Reza adalah mantan koki yang dipecat karena difitnah, tetapi ia menemukan tujuan hidup baru setelah mendapatkan Sistem Restoran Dunia Lain.
Kini ia mengelola Restoran di mana pintunya terhubung ke dimensi kultivator dan sihir, menyajikan makanan lezat yang menyelesaikan masalah para pelanggan dari berbagai dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Arthur mendengus pelan seakan tidak percaya namun tetap menarik kursi kayu terdekat.
Suara derit kursi kayu terdengar nyaring saat menahan beban zirah besi tersebut.
"Perutku sangat lapar setelah membantai puluhan monster jelek tadi," kata Arthur menepuk perutnya.
"Tolong siapkan porsi besar makanan yang banyak mengandung daging asli dan mengenyangkan."
"Baiklah, pesanan daging spesial akan segera saya buatkan," jawab Reza menganggukkan kepalanya mengerti.
Reza kembali ke dapur dan mengeluarkan potongan daging sapi besar yang masih segar.
Dia memotong daging itu menjadi dua bagian tebal dan melumurinya dengan garam serta lada hitam bubuk.
Dia memanaskan wajan datar berukuran besar di atas kompor dengan api paling maksimal.
Reza memasukkan sedikit minyak dan mentega ke dalam wajan besi yang sudah sangat panas itu.
Daging sapi tebal itu langsung diletakkan ke atas wajan hingga menimbulkan suara desisan keras.
Aroma asap pembakaran daging segera menyebar liar memenuhi seluruh sudut restoran.
Arthur yang sedang bersandar di kursi langsung duduk tegak saat hidungnya mencium aroma tersebut.
Ksatria garang itu menelan ludahnya berkali-kali karena perutnya tidak bisa diajak kompromi.
Reza membalik daging itu perlahan dengan penjepit untuk memastikan kedua sisinya berwarna kecokelatan.
Dia menambahkan beberapa siung bawang putih utuh dan setangkai rosemary ke dalam sisi wajan.
Reza memiringkan wajan dan menyiramkan mentega cair berselimut bumbu itu ke atas permukaan daging berulang kali.
Setelah matanya menilai tingkat kematangan pas, dia membiarkan daging itu istirahat sejenak di atas talenan kayu.
Reza juga dengan cepat menumis kentang rebus dan wortel sebagai sayuran pendamping daging yang berat itu.
Dia memindahkan potongan daging bistik tebal itu ke atas piring keramik lebar dengan siraman saus kaldu kental.
Dia mengangkat piring panas itu dan membawanya menuju meja Arthur.
"Ini adalah bistik sapi panggang lada hitam dengan tumis sayuran mentega," ucap Reza meletakkan hidangannya.
"Sebaiknya dimakan saat panas agar dagingnya terasa jauh lebih lembut."
Arthur tidak banyak bicara dan langsung memotong daging tebal itu menggunakan garpu serta pisau.
Bagian dalam daging itu berwarna merah muda matang sempurna dan mengeluarkan sari minyak yang harum.
Arthur memasukkan potongan besar daging itu ke dalam mulutnya dan langsung mengunyah kasar.
Mata ksatria itu terbelalak lebar saat sari daging sapi yang asin dan gurih meledak di lidahnya.
Tekstur dagingnya luar biasa empuk sementara lada hitamnya memberikan sensasi hangat yang membakar semangat.
"Demi para dewa suci pencipta bumi, ini adalah masakan daging terenak di daratan," teriak Arthur sangat kegirangan.
"Bahkan koki kaisar di ibu kota tidak akan mampu memasak daging liar menjadi seempuk ini."
Reza hanya tersenyum melihat komandan pasukan berwibawa itu makan rakus layaknya anak kecil.
Arthur terus memotong cepat dan melahap daging itu ke mulutnya tanpa memberi jeda.
Hanya dalam waktu singkat, piring besar tersebut bersih total seolah tidak pernah dipakai.
Arthur mengusap sisa saus di sekitar mulutnya dengan punggung sarung tangan kulitnya yang berdebu.
Raut wajah sang komandan tiba-tiba berubah tegang saat merasakan hawa panas mengalir di sekujur tubuhnya.
Luka-luka cakar goblin di wajah dan lengannya perlahan merapat kemudian menutup dengan sendirinya.
Rasa pegal luar biasa di ototnya akibat memakai zirah berat seharian juga lenyap seketika.
"Masakan daging ini pasti mengandung sihir penyembuhan tingkat uskup agung," ucap Arthur menatap Reza tidak percaya.
"Semua kelelahanku hilang total dan stamina tempurku terasa jauh lebih membludak."
"Semua bahan makanan yang saya sajikan di sini memang selalu terjaga kesegarannya," jawab Reza diplomatis.
Arthur langsung berdiri tegak dan merogoh ke dalam celah pelindung dada di balik zirahnya.
Dia mengeluarkan sebuah koin emas tebal berukuran besar yang memiliki ukiran lambang singa kerajaan.
"Ini adalah satu-satunya koin emas yang tersisa di kantongku setelah perbekalan logistik pasukanku hancur," kata Arthur.
"Aku tahu makanan penyembuh dewa ini pasti harganya puluhan koin emas, tapi tolong terima ini sebagai tanda jadi dulu."
Sistem dengan sigap langsung memberikan pemberitahuan di dalam kepala Reza.
Ting.
"Koin emas murni dengan nilai historis tinggi terdeteksi," lapor Sistem singkat.
"Nilai tukar totalnya adalah lima ratus Poin Sistem dan uang tunai sebesar lima juta rupiah."
Reza berusaha sangat keras agar senyum di bibirnya tidak terlihat terlalu menyeramkan.
"Koin emas ini sudah lebih dari sekadar cukup, Arthur," jawab Reza mengantongi koin tersebut.
"Anda tidak perlu lagi memikirkan masalah sisa pembayaran kepada saya."
Arthur membenturkan kepalan tangan kanannya ke dada zirah besi dengan suara bantingan keras.
"Kau adalah orang yang berhati sangat mulia, Tuan Reza sang Koki Pelindung," ucap Arthur memberi hormat ala militer.
"Pasukan penjaga perbatasan utara akan membalas kebaikanmu jika kita bertemu kembali."
Arthur memasang kembali helm besinya dan melangkah keluar pintu menuju badai salju dengan sangat bertenaga.
Kini dia siap memburu balik kawanan goblin yang berani menyergapnya tadi siang.
Reza berdiri di depan jendela sambil menatap satu koin emas dan satu kristal biru di tangannya.
Hari perdananya di dunia sihir benar-benar memberikan pemasukan finansial yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.
'Dunia dimensi mana lagi yang akan terbuka setelah hari ini selesai?' gumam Reza dengan penuh antisipasi.