NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Mafia Kejam

Obsesi Sang Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Rosline gadis berusia 20 tahun yang terlahir bukan dari keluarga berada. Dia memiliki hidup yang sulit, bukan hanya menanggung beban hidupnya sendiri, tapi juga menanggung beban keluarganya. Suatu ketika Rosline mendapat tawaran kerja partime di salah satu rumah mewah untuk menjaga kakek tua, tapi tanpa diduga rumah itu ternyata rumah seorang Mafia kejam...

Rosline semakin bingung harus bertahan atau harus pergi dari sana. Sementara dia sangat butuh uang untuk keluarganya....
Apa yang terjadi selanjutnya dengan Rosline?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10 : Peringatan Bara

Bara masih menatap Rosline beberapa detik tanpa berkedip. Tatapan tajam pria itu membuat udara di ruangan terasa semakin menekan.

Rosline sendiri sudah hampir tidak berani bernapas. Lalu akhirnya…

“Baik.”

Rosline berkedip pelan bingung.

“Aku izinkan kau tetap bekerja disini.”

Mata Rosline langsung sedikit membesar lega. “Be-benarkah?”

“Tapi…”

DEG

Satu kata itu langsung membuat jantung Rosline kembali jatuh.

Tatapan Bara berubah dingin lagi. “Kalau sampai kau melakukan satu kesalahan saja yang membahayakan Opa…”

Rosline langsung menegang.

"Kau harus pergi dari mansion ini tanpa mendapat upah sepeser pun.”

Wajah Rosline langsung pucat. “Sa-saya…”

“Aku bukan pria yang suka diajak bernegosiasi.” potong Bara datar. “Apalagi kalau menyangkut kesehatan Opa.”

Ruangan langsung kembali sunyi.

Rosline perlahan menggenggam bukunya makin erat. Meski takut, gadis itu tetap memberanikan diri mengangguk kecil.

“Saya mengerti, Tuan.”

Tatapan Bara masih tidak berubah. “Bagus.”

Pria itu lalu berjalan kembali menuju meja kerjanya dengan tenang seolah pembicaraan tadi sudah selesai.

“Sekarang kau boleh keluar.”

Rosline refleks menoleh ke Edwin sebentar sebelum akhirnya membungkuk gugup. “Permisi, Tuan.”

Lalu gadis itu buru-buru keluar dari ruangan dengan langkah cepat seperti baru lolos dari ruang sidang.

BRAKK

Pintu tertutup pelan.

Dan begitu Rosline benar-benar pergi, Edwin langsung mendecak kesal sambil menatap Bara tajam. “Bisa tidak kau bicara lebih lembut pada wanita?”

Bara tetap membuka beberapa dokumen di atas mejanya tanpa peduli.

“Kau hanya pandai menyenangkan dirimu sendiri dengan beberapa wanita.” lanjut Edwin dingin. “Tapi kau tidak tahu caranya menghargai wanita.”

Suasana ruangan langsung berubah dingin.

Tatapan Bara perlahan terangkat tajam ke arah Edwin. “Edwin.” suaranya rendah penuh peringatan. “Jaga mulutmu.”

Edwin tetap menatap balik tanpa takut sedikit pun.

“Aku tidak ingin kau membahas masalah itu.”

Keheningan sesaat memenuhi ruangan. Namun Bara kembali bicara dengan nada datar yang jauh lebih berbahaya. “Sebaiknya kau urus saja perawat itu, supaya dia tidak melakukan kesalahan.”

Tatapan matanya menyipit tajam. “Kalau sampai dia melakukan kesalahan…” Bara meletakkan map hitam di tangannya pelan. "Kau orang pertama yang akan kuhajar.”

“Sialan kau.”

Edwin langsung berbalik penuh emosi lalu berjalan keluar dari ruangan.

BRAKK!

Pintu ruang kerja langsung tertutup keras.

Kini menyisakan Bara sendirian di dalam ruangan besar itu. Pria itu terdiam beberapa saat sambil menatap pintu yang baru saja dibanting Edwin.

Lalu perlahan, tatapannya beralih ke arah jendela besar di samping meja kerja. Bayangan wajah Rosline yang pucat ketakutan tadi kembali terlintas di kepalanya.

Dan entah kenapa, kini mansion dingin itu benar-benar terasa berbeda.

