NovelToon NovelToon
RAHIM BAYARAN EMMA TAYLOR

RAHIM BAYARAN EMMA TAYLOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Emma Taylor terpaksa harus melunasi hutang pamannya kepada seorang pria asing kaya raya yang tinggal di rumah besar Anggrek Residen.

Jatuh tempo pembayaran sudah sangat dekat bagi paman Broeri untuk membayar hutang tersebut namun dia tidak mempunyai uang sepeser pun saat dia ditagih oleh pria asing kaya raya itu yang bernama Noah Jones.

Terpaksa Emma yang harus menanggung hutang tersebut kepada Noah Jones pemilik rumah Anggrek Residen.

Karena Emma Taylor juga tidak mempunyai uang buat melunasi hutang paman Broeri maka dia dipaksa membayar dengan rahimnya.

Bagaimana nasib Emma Taylor selanjutnya, sanggupkah dia melunasi hutang milik paman Broeri Goldman atau dia memilih melarikan diri.

Mari kita simak kelanjutan kisah ini dalam novel berjudul Rahim Bayaran Milik Emma.

Salam buat semua pemirsa 🎂

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Perhatian nya Membuat Emma Berpaling

Lampu kristal menggantung rendah di atas meja marmer, meredup jadi kuning hangat, memantulkan kilau di pinggir gelas kristal.

Aroma steak yang baru dipanggang bercampur dengan mawar merah di vas tengah meja.

Alfred melangkah maju setengah langkah, menuangkan anggur tanpa menyentuh gelas.

"Terimakasih untuk minumannya, Alfred!" ucap Noah.

Noah mengangkat gelasnya tapi tidak meminumnya.

"Anggur memang selalu yang terbaik..." bisik Noah Jones.

"Château Margaux 2018 memang masih yang terbaik, Tuan. Ditambah udara dingin malam ini. Château Margaux 2018 adalah pilihan tepat buat menghangatkan badan." sahut Alfred.

"Dan kau sangat tahu selera tinggi, Alfred." ucap Noah tersenyum tipis.

"Tempat ini yang telah mengajarkan saya banyak hal untuk memiliki selera tinggi, Tuan." sahut Alfred.

Alfred meletakkan piring dengan suara nyaris tidak terdengar.

"Menu malam ini daging rusa dengan saus anggur merah, hidangan favorit anda, Tuan saat terakhir anda makan malam di Anggrek Resident ini." ucapnya datar, sopan.

Di luar, hujan turun pelan, tapi di dalam sini hanya ada suara garpu yang beradu piring dan napas yang tiba-tiba jadi hati-hati.

"Daging rusa muda, dimasak sous-vide 48 jam, disajikan dengan saus anggur merah dan serutan truffle hitam." ucap Alfred.

Potongan dagingnya lembut sampai pisau hampir tidak perlu bekerja. Aroma truffle-nya naik pelan, tajam, mewah, seperti rahasia yang tidak bisa disembunyikan. Dia memotong kecil, menyodorkannya pada Emma.

"Selamat menikmati. Jika ada yang kurang, katakan saja. Malam ini tidak ada yang boleh salah." kata Alfred.

"Terimakasih..." sahut Emma tersenyum halus.

"Apa kau suka daging rusa ini?" tanya Noah Jones sambil melirik Emma.

"Ya, aku belum pernah mencoba nya, ini pertama kalinya buat ku." sahut Emma.

Denting garpu perak, desir taplak linen saat lengan menyentuhnya, bisik musik piano dari pojok ruangan terdengar bagaikan irama indah di ruangan ini.

Lilin di tengah meja membuat bayangannya menari di dinding. Cincin di jarinya berkedip setiap kali dia bergerak.

Emma memperhatikan dari piring makannya.

"Katanya rasa terbaik harus dibagi." ucap Noah Jones.

"Terimakasih..." sahut Emma.

Steak-nya medium rare, persis seperti cara Noah Jones menatapku malam ini. Tidak terlalu terburu-buru, tapi cukup untuk membuat ku tidak bisa berpikir jernih.

"Asparagus putih dengan mentega kacang, dan kentang purée dengan krim truffle. Ini nikmat sekali." puji Emma memecah keheningan.

"Purée-nya sehalus sutra." sahut Noah Jones. Dia menyendok sedikit, mengoleskannya ke pinggir piring Emma dengan ujung garpu.

