mulai berhenti bergerak dan menghilang menjadi abu secara perlahan. Sebuah asap berwarna putih keluar membentuk sebuah gumpalan bentuk seorang manusia. Terlihat seperti seseorang yang menunduk berterima kasih lalu menghilang.
"Beristirahat lah dengan tenang" Ferisu memberi hormat pada sosok yang ia lihat barusan.
Undead tak memiliki darah, jadi aku tak bisa menyerap skill miliknya.
Tapi setidaknya aku mendapatkan sebuah pedang darinya.
Saat mengangkat dan melihat setiap sisi dari pedang berwarna hitam itu, terdengar suara yang sama muncul kembali di dalam kepala Ferisu.
"Hei, apa kau mau menjadi tuan baru ku?"
Ferisu menoleh kesana kemari, ia tak melihat seorang pun ataupun merasakan sebuah hawa kehadiran.
"Apa mungkin kau yang berbicara denganku?" Ujar Ferisu kepada pedang yang sedang dipegang olehnya.
"Itu benar! Bagaimana? Apa kau ingin membuat kontrak denganku?"
"Hmm~" Ferisu menatap pedang itu dengan curiga.
Setelah cukup lama berada di dalam hutan ini, aku baru berbicara dan itu bukan dengan manusia.
Haft~ Sebenarnya seberapa luas hutan ini!?
Setelah cukup lama berfikir, Ferisu menyetujui dan membuat kontrak dengan pedang hitam itu.
...Kontrak berhasil di buat!...
...Skill : ★Swordmanship ★Swordtecnique ★Saber Aura ★Tsukuchi...
...Berhasil didapatkan!...
Ferisu terkejut saat mendapatkan 4 skill sekaligus ketika membuat kontrak dengan pedang hitam itu.
Aku langsung mendapatkan 4 skill? Pedang ini ... apa mungkin sebuah artifak langka?
"Ahahaha! Bagaimana? Hebat bukan?" Pedang itu tertawa dengan penuh rasa bangga akan dirinya.
Ferisu menggunakan apprasial kepada pedang itu untuk mengecek status miliknya.
...Darkness Sword : Grim Reaper Sword...
Eh? Pedang malaikat maut?!
Terlihat senyum kecil di bibir laki-laki muda yang sedang memegang pedang hitam. Ia menyarungkan pedang itu sembari berkata "Aku mengandalkan mu Kuro."
"Haha! Tuan bisa mengandalkan ku!"
Ferisu melanjutkan perjalanannya mengikuti arus sungai. Saat itu Kuro tampak heran dengan tujuan dari tuannya. "Tuan, apa yang anda lakukan di hutan yang berbahaya ini?"
"Hmm~ Ah, ceritanya panjang. Saat ini aku sedang mencari jalan keluar dari hutan ini"
"Ah~ Soal itu, aku punya kabar buruk untuk tuan"
Ferisu langsung berhenti berlari dan bertanya soal kabar buruk yang dikatakan oleh Kuro.
"Apa itu?"
"Sebenarnya, tuan saat ini bergerak menuju ke tengah hutan. Saya kira tuan berniat untuk melawan penguasa hutan ini karena bergerak menuju kesana"
Saat itu Ferisu diam membisu ketika mendengar kalau dia bergerak menuju ketengah hutan dan bukan bergerak kearah luar hutan.
"Hei, Kuro. Apa kita sudah dekat dengan tempat penguasa itu?" Terlihat wajah yang tampak begitu kesal.
"I- iya..." Melihat wajah kesal tuannya Kuro merasakan hawa membunuh yang begitu besar.
"Baiklah, mumpung sudah dekat. Aku akan menghabisinya dan keluar dari hutan ini!" Ferisu melanjutkan perjalanannya menuju ketempat penguasa hutan tinggal.
Pergerakan Ferisu menjadi lebih cepat karena ia mengaktifkan skill acceleration, sebuah skill yang meningkat kecepatan pengguna menjadi berkali-kali lipat. Saat sampai, terlihat sebuah danau kecil dan seekor naga berkepala tiga sedang minum.
Ferisu meloncat tinggi dan menembakkan sihir tombak kegelapan secara beruntun. "Dark Magic : Darkness Spear!"
Graawwrr!!!
Naga itu tampak kesal saat terkena serangan itu, walaupun begitu kulitnya tak terluka sama sekali. Naga itu memiliki sisik yang keras, salah satu kepalanya menyemburkan cairan berwarna ungu.
"Tuan menghindarlah! Itu cairan racun!"
"Fire Magic : Inceration!" Karena merasa tak bisa menghindar, Ferisu menggunakan sihir elemen api berupa luapan api yang besar dan berhasil menjadikan semburan racun itu berubah menjadi uap.
"Fiuh~ Sulit untuk bergerak ketika berada di udara" Gumam Ferisu saat menapaki kakinya di tanah.
"Jika tuan punya skill Air Dance, tuan akan dengan mudah menghindar di udara"
"Air dance yah~" Ferisu berlarian memutari naga kepala 3 itu sembari berfikir. "Hei, Kuro. Monster apa yang memiliki skill itu?" Ujarnya bertanya.
"Apa yang tuan rencanakan? Monster yang memiliki skill itu, Killer White Rabbit. Mereka tinggal di bagian utara hutan ini" Jawab Kuro memberitahu monster dan tempat mereka tinggal.
"Apa aku juga bisa keluar lewat sana?"
"Iya, jalan di utara lebih dekat untuk keluar dari hutan. Kalau kita berada di tengah-tengah hutan"
"Bagus!" Ferisu berhenti berlari dan meloncat kebelakang untuk menghindari semburan racun naga itu.
Cih!
Saat ini aku akan melampiaskan kekesalan ku padamu kadal sialan!
Ferisu mengubah arahnya dan langsung menerjang naga itu dari depan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Licia Elven Garden
dia baru berubah jadi blum sadar kalo punya sayap
2023-05-31
1
Dr. Rin
terbang la kan vampir 😁
2023-05-31
0
°Itsuuki°~°Kun°
gadak level kah?
2023-02-18
1