Sementara itu di luar ruang kerja, Rosline masih berdiri diam di depan pintu sambil memegangi dadanya sendiri. Napasnya belum benar-benar kembali normal setelah berada satu ruangan dengan Bara Alexander.

“Astaga...”

Gadis itu sampai menghela napas panjang pelan. Baru beberapa menit berada di dekat pria itu, Rosline sudah merasa seperti habis diinterogasi polisi.

Tatapan Bara benar-benar menakutkan. Dan ancaman tadi terus terngiang di kepalanya. Rosline langsung merinding sendiri. Namun di saat yang sama…

BRAKK!

Pintu ruang kerja tiba-tiba terbuka keras dari dalam. Rosline langsung tersentak kaget.

Edwin keluar dengan wajah dingin penuh emosi. Rahangnya terlihat mengeras, sementara langkahnya jauh lebih kasar dibanding biasanya.

Rosline langsung panik. “Tu-Tuan Edwin…?”

Pria itu berhenti sesaat lalu menatap Rosline. Beberapa detik kemudian, ekspresinya sedikit melunak lagi.

“Kau belum pergi?”

“S-saya takut.”

Entah kenapa jawaban polos itu justru membuat emosi Edwin sedikit mereda.

“Tidak akan ada yang memakanmu.” ucapnya datar.

Rosline langsung terdiam malu. Namun dari dalam ruangan…

“Hahaha.” Suara tawa pendek Bara terdengar samar.

Edwin langsung mendecak kesal lalu berjalan melewati Rosline. “Ayo.”

Rosline buru-buru mengikuti dari belakang lagi. Lorong mansion kembali sunyi beberapa saat sampai akhirnya Rosline memberanikan diri bicara kecil.

“Tuan Bara… benar-benar menyeramkan ya.”

Edwin meliriknya sekilas. “Kau takut?”

Rosline langsung mengangguk cepat tanpa berpikir. “Takut sekali…”

Kini benar-benar ada senyum tipis muncul di sudut bibir Edwin. “Kalau begitu jangan membuat kesalahan.”

Rosline langsung menegang lagi. “Sa-saya akan berusaha!”

Melihat reaksinya, Edwin akhirnya menghela napas kecil. “Sebenarnya Bara tidak seburuk itu.”

Rosline langsung menoleh tidak percaya.

“Dia hanya terlalu protektif pada Opa.” lanjut Edwin tenang. “Dan terlalu curiga pada semua orang.”

“Mengapa bisa begitu?”

“Entahlah.”

Rosline terdiam sesaat. Ia mulai berpikir tentang keluarga Alexander. Sepertinya mereka hidup di dunia yang benar-benar berbeda darinya. Dunia penuh kecurigaan, kekuasaan, dan bahaya.

Pantas saja Bara bereaksi seperti tadi. Namun tetap saja, Rosline masih merasa pria itu terlalu menakutkan.

Sementara itu di dalam ruang kerja, Bara berdiri diam dekat jendela besar sambil menatap halaman mansion dari lantai dua.

Tatapannya tajam dan sulit dibaca. Tak lama kemudian…

TOK TOK

“Masuk.”

Daniel masuk perlahan sambil membawa beberapa dokumen baru. Namun begitu melihat wajah Bara, pria itu langsung menyadari suasana hati atasannya sedang buruk.

“Tuan Bara.”

“Ada apa?”

“Laporan dari pelabuhan sudah selesai.”

Daniel meletakkan map hitam di meja. Namun sebelum ia mundur…

“Daniel.”

“Ya, Tuan?”

Bara tetap menatap keluar jendela. “Selidiki gadis itu.”

Daniel sedikit terdiam. “Nona Rosline?”

“Iya.”

“Baik, Tuan.”

“Semua tentang dia.”

Tatapan Bara perlahan menyipit dingin. “Aku tidak percaya dengan kebetulan.”

Daniel langsung mengangguk hormat. “Baik, Tuan.”

Namun sebelum pria itu pergi, Bara kembali membuka suara pelan. “Dan cari tahu… kenapa Edwin bisa begitu percaya padanya.”

Daniel sedikit terdiam mendengar itu.

Karena selama ini Edwin dikenal paling sulit percaya pada orang lain. Bahkan banyak pegawai lama mansion saja tetap dijaga jaraknya.

“Baik, Tuan Bara.”

Setelah Daniel keluar, ruangan kembali sunyi.