Hal terkecil dari Noah Jones membuat Emma menahan nafas, sesak.

"Biar aku tidak menikmati bagian enaknya sendiri." kata Noah.

Emma tidak menoleh, ia perhatikan purée di piring makannya.

"Cobalah!" ucap Noah.

Emma tidak bersuara, ia oleskan purée pemberian Noah ke atas steaknya lalu memakan nya lahap.

"Truffle di atas daging steak-nya sangat mahal. Tapi caramu tersenyum saat memakannya, lebih mahal lagi..."

Emma membatin sembari menyendokkan garpunya ke dalam mulut.

"Makan malam ini adalah awal pertemuan akrab kita di rumah ini, setelahnya kau akan melakukan hal sama setiap hari nya, seperti ini bersamaku." kata Noah.

"Apa kamu takut aku kabur?" tanya Emma.

"Tidak, aku tidak takut kau akan lakukan itu. Sebab rumah ini jauhnya bermil-mil dari lokasi manapun." sahut Noah.

Noah Jones tersenyum tipis, lirikanya tajam ke Emma Taylor.

"Bahkan serangga pun tidak akan bisa kabur dari tempat ini. Apalagi kau yang asing di sini sebab ini merupakan daerahku." sambung Noah.

"Aku paham." sahut Emma.

"Jika dipikiranmu, ada niat kabur seperti itu, sebaiknya kau buang jauh-jauh. Karena Aku akan memburumu jika kau lakukan hal itu." kata Noah.

"Percayalah padaku. Aku tidak akan pernah mencoba kabur. Aku buktikan hal itu padamu." ucap Emma.

"Baguslah. Jika kamu mengerti akan ucapanku ini, Emma Taylor." kata Noah.

"Lantas apa yang harus Aku lakukan di acara pesta besok?" tanya Emma. "Kau bilang bahwa kita akan menghadiri acara Nenek Charlotte."

"Tidak ada yang perlu kamu lakukan. Kau hanya berdandan sesuai arahan dari penata busana nanti. Akan ada tim khusus yang mendandanimu." sahut Noah.

"Wow?!" seru Emma terkejut. "Seharusnya kau tidak perlu repot-repot menyiapkan semua itu sebab Aku bisa berdandan sendiri."

Emma mengangkat bahunya, tertawa kecil.

"Gini-gini Aku mahir merias diri. Yah, walapun tidak sebaik ahli rias terbaik." ucapnya ringan.

Noah Jones hanya melirik datar, tanpa ekspresi, hanya terdiam.

Caranya bersikap membuat Emma terkesiap diam, kembali ia lanjutkan makan malamnya, menyantap daging rusa steak-nya sampai habis.

"Apa keahlianmu selain bersolek?" tanya Noah Jones.

"Emmm..., Aku suka lukisan walaupun tidak semahir pelukis dunia." sahut Emma.

"Kenapa kau selalu bilang bahwa kau tidak sebaik siapapun padahal Aku hanya bertanya hobimu?" tanya Noah.

"Eh???" gumam Emma. "Oh, yah, setahuku, Aku punya hobi melukis terutama melukis wajah."

"Setahuku?" Noah mengernyitkan kening, mengusap bibirnya dengan kain serbet putih. Dan menyudahi makan malamnya.

Ia menoleh ke Emma Taylor, serius.

"Kau perias, begitu?" tanya Noah.

"Lebih tepatnya yah." sahut Emma.

"Kebetulan sekali. Aku punya pekerjaan untuk mu." kata Noah.

"Oh, yah???" tanya Emma ceria.

"Nanti aku beritahukan pekerjaan apa yang akan kau kerjakan. Setelah kita dari rumah Nenek Charlotte, aku akan mengajak mu ke suatu tempat lain." sahut Noah.

"Hmmm... Baiklah." kata Emma.

Emma mengangguk paham, Ia mengulum senyumannya. Sambil Ia melirik pada piring makannya yang kosong.

Tekstur daging rusa steak-nya meleleh di lidah, renyah di luar lembut di dalam, seperti sutra, sangat halus.

Rasanya hangat, tajam, menggoda, lembut, menggantung di langit-langit mulut.

Aroma daging rusa steak-nya merayap pelan, memaksa untuk diperhatikan, mengingatkan pada sesuatu yang mahal.

Penyajiannya seperti lukisan, jatuh sempurna, tidak berani diganggu.

Efeknya membuat waktu berhenti, buat lupa alasan Emma hadir makan malam bersama Noah Jones.

"Baiklah, makan malam akan ditutup hidangan penutup. Alfred, apa menu penutupnya."

Noah Jones tidak menoleh pada Alfred, Ia menatap ke Emma Taylor dengan pandangan teduh.

"Fondant cokelat Valrhona dengan inti cair, disajikan bersama serbet raspberry dan serpihan emas 24 karat." kata Alfred.

Alfred menyajikan hidangan penutup bertema cokelat dan raspberry pada Emma dan Noah.

Saat sendok memecah lapisan luarnya, cokelat cair mengalir keluar seperti rahasia yang akhirnya tumpah. Rasanya pahit, manis, meledak di lidah.

"Woah... Ini berbahaya..." seru Emma terkesima.

"Kenapa?" tanya Noah serta Alfred berbarengan. Menoleh kompak.

"Aku bakal tidak akan pernah berhenti mengunyah bahkan Aku takut tubuhku akan melar tidak berbentuk sempurna." sahut Emma.

Emma mengulum bibirnya, melumat cokelat serta raspberry dari fondant cokelat Valrhona di piring keramik.

Alfred menahan tawanya, ia menunduk lalu berdiri tegak. Ia tidak berani tertawa karena harus menjaga wibawanya sebagai Kepala Pelayan kepercayaan di Anggrek Resident.

Namun Noah Jones memperhatikan ekspresi Alfred yang berubah lucu.

"Jika kau suka maka koki akan membuatkannya untukmu seberapa yang kau mau tiap hatinya, tanpa kau perlu merasa takut, nanti tubuhmu melar tak karuan." kata Noah.

"Ummm... Benarkah itu?!" sahut Emma mengulum ujung garpunya. "Aku bisa menikmati hidangan penutup ini kapanpun Aku mau???"

Noah Jones mengangguk ringan, melirik pada Alfred yang menyembunyikan tawanya.

"Ya, Aku akan minta Alfred menyampaikan pesanmu ini pada juru masak di rumah ini." lanjut Noah.

"Terimakasih... Dan Aku pasti suka, semoga saja Aku senantiasa bisa menikmatinya setiap harinya." kata Emma.

Emma bersemangat ketika Noah berkata demikian, lalu Ia ulurkan tangan ke arah Noah.

"Kali ini kita benar-benar sepakat, Tuan Noah Jones!" ucap Emma. "Dan Aku paling setuju dengan tawaranmu yang satu ini!"

Noah Jones terdiam, Ia tidak merespon, hanya menoleh sekilas lalu menundukkan pandangan matanya.

1
kura kura ninja
rival sendiri ternyata keponakannya sendiri
kura kura ninja
ya dah... ada penyakitnya juga nih PL nya...
kura kura ninja
wah... dibayar segitu pun saya mau, gak kerja alias pensiun dini nih👍
kura kura ninja
napa gak lari saja kan ada kesempatan tuh🙏
kura kura ninja
luar biasa
kura kura ninja
dari judulnya dah bikin penasaran
Yuniar Farah
seru nih ceritanya
Yuniar Farah
waduh waduh em🤭
Yuniar Farah
mantap
Yuniar Farah
nunggu endingnya nih gimana rahimnya dipakai sama noh
Yuniar Farah
cie cie cie...kan gak jadi kepaksa em
Yuniar Farah
makanya emma jangan kebanyakan minuman jadinya mabuk deh 🍾🥂
Yuniar Farah
gak jadi kepaksa lagi nih ceritanya🤭
Yuniar Farah
ada juga nih pemeran watak antagonis
Yuniar Farah
gak kebayang deh 🤭
Yuniar Farah
dih yang lagi kasmaran 🌷🌷🌷🤭
Yuniar Farah
ini edisi terbatas dan paling saya sukai dari thor adalah detail busana tiap karakter pemeran-pemerannya di tiap novel thor🌷🌷
Yuniar Farah
namanya tawanan pasti gaka ada enaknya 🌷
Yuniar Farah
pesaing baru nih
Tina Andara
woe riset 👍next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!