Bara menyandarkan tubuhnya perlahan di kursi kerja besar sambil memejamkan mata sesaat. Bayangan wajah Rosline yang pucat dan ketakutan tadi kembali muncul lagi di kepalanya.

Gadis itu terlihat terlalu polos, dan jujur. Dan justru itu yang membuat Bara semakin curiga. Di dunia mereka… orang polos biasanya adalah penyusup.

Sementara itu di lantai bawah…

Rosline masih mengikuti Edwin menuju ruang makan sambil diam-diam melirik pria itu beberapa kali.

“Tuan Edwin…”

“Ya?”

“Apakah Tuan Bara selalu seperti itu pada semua orang?”

“Mm.”

“Bahkan pada Tuan juga?”

Edwin terdiam sesaat sebelum akhirnya mendengus kecil. “Dia memang menyebalkan.”

Rosline langsung menunduk pelan. “Tapi… sepertinya Tuan Bara sangat sayang pada Guan besar.”

Langkah Edwin sedikit melambat. “Dia memang paling dekat dengan Opa sejak kecil.”

Rosline mengangguk kecil memahami.

Tak lama kemudian mereka tiba kembali di ruang tengah. Alberto yang sejak tadi menunggu langsung mendelik ke arah Edwin.

“Nah? Gadis kurus, kau masih hidup?”

Rosline langsung salah tingkah. “Tu-Tuan Besar…”

Edwin malah duduk santai sambil mengusap pelipisnya lelah. “Sepertinya masih.”

“Hahaha!” Alberto langsung tertawa puas.

Sedangkan Rosline hanya bisa menghela napas kecil lega. Setidaknya… ia belum diusir dari mansion hari ini. Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.

Karena beberapa detik kemudian…

Suara langkah kaki berat kembali terdengar dari tangga lantai dua.

Rosline langsung refleks menegang lagi. Dan benar saja. Bara turun perlahan sambil membuka lipatan lengan kemejanya. Aura pria itu masih sama menekannya seperti tadi.

Alberto langsung mendecak kesal. “Kenapa wajahmu selalu seperti orang yang ingin membunuh?”

Bara duduk santai di sofa seberang tanpa peduli. “Karena memang ada beberapa orang yang ingin kubunuh.”

Rosline hampir tersedak napas sendiri.

Sedangkan Alberto malah tertawa keras seperti mendengar lelucon lucu.

Bara kemudian melirik Rosline sekilas. Dan hanya dengan satu tatapan itu saja, gadis itu langsung otomatis duduk lebih tegak.

Edwin yang melihat reaksinya langsung mendecak kecil. “Kau menakutinya lagi.”

“Aku bahkan belum bicara.”

“Itu lebih parah.”

Bara terkekeh pelan sambil menyandarkan tubuhnya santai. Namun beberapa detik kemudian, pria itu kembali membuka suara tanpa melepas tatapannya dari Rosline.

“Kalau kau bekerja disini…”

Rosline langsung refleks menoleh cepat. “I-iya, Tuan?”

“Jangan pernah masuk ke lantai tiga mansion tanpa izin.”

Rosline berkedip bingung. “La-lantai tiga?”

“Iya.” Nada suara Bara berubah jauh lebih dingin.

“Dan jangan pernah menyentuh barang-barang di ruang kerja pribadiku.”

Jantung Rosline kembali berdebar gugup. “Baik, Tuan…”

Bara masih menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya mengalihkan pandangan lagi.

1
Indri
Sukaaaa🤣
It's me Sky: wkwkwkkw/Proud/
total 1 replies
Keenan41
semangat thor
It's me Sky: Pasti dong, mksh dukungannya✌🏻/Hey/
total 1 replies
Hennyy exo
semangat rosaline🤭🤭
It's me Sky: Hihihihi, mksh/Smile/
total 1 replies
Hennyy exo
wow sampai sini alurnya bagus thor
It's me Sky: terimakasih bnykk/Smile/
total 1 replies
Amoera
semakin menegangkan thoor, lanjutkan dong😍
It's me Sky: hrs dong/Chuckle/
total 1 replies
Amoera
ceritanya sangat menarik, lanjutkan ceritanya thoor... semangat ratusan bab
It's me Sky: psti dong, mksh/Doge//Rose/
total 1 replies
Amoera
woww... ada cerita baru nih, wajib baca sih kayanya... semangat thoor😍
It's me Sky: iya dong, sni¹ mmpir/Hey/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!